Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
Putri terus berusaha


__ADS_3

"Ada apa??" tanya Nathan melihat Iren tidak kunjung membuka pintu kamarnya.


"Aku juga kehilangan kunci kamar ku" jawab Iren bingung.


"Tidak ada kunci cadangan??" tanya Nathan.


"Ada mungkin di pak Akbar, tapi kan aku ga ada ponsel" jawab Iren.


"Aku coba minta tolong Ririn sebentar" jawab Nathan sambil mengambil ponselnya di saku celananya.


Cukup lama Iren dan Nathan menunggu, hingga akhirnya pak Akbar tiba.


"Ini Ren kuncinya" kata pak Akbar memberikan kunci duplikatnya.


"Terimakasih ya pak, nanti saya duplikat dulu baru nanti yang ini saya kembalikan ke bapak" jawab Iren menerima kunci tersebut.


"Tidak usah, bapak masih ada" jawab pak Akbar.


"Waahh makasihh pak.." jawab Iren tersenyum.


"Ya sudah bapak pulang dulu ya. Mari mas Nathan," pamit pak Akbar.


"Ya pak" jawab Nathan sambil menundukkan kepalanya.


Iren membuka pintu kamarnya, lalu segera mencari kunci duplikat mobilnya. Setelah menemukannya, Iren memberikannya ke Nathan.


Tok... Tok.. Tok..


"Ren..." panggil Nathan.


"Ya sebentar" jawab Iren membuka pintu.


"Sudah ketemu??" tanya Nathan..


"Sudah.. Niihh" Iren memberikan kunci mobilnya.


"Ya udah, aku berangkat sekarang ya.. Mau nitip sekalian ga??" tawar Nathan.


"Ga ada, makasih dah ngrepotin" jawab Iren.


"Enggak kok.. Kamu istirahat aja dulu" jawab Nathan dan beranjak pergi.


"Kamu baik Than... Tapi aku selalu merepotkanmu.." batin Iren.


Setelah kepergian Nathan, Iren mulai bebenah bajunya.. Iren sudah berniat untuk sementara waktu kembali ke rumahnya. Dia butuh waktu untuk kembali menata hatinya.


Tok...tok...tok..


"Ren.." panggil Ririn.


Iren langsung menyembunyikan koper bajunya di bawah tempat tidurnya.


"Masuk Rin.. Ga di kunci kok.." teriak Iren pura pura rebahan.


"Loe baik baik saja?? Ohhh ya kemaren ada yang nemuin tas loe di pinggir jalan.. Niihh, coba di cek dulu ada yang hilang ga??" Ririn menyerahkan tas Iren.


Iren bangkit dari tidurnya dan menerima tasnya. Iren mengecek isi tasnya, hanya ponselnya saja yang hilang.


"Ponsel gue aja yang hilang, di tas masih lengkap.." jawab Iren sedikit lega.


"Sukur dehh.. Loe baik baik saja kan?? Wajah loe pucet." Ririn duduk di samping Iren.


"Gue dah baik baik aja kok" jawab Iren.

__ADS_1


"Kata Nathan kemaren loe jatuh pinsan.. Loe sakit??" tanya Ririn lagi.


"Mungkin karena gue kecapean, soalnya malemnya gue begadang ngerjain tugas" Iren berbohong.


"Ya udah dehh, loe istirahat aja dulu ya.. Dah makan belum?" tanya Ririn sebelum meninggalkan Iren.


"Udah kok.. Makasihh ya" jawab Iren.


"Sama sama.. Gue balik dulu ya" jawab Ririn keluar kamar Iren lalu menutupnya.


Iren mengecek isi tasnya kembali dan sambil mengecek tas dia mencoba menyalakan laptopnya. Semua aman, hanya ponselnya saja yang hilang. Kunci mobil dan kamarnya masih ada beserta dompet dan isi yang lainnya.


Lalu Iren teringat dia belum mencari ponsel lamanya. Iren menuju ke lemari bajunya, dan berjongkok untuk membuka laci bagian bawah lemari itu. Di ambilnya sebuah kotak, dan dibukanya. Ponsel lamanya masih tersimpan rapih di sana. Setelah merapihkannya kembali, Iren mencoba mengecas ponsel tersebut. Setelah menunggu kurang lebih 5 menit, muncul gambar batre yang di tengah tengahnya terdapat gambar listriknya. Bertanda ponsel itu masih berfungsi.


Sambil menunggu, Iren kembali memainkan laptopnya untuk mencari tempat layanan kartu perdana yang terdekat dari kost nya.


Setelah ketemu, lalu Iren membuka situs resminya. Ternyata lokasinya satu arah dengan arah ke rumah dia.


Tidak lama kemudian, terdengar suara mobil miliknya tiba. Iren langsung menutup laptopnya dan keluar kamar. Iren melihat mobilnya menjadi bersih mengkilap.


"Maaf lama ya.. Tadi mobilnya aku mandiin dulu. Sangat kotor." kata Nathan sambil menyerahkan kunci mobilnya.


"Trima kasih ya.." jawab Iren.


"Sama sama. Dah kamu istirahat ya.. Aku ke kamar" kata Nathan lagi.


Iren hanya mengangguk. Saat sama sama akan masuk ke kamar, Putri menghampiri mereka berdua.


"Than, boleh minta tolong ga??" kata Putri di buat selembut mungkin.


Iren yang melihat itu memilih masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya.


#####


"Iren aja yang minta tolong diambilin mobilnya loe mau.. Di rela relain pakai ojek" gerutu Putri.


"Put.. Gue yang mau, bukan dia yang minta. Iren juga belum pulih badannya" jawab Nathan.


"Gue juga belum pulih Than.. Belum pulih dari cinta ku untukmu" Putri malah menggombali Nathan.


"Put, kali ini aja gue mohon sama loe.. Jangan ganggu gue lagi. Sekeras apapun loe usaha. Gue ga bakalan bisa terima loe.. Gua ga ada rasa sama loe.. Dan jangan sampai respect gue ilang gara gara sikap loe yang kaya gini." Nathan mencoba mengancam.


"Nathan..., salah gue apa si sama loe.. Kurang apa lagi gue sama loe.. Tidak ada kah sedikitpun tempat buat gue Than?? Gue sayang banget sama loe Than.." Putri mulai terisak.


Nathan hanya menggelengkan kepalanya, tidak tau harus bagaimana lagi. Nathan memilih meninggalkan Putri sendirian di depan kamarnya.


"Nathan, gue pastiin loe bakal ngejar ngejar gue" batin Putri penuh keyakinan.


Drrrttt....ddrrrttttt


Ponsel Putri bergetar, Cindy menelpon. Putri langsung pergi meninggalkan kamar Nathan.


"Hallo..." Cindy menjawab telepon Cindy.


"Bagaimana??" tanya Cindy.


"Nathan malah semakin menjauhi gue.. Dia malah semakin dekat sama Iren" kata Putri.


"Hmmm ok.. Coba deh loe lebih halus lagi deketin Nathan. Intinya loe buat Nathan menjauhi Iren secara perlahan. Yang penting loe terus bersikap manis di depan dia" Cindy mencoba memberi solusi.


"Nanti coba deh." jawab Putri dan mengakhiri panggilan tersebut.


Putri memilih rebahan di tempat tidurnya, ingin sekali Putri menjebak Nathan seperti waktu itu. Tapi dia takut jika Nathan kembali menyadari jebakannya. Sebenarnya Putri sudah merasa jika Iren mulai terlihat sedikit menjaga jarak dengan Nathan, meski Nathan masih setia didekat Iren dan selalu ada buat Iren. Mengingat itu, Putri meremas kain sepreinya karena merasa cemburu karena Iren sangat diperhatikan oleh Nathan bahkan terkesan sangat dilindungi.

__ADS_1


"Gue akan cari cara buat bisa dapetin loe Nathan" batin Putri yang masih terus memikirkan cara.


#####


Di dalam kamarnya, Iren tiduran sambil terus melihat ke arah langit langit kamarnya. Setiap mengingat kelembutan Nathan kepada dirinya, membuat Iren sedikit tersenyum. Tapi lagi lagi, Iren selalu kembali teringat dengan beberapa kejadian yang telah terjadi.


Iren memiringkan tubuhnya ke kanan, air mata kembali mengalir.


"Mami, papi... Hiksss.. Iren bingung.. Iren ga tau harus bagaimana" batin Iren sambil terisak.


Tidak lama kemudian Iren tertidur. Beberapa kali dalam tidurnya Iren mengerutkan dahinya.. Entah apa yang Iren mimpikan. Wajahnya terlihat tampak ketakutan, bulir bulir keringat mulai bercucuran.


#####


Sore harinya, Iren mulai bangun dari tidurnya. Iren mengerjapkan matanya. Iren baru teringat belum meminum kembali jamu dari ayah Nathan. Lalu Iren mengambil sebuah gelas dan mengisinya dengan jamu.


Pelan pelan Iren meminum jamu itu. Pahit yang dia rasakan. Setelah menghabiskan jamu di dalam gelasnya, Iren masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur badannya dengan air hangat.


Setelah selesai mandi, Iren menuju kamar Ririn.


tok..tok...tok...


"Rin.." panggil Iren.


"Ya.. bentar Ren." jawab Riri dari dalam kamarnya.


ceklek...ceklek...


"Rin, temenin.gue ke gerai nomor ponsel yukk.. Gue pengin mulihin nomor yang hilang" kata Iren.


"Ya udah ayok.. Bentar gue ambil tas dulu." jawab Ririn yang langsung mengambil tasnya.


"Loe yang bawa ya" Iren menyerahkan kunci mobilnya dan diterima oleh Ririn.


Mereka berdua pun menuju ke gerai yang di maksud Iren. Untung saat mereka tiba, gerai tersebut belum tutul. Iren langsung masuk ke dalam gerai tersebut dan menemui Customer Service di sana.


"Bagaimana??" tanya Ririn saat Iren berjalan menghampirinya.


"Besok baru bisa di ambil" jawab Iren.


"Trus ini kita mau kemana??" tanya Ririn.


"Muter muter yuukk, bosen gue.." jawab Iren.


ting...


Ponsel Ririn berbunyi tanda pesan masuk.


"Nathan nanyain loe Ren." kata Ririn setelah membaca isi pesan itu.


"jawab aja kita lagi cari makan" jawab Iren.


Ririnpun tampak membalas chat dari Nathan.


"Loe lagi ada masalah ya sama Nathan?" tanya Ririn.


"Nggak ada kok.. Gue cuma ga enak aja sama Putri.. Ga usah bahas ini lagi ahh.. Dahh yuukk kita jalan" ajak Iren.


"Nathan pesen, jangan ketempat yang sepi.. Cari tempat yang ramai.. Aneh ya pesannya.. Ngapain juga kita pergi ketempat yang sepi sepi.. Emangnya kita pacaran hahahaha" Ririn merasa lucu dengan pesan Nathan yang Iren tau apa maksdunya.


"Kita ke mall aja yukk, nongkrong nongkrong aja di sana di food court." ajak Iren.


"ya udah yuukk." jawab Ririn.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke mobil Iren dan menuju ke mall. Sebelum menuju ke mall, mereka sempat mampir ke taman kota yang mereka lalui, dan sebentar duduk bersantai di sana.


__ADS_2