
Karina tertembak dan terpental jatuh kebawah. Rasanya seperti tersengat listrik dikepalaku, batinnya.
"Ahahahaha tentu saja, kau pikir sekarang kau ada dimana ahahaha!" ucap Gamma-Karina.
"Bagaimana, udah agak mendingan?" tanya Theta-Karina.
Karina kebingungan apa yang sedang mereka bicarakan, ia yang berdiri sambil memegangi kepalanya merasakan memang sedikit ada yang beda.
"Perasaanmu jauh lebih tenang bukan?" ucap Beta-Karina.
Karina melihat mereka semua dan menganggukan kepalanya. Gamma-Karina mendadak muncul kembali disamping Karina-Karina yang lain.
"Kalian semua ini sebenarnya siapa?"
"Lihat, semua serabut yang berjumlah milyaran itu. Menurutmu itu apa?" ucap Alpha-Karina.
"Neuron otak?"
"Benar, sekarang kau sudah tahu bukan kau ada dimana" ucap Delta-Karina.
Karina tidak ingin menjawab ia hanya mencoba menyimaknya saja.
"Ruangan gelap yang penuh dengan milyaran serabut ini, adalah otakmu. Dan kami berlima ditugaskan untuk menstabilkan semua gelombang itu. Harusnya kamu sudah tahu apa tugas-tugas mereka, tapi biarlah aku akan mencoba menjelaskannya"
"Dimulai dari diriku, namaku adalah Delta-Karina. Aku bertugas sebagai penyembuhan dan regenerasi energimu baik didalam mimpi maupun sedang dalam bermeditasi"
"Dan aku adalah Alpha-Karina. Jika kau tahu, akulah yang selalu berusaha melindungimu dari perasaan cemas, khawatir, gelisah bahkan rasa sakit sekalipun. Semua akan kulakukan demi melindungi dirimu"
"Aku Theta-Karina, akulah orang yang paling kreatif aku bisa menciptakan apa saja semauku melalui imajinasi yang kugambarkan. Kau harusnya beruntung memiliki ku" ucapnya sambil melipatkan tangan didepan dadanya.
"Dan aku, kamu sudah tahu namaku bukan? Aku Beta-Karina akulah yang berusaha agar dirimu tetap selalu dalam keadaan terjaga dan memberimu sinyal jika ada energi bahaya yang mengancam" ucapnya dengan senyuman.
"Hmfhh, kau mau tahu aku?"
Karina tersenyum melihat tingkah laku dirinya yang berbeda-beda. Terutama pada bagian diri Karina yang terakhir.
"Ga usah senyum-senyum, kau pikir aku tidak tahu apa yang kau pikirkan" ucapnya dengan sedikit kesal.
__ADS_1
Karina menutup mulut dengan kedua tangannya untuk menahan dirinya agar tidak sampai tertawa. Ia kemudian mengangguk-ngangguk seolah mengatakan "Aku ingin tahu siapa dirimu" ðŸ¤
"Aku adalah Gamma-Karina, akulah yang menghasilkan Energi Biru milikmu, dan akulah yang memegang kekuatan itu. Ya memang harus kuakui mengambil alih dirimu itu sangat menyenangkan, aku sangat puas menghajar Lalat-lalat itu Ahahahaha!"
PRAK! PRAK!! PRAK!! Karina tanpa sengaja bertepuk tangan dan tersenyum bangga.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Gamma-Karina.
Ia menjawabnya dengan menggelengkan kepala. Ingin mengatakan bahwa "Aku tidak bermaksud ingin bertepuk tangan".
"Ya, ya-ya! Aku mengerti itu karena kami semua adalah dirimu. Tidak ada yang bisa kau sembunyikan dihadapan kami semua".
...
Karina berdiri dihadapan lima dari dirinya yang tidak lain adalah bagian kemampuan didalam otaknya sendiri. Tidak! Semua manusia memiliki itu, tetapi apakah mereka bisa melakukannya seperti Karina?.
Dalam hal yang terjadi pada diri Karina ini adalah karena dia telah mampu menyelam melampaui alam bawah sadarnya sehingga ia dapat melihat itu semua. Lalu dari mana asalnya Virtual Cortex itu?
Semua manusia memilikinya, mereka menyebutnya sebagai Visual Cortex sebuah alat yang hanya bisa menerima segala informasi dari indra yang ada di alam sekitarnya.
Apa bedanya dengan Virtual Cortex milik Karina?
Tentunya semua itu berkat dukungan oleh kekuatan besar yang mereka sebut saat ini adalah "Nenek Moyang Kita".
...
"Kenapa wajahmu murung begitu, harusnya kau bangga atas berkah yang semua orang tidak dapat memilikinya" ucap Thetha-Karina.
"Owh, kau merasa semua ini tidak berguna karena kau tidak bisa menyelamatkan teman-temanmu?" ucap Delta-Karina.
"Sekarang kau bisa melihat kami bersamamu, harusnya kau semakin bersemangat jadi kau tidak merasa sendirian lagi saat bertarung melawan mereka" Alpha-Karina.
"Apa yang mereka katakan itu benar Karina, kami selalu ada bersamamu apapun yang terjadi. Kita bisa bekerja sama agar bisa keluar dari semua ini" Beta-Karina
"Kalau kau diam terus, murung, sedih dan cengeng! Mungkin nanti ada yang mati lagi diantara mereka. Apa kau ingin kehilangan sahabatmu Winda" ucap Beta-Karina.
Mendengar kalimat itu ditelinganya, darah Karina terpicu, matanya melotot memandangi monster-monster itu di awang bayangannya.
__ADS_1
"Nah itu yang aku suka, kau harus membuang semua sifat cengeng jika kau ingin menyelamatkan mereka semua" imbuhnya.
Karina menaikkan wajahnya dan melihat kedepan, ia kemudian melangkahkan kakinya melewati mereka berlima sehingga satu persatu dari mereka yang telah dilewati pecah menjadi energi bewarna biru dan terserap ke dalam tubuhnya.
Dihadapanya berdiri Karina yang terakhir, dia adalah Gamma-Karina dengan mata yang tajam dan senyum setengah, kemudian dia berkata pada dirinya sendiri.
"Sepertinya kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan"
Karina memandangi dirinya sendiri seperti sedang bercermin. Lalu disaat dia mengulurkan tangannya pada Beta-Karina, dirinya berkata.
"Jangan ceroboh, anak cengeng!" ucapnya tersenyum bangga.
THRUSHH!! Beta-Karina pecah menjadi menjadi energi lalu terserap kedalam tubuh Karina.
"Mereka semua adalah aku, aku yang sedang mencoba menyemangati diriku sendiri, dan aku yang meminta pertolongan pada diriku sendiri" ucapnya sambil memandangi Virtual Cortex yang ada dihadapannya.
Karina merasakan bahwa energinya sudah terisi penuh kembali, dirinya pun merasakan agak sedikit berbeda dari sebelumnya. Ketika ia memperhatikan tubuhnya, ia baru sadar pakaiannya berubah menjadi seragam Oka perawat yang bewarna biru dan rambutnya menjadi tidak terkuncir. Dia pun terlihat menjadi seperti orang kikuk yang memperhatikan tiap perubahan yang terjadi pada dirinya.
Karina mulai berpose untuk menjentikkan jarinya.
SNAP!!
Dirinya langsung tersentak bangun didalam ruangan yang putih dan satu buah pintu berdiri. Karina mengusap wajahnya yang penuh keringat, lalu bangkit berdiri dan melihat sekitarnya.
"Syukurlah tidak ada yang berubah" ucapnya.
Iya kemudian melangkah mendekati pintu, lalu membukanya.
...
Karina muncul berada diluar rumah, disana ia melihat teman-temannya semua sedang duduk didepan teras. Ia kemudian mentransferkan Energinya ke semua senjata yang di miliki oleh teman-temannya.
"Baiklah dengan begini aku rasa mereka aman"
Ia kemudian pergi tanpa berpamitan, hal itu dia lakukan agar mereka tidak mengkhawatirkan dirinya. Mengingat sosok merah tanpa kepala itu telah muncul, akan sangat mengancam nyawa mereka. Sosok merah itu sangat ganas, auranya saja mampu memberi gangguan terhadap tubuh virtual Karina.
"Aku sudah mengatakan pada mereka untuk jangan keluar dari sana, biar aku yang menyelesaikan semuanya sendirian"
__ADS_1
Bersambung..