
Dengan air mata terus mengalir, Iren terpaksa mengikuti kemauan Yosep. Para pelayan wanita membantunya memakaikan gaun pengantin yang sudah disiapkan. Gaun kebaya berwarna putih dengan ekor panjang menjuntai kebelakang dengan bawahan kain batik. Pas melekat di tubuh Iren.
Meski dia tidak berias, dengan wajah penuh kesedihan, tapi Iren tetap saja masih terlihat cantik. Meski air matanya tidak juga berhenti mengalir keluar dari mata indahnya itu.
Para perias hanya menyanggul rambut Iren secara sederhana dan menambah penjepit rambut pesta berbahan alloy dengan motif daun mutiara yang berwarna silver.
"Cepat, bawa dia keluar!!! Tuan sudah menunggu!" perintah Dika.
#####
"Tuan, itu pulaunya.." teriak Rio.
Ayah dan yang lainnya yang sedang duduk di belakang Rio langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Rio.
Rio segera mencari posisi yang pas untuk menepikan kapal tersebut. Di pinggir sebuah tebing perlahan Rio memposisikan kapalnya. Rio sangat berhati hati ketika menepikan kapalnya karena takut akan karam terkena batu karang di sekitarnya.
"Kita tidak mungkin merubah wujud kita, mereka pasti akan mampu mengetahui kedatangan kita" kata Nathan.
"Saya akan coba naik ke atas tuan, memastikan jika aman" kata Rio.
"Baiklah.. Kamu berhati hatilah." jawab ayah.
Rio merubah wujudnya dan dengan lihai dia naik ke atas. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Rio dapat naik ke atas. Di atas, Rio tampak mengamati sekitar.
Rio menatap ke arah kapal, dan Nathan mencoba membacanya.
"Apa yang dia katakan?" tanya kakek.
"Sebenarnya di atas aman, tapi dia akan memastikannya terlebih dahulu." jawab Nathan.
Rio dengan cepat mencoba melihat sekitar, disaat terasa aman dia buru buru memberi kode kepada ayah dan yang lainnya.
Tidak butuh lama untuk mereka dapat naik. Setelah semua berkumpul, mereka langsung mengikuti langkah Rio. Mereka perlahan mendekati sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun berlantai dua. Mereka berjongkok bersembunyi di sebuah semak semak yang dapat menutupi mereka.
"Tuan, di bagian depan banyak penjagaan mungkin akan ada sebuah acara" kata Rio.
"Aku akan periksa.." kata Nathan.
"Tunggu dulu Nathan.. Lebih baik kita berpencar. Arya, kamu temani Nathan.. Ayah dengan Rio dan papa dengan anak buah papa" kata Ayah.
"Baiklah" jawab mereka kompak.
"Aku akan periksa ke lantai dua" kata ayah.
"Baiklah, aku akan langsung ke depan untuk mengambil alih mereka." kata kakek.
Merekapun berpisah. Kakek pun merubah wujudnya menjadi harimau putih. Kakek dan beberapa anak buahnya muncul dihadapan anak buah Yosep.
Melihat kemunculan harimau putih di hadapan mereka, membuat mereka terkejut dan mereka langsung bersiaga..
Kakek berdiri paling depan berjalan mendekati mereka. Sedangkan para anak buah Yosep mulai menyeringai siap untuk menyerang.
__ADS_1
"Di mana tuanmu?? Katakan kepada dia, Alexander ingin bertemu dengan dia" kata kakek setelah merubah dirinya kembali menjadi manusia.
Salah satu anak buah Yosep melapor ke dalam dan mendekati Danu lalu berbisik.
"Kembalilah keluar." perintah Danu.
Danu lalu menghampiri Yosep yang tengah berbincang dengan seseorang yang nantinya akan menikahkan mereka.
"Maaf tuan, Alexander berada di depan ingin bertemu dengan anda" kata Danu.
"Apa??? Kenapa dia bisa sampai di sini?? Bersama siapa dia kesini??" tanya Yosep.
"Hanya dengan beberapa anak buahnya tuan" jawab Danu.
"Kenapa mereka bisa lolos??" pikir Yosep.
"Gawat!!! Cepat perketat penjagaan, terutama gadis itu cepat bawa kemari!" perintah Yosep mulai emosi.
"Wahyu!!!" teriak Yosep.
"Saya tuan.." jawab Wahyu.
"Ulur waktu mereka sekarang!!!" perintah Yosep.
"Tuan, segera nikahkan saya sekarang" kata Yosep.
"Baik tuan" jawba pria tersebut.
"Tuan tidak dapat menemui kalian!" jawab Wahyu.
Beberapa anak buah Yosep sudah berkumpul di sana, mencoba menghalangi jalan masuk didepan pintu agar kakek agar tidak dapat masuk ke dalam.
"Ternyata tuan kalian hanyalah seorang pengecut!!!" kata kakek.
"Tuan sedang sibuk.. Sekarang apa mau kalian!! Katakanlah dan segera pergi dari sini!!" kata wahyu lagi.
"Saya ingin nyawa tuan kalian" kata kakek.
Kakek langsung merubah wujudnya menjadi harimau dan langsung menyerang anak buah Yosep. Mereka saling menggeram juga saling bertukar cakaran.
Suasana di luar menjadi sangat gaduh, pergulatan tidak dapat dihindari.
#####
Di lantai dua, Danu bergegas menuju ke kamar Iren.
"Ayo cepat sekarang" kata Danu ke Dika.
Dika langsung menyeret Iren yang terlihat begitu lamban berjalan. Iren berusaha lepas dari genggaman Dika sambil terus menangis..
"Lepasin!!!" Iren berusaha menepis tangannya yang di genggam Dika.
__ADS_1
Diluar, ayah dan Rio tengah mengamati situasi di atas.
"Tuan, lihat" tunjuk Rio.
"Kurang lebih ada 4 yang berjaga di atas.. Apa kamu siap Rio??" tanya ayah.
"Siap tuan" angguk Rio.
Mereka merubah wujud mereka dan langsung naik keatas. Kedatangan mereka membuat anak buah Yosep terkejut.
Ayah langsung memberikan cakarannya ke pada salah satu anak buah Yosep, dan membuatnya mundur mengaum kesakitan. Melihat itu, ayah langsung mengarahkan gigi taringnya yang tajam ke area leher dan langsung menggigitnya hingga musuh tewas.
Rio pun melakukan hal yang sama kepada kawanannya dulu.
"Rio!! Loe penghianat!!!" kata mantan kawanannya itu yang bernama Ali.
Ali mencoba melompat dan memberikan cakarannya ke Ri, namun Rio dapat menghindarinya dan membalas dengan tendangan ke arah perut hingga Ali terlempar keluar dan terjatuh ke tanah.
Lalu Rio menangkis kembali serangan berikutnya dan membalas dengan cakarannya dan mengigit telinga anak buah Yoseo hingga terputus.
Sedang ayah, tidak menbutuhkan waktu yang lama dapat membunuh dua anak buah Yosep.
Iren menoleh ke arah balkon dan melihat ayah yang tengah mematahkan leher lawan.
"Ayah!!! Ayah!!! Tolong Iren!!" teriak Iren..
Mendengar teriakan Iren, ayah langsung menoleh dan mencoba menolong Iren..
Sigap Dika memeluk Iren dari belakang dan memasang cakarnya di leher Iren.
"Jangan coba coba mendekatinya, atau dia akan tewas!!" ancam Dika.
Ayau merubah wujudnya menjadi manusia.
"Rio!!! Loe pengkhianat!!!" teriak Danu.
"Yaa gue memang berkhianat, karena kalian selalu merendahkan gue!!! Berbeda dengan tuan Arthur yang menghargai gue meski gue hampir menyelakai nyawanya" kata Rio yang hendak maju namun ditahan ayah.
"Ayah... Iren mohon, tolongin Iren yah... Nathan ayah dimana Nathan ayah..." isak tangis Iren.
"Nathan baik baik saja nak.. Kamu tenang ya.." bujuk ayah.
"Aku tidak mau menikah dengan Yosep yah.. Tolongin Iren yah" Iren terus mengulurkan tangannya ke ayah.
"Diam!!!" kata Dika menyeret Iren menuruni anak tangga.
"Jangan coba coba mendekatinya!!!" ancam Danu lagi.
"Lepasinn gue!!! Ayahhh!!!" Iren meronta ronta.
Dia terus membawa Iren menuju ke arah Yosep yang sudah siap di bawah. Ayah tidak bisa melakukan apapun takut terjadi sesuatu kepada Iren. Ayah hanya mengikuti arah Dika membawa Iren. Ayah yakin, Nathan yang akan mengagalkannya. Karena ayah dapat merasakan jika saat ini Nathan tengah bersembunyi menunggu waktu yang tepat.
__ADS_1