
Setelah merasa siap, Nathan berpamitan ke ayah dan bunda nya. Bunda merasa was was dengan keselamatan mereka. Setitik air mata melepas kepergian Nathan. Karena ini baru pertama kalinya Nathan pergi menghadapi musuh untuk menyelamatkan seseorang.
Nathan berjalan mulai memasuki hutan di sekitaran rumahnya. Setelah di rasa aman, baru dia merubah wujudnya menjadi harimau putih untuk mempercepat perjalanannya.
Saat di pertengahan jalan, ada manusia di tengah hutan sedang mencari kayu. Nathan memilih berjalan perlahan agar tidak mengagetkan orang itu.. Berusaha menghindari orang tersebut agar keberadaannya tidak disadari.
Cukup lama Nathan berlari menuju ke tepi tebing tersebut. Nathan sampai di sana sebelum waktu tengah malam. Nathan memilih tempat untuk bersembunyi yang menurut dia aman agar dia bisa melihat pergerakan para musuh.
Agar tidak terlalu mencolok, Nathan merubah wujudnya kembali menjadi manusia dan bersembunyi.
Nathan mengetahui, di sana dia tidak sendiri. Ada beberapa anak buah Yosep ketua klan Tiger. Nathan tidak mau gegabah. Yang terpenting, kedatangannya belum disadari oleh para anak buahnya itu karena Nathan memang lebih awal datang dari yang mereka perkirakan.
Waktu berlalu, Nathan tidak sedikitpun mengendurkan kewaspadaannya. Setiap pergerakan dari musuh yang mulai terlihat. Suasana malam itu cukup terang karena ada cahaya bulan purnama menerangi kondisi sekitar.
#####
"Ayah.. Bunda mengkhawatirkan mereka yah" bunda merasa sangat cemas.
"Bun.. Ayah yakin Nathan bisa mengatasi.. Sebentar lagi kan ayah juga mau menyusul mereka. Bunda yang tenang ya.." ayah berusaha menenangkan.
"Tapi bunda tetep tidak tenang yah.." kata bunda lagi yang terus bolak balik.
"Bunda... Ayah janji akan membawa pulang mereka berdua.. Sebentar lagi ayah menyusul mereka. Bunda bersiap siaplah masuk ke ruangan ayah. Apa pun yang terjadi, jangan buka pintu ini ya bunda. Beberapa pengawal sudah siap siaga berada di tempatnya." kata ayah lagi yang mulai mempersiapkan dirinya.
"Ayah.. Hati hati ya.. Bawa pulang mereka kembali bersama ayah" bunda memeluk suaminya dengan erat.
"Ayah berjanji bunda" kata ayah membalas pelukan erat bunda.
Bunda masuk kedalam ruang rahasia ayah dan menutup rapat pintu tersebut. Lalu ayah mulai meninggalkan rumah menuju lokasi Nathan dan Iren.
#####
Tidak lama, segerombolan Tiger tiba. Salah satu dari mereka ada seorang perempuan yang di tutupi pada wajahnya. Nathan yakin itu Iren, mendadak emosi Nathan naik.
Nathan dengan emosi yang tidak terkontrol secara reflek merubah wujudnya dan hendak menyerang. Namun sang ayah tiba tepat pada waktunya, sang ayah mencoba menahan putranya agar tidak terbawa emosinya. Sang ayah mencoba membawa Nathan ke sebuah sungai yang tidak jauh di sana dan mendorong Nathan agar masuk ke dalam aliran air sungai yang sangat dingin. Ayah berfikir dengan air dingin itu mampu sedikit membantu Nathan untuk meredam amarahnya.
Nathan terus mengaum, bahkan hampir melawan sang ayah. Namun ayah terus berusaha menenangkan Nathan, agar semua rencana mereka dapat berjalan lancar untuk menolong Iren dalam bahaya.
Setelah amarah Nathan mulai reda, ayah menggiring Nathan ke tepian sungai dan mereka merubah wujud mereka kembali.
"Ayah.." kata Nathan lirih.
__ADS_1
"Untung ayah datang tepat waktu Nathan, coba jika terlambat.. Akan jadi apa kamu??" kata ayah.
"Maaf ayah. Melihat Iren di perlakukn seperti itu hati Nathan seperti disulut api ayah" kata Nathan menyesal.
"Baik lah, posisi ayah di sini sangat bahaya jika mereka tau. Ayah akan mencari tempat yang aman namun masih bisa mengawasi kalian. Dan ingat Nathan jangan mudah terpancing emosimu" kata ayah.
"Baik ayah, dan terimakasih.." jawab Nathan.
Mereka pun berpisah.. Ayah mencari tempat yang strategis untuk dia. Perlahan tapi pasti, dengan senyap ayah berhasil membunuh beberapa anak buah Yosep agar lebih leluasa untuk pergerakan ayah dalam mengintai nanti.
Begitupun Nathan, sama dengan sang ayah.. Dalam senyap, Nathan membunuh beberapa anak buah Yosep yang sedang lengah.
Kerja sama yang cantik antara ayah dan putranya itu. Dan tidak ada satupun anggota tiger yang menyadarinya bahwa beberapa rekannya telah tewas.
#####
"Kita lihat gadis cantik, apa kekasihmu itu akan datang menjemputmu dan mempertaruhkan nyawanya atau dia lebih sayang dengan nyawanya hahaha" kata Yosep dengan sombongnya.
"Emmmm... Eeemmmm..." suara Iren lemah yang dibungkam mulutnya.
"Cepat ikat dia!!!! Ikat yang benar.. Dan posisikan tepat di pinggiran tebing itu!" perintah Yosep.
"Emmm...eeemmmm...eeemmmm" Iren dengan sisa sisa tenaganya mencoba memberontak.
"Diaammm!!! Atau mau aku buang kamu ke bawah sana haaahhh!!!" bentak Yosep menyerahkan Iren ke salah satu anak buahnya.
#####
Waktu yang di janjikan pun tiba, Nathan muncul dalam wujud manusia. Dia seolah olah baru saja tiba di lokasi itu.
"Selamat datang anak harimau putih hahahahaha" kata Yosep tertawa dengan penuh percaya diri.
"Gue sudah datang tepat waktu, sekarang lepaskan Iren!!" bentak Nathan dengan wajah yang mulai memerah.
"Iren... Iren... Iren... Loe cinta banget ya sama gadis ini" kata Yosep sambil berjalan mengitari Nathan.
"Bagaimana jika gue ga lepasin dia?? Apa yang akan loe lakukan" kata Yosep berdiri di belakang Nathan.
"Gue akan membunuh loe" kata Nathan dengan tangannya mulai mengeluarkan cakarnya.
"Wooowww...wwooowww.. Santai dulu.. Kau tau, gadismu itu sungguh menarik.. Sepertinya dia adalah manusia yang langka, dan bagaimana jika biarkan dia tetap bersamaku dan loe gue bebasin" bisik Yosep membuat penawaran dengan Nathan agar tidak merebut Iren dari dirinya.
Yosep merasa, ada diri Iren yang sangat sepesial. Jika dia bisa merubah Iren menjadi seperti dirinya, dia akan bisa memanfaatkannya menjadi senjata untuk melawan Alexander kakek Nathan.
"Tidak, gue tidak akan menyerahkan Iren ke loe.. Gue tau apa yang akan loe lakukan kepada Iren. Dan gue tidak akan tinggal diam" kata Nathan mulai mengeluarkan tajamnya cakar yang berada di jari jarinya.
__ADS_1
"Hahahaha loe memang berpendirian kuat harimau kecil hahahaha" ejek Yosep.
"Lihat lah gadis mu itu, ingat jika macam macam loe pasti tau apa yang akan terjadi kan??" bisik Yosep lagi sambil mengarahkan pandangannya ke posisi Iren di ikat.
Nathan langsung mencengkeramkan cakarnya. Nathan kali ini tidak tau harus berbuat apa.. Sedangkan Yosep sudah memulai mengarahkan cakarnya di badan Nathan sambil berjalan mengitari Nathan.
"Apa yang lo mau hah!!!" kata Nathan dengan nada dinginnya.
"Gue ingin jadiin loe sebagai pancingan kakekmu hahahahaha" kata Yosep.
"Heeehhh, itu tidak akan berhasil. Gue bukan cucu kesayangannya. Jadi sia sia usaha loe" ucap Nathan.
"Hahahaha kata siapa loe bukan cucu kesayangannya haahh??? Hmmmm loe tau? Sekalipun loe ga berguna, seenggaknya nyawa loe ada ditangan gue daann gue dapat yang sepesial. Hahahaha" lagi lagi Yosep mengincar Iren.
"Sekali lagi lo macam macam sama Iren, gue pastikan loe habis ditangan gue" geram Nathan yang langsung merubah dirinya menjadi harimau putih.
Melihat itu Yosep meloncat mundur dan memberi kode anak buahnya untuk bersiaga.
#####
Ayah terus mengawasi setiap gerak gerik mereka. Bahkan apa yang mereka obrolkan ayah dapat mendengar karena Nathan selalu membuka komunikasinya dengan sang ayah, itulah salah satu ke ahlian Nathan terhadap ayahnya dan itu baru disadari Nathan
Flashback on.
"Ayah, sebelum Nathan berangkat. Ada sesuatu hal yang ingin Nathan tanyakan" kata Nathan sebelum dia berangkat menolong Iren.
"Waktu Nathan berada di rumah Iren waktu itu Nathan mendengar suara dan saat aku menanyakan, katanya tanyakan langsung kepada ayah" tanya Nathan.
"Nathan, ini hal yang baru ayah juga ketahui. Dalam dirimu ada kekuatan dimana kamu bisa membuka sebuah komunikasi dan kamu sudah membuktikan itu tanpa kamu sadari. Awalnya juga ayah bingung, ayah seperti mendengar ayah disebut. Dan saat ayah mendengar suara itu seperti kamu dan ternyata benar. Ingat kita sudah melakukan itu dua kali" kata ayah menjelaskan.
"Seperti layaknya ponsel??" Nathan memastikan.
"Iya benar, tapi ini dalam bentuk instingmu." kata ayah lagi.
"Bagaimana caranya??" tanya Nathan bingung.
"Waktu setiap kamu mendengar suara itu, apa yang kamu pikirkan sebelumnya?" tanya ayah.
"Aku fokus pada bayangan ayah, dan dalam hati Nathan selalu menyebut ayah" jawab Nathan sedikit ragu.
"Nahh mari kita coba.. Ayah akan menuju kamar" ayah ingin menjajal keahlian Nathan ini.
Mereka pun mencobanya dan ternyata berhasil. Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya Nathan pergi menuju ketempat yang mereka janjikan untuk bertemu.
Flashback off.
__ADS_1
"Kamu harus bisa mengontrol diri Nathan. Ingat jangan gegabah. Beri waktu ayah untuk menyelamatkan Iren terlebih dahulu. Alihkan perhatian mereka" batin ayah berkomunikasi dengan Nathan.
Perlahan ayah mulai berjalan mendekat dengan sosok manusianya yang lebih mudah dalam bergerak menyusup melewati setiap pepohonan.