Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
hari yang ditunggu


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu.. Pagi buta Iren sudah bersiap siap.. Ririn membantu Iren untuk sedikit bermake up. Dan membantu Iren menata rambut Iren agar lebih rapih dan terlihat cantik..


Pagi itu, Iren memilih baju dengan bertemakan batik. Ririn sedikit memoleskan beberapa eyes shadow dan blush on juga tidak lupa lips tick dengan warna yang natural.


Hari ini Iren terlihat sangat manis, meski hanya mengenakan batik dengan bawahan celana jins hitam.


#####


Dikediaman Nathan, semua orang tengah sibuk kesana kemari untuk menyiapkan segala sesuatunya nanti. Entah itu seserahan, atau diri mereka sendiri. Semua sangat sibuk, mereka dengan gerakan cepat menyiapkan semuanya.


Tapi tidak dengan Nathan, dia begitu sangat santai karena hanya menyiapkan diri mereka sendiri. Dia mengenakan baju yang senada dengan Iren yang sudah mereka pesan melalu via online.


Tok...tok...tok..


"Nak.. Ini bunda.." panggil bunda.


"Masuk aja bun, ga dikunci kok.." jawab Nathan.


"Kamu dah siap sayang??" tanya bunda setelah memasuki kamar Nathan.


"Cakep ga bun??" tanya Nathan.


"Putra bunda selalu cakep.." senyum bunda sambi sedikit merapikan baju Nathan.


"Terimakasih bunda." kata Nathan memeluk sang bunda.


"Nak.." panggil bunda.


"Hmmm" jawab Nathan merenggangkan pelukannya.


Bunda merogoh saku bajunya, dan bunda mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna merah.


"Pasangkan cincin nanti di jari manis Iren ya nak.. Ini dulu cincin bunda dulu dari nenek kamu.. Bunda ingin cincin ini dipakai di jari manis Iren.." kata bunda menyerahkan kotak itu.


Nathan menerima kotak itu dan membukanya. Cincin itu sangat manis dengan beberpa mutiara berjajar di ring cincin tersebut dan mutiara besar dengan bingkai berbentuk seperti bintang ditengahnya. Sungguh manis.



"Tapi bunda, ini kan punya bunda.." kata Nathan.


"Nak.. Dari dulu, bunda ingin sekali memberikan cincin ini untuk putri bunda.. Tapi kamu tau sendiri, bunda tidak memiliki seorang putri. Dan sekarang putri bunda adalah Iren. Kamu berikan ini ya sayang.." pinta bunda.


"Tapi Nathan sudah berikan cincin ke Iren bun.." kata Nathan.


"Tidak apa apa sayang. Anggap aja itu pemberian dari kamu, dan yang ini cincin untuk acara hari ini.." kata bunda tersenyum.


"Terimakasih bunda.." Nathan kembali memeluk Nathan.


"Bunda, ini bunda yang simpan ya... Nathan takut hilang.." kata Nathan.


"Baiklah.." jawab bunda.


#####


Waktu terus berjalan, Iren sudah tidak sabar menunggu kedatangan keluarga besar Nathan. Seharusnya Nathan sudah tiba di sana setengah jam yang lalu.

__ADS_1


Saat Iren mengirimkan pesan ke Nathan, ternyata ia tengah terjebak macet karena ada truk tronton yang terguling hingga menutupi seluruh badan jalan.


Iren terus mondar mandie khawatir, entah mengapa perasaannya saat ini terasa sangat gugup bercampur khawatir.


"Ren.. Duduklah sini.. Mereka hanya terjebak macet kok.." kata Ririn.


"Entahlah Rin, gue merasa gelisah. Perasaan gue ga enak.." jawab Iren.


"Dusuk di halaman belakang yuk, biar sedikit lega.. Disini gue ngerasa sesak" ajak Iren.


Ririnpun mengikuti Iren. Mereka duduk di halaman belakang yang sangat teduh oleh rindang nya pepohonan di sana.


"Gue ambilin minuman ya.." kata Ririn.


Iren hanya mengangguk sambil sesekali memeriksa ponselnya. Ririnpun meninggalkan Iren sendirian di sana untuk mengambik minuman yang mukin bisa sedikit meredakan rasa kekhawatiran Iren.


#####


Nathan yang sedari tadi berada di dalam mobil pun ikut merasa gelisah, entah mengapa hatinya tidak tenang.


"Yah.. Kenapa perasaan Nathan jadi ga enak ya yah.." tanya Nathan yang duduk di samping sang ayah.


"Kamu hanya gerogi nak.." kata ayah.


Sebenarnya ayah tau apa yang digelisahkan Nathan bukan hanya sekedar gerogi. Namun tidak mungkin iya mengatakannya dalam mobil, mengingat ada orang lain berada dalam satu mobil dengannya.


"Than, emangnya ga ada jalan lain selain lewat jalur ini??" tanya Berta.


"Tidak ada bi" jawab Nathan.


#####


"Bagiaman Danu??" tanya Yosep.


"Beres tuan, sebuah truk sudah saya letakkan pada posisi" jawab Danu.


"Lalu bagaimana dengan pejemputan.." tanya Yosep..


"Sedang dalam proses pejemputan, target sedang berada di halaman sendirian." jawab Danu.


"Dan tempat??" tanya Yosep lagi.


"Semua susah berada di posisi tuan.. Kita hanya menunggu target datang dan segera meninggalkan wilayah kita ini tuan.. Saya rasa mereka akan kesulitan untuk menemukan kita nantinya" jawab Danu penuh dengan keyakinan.


"Baguss..." jawab Yosep.


#####


"Ayah, Nathan turun di sini aja ya??" kata Nathan berbisik.


"Than, jika kamu turun di sini. Apa kata mereka yang di belakang??" jawab sang ayah.


"Tapi ayah??" jawab Nathann..


"Kita coba cek kedepan, apa yang sebenarnya terjadi.." kata ayah membuka pintu mobil.

__ADS_1


Melihat sang ayah keluar dari mobilnya, Nathanpun ikut menyusul...


"Kalian tunggu sebentar, ini terlalu lama. Aku akan coba mengecek kedepan dengan Nathan." pamit ayah.


Nathan dan ayah pun berjalan ke arah sumber kemacetan. Mereka terus menerobos di kerumunan.


"Kenapa tidak ada yang bertindak??" tanya ayaj Nathan hanya diam..


Nathan mencoba mengecek kendaraan besar itu.


"Pak, kenapa tidak ada yang bertindak??" tanya ayah pada salah satu orang di sana.


"Saya kurang tau pak, katanya sudah ada yang melapor. Tapi ini tidak ada yang datang." jawab orang tersebut.


Pada akhirnya, ayah berinisiatif untuk menghubungi pihak kepolisian untuk melapor soal kecelakaan tersebut.


"Ayah... Ini tidak beres, ada yang dengan sengaja melakukan ini ayah.. Ini benar benar aneh, Nathan harus pergi sekarang ayah." kata Nathan.


"Pergilah, jangan sampai ada yang mencurigai keberadaanmu" kata ayah karena sudah dapat menebak dari mimik wajah Nathan.


Nathan pun langsung pergi meninggalkan ayahnya di sana.


Setelah kepergian Nathan, tidak lama kemudian pihak kepolisian pun tiba. Melihat iti, ayah langsung pergi meninggalkan lokasi kembali ke mobilnya.


Setibanya di mobil, ayah langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi.


"Lohh yah, kemana Nathan??" tanya bunda.


"Nathan sudah kesana terlebih dahulu menggunakan ojek." jawab ayah.


#####


Nathan berjalan meninggalkan kerumunan. Dia terus menyisiri jalanan dengan langkah cepat. Saat dia menemukan jalan setapak, Nathan lalu menyisiri jalan tersebut.


Setelah di rasa aman, Nathan memilih untuk merubah wujudnya menjadi harimau putih. Dia berlari sekuat tenaganya agar segera sampai di rumah Iren.


Tidak.membutuhkan waktu lama untuk Nathan dalam wujudnya menjadi harimau putih..


Nathan kini sudah tiba di seberang jalan rumah Iren, Nathan dapat membaca adanya keributan dalam rumah tersebut.


Natgan segera merubah dirinya kembali menjadi manusia, dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Rin... Dimana Iren.. Bukannya tadi bersama kamu??" tanya Tantri.


"Iya budhe, tadi memang bersama Ririn, taoi tadi Ririn masuk sebentar untuk mengambilkan air minum untuk dirinya. Tapi saat Ririn kembali, Iren sudah ga ada di halaman belakang.. Ririn pikir dia kembali masuk ke kamarnya, tapi ternyata tidak ada juga." Ririn menjelaskan.


"Apa??" kata Nathan berdiri di depan pintu.


"Nathan.." kata Ririn lirih.


"Rin.. Dimana Iren.??" tanya Nathan.


"Gue ga tau Than, ponsel Iren tergeletak di belakang" kata Ririn menyerahkan ponsel Iren..


Nathan langsung menjambak rambutnya, dia merasa frustasi.. Lagi lagi dia kecolongan.

__ADS_1


__ADS_2