Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 22 : "Tray Cell And Cynthium" II


__ADS_3

Direktur utama dari perusahaan Cynthium itu bernama, Joaquim. Ia kemudian menunjukan contoh gambaran bentuk bunga tersebut.


"Bukankah bunga itu sering di jadikan pajangan di halaman rumah" jawab Victoria yang sedang duduk di kursi tengah sendirian.


"Yah benar sekali, tetapi yang ingin kita bahas disini adalah morfologi struktur dari tumbuhan ini yang sangat menarik" ucap Joaquim yang juga sedang duduk berhadapan dengan Victoria yang ada di depannya.


"Bisa kau jelaskan?"


"Dalam tumbuhan, ada sebagian dari mereka yang memerlukan orang ketiga agar dapat tumbuh bermekaran lebih cepat, dia adalah lebah"


"Dan ada juga bunga yang bermekaran dalam waktu tertentu, malam dan pagi hari di karenakan faktor cuaca dan suhu alam sekitarnya"


"Bukankah semua bunga seperti itu? Mereka memiliki fase-fase tersendiri dan juga mekanisme yang terjadi karena sebuah faktor di dalamnya" jelas Victoria.


"Anda mengetahuinya, bukankah sel yang ada di dalam tubuh manusia juga hampir memiliki mekanisme yang hampir sama"


"Dalam deskripsi yang tertulis, anda sedang berusaha mengupayakan agar sel-sel genetik yang cacat itu bisa beregenerasi dan membelah diri menjadi yang baru bukan, setelahnya mereka akan terus menerus membelah diri sampai sel-sel yang cacat lainnya akan habis termakan oleh mereka"


"Ini tidak ubahnya anda sedang berusaha ingin menciptakan sebuah anti-virus yang berusaha ingin merusak bagian sel tubuh"


"Karena itulah, kami juga sudah lama meriset sebuah ramuan. Dimana ini semua adalah hasil ekstrak dari berbagai macam tumbuhan yang kemungkinan berguna untuk pengobatan pada tubuh manusia"


"Kami belum pernah terlibat dalam bidang pengobatan perbaikan sel genetik manusia, tetapi dengan temuan kami ini. Semoga semua bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama"― Joaquim dan Victoria saling bertatapan mata.


Joaquim meminta anak buahnya mengambil sebuah cover yang sudah berisikan berbagai macam serum dari tumbuhan. Cover itu kemudian di letakkan di atas meja yang kemudian dibuka setelah membuka dua penguncinya.


Di dalamnya terlihat ada 4 botol serum dengan warna yang berbeda-beda.


Merah, Biru, Ungu dan yang terakhir bewarna kuning.


Berta maju melangkah mengambil cover tersebut, dan menunjukkannya dalam keadaan yang sudah terbuka kepada Victoria.


Victoria mengambilnya dan memeriksanya satu persatu.


"Kontrak akan terjadi setelah aku melihat hasilnya" ucap Victoria.


***


- Lokasi Laboratorium A


Joaquim dan Victoria beserta anggotanya pergi bersama ke laboratorium A. Mereka semua terlihat memakai jas bewarna putih dan menutup mulutnya dengan masker.


Disana ada dua orang pasien yang berbaring.

__ADS_1


"Siapa mereka, kenapa bentuknya terlihat seperti Fantasma?" tanya Joaquim yan sudah diterjemahkan oleh asisten pribadinya.


"Fantasma, apa itu?" tanya Victoria melalui Berta.


"Ahh, Fantasma adalah "Ghost", itu adalah bahasa kami portugis" jawabnya.


"Mereka adalah warga yang sedang mengalamangi penyakit kulit, sudah lama mereka aku rawat. Namun belum ada perubahan, mari kita coba dari mereka terlebih dahulu" jelas Victoria.


Tiga orang perawat laki-laki kemudian mengambil serum yang bewarna kuning terlebih dahulu. Setelah melakukan beberapa persiapan, merek kemudian menyuntikannya dibagian lengan atas kanan.


CRUK!! Serum itu terlihat mengalir masuk secara perlahan.


Mereka semua menunggu diluar ruangan menunggu hasil dari uji coba serum pertama.


PSSHHHHH!!!


Sebuah gass kuning menyembur keluar dari pori-pori mereka yang tiba-tiba membesar, sontak tiga orang perawat lelaki yang ada di dalam ruangan itu langsung berlarian keluar.


Salah satu dari mereka ada yang terjatuh dan memuntahkan busa putih dari dalam mulutnya, matanya juga mengeluarkan darah.


Para pasukan Hazmat yang sudah dalam posisi siap, langsung mensterilkan seluruh ruangan itu.


Victoria bersama seluruh rekannya langsung berinisiatif berlarian keluar untuk menghindari gass berbahaya tersebut.


Victoria melihat, tubuh mereka mengalami pengomposan jauh lebih cepat. Sehingga yang ia lihat pada saat itu adalah tulang benulang serta daging busuk.


"Bakar, jangan sampai menyisakan jejak" ucap Victoria.


"Yess, MAAM!!" Pasukan hazmat membawa mayat busuk itu ke ruangan incernate untuk dibakar habis.


Sesaat kemudian salah satu pasukan hazmat datang dan mengatakan, jika semuanya telah selesai di sterilkan.


Victoria dan semua rekannya masuk kembali, untuk melanjutkan uji coba berikutnya.


Dua warga yang sedang sakit kembali dibawa, mereka adalah seorang kakak beradik laki-laki dan perempuan yang berumur berkisar 18 tahun.


"Hey, tunggu mereka masih terlihat sehat" ucap Joaquim.


Kedua kakak-beradik itu hanya terus merintih kesakitan sambil menahankan rasa gatal dari bintik-bintik merah di setiap bagian tubuhnya.


"Kalau obatmu berhasil, mereka akan segera sembuh" jawab Victoria yang sedikit berjarak darinya.


Dua perawat laki-laki itu kemudian kembali menyuntik kan serumnya, kali ini cairan yang bewarna ungu.

__ADS_1


Setelah serum itu berhasil di suntikkan, mereka menunggu hasilnya dalam beberapa menit.


Tidak ada kekecauan terjadi, akan tetapi dua perawat laki-laki itu mengatakan jika warna tubuh mereka menjadi biru dan sedikit mengeras.


"Gagal, bawa kembali!" ucap Victoria.


"Hey, kita seharusnya memeriksa terlebih dahulu penyakit apa yang mereka derita. Setelah itu baru kita bisa mencocokkan serumnya," jelasnya kepada Victoria.


"Apakah kau menghabiskan waktumu hanya untuk merasakan rasa penyesalan? di dunia ini selalu ada yang namanya pengorbanan demi sebuah kemajuan" ucap Victoria dengan mata yang berkaca-kaca.


Assistennya Berta merasakan apa yang sedang di rasakan oleh majikannya, ia kemudian menghampiri Joaquim dan terlihat mengatakan sesuatu yang langsung membuatnya terdiam seketika.


Dua tumbal proyek kembali di bawa dan dimasukkan, yang tak lama kemudian langsung di suntikkan serum dengan cairan yang bewarna biru.


Satu menit kemudian mereka terlihat kejang-kejang, ototnya-ototnya mengeras, satu persatu besi yang mengunci pergelangan mereka mulai melepaskan bautnya.


Dua orang perawat laki-laki yang ada di dalam ruangan itu panik, akan tetapi tak lama kemudian tumbal proyek itu terdiam yang kemudian meninggal.


"Gagal lagi, bawakan yang berikutnya!" wajah Victoria tidak menunjukan orang yang kehilangan sebuah harapan.


Dua tumbal proyek di datangkan kembali. Seorang perawat laki-laki mengambil serum terakhir yang bewarna merah di dalam koper yang terletak di atas meja.


Ia terlihat menjentikan jarum suntiknya beberapa kali, setelah itu mulai menyuntikannya ke lengan bagian atas kepada dua orang pemuda yang berumuran 25 tahun.


Tidak menunggu waktu lama, bintik-bintik kulit yang timbul bewarna merah kehitaman itu langsung menyusut mengembalikan keadaan kulitnya menjadi normal kembali.


Semua orang menyaksikan itu, Joaquim dan rekannya terlihat melepas perasaan legah dan rasa haru dengan saling berpelukan.


Akan tetapi tak lama kemudian Victoria melihat perubahan yang terjadi berikutnya.


Warna kulit mereka berubah menjadi pucat kehitaman seperti mayat yang membusuk, rambut dan kuku di jarinya memanjangnya dengan pesat, bola matanya juga ikut berubah menjadi warna merah yang seakan ingin mencuat keluar.


Dua orang perawat yang ada di dalamnya langsung berlari keluar. Mereka yang tadinya bergembira langsung ketakutan dan Joaquim berteriak menyebutkan nama Fantasma beberapa kali.


Dalam kegaduhan itu Victoria tidak melihat kegagalan, itu adalah sebuah keberhasilan yang ia tunggu-tunggu selama ini.


Ia kemudian melangkah mendekati Joaquim dan memberikan sebuah jabatan tangan.


"Selamat, Anda menerima kontrak dari perusahaan kami"


Semua orang portugis itu dibuat kebingungan dan terheran-heran dengan perkataan yang lontarkan oleh Victoria.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2