
Di siang hari Arya berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.
"Than, gue balik dulu ya..." Pamit Arya.
"Ckkk, tau gitu gue juga balik" sungut Nathan pura pura sambil menyelesaikan pekerjaannya.
"Ayolaahh Than, gue mau jelasin sama Ririn. Gue mau nyelesaiin semua" Arya memohon.
Nathan menghentikan pekerjaannya dan menatap Arya.
"Loe dah siap??" Tanya Nathan serius.
"Hufhhh siap ga siap Than... Bener kata loe mau sampai kapan gue tutup tutupin.." kata Arya yakin.
"Baiklah... Gue akan bantu loe.." kata Nathan.
Arya mengangguk, dan langsung pergi meninggalkan Nathan.
Nathan menyelesaikan sisa pekerjaannya dan setelah itu dia memilih kembali ke rumag orang tuanya untuk menemui anak dan istrinya.
#####
"Sayang..." Panggil Arya setelah tiba di apartemen.
Arya mencari cari keberadaan sang istri. Sedangkan Ririn dari semalam hanya berada di dalam kamarnya.
Ririn sangat meyakini ada sesuatu yang tanpa dia ketahui. Dia sangat yakin, sang suami dan sahabatnya itu menutupi sesuatu dari dirinya.
"Sayang...." Sapa Arya setelah melihat Ririn duduk termenung duduk di tempat tidurnya.
Ririn tak mau merespon panggilan Arya. Dan Arya mendekati Ririn dan berjongkok didepan Ririn. Ririn.mengalihkan pandangannya dan menarik tangannya yang akan digenggam Arya.
"Maafkan aku...." Kata Arya lirih.
"Jadi benar ada yang kalian tutupi dari aku?" Tanya Ririn dingin.
"Tidak ada niatan untuk menutupinya, aku butuh waktu.." kata Arya.
"Kenapa??? Apa yang membuatmu berat untuk memberitahukan aku" tanya Ririn mulai emosi.
"Aku takut kamu tidak akan menerima keadaanku. Aku takut kamu meninggalkan aku" jawab Arya menunduk.
"Maksud kamu apa??" Tanya Ririn penasaran.
"Ikutlah denganku" kata Arya menggandeng tangan Ririn.
Ririn menuruti kata kata Arya, setelah memastikan semua sudah terkunci. Arya dan Ririn pergi meninggalkan apartemen mereka.
#####
Nathan baru tiba di rumah orang tuanya, tujuan utama Nathan adalah mencaei putra semata wayangnya.
"Hallooo jagoan ayah" panggil Nathan setelah melihat baby Ethan bersama sang oma.
"Halo ayah" jawab bunda meniru suara anak kecil.
"Happp" Nathan menggendong sang putra.
"Hmmm wanginya" Nathan menciumi sang putra.
"Wangi dong ayah... Kamu dah makan belum Than?" Tanya bunda.
"Belun bun..." Jawab Nathan nyengir.
__ADS_1
"Makan gih, Iren tengah makan. Temani sana" kata bunda.
"Ok... Anak ayah sama oma dulu ya muach" kata Nathan menyerahkan baby Ethan ke bunda.
Nathan bergegas menuju ke ruang makan, terlihat disana Iren tengah menikmati makan siangnya.
"Haloo sayang" sapa Nathan dan mencium pipi Iren.
"Haii, bagaimana semalam. Kamu gapapa kan??" Tanya Iren terlihat khawatir.
"Gapapa sayang. Nah yang jadi masalah Ririn sepertinya curiga.." kata Nathan..
"Iya aku tahu.." jawab Iren santai.
"Lalu, kita bantu Arya ya untuk meyakinkan Ririn" kata Nathan.
"Disini saja yank, ada ayah dan bunda. Aku yakin adanya ayah dan bunda bisa membantu Arya" kata Iren sembari mengambilkan makanan untuk Nathan.
"Hmmm ok... Ide yang bagus.. aku kabarin dulu Arya" kata Nathan sembari merogoh ponselnya di kantong celananya.
Setelah memberi kabar, Nathan meletakkan ponselnya di meja dan dia mulai menikmati makan siangnya.
"Yank, bagaimana setelah mengetahui perubahan kamu?" Tanya Nathan di sela sela makannya.
"Masih susah untuk mengontrol diri. Terkadang jika ada hewan kecil lewat rasa rasanya ingin sekali menangkap mereka. Tapi ayah selalu mengingatkan dan memberikan solusi untukku" jawab Iren.
"Yang belum terlalu biasa ketika tiba tiba muncul seperti potongan potongan kejadian. Terkadang dia datang ketika aku tidur membuat aku seketika lemas" jawab Iren.
"Perlahan ya sayang, nanti kamu juga akan terbiasa." Kata Nathan mengusap kepala Iren.
"Hmmm dan sepertinya Ethan juga akan segera mendapatkan teman bermain yank" kata Iren.
"Maksud kamu??" Tanya Nathan.
Nathan hanya mengangguk.
#####
Arya dan Ririn akhirnya tiba di kediaman orang tua Nathan. Terlihat di sana ayah, bunda dan Iren, Nathan tengah berkumpul diruang tamu.
"Selamat sore bunda, paman" sapa Arya.
"Arya.. Ririn apa kabarnya nak?" Tanya Bunda menyambut kedatangan mereka berdua.
"Kami baik bunda" jawab Ririn singkat.
"Rin , sini" panggil Iren dan menepuk tempat duduk disampingnya yang kosong.
Ririn mengikuti pinta Iren.
"Nak Ririn yakin ingin tau siapa Arya sebenarnya??" Kata ayah langsung.
Ririn menatap ayah, lalu bergantian ke arah yang lain.
"Paman berharap kamu sudah siap dan bisa menerimanya sama seperti Iren dulu ketika mengetahui siapa Nathan" kata ayah.
"I.. ini gimana maksudnya" tanya Ririn gugup.
Ayahpun menceritakan latar belakang keluarga nya sebenarnya, dan menjelaskan secara detail. Dari raut wajah Ririn tidak mempercayai apa yanh ayah katakan.
"Apa kalian bercanda?? Mana ada manusia harimau putih. Apa kalian tengah menggodaku?" Tanya Ririn sedikit emosi.
Ayahpun menatap Arya dan mengangguk. Arya lalu berdiri dan sedikit menjauh.
__ADS_1
Hgaaauuuummm, tiba tiba Arya berubah menjadi harimau putih. Seketika itu Ririn terkajut dan diam membeku.
Wajah Ririn seketika itu memucat ketakutan, dan Irenpun mencoba menenangkan Ririn. Ririn me oleh ke arah Iren.
"I.. ini apa yang terjadi Ren??" Tanya Ririn bingung.
"Mimpikah aku?" Tanyanya lagi.
"Tidak Rin, ini nyata. Maafkan kami menutupi semua ini. Kami hanya tidak mau banyak yang tau akan keberadaan kami. Itu akan membahayakan kami. Kami ingat kejadian dulu ketika aku menghilang?" Tanya Iren.
Ririnpun mencoba mengingat dan mengangguk. Melihat respon Ririn, akhirnya Iren menceritakan semuanya secara detail.
Mendengar itu, Ririn terkejut dia sedikit menjauhi Iren.
"Ja... Jadi kamu sekarang bagian dari mereka?" Tanya Ririn takut.
"Ya Rin, jika tidak begitu. Aku mungkin sudah tidak ada di dunia ini lagi" kata Iren.
"A... Aaapakah harus menjadi seperti kalian?" Tanya Ririn.
"Tidak.." bunda menjawab.
"Sampai sekarang bunda manusia biasa." Kata bunda tersenyum.
"Bohong!!! Kalian bohong kaann!!!" Teriak Ririn terlihat frustasi.
"Rin... Tenang dulu..." Iren menenangkan.
"Pegang tangan bunda" pinta bunda.
Ririnpu meengikuti perintah bunda..
"Jangan takut ya, jika mereka jahat, otomatis sudah sejak kalian bahkan bunda tidak selamat. Mereka sudah berjanji kepada leluhur mereka dahulu, jika akan melindungi umat manusia dari keserkahan makhluk lain atau bahaya apapun. Mereka berjanji tidak akan menyelamatkan manusia dan tidak akan menunjukkan jati diri mereka secara terang terangan." Jelas bunda.
"Rin, pegang pula tanganku. Kamu akan bisa merasakan perbedaan ku dengan bunda. Tidak semuanya akan mereka rubah menjadi mereka. Hanya dalam kondisi tertentu mereka terpaksa merubahnya. Contoh seperti aku" kata Iren.
Iren menatal Arya dan Nathan bergantian.
"Kamu mau melihat ku seperti apa wujudnya?" Tanya Nathan.
"Ba.. bagaimana kamu tau apa yang aku pikirkan" tanya Iren takut takutm
"Setiap pribadi kami memiliki keahlian khusus, contoh aku bisa membaca pikiranmu. Sedangkan Iren dia tau apa yang akan terjadi bahkan dia tau jika kamu tenagh mengandung" kata Nathan.
Mendengar itu Arya merubah wujudnya kembali menjadi manusia biasa.
"Apa benar itu sayang?" Tanya Arya mendekati Riein.
Ririn menatap ke arah Iren. Dan Iren hanya memgangguk tersenyum.
Ririnpun mengangguk dan tersenyum meski masih ada rasa takut.
"Kenapa kamu tidak memberitahukan aku?" Protes Arya.
"A.. aku ingin membuat kejutan untukmu" jawab Ririn takut takut.
"Dan kamu berhasil Rin, Arya terkejut. Peluk domg.. jangan takut ok" bujuk Iren.
Dan akhirnya Ririn dapat menerima keadaan Arya. Ririn berusaha membuang rasa takutnya dan berusaha membiasakan diri kembali.
Kini hidup mereka kembali bahagia, saling menerima dan saling mencintai. Hingga pada akhirnya kakek pergi meninggalkan dunia ini dengan rasa damai setelah melihat penerusnya, hidup bahagia dan dalam kedamaian.
End
__ADS_1