Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
ketahuan


__ADS_3

"Haaahhh akhirnya beres juga... Huuhhh capekkk..." kata Ririn.


Ting tong...


Iren berlari menuju ke pintu dan membuka pintunya..


"Mbak Iren??" tanya pemuda itu.


"Iya, saya. Pesanan ya??" jawab Iren.


"Iya mba.. Silahkan cek dulu.. Dan ini biayanya" kata pemuda itu memberikan pesanan Iren beserta struk.


"Ini mas.. Terimakasih ya..." jawab Iren.


"Pas ya mba.. Terimakasih kembali mba.." jawab pemuda itu..


"Nihh gue beliin jus dingin. Pilih aja.. Jambu, stobery sama nanas" kata Iren setelah meletakkan ke tiga jus tersebut.


"Gue strobery dong Ren.." kata Ririn.


"Ok.. Gue nanas aja.." jawab Iren.


Mereka bertiga pun menikmati jus dan beristirahat. Sambil mengobrol santai.


"Rin, kapan loe mau pindah ke sini???" tanya Iren.


"Besok aja ya.. Kalau sekarang dah sore Ren.. Belum beberes, belum juga bilang sama pak Akbarnya" kata Ririn.


"Hmmm iya si..." kata Iren.


"Kamu ke kost aja dulu, lagian barangmu juga masih ada disana to.." jawab Nathan.


"Ya udah yuukk balik ke kost" kata Iren.


"Eittsss gue tagih janji dulu.." kata Ririn.


"Besoookkk... Ga capek apa??" jawab Iren.


"Beneran yaa.. Nanti lupa lagi hhihihi" Ririn cengengesan.


"Loe aja masalah traktir ga lupa.. Huuu dasar.." kata Iren.


"Iyaallaahhh hari gini gituuu" jawab Ririn.


Mereka pun akhirnya meninggalkan apartemen Iren dan menuju ke kost kostan.


#####


Sebulan pun berlalu, kehidupan Iren kembali normal tanpa adanya gangguan seperti sebelum sebelumnya.


Tiba saatnya Iren kembali ke rumahnya untuk terjun langsung ke perusahaannya bersama Ririn. Iren menepati janjinya kepada Rudi untuk terjun ke perusahaan yang sebelumnya sama sekali belum dia bayangkan akan memimpin perusahaan sang papi.


Sedangkan Nathan, dia memilih ke bengkel Arya yang sebenarnya tanpa dia ketahui adalah saudaranya. Sebelum cabang benar benar di buka, Nathan membantu Arya di bengkel utama bersama Arya.


Iren kini disibukan dengan berbagai tumpukan laporan yang harus dia pelajari dan di bantu oleh Ririn. Tidak lupa mereka juga menyempatkan untuk membuat laporan kuliahnya.


Rudi dengan sabar mengajari Iren bagaimana mengelola perusahaan sang papi. Untuk awal awal Rudi hanya meminta Iren untuk mempelajari beberapa file agar Iren bisa memahami tentang perusahaan ini yang berjalan di bidang properti.


Meski bukan perusahaan besar dan belum memiliki anak cabang. Perusahaan yang papi Iren rintis ini penuh dengan perjuangan hingga bisa berdiri saat ini. Rudi sebagai saksi bagaimana papi Iren jatuh bangun mendirikan perusahaannya itu hingga bisa stabil sampai sekarang. Namun sayang, ada seseorang yang tidak menyukai jika Iren akan memimpin perusahaan tersebut.


"Non... Kok mas Nathan nya ga ikut non" tanya bi Marni saat di dapur.


Iren memilih bolak balik dari rumah ke perusahaannya dari pada tinggal di rumah Rudi. Ada sedikit kurang nyaman jika Iren tinggal bersama mereka.

__ADS_1


"Tugasnya masing masing bi.. Bibi kangen ya sama Nathan??" ledek Iren tersenyum tipis sambil tangannya sibuk membuat minuman..


"Yoo ga gitu non.. Non di sini lama ga non??" tanya Bi Marni.


"Yaaa sebulanan paling bi... Iren bakal nemenin bibi" kata Iren memeluk bi Marni.


"Bibi seneng kalau non di sini lagi.." senyum bi Marni memegang lengan Iren.


"Nanti kalau Iren lulus, Iren bakalan lebih lama lagi di sini.. Sementara sebulan dulu" jawab Iren.


"Ya udah, non temenin temennya dulu, bibi lanjutin masak ya" kata bi Marni.


"Siaapp bi.." jawab Iren.


Iren pun menuju ke ruang keluarga di mana Ririn tengah sibuk menyicil membuat laporannya begitu juga dengan dirinya yang sudah menenteng dua gelas minuman dingin.


#####


"Ar, cari makan yuukk" ajak Nathan berada di kamar Arya.


"Ayookkk.." jawab Arya.


Nathan dan Arya pun pergi keluar, mereka memilih makan di warung lamongan.


"Than..." panggil Arya sambil menyantap bebek gorengnya.


"Hmmmm" jawab Nathan dengan mulut penuh dengan nasi.


"Gimana loe sama Iren.." tanya Arya.


"Hemm maksudnya gimana" tanya Nathan sambil masih mengunyah.


"Cckk... Ya hubungan loe lahh... Kalo lo kelamaan buat gue aja ya" ledek Arya santai tanpa memandang Nathan yang langsung menatapnya.


"Emang loe pikir Iren barang apa... Gue cuma ga mau maksa dia.. Selama dia nyaman sama gue seperti ini, ga jadi masalah buat gue.. Yang penting gue bisa selalu bersama dia kecuali saat ini.. Tapi rencananya tiap minggu gue mau ke sana. Gapapa ya.." kata Nathan.


"Gue ikutlahh.. Bosen juga di bengkel mulu.. Muka gue lama lama bentukan kaya kunci pas nanti" kata Arya.


"Hahaha bisa aja loe.. Ga masalah. Mampir dulu ke rumah gue ya.." kata Nathan..


Tidak lama kemudian mereka pun selesai. Setelah membayar mereka memilih nongkrong dulu.


"Ar.." panggil Nathan.


"Yaa.. Ada apa?" kata Arya memilih duduk.


"Tadi gue lihat sebuah foto di kamar loe.. Itu bokap sama nyokap. Yang satu kakek loe.??" tanya Nathan.


"Haahhh i..iya.. Kenapa??" tanya Arya dia takut Nathan curiga.


"Gapapa.. Kenapa loe jadi gugup si setiap gue bahas tentang orang tua loe..?? Maaf ya kalau gue lancang membicarakan mereka." kata Nathan yang mencoba memancing Arya.


"Gue tau Than, loe sedang cari tau asal usul gue.. Loe pasti mulai curiga sama gue.. Nanti gue harus nemuin kakek" batin Arya.


"Perasaan loe aja kali Than.." jawab Arya.


Waktu semakin malam dan mereka berdua pun memilih kembali ke bengkel u untuk beristirahat.


Waktu dini hari, Arya keluar secara diam diam untuk menemui kakeknya. Namun tanpa Arya sadari, Nathan mengikuti dirinya ketika Nathan sedang ingin ke kamar mandi melihat Arya tampak keluar secar sembunyi sembunyi. Dan hal itulah yang membuat Nathan semakin terbongkar.


Arya merubah wujudnya setelah tiba di pinggiran hutan. Dan betapa terkejutnya Nathan melihat itu. Lalu Nathan pun ikut merubah wujudnya dan terus mengikuti Arya.


Hingga Arya tiba di sebuah pintu gerbang yang tinggi nan kokoh.. Nathan melihat Arya kembali merubah wujudnya menjadi manusia biasa. Nathan mencoba mencari jalan lain agar bisa ikut masuk ke dalam area tersebut.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Nathan dapat masuk ke dalam area tersebut, dia langsung mencari Arya.


Diam diam perlahan lahan bahkan mencoba bersembunyi jika ada orang lain, Nathan terus mengikuti Arya.. Hingga saat Arya tiba di sebuah rumah dan masuk ke dalam rumah tersebut. Dan lagi lagi Nathan mencoba untuk mengendap endap agar dapat masuk ke dalam rumah tersebut untuk mencoba mencari tau siapa yang dia temui.


Tok...tok...tok..


"Masuk..." terdengar suara bariton di sana.


Arya pun memasuki sebuah kamar, lalu Nathan mencoba mendekat saat melihat situasi aman.


"Kek..." panggil Arya.


"Kenapa Ar.. Kenapa malam malam kemari.. Ada masalah??" tanya Kakek Alexander.


"Sepertinya Nathan mulai mencurigai ku kek.. Bagaimana jika dia menyadari siapa aku kek??" jawab Arya..


Dan Nathan terkejut mendengar kata kata Arya. Dia menyadari bahwa selama ini Arya hanya menyamar..


Nathan pun terbawa emosi, reflek dia membuka pintu dengan kerasnya.


Braaakkkk...


Kakek dan Arya terkejut melihat Nathan berdiri di depan mereka.


"Nathan... Cucuku..." kata kakek meneteskan air mata.


"Ohhh jadi selama ini loe cuma menyamar untuk dia" tunjuk Nathan emosi.


"Than.. Than.. Gue bisa jelasin.." kata Arya mencoba menenangkan Nathan yang terlihat tidak dapat mengontrol emosinya..


"Ga ada yang perlu di jelasin lagi Ar.. Gue dah dengar!!!" bentak Nathan.


"Than, kakek hanya ingin berkumpul sama loe dan paman Arthur beserta nyokap loe.. Kakek ingin di masa akhir hayatnya bersama kalian itu aja, makanya kakek mengirimku agar selalu bisa mengawasi terutama loe. Kakek sangat menyayangi loe Than" jelas Arya.


"Aaahhh bulsyit dengan semua itu!! Dan karena kakek, gue sama ayah menjadi incaran musuhnya yang dulu tempat kekuasaannya kakek rebut!! Bahkan Iren pun hampir menjadi korbannya!!!" kata Nathan yang mulai merubah wujudnya.


"Cucuku.. Maafkan kakek nak... Maafkan kakek... Kakek berjanji akan membayar kesalahan kakek" kata kakek memelas.


"Nak.. Tenangkan dirimu nak.." kata ayah yang tiba tiba muncul.


"Ayah.." panggil Nathan lirih yang terkejut melihat ayahnya berada di sana.


"Paman??" panggil Arya.


Ayah Nathan hanya mengangguk saat di sapa oleh Arya. Ayah mendekati kakek.


"Pa.. Arthur mohon, jangan usik kehidupan Arthur lagi.. Dulu papa lah yang melepas Arthur bahkan sudah tidak menganggap Arthur putra papa lagi.. Sekarang, Arthur sudah tunjukkan jika Arthur bisa hidup sendiri bersanding dengan manusia biasa.." kata ayah Nathan.


"Arthur.. Maafkan papa nak.. Papa mengaku salah.. Papa hanya ingin di masa tua papa bisa berkumpul dengan mu. Adikmu Arsad tewas di serang oleh musuh waktu itu.. Hingga membuat mama Arya menjadi setres dan akhirnya meninggal ketika melahirkan Arya. Thur, papa hanya memiliki kalian, papa sudah tidak memiliki siapa siapa lagi. Papa mengirim Arya untuk menjadi teman dekat Nathan, agar dia tau siapa saudaranya. Agar dia dekat dengan Nathan. Maafkan papa nak" kata Alexander berlinang air mata dan memeluk ayah Nathan..


"Pa.. Maafkan Arthur, bukannya Arthur tidak mau kembali ke sini bersama papa. Arthur sudah merasa nyaman dengan kehidupan Arthur selama ini.. Papa bisa lihat sendiri kan, bagaimana Arthur membesarkan Nathan dan menjalani kehidupan Arthur bersama keluarga kecil Arthur. Tapi Arthur tidak pernah menutup pintu rumah Arthur untuk kedatangan papa. Tapi apa, selama ini papa selalu datang dalam paksaan, bahkan papa hampir membawa Nathan secara paksa. Maaf pa, Arthur tidak bisa kembali" kata ayah Nathan membalas pelukan Alexander lalu melonggarkan pelukannya.


"Ayo nak kita pulang.. Terimalah Arya.. Bagaimanapun dia saudaramu.. Tetap bertemanlah dengan baik.. Sebenarnya ayah selama ini sudah tau siapa Arya.. Hanya ayah memilih diam. Dia satu satunya saudaramu. Kalian berdua saling menjaga lah.. Ayo nak kita pulang. Arya, apa kamu ingin ikut paman dan bertemu dengan bibimu??" tawar ayah Nathan.


"Kakek??" kata Arya meminta persetujuan.


Alexander hanya mengangguk pelan.


"Ikutlah nak.. Lain kali kakek akan berkunjung ke rumah paman mu. Apa pintu rumahmu masih terbuka lebar untuk papa Arthur.??" tanya kakek.


"Sampai kapanpun pa" senyum ayah Nathan


Akhirnya, Nathan beserta ayahnya dan Arya pergi dari sana. Mereka saling berkejar kejaran dan hingga menjelang pagi mereka tiba di rumah Nathan.

__ADS_1


__ADS_2