Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
berkorban


__ADS_3

"Jangan melawan!!" bentak Dika..


"Aarrgghh siaall!!" bentak Dika saat tangannya tiba tiba di gigit Iren.


Irenpun terlepas dari Dika dab langsung berlari ke bawah. Namun sayang, di bawah Yosep sudah menunggunya.


Yosep menangkap Iren dengan merangkul di perut Iren lalu meminggulnya. Ayah yang melihat itu hendak menolong, namun Danu menghadang pergerakan ayah.


"Arthurrr.... Anak dan ayah ternyata sudah akur hahaha" tawa Yosep yang masih memanggul Iren.


"Lepasiinn!!!" Iren terus mencoba meronta ronta.


Namun tenaga Iren tudak ada apa apanya untuk Yosep yang notabene bukan manusia biasa.


"Kebetulan sekalian kalian sudah datang.. Jadi kalian bisa jadi saksi pernikahan dengan ku" kata Yosep lagi.


Yoseppun menurunkan Iren dan mendudukkan Iren di sebuah bangku. Saat Iren hendak bangun dari duduknya, dua orang anak buah Yosep sudah menahan Iren agar tidak dapat kabur.


"Segera nikahkan saya!" perintah Yosep.


Saat hendak dilangsungkan sumpah janji, tiba tiba Nathan keluar dari persembunyiannya dan melompat ke arah Yosep.


Melihat kedatangan Nathan yang tiba tiba, semua teralihkan dan ayah memanfaatkan kesempatan itu. Ayah langsung menyerang Danu yang teralihakan dengan kedatangan Nathan, begitu juga dengan Rio ikut menyerang Dika yang juga teralihkan.,


Yosep jatuh terjungkal, terhantam tubuh Nathan. Sekejap, Yosep merubah dirinya menjadi tiger, posisinya saat ini berada di bawah tubuh besar Nathan. Yoseppun menjejak perut Nathan dengan kaki belakangnya hingga Nathan jatuh terlentang..


Sedangkan Arya, mencoba menyelamatkan Iren dengan menyerang dua anak buah Yosep. Sedangkan orang yang akan menikahkan Yosep dan Iren langsung kabur begitu saja. Irenpun memilih bersembunyi di balik bagian bawah anak tangga. Dia berjongkok disana, Iren menyembunyikan kepalanya dia antara kedua kakinya dengan tangan menutupi kupingnya. Iren tidak berani menyaksikan pergulatan antara klan tiger dan harimau putih. Mereka saling bertukar cakaran, tendangan dan tamparan.


Ayah berhasil melumpuhkan Danu dengan kaki kiri depannya yang patah, sedangkan Rio tengah berjuang melawan Dika yang selama ini menjadi rivalnya.


"Gue dah duga, loe selama ini penghianat kami!!" kata Dika..


"Gue berhianat karena kalian tidak pernah menghargai kerja keras gue!!!" balas Rio.


Rio memberikan sebuah tamparan ke arah Dika. Namun Dika mampu mengelaknya dan memberikan cakaran balasan pada punggung Rio..


"Arrgggghhh" teriak Rio.


"Ini hukuman buat loe" Dika melompat ke arah Rio hendak menendang Rio agar terjatuh.


Aksi Dika terbaca oleh ayah, sigap ayah melompat dan menancapkan cakarnya di leher Dika dan terjatuh dilantai dasar.


Bughhhhh..


Dika berada dibawah tubuh ayah dengan cakar yang menancap di kedua pundak nya.


"Saya beri pilihan kepadamu, ikuti perintahku atau mati dengan gigitanku?" tawar ayah.


Saat ayah tengah memberikan tawaran ke Dika, tiba tiba Danu yang telah pincang melompat ke arah ayah dari lantai dua. Rio melihat itu, lalu ikut melompat dan menabrak tubuh Danu hingga terpental keluar lewat jendela. Tubuh Danu tergeletak karena ada sebuah kaca menancap di lehernya..


Sedangkan Rio terjatuh tidak jauh dari ayah dengan kaki depan terasa amat sakit karena tidak mampu menahan ketika dia melompat.


Ayahpun geram, tidak ada ampun ayah langsung menggigit leher Dika hingga kerongkongannya keliar. Darah segar mengalir, kejadian itu mengingatkan ayah akan kejadian Nathan membunuh Peter.


Tidak jauh dari posisi ayah, Nathan dan Yosep saling berhadap hadapan.. Mata mereka berdua sudah sama sama memerah menandakan kemarahan yang tinggi.


Mereka berdua sama sama menunnjukkan gigi taring mereka. Mereka pun secara bersamaan melompat, dan di udara saling bertautan satu sama lain dan jatuh bersamaan..


Yosep langsung mencoba mencakar wajah Natham, namun Nathan mampu menghindarinya. Yosep terus menyerang Nathan, hingga membuat Nathan beberapa langkah mundur dan mulai terpojok pada sisi tangga, Yosep berusaha memberikan gigitannya pada sisi kiri Nathan. Dan sigap Nathan memberikan cakarannya pada wajah Yosep.

__ADS_1


"Arrgggg... Kurang ajar!!!" geram Yosep.


Ada aliran darah yang keluar di bagian pipi Yosep.


"Nathan.." panggil lirih Iren.


"Iren" batin Nathan menoleh.


Nathan pun menoleh, dan kesempatan itu di manfaatkan Yosep yang langsung berlari dan mengeluarkan cakarannya..


Waktu bersamaan, kakek melihat itu dan ia langsung melompat.


Ssrtttttt...


"Arrhhhhmmmm" teriak kakek.


Kakek terjatuh tepat di bawah Nathan, pada bagian perut sebelah kiri terkena cakaran Yosep yang cukup dalam.


Nathan terkejut yang tiba tiba kakeknya terjatuh di bawahnya. Nathan merubah wujudnya menjadi manusia.


"Kakek..." panggil Nathan memegang kepala kakek yang sudah mmberybah menjadi manusia dan Irenpun keluar dari persembunyiannya dan mendekati Nathan..


"Hahahahaha... Alexander... Ternyata loe mau berkorban juga untuk cucu loe sendiri" kata Yosep tertawa.


Ayah yang melihat itu langsung berlari mendekati Nathan dan kakek.


"Paa..." panggil ayah mencoba memeriksa luka kakek..


"Kakek su..sudah cukup senang dapat dekat dengan kalian meski hanya sesaat.." kata kakek..


"Kakek" panggil Arya yang ikut mendekat.


"Arthur, papa titip Arya kepadamu ya... Kamu berhasil mendidik Nathan, papa melihat itu dan akan tenang Arya bisa bersama kalian." kata kakek lagi dan terlihat berusaha menghirup udara dalam dalam.


"Pa... Arthur yakin, papa bisa bertahan.. Papa jangan banyak gerak dulu ya.." kata ayah.


Kakek menggelengkan kepalanya..


"Nathan.." panggil lirih kakek dan Nathan menoleh.


"Maafkan kakekmu ini ya nak.." kata kakek.


"Nathan tidak akan memaafkan kakek jika kakek meninggalkan Nathan lagi" ancam Nathan.


Kakek hanya tersenyum mendengar jawaban Nathan. Lalu ayah meletakkan kepalah kakek, dan mencoba menekan luka kakek agar tidak terus keluar darahnya.


Nathanpun menyobek bajunya dan memberikan ke ayahnya. Lalu Nathan spontan berlari mendekati Yosep, dan melompat kearahnya.


Gerakan tiba tiba Nathan membuat terkejut Yosep yang tidak siap. Tubuh Yosep terdorong dan terjatuh, Yosep berada di bawah kaki Nathan.


Nathan langsung mengeluarkan cakarnya dan menancapkannya di dada Yosep.


Screeettttt..


Nathan menampar lagi Yosep dengan sebelah kakinya. Dengan menahan rasa sakitnya, Yosep kembali menendang Nathan. Nathan terjungkal, Yosep langsung bangun dan membalas Nathan memberikan cakarannya yang mengenai pundak Nathan..


Mereka berdua kembali berkelahi, pertarungan mereka merusak segala isi rumah tersebut.


Kini posisi mereka sudah berada di lantai dua.. Tenaga mereka sudah sama sama habis. Melihat posisi Nathan berada di pinggir, muncul sebuah ide untuk Yosep mendorong Nathan agar jatuh kebawah. Taoi Yosep tidak menyadari jika Nathan mampu membaca pikirannya..

__ADS_1


Dengan meneringai, Nathan susah bersiap siap untuk menghindari Yosep. Yoseppun sudah bersiap siap untuk mendorong Nathan. Yoseppun berlari sekuat tenaganya, semakin dekat Yosep.berlari ke arah Nathan.. Nathan pun langsung menghindari Yosep, dan menjagal Yosep dengan kaki belakangnya. Yosep tidak mampu menghindarinya, diapun terjungkal dan terjun bebas ke bawah.


Bughhhh....


Tubuhnya Yosep mendarat dibawah, tidak jauh dari Rio. Yiseo merasakan tubuhnya terasa remuk, tenaganya sudah habis untuk berdiri pun sudah tidak sanggup.


Melihat itu, Rio bangun meski kaki depannya masih terasa linu namun dia paksakan.. Dia berjalan mendekati Yosep.


"Ri.. Rio.. To..tolongin saya.." pinta Yosep..


Rio hanya menyeringai.. Ini sudah waktunya untuk membalas dendam atas kematian istrinya.


"Ku.. Kumohon.. To..tolongin saya.." kata Yosep.


"Menolong anda??? Seelah apa yang sudah anda perbuat atas istri saya???" kata Rio.


Sleeppll sreeetttt...


Rio menggigit leher Yosep dan menariknya. Yoseppun tewas..


Nathan melihat iti dari atas, begitu juga yang lain.. Rio langsung limbung, ayahpun mencoba menangkap Rio.


"Bagaimana ayah??" tanya Nathan.


Mereka kini sudah sama sama berubah menjadi manusia kembali, dan Rio sudah di posisikan terlentang.


"Dia hanya pingsan, ada beberapa luka." jawab Ayah.


"Apakah masih aman di bawa pulang..??" tanya Nathan.


"Menurut ayah masih bisa." jawab ayah.


"Lalu bagaimana dengan kakek?" tanya Nathan.


"Luka kakek cukup dalam.. Ayah berharap kakek masih mampu bertahan" kata ayah.


"Kalau begitu, kita bersiap siap untuk pergi dari sini.. Tapi kita tidak ada yang bisa menjadi nahkoda paman" kata Arya.


"Ma..maaf tuan... Apakah boleh saya mmbantu kalian??" kata Andi tiba tiba muncul dari dalam almari..


"Siapa kamu??" tanya Arya.


"Sa..saya Andi tuan, saya yang ditunjuk oleh tuan Yosep untuk menikahkannya." jawab Andi.


"Dia berkata jujur.. , dia tidak berbahaya" kata Nathan.


"Baiklah, segera kamu siapkan kapalnya.. Kami akan membawa para korban.." kata ayah.


"Baik tuan.." jawab Andi.


Andipun berlari keluar rumah dan mencoba membantu agar dirinya juga selamat. Andi adalah sosok Tiger, namun dia tidak seperti Yosep.


Ayah dan yang lain pun berusaha menolong yang terluka dan membawanya ke kapal untuk segera menolong mereka..


Nathan dibantu Arya mengangkat tubuh kakek, sedangkan ayah memapah Rio yang sudah siuman meski tubuhnya dalam kondisi lemah.


"Kek, bertahanlah bisik Nathan.. Aku memaafkanmu kek.. Tapi jangan tinggalkan Nathan lagi" kata Nathan.


"Kakek pasti selamat.. eghh awas hati hati Than.." kata Arya membawa tubuh kakek ke atas kapal dibantu Nathan.

__ADS_1


Kini mereka semua sudah siap untuk meninggalkan pulau tersebut. Tubuh kakek dibaringkan di dalam kamar yang berada di kapal.


__ADS_2