Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
benar benar di jebak


__ADS_3

Pintu pun terbuka. Putri sedikit menyeret tubuh Nathan yang sudah benar benar kehilangan kesadarannya. Hingga tanpa sengaja ikat rambut yang di gunakan Putri terjatuh di depan pintu. Peluh menetes dari kening Putri,.


"Hufhhh untung ganteng loe..." kata Putri menyeka keringatnya setelah meletakkan tubuh Nathan di tempat tidur.


Putri mengatur tidur Nathan dan melepas sepatu yang di kenakan Nathan hingga hem yang menempel di tubuh Nathan.


Putri tersenyum smirk. Putri mengelus dada bidang Nathan. Tidak ada pergerakan dari Nathan, tidurnya terlihat sangat pulas. Putri melanjutkan aksinya dengan mulai membuka kancing celana Nathan


#####


"Bun... Ayah mau ke Nathan sebentar ya.." pamit ayah.


"Malam malam begini ayah?? Kenapa ga besok aja si yah??" tanya bunda.


"Perasaan ayah tidak enak bun.. Ayah harus sekarang bun.." kata ayah mengambil kunci motor milik Nathan.


"Harus pake motor juga yah??" bunda ikut ikutan khawatir.


"Biar cepet bun" jawab ayah.


"Ya udah hati hati. Salam buat Iren juga ya kalau ketemu" kata bunda.


"Iya.. "Ayah mengulurkan tangannya dan di sambut oleh bunda dan menciumnya.


Ayah langsung menuju ke kost Nathan. Entah ada apa tapi perasaannya sangat tidak enak.


#####


Putri kesulitan saat melepaskan celana Nathan. Putri juga perlu berhati hati saat mencoba membukanya takut takut Nathan terbangun.


Di dalam kamarnya Iren, Iren tidak juga kunjung dapat memejamkan matanya.. Berkali kali dia membolak balikkan badannya mencari posisi ternyamannya dan ternyata tidak juga kunjung mengantuk.


Tiba tiba perasaan Iren tidak enak dan selalu memikirkan Nathan.. Iren bangun dari tidurnya dan membuka pintunya.


Iren menuju ke kamar Nathan, saat sampai di depan pintu Iren melihat ikat rambut.


"Ikat rambut siapa ini???" pikir Iren saat memungut ikat rambut tersebut.


Saat Iren akan mengetuk pintu Nathan sayup sayup Iren mendengar suara Putri.


"Susah banget si di lepasin eghmmm... Eghmmm haahhh" suara Putri.


"Putri... Nathan..." Iren mematung.


Air mata mengalir di pipi Iren, Iren mundur satu langkah dan memegangi dadanya. Sakit yang dia rasakan, sesak membuatnya susah bernafas.. Hingga akhirnya Iren masuk ke dalam kamarnya dan menangis di dalam kamarnya.


#####


Ayah Nathan tiba di kostan Nathan. Instingnya yang membawa ayah sehingga dengan mudah menemukan kostan Nathan.


Ayah turun dari motornya dan menuju ke kamar Nathan..


Tok...tok...tok..


Ayah mengetok pintu..


Ceklek...

__ADS_1


"Ayah..." Iren terkejut ayah Nathan berada di depan pintu kamarnya.


"Kamu kenapa nak?? Di mana Nathan??" tanya ayah terkejut yang ternyata mengetuk pintu kamar Iren dan kondisi Iren yang seperti habis menangis.


"Mmmm Nathan..." Iren ragu.


"Ayolahh nak.. Dimana kamar Nathan.. Ayah harus ketemu dengannya sekarang" bujuk ayah.


"Tapii ayahh.." kata Iren yang terlihat bingung.


"Apa ada sesuatu??" ayah curiga.


"Iren ga tau yah, tapi..." jawab Iren lagi.


"Tapi apa Iren..?" ayah tidak sabaran.


"Nathan sedang bersama Putri yah" kata Iren lirih.


"Apa??!! Maksud kamu mereka pergi?" tanya ayah lagi.


"Mereka di kamar Nathan ayah" Iren mulai menangis.


"Apa!! Di mana kamar Nathan cepat katakan nak.." paksa ayah.


Iren menunjukkan kamar Nathan yang hanya berjarak 1 kamar dari kamar Iren.


Duar...duar...duar..


Ayah Nathan kencang menggedor pintu Nathan.


"Nathan!!! Keluar kamu!!!" teriak ayah.


Putri gelagapan mendengar gedoran pintu itu.. Putri panik dan kebingungan harus berbuat apa..


"Haduuuh gimana inii... Belum juga selesai. Ini kenapa ayah Nathan sampe kesini si" kata Putri kebingungan.


Perlahan kesadaran Nathan mulai kembali. Kepala Nathan terasa berat.


Dorr...dor...dor...


"Nathan!! Buka cepat pintunya!!" suara ayah.


"Ayah??" Nathan terkejut dan tambah terkejut saat melihat ada Putri di sana.


Tambah terkejut lagi dengan ke adaan dirinya yang bertelanjang dada dengan celana hampir terbuka.


"Apa yang loe lakukan haaahhh!!! Loe jebak gue!!!" Nathan murka..


"Ti..tidak Nathan.. Gue ga nglakuain apa apa Than, loe tadi pinsan.. Gue cu..cuma mau bantuin Loe aja." kilah Putri.


Nathan menyalakan lampunya, dan merapikan bajunya lalu membuka pintu kamarnya


"Nathan!!! Apa yang kamu lakukan?" tanya ayah nyelonong masuk saat pintu terbuka..


"Kenapa ada Putri di sini.. Apa yang sedang kalian lakukan!" tanya ayah Nathan yang mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


Iren melihat ada Putri di dalam langsung pergi meninggalkan tempat itu dan masuk ke kamarnya dan diikuti oleh Ririn.

__ADS_1


"Iren.. Ren.. Tunggu aku bisa jelasin" panggil Nathan..


"Tunggu Nathan... Jelasin dulu apa yang terjadi!! " kata ayah dengan wajah yang menahan emosi karena dia tau putranya di jebak oleh putri temannya ini.


"Nathan bingung harus jelasin nya bagaimana ayah.. Nathan tidak sadarkan diri.." Nathan menundukkan kepalanya.


"Kamu Putri, lebih baik kamu kembali ke kamarmu jangan coba coba kabur atau papamu akan om buat bangkrut.. Besok pagi kalian berdua ikut ayah pulang.. Kita bicarakan di rumah." kata ayah karena tidak dengan penghuni kost yang sudah berkerumun.


"Ba..baik om" kata Putri mengambil tasnya.


Putri pun keluar kamar Nathan dengan wajah pucatnya. Ayah dan Nathan masuk ke kamar.


"Maaf ya anak anak om sudah buat kegaduhan... Tolong kalian kembali ke kamar masing masing ya.. Sekali lagi maaf sudah mengganggu ketenangan kalian" kata ayah dihadapan penghuni kost yang lain.


"Nathan, kenapa bisa menjadi seperti ini?? Bagaimana bisa kamu melindungi Iren jika melindungi dirimu sendiri saja kamu tidak mampu" ucap ayah.


"Nathan tidak bersalah ayah.. Nathan di cebak" kata Nathan.


"Ayah tau.. Tapi ayah butuh bukti" jawab ayah.


"kita ke kafe yang tadi Nathan dan Putri bersama, siapa tau jam segini masih buka.. Nathan harus minta rekaman dari cctv di sana" kata Nathan.


Ayah dan Nathan pun pergi menuju ke kafe tersebut untuk mendapatkan bukti..


#####


"Ren... Loe gapapa??" tanya Ririn, Iren hanya menggelengkan kepalanya.


"Gue tau loe sakit.. Nangis aja.. Tapi jangan lama lama.. Gue yakin Nathan ga bakalan mungkin nglakuain hal kaya gitu" kata Ririn sambil mengelus punggung Iren.


"Tapi yang gue lihat gitu adanya Rin" jawab Iren sesenggukan.


"Ren, kalau memang Nathan tipe laki laki kaya gitu.. Mungkin waktu loe tertidur di mobil ingetkan.. Pasti dia dah manfaatin kesempatan itu waktu gue ninggalin loe mandi.. Trus waktu di rumah loe.. Pasti dia juga dah nyari nyari kesempatan juga.. Tapi nyatanya apa?? Dia masih berlaku sopan kan sama loe" Ririn mencoba mengingatkan Iren.


Iren hanya terdiam, dia mencoba mengingat semuanya.


"Gue pengen istirahat ya Rin maaf bukannya gue mau ngusir loe" kata Iren lirih.


"Iya gapapa gue ngerti.. Ya udah loe istirahat dulu.. Gue balik ke kamar ya.. Kalo ada apa apa panggil gue." kata Ririn sambil menepuk pundak Iren pelan.


Iren hanya mengangguk dan Ririn keluar kamar lalu menutup pintu. Iren pun bangkit berdiri mengunci pintunya.


######


Malam berganti pagi.. Iren sudah bersiap siap.. Dengan wajah yang sembab bekas menangis semalam, Iren sudah rapih. Iren keluar kamar, di sana ada Ririn yang baru saja keluar dari kamarnya juga.


"Pagi pagi dah mau berangkat Ren??" tanya Ririn.


"Iya.. Gue ada perlu sebentar.. Gue duluana ya" kata Iren dengan wajah sedihnya.


"Hati hati ya.." kata Ririn.


"Makasih ya.. Loe dah jadi temen terbaik gue" Iren tiba tiba meluk Ririn.


"Loe ngomong apa si Ren. Jangan aneh aneh deh.." jawab Ririn.


Iren hanya tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Ririn. Ririn merasa aneh dengan sikap Iren pagi itu.

__ADS_1


"Semoga tidak terjadi napa apa sama Iren. Perasaan gue jadi ga enak" kata Ririn.


__ADS_2