Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 16.1 : "An Ambush!"


__ADS_3

Disaat Sandi berhasil memasukkan password ke dalam komputer, disaat itu jugalah suara jerit kesakitan terdengar. Mereka berniat segera menyusul ke atas tetapi Karina mengatakan untuk segera mencari informasi data yang ada didalam komputer tersebut.Biar dirinya yang memeriksa ke atas.


Karina langsung menggunakan Inner Shiver miliknya, sebuah energi positif yang merambat ke segala benda dengan ruang lingkup lingkaran untuk mendeteksi adanya aura negatif disekitarnya. Didalam jangkauannya tersebut Karina melihat adanya energi hitam sedang menyerang Pak Daniel.


"Kenapa kemampuanku tidak memberi tahu?"


Ketika sampai diatas Pak Daniel terlihat jatuh tersungkur sambil memegangi bagian telinga kirinya yang berdarah-darah. Mata Karina berlari mencari tahu dimana sosok tersebut.


"Tidak ada? Dimana dia?!"


Karina kembali menggunakan Inner Shiver miliknya, maka terlihatlah sebuah energi hitam yang berada dibelakang barisan lemari ke tiga. Ia terlihat sedang mengunyah telinga kiri milik Pak Daniel. Karina yang terbang langsung turun kepermukaan lalu mengambil senjata shotgun miliknya dari Memory pikiran. Ia langsung melangkah sambil membidik dimana ke arah sosok tersebut.


"Huh? Tidak ada? Jelas-jelas tadi didepan sana, apa yang terjadi?"


Dirinya dibuat kebingungan oleh sosok yang wujudnya masih belum terlihat. Karina memasang wajah serius dan mulai bercucuran keringat. Pupil matanya yang bewarna biru terlihat seperti mengeluarkan gelombang saat sedang membidik. Tidak ada tanda-tanda keberadaan dari sosok tersebut. Merasa ada yang tidak beres dari pergerakannya, Karina mencoba berpura-pura melonggarkan penjagaannya lalu ingin berlari mendekati Pak Daniel.


Disaat ia berpaling, debu-debu kecil tiba-tiba mulai beterbangan dan bertiup ke arahnya. Matanya menyadari akan itu, yang kemudian sosok itu mulai terlihat ingin mewujudkan dirinya lalu ingin melancarkan serangan dari belakang. Dalam efek slowmotion, Karina lompat kedepan berpaling memutarkan badannya lalu bersiap untuk menembakinya.


Ia pun akhirnya melihat sosok apa yang sudah menyerang Pak Daniel. Sebuah sosok yang sangat menyeramkan dengan penampilan yang berbeda dari Fantasma sebelumnya.


Rambutnya panjang bewarna putih lusuh dan tumbuh sedikit di kepalanya yang berbentuk oval dengan dagu yang mengerucut, Wajahnya dipenuhi dengan garis keriput, matanya terbelalak sebesar bola kasti bewarna putih dengan pupil bewarna hitam, giginya terlihat runcing dan penuh dengan darah, kuku di jarinya sampai harus membengkok karena saking panjangnya, dan dia tidak memiliki kaki. Bagian tubuh bawahnya terlihat seperti daging yang mengerucut.


BDAARS!!

__ADS_1


Tembakan Karina mengenai telak seluruh badannya karena jaraknya yang begitu dekat. Sosok itu pun terhempas ke dinding kaca yang ada dibelakang lalu menghancurkannya bersamaan dengan jatuhnya dirinya keluar.


Suara kaca yang berjatuhan sangat ramai terdengar seperti rintik hujan yang mulai semakin deras. Karena tidak ingin merasa kecolongan lagi, Karina kemudian bermaksud ingin memeriksanya pergi ke bawah. Untungnya Ryo, Ragil dan Sandi telah kembali, mereka pun terkejut melihat Pak Daniel yang berdarah-darah.


"Tolong kalian jaga Pak Daniel! Aku ingin memastikan keadaan sosok itu" ucap Karina yang hanya terdengar suaranya saja. Kemudian ia lekas meluncur keluar dan turun kebawah.


Ryo kemudian mengambil Kain Kasa yang ada didalam kotak P3K miliknya, lalu merawat luka Pak Daniel.


"Apa yang terjadi disini pak!?" ucap Sandi yang berdiri tegak dalam mode siaga.


"Saya juga tidak tahu, monster itu tiba-tiba menyerang saya dari belakang" ucapnya meringis.


"Bagaimana bisa Karina tidak menyadari kehadiran sosok tersebut?" ucap Ragil yang terlihat khawatir.


...


Karina sudah berada diluar dan ia melihat dibawah tidak ada apa-apa selain serpihan kaca yang berjatuhan. Ia pun bertanya-tanya bagaimana sosok itu masih bisa hidup setelah kena tembakan shotgun dari jarak dekat.


"Kemana perginya sosok Fantasma itu, dia terlihat berbeda dari yang lainnya" ucap Karina yang mulai terlihat gelisah.


Ia memperhatikan sekitarnya namun tidak ada juga tanda-tanda dari sosok tersebut. Oleh Karena itu ia segera menggunakan Inner Shiver untuk dapat mendeteksi keberadaannya. Tidak ada juga? Karina sekarang mencoba terbang ke atas lalu menggunakannya kembali.


Dalam pandangan auranya yang bewarna biru Karina melihat sosok itu berlari terbang diatas tanah dengan dada yang berlubang. Ia pun kembali bertanya-tanya kenapa sosok itu masih bisa hidup? Karina melayang berdiri diatas udara dan sosok Fantasma itu berada dalam jangkauan tembakkannya. Matanya mulai membidik dengan tajam dikegelapan malam, tangannya mengejar kemana arah sosok tersebut, hingga pada timing yang tepat ia menarik pelatuknya.

__ADS_1


BDAARS!


Suara menggelegar dari tembakan shotgun miliknya berhasil menghancurkan kepala sosok tersebut yang membuatnya langsung terkapar diatas tanah dan mulai berubah menjadi uraian partikel debu bewarna hitam. Ekspresi bangga atas keberhasilan terbentuk diwajahnya, namun seketika raut wajah itu dibuat kusut kembali setelah mendengar ada suara tembakan dari lantai dua dimana tempat temannya berada. Karina pun bergegas kembali terbang dan mendatanginya.


Didalam ruangan yang dipenuhi Rak buku lemari, Sandi dibuat kewalahan dipermainkan sosok yang sama seperti dilawan Karina. Ia tidak ingin gegabah untuk menembak membabi buta, dibelakangnya terlihat Ryo, Ragil dan Pak Daniel yang memaksa dirinya berdiri untuk melindungi anggotanya dengan mode siaga menembak.


Sosok Fantasma itu sangat pintar dan dia suka menyerang bersembunyi dari belakang mangsanya, oleh Karena itu Sandi yang memiliki intelejensi yang luas mampu membaca gerak-gerik pola pergerakan sosok Fantasma tersebut. Dalam bidikan matanya, debu-debu berterbangan secara tak beraturan seperti ada yang melangkah diatasnya. Hal itu ia dapati berkat sorotan dari cahaya lampu senter yang ia pegang. Layaknya tertiup angin, debu itu berhamburan melayang diatas lantai dan seperti mendekati Sandi dari depan. Sandi yang percaya diri dan yakin bahwa yang didepannya itu adalah sosok Fantasma, ia pun langsung menembaknya!


DOORS! DOORS!!


Pistol yang sudah dibalutkan Energi Biru milik Karina berhasil memunculkan wujud dari sosok yang menyeramkan itu, ia pun terlihat menjerit kesakitan. Giginya yang runcing dan mulutnya yang penuh lendir, membuat Sandi dan yang lainnya dibuat tercengang olehnya. Dengan dua titik api biru yang masih membakar ditubuhnya, ia tiba-tiba menghilang mundur dari pandangan. Sandi pun tertarik ingin mengejarnya, namun Pak Daniel berhasil mencegah tindakan bunuh diri tersebut.


Tidak lama setelah itu Karina datang dan berkumpul dengan yang lainnya. Dirinya yang panik mendengar suara tembakan langsung menanyakan apa yang terjadi. Sandi kemudian menceritakan keadaannya.


Mendengar sosok Fantasma itu ada dua bentuk yang sama, Karina kembali menggunakan Inner Shiver miliknya untuk mendeteksi keberadaan sosok tersebut. Dapat! Dia berada diatas mereka semua, tepatnya berdiri diluar genteng atas bangunan itu. Karina pun bermaksud ingin segera menyusul untuk menghabisnya, namun tiba-tiba..


KHIAAAKSS!!!


Sosok itu berteriak berulang kali diluar sana, mereka semua pun kaget mendengar itu karena sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Oh no..!" ucap Karina dengan wajah suram.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2