Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 14.7 : "An Obstacle!"


__ADS_3

Tembakan dengan jumlah Energi Biru yang begitu besar dilepaskan dan berhasil menghancurkan enam batang tangan yang berada dipunggung Jin Tengkelek. Dia pun menjerit kesakitan.


"GhuaaHH!! sakit!! dari mana kau dapat kekuatan itu tiba-tiba?" ucapnya meringis.


Karina menyadari energi yang diterimanya ini hanya sementara, karena itu dia tidak punya banyak waktu.


"Apa kau mau menyerah? dan pergi dari sini?"


Jin Tengkelek masih memiliki empat batang tangan yang ada disebelah kiri. Mendengar perkataan Karina barusan, dia tambah marah karena merasa direndahkan.


"Jangan sombong kau manusia! Ghah..Ghah." ucapnya masih meringis kesakitan.


Dia kemudan berniat mengeluarkan bola api dari empat batang tangannya yang tersisa. Tentu saja Karina tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.


BDAARSS!!!


Belum sempat bola api itu terbentuk, empat tangannya hancur berantakan dan terbakar menjadi abu. Dengan begini Jin Tengkelek hanya menyisakan tubuhnya yang besar. Dia pun jatuh dengan kedua lututnya sambil menjerit kesakitan.


Karina melonggarkan penjagaannya, karena dia tidak ada berniat untuk membunuh. Kemudian dia turun ke atas permukaan tanah.


Namun sebelum ia turun mendarat ke atas permukaan tanah, Karina memperhatikan situasi pemandangan didaerah itu yang ternyata sesuai dengan perkataan Ragil. Cuaca tidak berubah, dan kabut selalu mengisi dimana tempat, semuanya hanya gunung batu dan hutan rimba.


Akan tetapi masih ada satu hal yang menarik perhatian Karina yaitu, asap hitam seperti pilar yang berada dibeberapa tempat.


"Itu apa?" ucapnya yang penuh tanda tanya besar.


...


"Ghahh, ghahh, ampun! ampuni kami! Ghah, ghah" ucapnya memelas.


Karena merasa aman, Karina pun maju melangkah sedikit kedepan dengan menjaga jarak kurang lebih 20 meter.


"Maafkan aku, dari awal aku memang tidak ada niat untuk membunuh siapapun. kami hanya ingin numpang beristirahat"


"Apa kau bisa memberitahu kami jalan keluar dari tempat ini?"


"Ghah, ghah! Jika kau mengampuni dan melepaskanku akan kutunjukan jalan keluarnya"


Karina masih polos, dia tidak tahu jika tidak satupun perkataan dari bangsa Jin yang bisa dipercaya. Oleh karena itu, dia dengan mudah dapat dikelabuinya.


"Dari sini kalian pergi ke arah barat laut, nanti disana ada sebuah Pedesaan" ucapnya terengah-engah.


Mendengarkan itu wajah Karina seketika senyum seperti mendapat sebuah harapan. Tapi dirinya tidak tahu bahwa, Jin Tengkelek telah membuat bara api dibagian dalam belakang punggungnya yang siap ia semburkan.


Ketika Karina berpaling sesaat untuk mengetahui dimana arah barat laut itu berada, Jin Tengkelek melepaskan semburan apinya tepat dihadapannya.


BWRUUSHH!!


"GhuahahaH!! Mati kau manusia!! GhuahahaH!!"

__ADS_1


"?"


Pada saat momen semburan api itu terjadi, Karina ternyata menggunakan Sleeping Ghost masuk kedalam tanah dan muncul dari belakangnya.


"Terimakasih atas petunjuknya!"


BDAARSS!!


Tembakan dari Energi Biru terakhir yang diberikan oleh Karina berhasil menghancurkan sosok kepala Jin Tengkelek tersebut.


"Hah, hah, dasar setan keras kepala! apa mereka semuanya seperti itu?"


...


Karina kembali menuju sebuah pintu untuk segera mengakhiri Sleeping Paradise. Namun, ketika ia hendak membukanya ada sedikit firasat tidak enak yang sedang menunggunya didalam sana.


Dia ragu untuk membuka, tetapi tidak bisa! Dia harus! Ini adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri aktifitasnya dalam mimpi melalui pintu tersebut.


Oleh Karena itu dia beranikan diri membuka pintu, dengan mengajukan senjata Shotgunnya ke arah depan terlebih dahulu.


KRIIEET


".........?"


Karina masuk kedalam dan semua ruangan tetap kelihatan bewarna putih, pintu yang hancur sebelumnya juga sudah tidak ada. Akan tetapi ada sebuah perwujudan aneh yang menjadi pusat perhatian Karina ditempat bekas pintu itu berada.


"Ini apa...?"


BZZTT!!


"Aouchh!!"


Karina dibuat keheranan oleh bentuk itu. Dia pun berpikiran, apakah ruangan ini bisa melindungi dan menyembuhkan dirinya sendiri dari serangan negatif?.


"Yang penting pintu mengerikan itu sudah tidak ada lagi" ujarnya.


...


Note:


Glitch adalah sebuah kesalahan jangka pendek dalam sebuah sistem, seperti kesalahan transien yang mengkoreksi dirinya sendiri, menjadikannya sulit atau tegang. Istilah tersebut umum terjadi dalam industri komputer dan elektronik, dalam kemampuan sirkuit, serta di kalangan pemain permainan video.


...


Karina terbangun dari mimpinya, teman-teman yang disekitarnya pun ikut merasa bahagia. Seperti biasa layaknya seorang adik yang manja, Winda selalu menangis sambil memeluk Karina.


Dia melihat semua temannya baik-baik saja, Syukurlah!


Setelah itu Karina memberitahukan teman-temannya bahwa didekat sini ada sebuah Pedesaan.

__ADS_1


"Kamu dapat info dari mana?" Sandi.


"Dari Jin yang kukalahkan tadi"


"Huh?"


"Apa tidak apa-apa mempercayai omongan dari, Jin?" Winda.


"Jangan-jangan dia ingin menjebak kita" Ryo.


KRUKK KRUKK Suara perut mereka semua sedang keroncongan.


"Kalau perut lapar Energi tidak ada, nanti kita ketahuan sama Fantasma itu. Bagaimana kita bisa keluar dari sini? Pak Daniel.


Karina lalu menjelaskan keadaan disekitar luar, setelah ia melihatnya dari ketinggian. Tidak ada satupun sosok Fantasma yang terditeksi olehnya.


"Kalau begitu apa salahnya kita coba mendatangi Pedesaan itu, siapa tau ada petunjuk untuk jalan keluar dari sini" Pak Daniel.


"Ga percaya aku! Tempatnya aja kayak gini, ga mungkin ada orang yang tinggal disini kecuali Jin-jin belek kayak barusan! " Sandi pesimis.


"Terus bagaimana, ga mungkin kita selamanya disini. Lebih baik kita bergerak dari pada mati jadi seperti tengkorak-tengkorak itu, mau Lu?" Ryo.


"Gimana ini, aku mau pulang" Cindy sedih.


Sandi mencoba memberikan semangat dan mengatakan untuk jangan pernah menyerah, karena masih ada harapan jika terus bersama Karina.


Mendengar itu dalam hati Karina mencoba membantah ekspresi keraguan yang terpasang diwajahnya. Dia berjanji akan membawa semuanya keluar dari sini.


"Aku tidak tahu, tapi selama aku bisa menggunakan kekuatan aneh ini. Aku berjanji akan berusaha melindungi kalian semua...!" ucap Karina dalam hatinya.


...


Perdebatan selesai, mau tidak mau mereka harus mencari sumber energi kehidupan untuk bertahan hidup sampai keluar dari tempat itu. Pak Daniel menyuruh mereka untuk segera berbenah diri.


Ragil terlihat sibuk mengutip semua senapan yang ada bersama dibeberapa tengkorak. Ryo menanyakan untuk apa semua itu hanya akan menambah beban bawaan, katanya.


"Aku akan menjualnya kalau kita berhasil keluar dari sini, akan jadi barang langka yang mahal dan akan dipajang dimusium" ucap Ragil yang terlihat sibuk menyusun senjata itu.


Ryo meresponnya dengan menggelengkan kepala.


Semua selesai dan keluar melewati pohon yang tumbang ditengah ruangan, satu persatu dari mereka mencoba melewatinya dengan hati-hati.


...


Akhirnya mereka sampai keluar dan berkumpul didepan gudang, dihadapan mereka sudah menunggu dua buah gunung batu yang mengapit jalan yang sudah ditumbuhi ilalang.


"Ini jalan satu-satunya? " Sandi.


"Nothing to lose aja kita" Ryo.

__ADS_1


Dengan rasa keraguan, mereka semua terpaksa menerima nasib ini.


Bersambung..


__ADS_2