
Semua dihadapan Karina adalah kegelapan. Tangannya mencoba meraih sesuatu yang tidak akan pernah ia dapat jika tidak melihat refleksi cahaya ke mata. Dirinya pun memastikan bahwa dia sekarang ini sudah mati.
Dalam kehampaan Karina berteriak mau meminta tolong pada siapa? Tidak akan ada yang datang menolongnya! Bahkan untuk melihat jarinya saja ia tidak bisa karena ruangan yang begitu gelap.
Gadis berusia 21 tahun itu hanya menangis dan menangis, seperti anak balita yang habis menjatuhkan permennya saja. Aku jadi kesal melihatnya! Apa tidak ada yang bisa dia lakukan selain menangis. Katanya "Aku akan menghadapi takdir ini" Heh!! Omong kosong!
Karina tetap meringkuk menangis dalam kegelapan dan terus memanggil kedua orangtuanya berharap akan datang menolongnya.
Aku rasa dia belum sadar akan kemampuan yang ia miliki. Dasar anak manja! Terus bagaimana, apa yang harus kita lakukan untuknya? Kenapa kau tidak keluar untuk membantunya seperti waktu itu.
Hahh? Aku lagi? Biarkan saja dia begitu, kita lihat dulu sampai mana kebodohan akan terus bersamanya. Kejam!! Kau mulai terlihat seperti Victoria sekarang.
Wanita penyihir itu! Kalau saja dia masih hidup akan kuhabisi dia dan ku jadikan abu, Ahahahaha! Jahat!!
Btw, Gadis kecil itu kok ga pernah lagi menemui kita? Apa mungkin terjadi sesuatu padanya?! Bukankah tugas kita untuk memastikan itu?! Aku tidak bisa merasakan gelombang elektronya. Aku harap dia baik-baik saja.
Hei apa kalian tahu kenapa waktu itu kemampuan Reject Resonance tidak aktif? Aku tidak tahu, jangan tanyakan itu padaku! Eh kamu kok diam aja kenapa? Aku tahu sih kamu memang pendiam tapi ya jangan diam terus! Dari awal kita semua bertemu kamu orang yang paling jarang ngomong!
Reject Resonance tidak bisa aktif dikarenakan ada gelombang elektrolit yang kuat mencoba memaksa merusak ruang itu. Siapa? Tidak tahu!? Aku rasa si mata senter merah itu! Sial, melihatnya saja aku tidak yakin bisa menang melawannya.
Dia itu Jin atau Fantasma sih? Sepertinya ada yang aneh dengan keadaannya. Benar juga, kenapa dia terus coba mengejar kita? Dia juga bisa melacak gelombang kita, ini bahaya buat tubuh utama kita.
Lalu apa yang harus kita lakukan jika bertemu dengannya lagi?! Lari! Aku benci harus mengakui itu, tapi apa boleh buat. Bagaimana ini, teman-teman diluar sedang dalam bahaya. Tapi dia masih nangis terus.
Haahh!! Apa boleh buat!! Biar aku yang menghabisi mereka berdua!! Tunggu!! Eng?! Biar aku yang menyelesaikan masalah ini. Wah, sekali bicara langsung turun gunung kamu ya. Baguslah, aku benci melihat si cengeng ini! Cepat bawa dia pergi dari sini. Kejam!
__ADS_1
SLAP! suara jentikan berbunyi yang seketika membuat seluruh ruangan menjadi terang.
Karina terdiam dari tangisnya yang kemudian langsung bangkit berdiri melihat sekelilingnya. Benar! Itu adalah ruangan tempat dimana kau memulai Sleeping paradise sebuah ruangan putih dengan satu pintu yang berdiri.
"Aku.. Masih hidup!?" Huaaaaa!! Yah dia nangis lagi, dasar anak manja. Ayo kita selamatkan dulu teman-teman kita.
Karina yang menangis seketika terdiam, ia teringat teman-temannya sedang dalam bahaya. Ia kemudian berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
KRIEEET
"Aku datang, teman-teman"! Ucapnya yang kemudian hilang ditelan cahaya.
......................
Energi yang terpancarkan jauh lebih besar berkali-kali lipat, dua sosok Fantasma tersebut langsung merespon keberadaan Karina.
Fantasma Tilda yang masih terlihat asik mengunyah jantung Karina, ia terdiam melihat penampakan orang yang jantungnya sudah diambil dan sedang dimakannya.
Teman-teman Karina hanya bisa menangis melihat tubuh Karina tergeletak. Dan terus mencoba menyadarkannya. Mereka sudah tidak dapat lagi melihat Karina dalam wujud spritualnya.
"Terimakasih, Aku baik-baik saja Winda! Aku nitip ragaku ya"
Winda terperangah mendengar bisikan itu, ia lalu menyampaikan kepada yang lainnya bahwa Karina saat ini baik-baik saja. Bagaimana bisa? bukankah tadi sudah jelas Karina sudah diambil jantungnya oleh monster itu? Semuanya memiliki pertanyaan yang sama, dan pikiran mereka menolak mentah atas situasi yang sedang terjadi.
...
__ADS_1
"Enak ya jantungku?" ucapnya memberikan senyuman.
Fantasma Tilda melotot dengan ekspresi keheranan melihat Karina yang bisa hidup kembali. Fantasma Ihsan datang berlari lalu menyerang Karina dengan menembakan air liurnya ke arah Karina yang sedang mengudara.
PUHH! PUHH!!
Karina membalasnya dengan menghindar meluncur terbang ke Kiri. Tak berhenti, Fantasma Ihsan kemudian menembakkan energi negatif bewarna hitam lewat mulutnya. Melihat pola serangan dari energi yang berbeda. Karina menggunakan kemampuan terbarunya yang bernama Room Disorder. Ia mengusapkan tangan kanannya di udara membentuk setengah lingkaran, maka muncullah pelindung energi bewarna biru.
Berkat kemampuan terbarunya itu, semua serangan berhasil dipantulkannya. Masih belum puas berkeinginan untuk menyerang Karina, Fantasma Ihsan kali ini berniat memberikan serangan terkuatnya yaitu sebuah semburan api. Dari punggungnya yang sudah terlihat merah membara, ia terlihat menahan itu agar serangannya menjadi semakin kuat dan panas.
Fantasma Tilda yang beridiri tidak jauh disebelahnya juga terlihat ingin melakukan sesuatu. Disaat mata Karina melirik pergerakan mereka berdua, serangan Kejutan dilancarkan kembali oleh Fantasma Ihsan yang ternyata itu bukanlah serangan api, melainkan energi negatif yang ditembakan dari mulutnya sebanyak tiga kali. Sontak Karina yang kaget secara spontan mengarahkan tangannya kedepan dan memfokuskan energinya pada Pelindung Energi Biru tersebut. Benturan dari dua energi hebat tidak terelakkan.
ZLEP!!
Kaki kanan Karina mendapatkan serangan mendadak pada saat gempuran itu terjadi. Yang kemudian Fantasma Tilda menariknya menggunakan lidahnya yang bisa memanjang, Karina pun terseret paksa dari atas udara. Melihat ini adalah sebuah kesempatan baginya, ia menggunakan Object Invasion mengambil senjata Shotgun dari Memory pikiran, lalu menembakkannya tepat saat ditarik mendekat.
BDAARS!!
Satu tembakan dari Karina langsung menghancurkan kepalanya, secara automatis Fantasma Tilda melepaskan jeratan lidahnya. Karina yang akan terjatuh, berputar diudara lalu mendarat dengan sempurna diatas permukaan tanah.
Fantasma Tilda terlihat jatuh tergeletak dengan kepulan asap dari api biru yang masih membakar di kepalanya. Tiba-tiba Fantasma Ihsan dengan amarahnya, menyemburkan api yang sangat panas yang sudah lama ia sengaja tahan. Secara reflek, Karina menggunakan kembali Room Disorder untuk menangkis serangan tersebut dengan menggunakan satu tangan kanan.
Benturan energi positif dan negatif pun terjadi, namun sepertinya energi biru milik Karina tidak cukup kuat menahannya. Pelindung biru itu perlahan mulai mengeluarkan suara decitan kaca yang terlihat semakin retak.
Bersambung...
__ADS_1