Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
tewas


__ADS_3

Rangga berlari memasuki hutan yang berada di belakang vilanya. Entah karena panik, atau bod*h sehingga Rangga memilih kabur masuk ke dalam hutan. Nathanpun berlari mengejar Rangga ikut masuk ke dalam hutan.


Sedangkan Arya mencoba mencari keberadaan Iren. Arya memasuki setiap kamar yang berada di sana..


"Iren!!!" panggil Arya memasuki setiap kamar hingga kamar mandi.


Terakhir, Arya memasuki kamar utama.


"Ren..!" panggil Arya lagi.


Arya lalu mencoba membuka pintu kamar mandi namun terkunci.


Tok...tok..tok..


"Ren... Loe di dalem?? Ini gue Arya.." panggil Arya.


Tok...tok..tok..


"Ren!!" panggil Arya lagi.


Iren hanya diam, dia mendengarkan secara seksama siapa yang berada di balik pintu tersebut.


"Arya??" gumam Iren..


Perlahan Iren berjalan mendekati pintu dan memasang telinganya menempel ke daun pintu.


"Pergi!!! gue ga mau nikah sama loe!!! pergi!!!" teriak Iren masih terisak menangis.


"Ren.. Ini gue Arya.. Rangga kabur dan lagi dikejar sama Nathan.. Keluarlah.. Jangan takut.. Loe aman.." panggil Arya lagi berusaha meyakinkan Iren.


"Ga mau!!! Loe bohong!!! pergi!!!" teriak Iren lagi.


"Ren, dengarkan suara gue baik baik.. Loe aman sekarang.. Rangga sudah kabur saat melihat Nathan datang.. Sekarang Nathan lagi ngejar Rangga.. Keluarlah Ren.. Kita pergi dari sini.. Kita susul Nathan, dia sudah menunggumu.." bujuk Arya.


Ceklek...


Iren membuka pintu kamar mandi dan hanya mengintip.


"Arya.. Apa benar aman??" tanya Iren dengan mata yang berkeliling memastikan.


"Loe aman.. Keluarlah.. Ikut denganku.." jawab Arya merasa iba melihat wajah sembab Iren.


"Mmmm bolehkah carikan aku baju Ar.. Atasanku sudah tidak bisa dipakai lagi" kata Iren malu..


"Pakai jaketku.." kata Arya melepas jaketnya dan memberikannya ke Iren.


"Terimakasih" Iren menerima jaket tersebut.


Tidak lama kemudian Iren keluar dari kamar mandi dengan jaket yang terlihat kebesaran hingga sepaha dan tangannya yang ia gulung karena kepanjangan.


Arya yang melihat itu tersenyum ingin tertawa karena Iren jadi terlihat semakin mungil mengenakan jaketnya, namun ia tahan karena situasi yang tidak memungkinkan.


"Loe gapapa kan?? Dia ga macam macamkan??" tanya Arya.


"Gue gapapa.." jawab Iren.


"Ya udah kita ke mobil sekarang " Arya menggiring Iren untuk segera ke mobilnya.

__ADS_1


"Di mana Nathan menunggu??" tanya Iren.


"Dia menunggu di tepi jalan..." jawab Arya.


#####


Rangga terus berlari sekuat tenaganya, dan sesekali dia melihat kebelakang. Tidak ada tanda tanda harimau itu mengejarnya. Ranggapun memelankan larinya dan berjalan dengan nafas yang tersengal sengal ia merasa kelelahan hingga membuat nafas terasa sangat sesak..


Rangga istirahat sejenak, setelah nafasnya sudah tidak tersengal sengal lagi, ia bergegas pergi dari sana. Dia berjalan ke arah di mana ia mendengarkan adanya suara kendaraan yang pertanda tidak jauh lagi ada jalan raya.


Rangga tidak menyadari jika dirinya tengah diintai. Nathan sengaja tidak menampakkan dirinya untuk membuat Rangga merasa aman.


Nathan melihat tidak jauh lagi ada jalan raya, dia memiliki sebuah rencana agar posisinya tidak diketahui oleh manusia karena dia tidak mungkin menyerang Rangga secara langsung karena ini sangat berisiko untuk dirinya.


Perlahan tapi pasti, Rangga semakin dekat dengan jalan Raya. Tinggal jarak beberapa meter lagi. Nathan tiba tiba meloncat ke arah Rangga dan menubruk tubuh Rangga.


"Akhhhh" teriak Rangga tersungkur.


Rangga langsung membalikkan badannya dengan tangan menjadi tumpuan badannya dan dia setengah terduduk. Seketika itu dia melorotkan matanya karena persis di depan wajahnya mulut harimau yang sedang menyeringai manatap dirinya seakan akan hendak dimangsanya.


"Grrrrrrrr" suara harimau putih itu.


Rangga perlahan bergerak, namun badannya langsung di injak oleh harimau itu.


Nathan merubah wujudnya sambil menampilkan seringainya namun tangannya tetap berupa kaki harimau putih.


"Ka... Kau.. Jadi kau ini??? Tidak.. tidak mungkin..." kaget Rangga.


"Seperti yang loe lihat, karena loe berani macam macam dengan kekasih gue. Maka loe harus mati" jawab Nathan kembali menyeringai.


"A... A... Ampuni gue... Ma... Maafkan gue. Gue janji ga akan menganggu Iren dan kalian.. Ampuni gue.. Jangan bunuh gue." kata Rangga terbata bata.


"Waktunya loe mati!!!" kata Nathan.


Nathan mengangkat tangannya yang menahan tubuh Rangga. Dia mengeluarkan cakar tajamnya.


Rangga yang melihat itu langsung melototkan matanya. Merasa dia terlepas dari pegangan Nathan, Rangga langsung berlari sekuat tenaganya agar bisa menyelamatkan dirinya dari Nathan.


Sesekali Rangga melihat kebelakang, Nathan yang sudah merubah dirinya menjadi harimaupun berpura pura mengejar Rangga.


Thoooooonnnnnn


"AAAAAAAAAAA" teriak Rangga.


Tubuhnya tersambar truk besar itu. Nathan hanya melihatnya saja. Tubuh Rangga sudah tak berbentuk lagi, dia tewas sekita..


Melihat sang sopir menghentikan truknya, Nathan bergegas pergi dari lokasi dan kembali menemui Iren.


Arya memberikan sinyal instingnya untuk berkomunikasi kepada Nathan. Dan mereka akan bertemu di tengah jalan.


Tidak beberapa lama kemudian Nathan melihat mobil Arya yang akan melintas, lalu Nathan merubah dirinya menjadi manusia dan menunggu Arya di pinggir jalan.


"Ar.. Itu Nathan.." kata Iren menunjuk ka arah Nathan yang tengah menunggu mereka.


Aryapun menghentikan mobilnya dan Nathan masuk ke dalam mobil.


"Bagaimana??" tanya Arya.

__ADS_1


"Beres" jawab Nathan.


"Aman??" tanya Arya lagi.


"Loe lihat aja nanti" jawab Nathan.


Aryapun kembali melajukan mobilnya..


"Kamu gapapkan yank??" tanya Nathan.


Nathan menatap lekat ke arah Iren yang duduk di sampingnya.


"Gepapa" jawab Iren menggelengkan kepalanya.


"Dia ga macam macam kan??" tanya Nathan saat melihat Iren mengenakan jaket milik Arya.


"Tidak.. Kamu datang tepat pada waktunya" jawab Iren menyandarkan kepalanya di pundak kekar Nathan.


Lalu Nathan merentangkan tangan kirinya dan memeluk Iren sehingga kepala Iren bersandar di dada bidangnya.


Nathan mengecup lembut pucuk kepala Iren. Sedangkan Arya hanya cuek dengan sepasang kekasih di belakangnya.


Tidak berapa lama kemudian, jalanan mulai macet.


"Kenapa macet ya???" gumam Arya..


"Than.." panggil Arya.


"Hemmm" jawab Nathan sedangkan Iren sudah terlelap dalam pelukan Nathan.


"Apa ini yang loe maksud??" tanya Arya.


"Ya.. Dia tertabrak truk besar saat mencoba kabur dari ku" jawab Nathan santai.


"Kabur karena loe takut takutin kan??" tebak Arya..


"Yaaa begitulahhh..." jawab Nathan.


"Untung ga ada yang lihat loe Than.." kata Arya lagi.


"Justru ini yang gue pikirkan waktu itu, jika gue yang ngabisin dia, pasti akan teridentifikasi jika dia mati tergigit harimau.. Sedangkan di sini kan kemungkinan ada harimau kecil.." jawab Nathan..


Merekapun melewati TKP di mana jasad Rangga sudah tertutupi oleh kardus dan banyak anggota kepolisian di sana.


"Nasibmu sangat mengenaskan.." kata Arya menatap tubuh itu.


"Itulah akibatnya bermain main dengan ku.. Tinggal tersangka utamanya.. Gue yakin, sebentar lagi dia akan keluar dari sangkarnya.." jawab Nathan..


"Jadi, apa rencana loe.." tanya Arya.


"Sementara kita satndbay di dekat Iren. Gue ga mau kecolongan lagi.. Dah beberapa kali gue kecolongan.." jawab Nathan menahan emosi.


"Baiklah.. Kita siapkan tenaga kita untuk pengintaian.." jawab Arya..


Nathan tidak menjawab. Dia hanya mendekap erat tubuh Iren yang masih terlelap.


Nathan merasa kasihan terhadap kekasihnya itu.. Hidupnya penuh bahaya.. Satu hilang maka akan timbul bahaya lain. Dalam hati Nathan, dia akan melindungi wanitanya itu. Bagaimanapun caranya apapun resikonya.

__ADS_1


Hanya Iren yang mampu mencairkan hatinya yang dingin. Meski banyak gadis gadis yang berada di sekitarnya mencintainya. Namun entah mengapa, hatinya justru terpaut dengan Iren. Gadis yatim piatu yang polos dan tegar.


Nathan beberapa kali mendaratkan ciumannya di pucuk kepala Iren. Menyalurkan rasa sayangnya dari sana.


__ADS_2