Outdoor Activity

Outdoor Activity
Chapter 14.6 : "Transfer Energi"


__ADS_3

Melihat serangan itu, secara spontan Karina menembak Jin Tengkelek Raksasa itu yang tanpa sengaja pelurunya mengenai mata kanannya. Berkat dari efek tenaga besar yang dihasilkan senjata Shotgun tersebut, tembakan barusan mendorong Karina kebelakang sehingga berhasil luput dari serangan ayunan tangan.


Jin Tengkelek berteriak kesakitan, ia mencoba memadamkan Api biru yang masih membakar mata kanannya.


"GhuaahhH! Api biru apa ini, kenapa dia terus membakar?!"


Setelah beberapa menit menderita terbakar, Jin tengkelek Raksasa kembali lagi dalam mode siapnya. Dia marah dan ingin membalas serangan Karina. Mata kananya terlihat gosong, alias sudah menjadi buta.


Sebuah bola api dengan ukuran cukup besar timbul berada disetiap telapak tangan Sosok tersebut. Karina yang melihat itu tidak tinggal diam membiarkannya begitu saja, ia kembali menembaki Sosok Jin yang berbadan besar setinggi 15 meter.


BDAARS! BDAARS!!


Beberapa tembakan diluncurkan Karina mengenai tangan pertama bagian depan dan lalu terbakar. Jin Tengkelek Raksasa yang reflek merasakan kesakitan, melemparkan bola-bola apinya ke arah Karina yang terbang diudara.


Karinapun secepat mungkin berusaha untuk mengelak. Tetapi jumlah bola api yang berdatangan sangat cepat dan berulang kali, membuat dirinya kewalahan. Dan datang satu bola api yang dipastikan akan mengenai dirinya secara telak.


Dengan sigap Karina menggunakan kemampuan Sleeping Ghost agar serangan itu melewatinya begitu saja menembus tanpa mengenai dirinya.


Karina yang masih minim ilmu tentang sifat energi tidak tahu bahwa sesema bentuk energi bisa bertabrakan. Alhasil diapun kena serangan bola api itu secara telak, walaupun hanya sebatas gesekan.


Diapun menjerit kesakitan, karena bahu kanannya terkena serangan tipis dari bola api tersebut. Tentu saja dampak buruk itu juga diterima pada tubuh Karina yang sedang pingsan.


"Bhuekk!! Uhukk.. Uhukk!!"


Sandi melihat Karina yang batuk muntah darah. Ryo mengusulkan agar membawa Karina bersama mereka, tetapi Pak Daniel mencoba melarangnya.


"Karina bilang kita harus tetap disini, apapun yang terjadi"


"Tapi-"


"Sial! Kenapa harus selalu Karina yang bertarung sendirian. Apa ga ada yang bisa kuperbuatkah?" Sandi kesal dengan dirinya.


Pertarungan masih berlanjut, Jin tengkelek harus kehilangan tanganya satu lagi akibat tembakan yang diberikan Karina. Kini tangannya masih tersisa 10 lagi.


Meskipun Karina terkena serangan bola api barusan dirinya terlihat tidak apa-apa. Akan tetapi dia menyadari dampak yang sebenarnya terjadi bukan pada tubuhnya saat ini, semua rasa sakit akan yang diterima akan ia rasakan ketika bangun dari Sleeping Paradise.


Karena itu, kali ini dia akan berusaha untuk tidak mendapatkan serangan. Karena serangannya berhasil, Jin Tengkelek mulai kembali ingin melancarkan serangan yang sama. bola api itu bermunculan kembali dari telapak tangannya yang besar.


"Ghuahahaha! sekarang apa kau bisa menghindari serangan ku yang ini"


Karina memperhatikan daerah sekitarnya, ia tahu mana tempat yang harus menerima dampak serangan bola api tersebut.


HYAHH!!


Bola api dari tangan pertama dilemparkan kembali ke arah Karina, ia pun meluncur terbang ke arah kiri tempat dimana para Jin kroco yang beraura negatif sedang ramai menjadi supporter.


Kedua-ketiga-keempat-lima-enam-tujuh-delapan-sembilan-sepuluh! Dia melemparkan bola api itu secara beruntun, bersamaan dengan Karina yang terus terbang menghindar ke arah kiri. Tak ada satupun yang berhasil mengenainya.


"Kurang ajar kau, Lalat!"

__ADS_1


"Lalat?"


Tetapi bola-bola api yang luput berhasil mengenai para Jin kroco dan membakar mereka semua yang berdiam disana. Mereka pun berlarian panik, seluruh area kiri menjadi tempat kobaran api merah yang besar.


Karina melihat bola api ditangan Jin Tengkelek tersebut sudah habis, ia pun berinisiataif untuk segara membalas serangan.


BDAARS! BDAARS!!


Dua tembakan dilepaskan ke arah belakang punggung tersebut mengenai satu tangannya lagi. Api biru itu berkobar membakar bagian tangannya yang besar, ia pun berteriak kesakitan.


"Huh? Padahal senjata senapan ini kekuatannya cukup besar, tapi cuman bisa menghancurkan satu tangan?"


"Kacau! Aku ga boleh berlama-lama menguras energi untuk melawannya!"


Kesal Karena serangannya luput, Jin Tengkelek mencoba menyerangnya dengan cara lain. Dia terlihat membungkuk dan melepaskan satu tangannya sebagai sebuah senjata.


Tangan itu bukan sembarang tangan karena dia adalah bagian dari Jin Tengkelek yang telah bersatu. Karina yang menyaksikan itu tercengang, ia sudah tahu apa yang akan dilakukan Jin itu dengan mencabut tangannya sendiri.


Oleh Karena itu, dia dengan cepat menarik posisi mundur kebelakang dan di waktu yang bersamaan Jin Tengkelek mengayunkan tangan yang sebagai senjata itu kepada Karina.


WUUSHH!!


Tidak kena! akan tetapi benturan energi dari angin yang dihasilkan membuat Karina terombang ambing di udara kehilangan kestabilannya. Belum sempat Karina membenarkan posisinya, serangan ayunan tangan itu kembali membalas dari bawah ke atas.


BWUUSH!


Tak terelakan, Karina terpaksa menggunakan kemampuan Sleeping Ghost kembali agar serangan itu tembus melewati tubuhnya. Namun karena energi negatifnya terlalu kuat benturan energi yang terjadi cukup besar, akibatnya Karina terhempas kebawah.


Bahu kanan Karina kembali mendapatkan rasa sakit akibat menjadi tumpuan saat terjatuh diatas tanah. Ia pun tergeletak menjerit kesakitan.


Sementara itu Winda Ragil dan Cindy telah siuman, dan mereka semua melihat Karina yang terkapar kembali memuntahkan darah.


Semuanya terkejut dan memanggil nama Karina, mereka bingung harus berbuat apa. Disaat itu Ragil bersama inisiatifnya, dengan berani keluar dari Room Incubation dan berlari ke arah Karina untuk membawanya.


"Maafkan aku Karina, minta ijin untuk menggendongmu" ucap Ragil lalu lari membawanya.


Tubuh Karina sudah berkumpul bersama dengan yang lainnya. Dia duduk disandarkan ke dinding. Winda sedih melihat Karina yang terus-terusan harus mengalami hal ini, sedangkan yang lain hanya terdiam tak tau harus berbuat apa.


Ryo yang melihat Karina sedang berjuang mati-matian, seketika mengingat perkataan adik perempuannya waktu sedang jatuh sakit.


"Kak, coba kakak pegang kedua pundak Lya"


"Memangnya kenapa?"


"Kakak tau nggak, kalau orang yang memiliki ikatan batin yang kuat bisa memberikan energi yang besar pada setiap orang"


"Hah? kamu dengar omong kosong itu dari siapa?"


"Coba kakak pegang dulu!"

__ADS_1


"Iya,iya"


"Sekarang kakak bayangkan memberi sebuah energi untuk menyembuhkan Lya"


"Niatnya harus ikhlas ya?"


Ryo tidak percaya sama sekali tentang hal tahayul, akan tetapi karena dia ingin melihat adiknya sembuh dia pun coba mengikutinya. Selang beberapa menit setelah itu.


"Gimana? udah agak mendingan?"


"Udah, nih Lya bisa tersenyum. he he!"


...


Ditengah kebuntuan yang dihadapi mereka, Ryo dengan berani mencetuskan ide tersebut kepada teman-temannya. Tentu saja beberapa orang menganggap Ryo sedang melakukan lelucon untuk memberikan sebuah hiburan.


Tapi tidak untuk Sandi. Dia yang sudah mengetahui Karina memiliki sebuah kelebihan Supranatural, dengan semangat mensetujui ide tersebut. Dan orang yang kemungkinan mampu melakukan itu adalah.


"Winda! kaulah satu-satunya yang bisa!"


"Tapi aku ga tahu apa-apa?" ucapnya sambil nangis tersedu.


"Winda, tadi kau bilang tidak tahan melihat Karina yang terus menderita! Sekarang apa salahnya untuk mencoba memberikannya bantuan, cuman ini yang bisa kita lakukan"


Winda melihat Karina yang kembali meneteskan darah dari hidung dan mulutnya. Tanpa banyak reaksi, ia pun langsung menangis memeluknya. Didalam hatinya dia berdo'a, agar energi yang dimilikinya bisa diberikan untuk Karina.


...


Jin Tengkelek tertawa kesenangan karena berhasil mengalahkan Karina, ia pun kemudian melangkah mendekat untuk menghabisinya.


DUM! DUM! Suara langkah kaki dari Jin Raksasa.


"Aduh, sakit sekali..bahuku,"


Menahan rasa sakit, Karina tetap mencoba berdiri yang ternyata kaki kanannya juga terkilir. Akibatnya dia hampir saja terjatuh lagi.


Dia mencoba untuk melakukan pose menembak, tapi rasa sakit dibahunya membuat tangannya lemas tak berdaya.


"Sudah selesai? aku tidak sabar untuk memakanmu!"


Ketika Sosok itu ingin mengayunkan senjata yang terbuat dari tangannya sendiri, tiba-tiba energi biru yang sangat besar terpancar dari tubuh Karina.


Semua rasa sakit yang diterima Karina perlahan hilang seketika, ia pun akhirnya bisa berdiri tegak kembali. Sedangkan sosok Jin Tengkelek kaget akan energi besar tersebut dan membuatnya mundur.


Karina merasakan energi yang sangat luar biasa mengalir deras diseluruh tubuhnya. Dia pun merasakan siapa pemilik dari energi tersebut. Karina kembali terbang dan berpose untuk menembak.


Senjata Shotgun Karina terlihat memperlihatkan energi biru menyala terang, dan dia siap menarik pelatuknya!


"Terimakasih, Winda."

__ADS_1


BDAARSSS!!!


bersambung...


__ADS_2