Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
kembali ke kota


__ADS_3

Malam harinya, Iren mulai membuat brownis di bantu oleh bi Marni..


"Neng... Besok neng kembali ke kota??" tanya bi Marni.


"Iya bi... Ada apa??" tanya Iren sambil menguleni adonan.


"Gapapa neng... Hati hati di sana ya... Jangan telat makan juga" jawab bi Marni.


"Iya bi tenang aja.. Kalo ada apa apa di sini bibi kabarin Iren ya" kata Iren memperingatkan.


"Iya neng... Bibi bakal kangen lagi sama neng.." bi Marni berkaca kaca..


"Bibi jangan nangis dong" kata Iren merangkul bi Marni.


"Bibi ga nangis neng hehe, bibi hanya terharu neng bisa mengenal keluarga sebaik neng" jawab bi Marni..


"Makasih juga ya bi dah mau ngerawat Iren dari kecil dan mau menyayangi Iren seperti anak sendiri.." kata Iren memeluk erat bibinya itu.


"Bi... Udah yukk.. Lanjutin bikin brownisnya" kata Iren mengendurkan pelukannya.


"Neng, mau bikin berapa loyang??" tanya bi Marni sambil memasukkan satu loyang adonan ke dalam oven.


"Kalo buat orang tuanya Nathan pantas nya kasih berapa ya bi?" tanya Iren polos.


"Waahhhh sii neng.. Mas ganteng itu pacar neng ya..." ledek bi Marni.


"Bibi iihhhh di tanyain malah gitu" jawab Iren pura pura ngambek.


"Hihihi maaf neng.. Bibi seneng aja neng udah punya pacar, jadi ada yang jagain... Lagian bibi lihat mas ganteng baik kok orangnya.. Sopan lagi.." kata bi Marni memuji Nathan.


"Bibi nih bisa aja.. Jadi gimana bi...?" tanya Iren lagi mengingatkan atas pertanyaannya yang belum mendapat jawaban.


"Satu aja neng, tapi di bikin 2lapis.. Pasti enak.." kata bi Marni.


"2lapis??" Iren bingung.


"Iya.. Nanti bibi bantu buatkan.. Sekarang siapin aja dulu bahan bahannya.. Bibi ngambil loyang nya dulu" jawab bi Marni.


Iren dan bu Marni fokus berkutat di dapur, sesekali mereka saling bercanda.. Apa lagi bi Marni lebih sering menggoda Iren. Tanpa mereka sadari, sedari tadi Nathan mengawasi mereka berdua. Ada semburat senyum di bibir Nathan.. Dia tampak senang melihat Iren yang selalu tersenyum.


#####


Pagi harinya, tepat pukul 7 mereka bertiga sudah bersiap siap untuk berangkat..


"Bi... Iren berangkat ya... Iren tadi dah ngabarin paman Rudi.. Bibi jaga kesehatan ya" kata Iren memeluk bi Marni.


"Neng hati hati ya di jalan, jaga diri di sana.. Jangan lupa makan dan istirahat cukup" kata bi Marni mewanti wanti putri majikannya itu.


"Iya bi.. Makasih ya.." kata Iren menatap bi Marni lalu masuk ke dalam mobil.


"Bi, Ririn pamit ya" kata Ririn menjabat tangan bi Marni.


"Hati hati ya neng.. Titip neng Iren" kata bi Marni.


"Siap bi... Kepantau terus sama Ririn hehehe" canda Ririn lalu masuk ke dalam mobil.


"Bi.. Nathan juga pamit ya.. Titip salam buat pak Rudi dan istrinya" kata Nathan sopan.


"Iya mas.. Masnya hati hati juga bawa mobilnya.. Kalau capek istirahat dulu tadi kue brownisnya udah bibi masukin ya mas jangan lupa di makan" kata bi Marni tersenyum..


"Trimakasih bi." Nathan menundukkan kepalanya lalu menyusul Iren dan Ririn masuk ke dalam mobil.


#####


"Dah siap??" tanya Nathan sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Sudah... Bibi sampai jumpa lagi.." kata Iren melambaikan tangannya.

__ADS_1


Bi Marni ikut melambaikan tangannya dengan mata yang berkaca kaca.


"Ren..." panggil Nathan lirih.


"Hmmmm" jawab Iren menoleh.


"Mampir ke makam papi mami kamu dulu ga??" tanya Nathan.


"Tapi ga bawa kembang" jawab Iren.


"Gapapa ga pake kembang, orang tua bilang istilahnya kita pamit dulu, kasih doa. Kan nantinya kamu bakal jarang nengok mereka" jawab Ririn menyambung.


"Hmmm ya udah deh... Bener kata Ririn.. Aku bakal lama ga nengok mereka.."jawab Iren.


Nathan melakukan mobilnya sedang sambil menikmati suasana pagi yang dingin. Iren terus mengarahkan matanya keluar jendela seakan akan belum ingin pergi meninggalkan kampung halamannya itu.


Tidak lama kemudian, mereka sudah berada di makam kedua orang tua Iren. Iren berpamitan dan mengirimkan doa untuk orang tuanya. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanannya.


"Ren, manpir dulu yuk.. Nyari yang anget anget gitu.. Dingin banget.." kata Ririn yang menggigil kedinginan.


"Masa masih dingin, ac nya udah gue kecilin padahal." kata Nathan.


"Emang loe ga ngrasa dingin apa??" kata Ririn.


"Enggak terlalu si" jawab Nathan.


"Loe Ren??" tanya Ririn.


"Dingin... Iya Than mampir dulu ke tempat makan apa gitu yang anget anget.." kata Iren.


"Wahh loe ga beres Than" kata Ririn bercanda.


"Bisa ae loe Rin.. Cari cari dulu ya.. Emang pengen apa si.."


"Apa ya... Bakso apa soto gitu.." jawab Ririn.


"Aku apa aja.." jawab Iren.


Tak berapa lama kemudian, Nathan memarkirkan mobilnya di sebuah warung.


"Nahhh di sini aja ya.. Kayaknya enak dan bersih juga tempatnya" kata Nathan..


Mereka pun turun dan menuju ke warung tersebut.


"Bu. Soto ya tiga.." pesan Nathan.


"Waahh alhamdulillah, baru buka dah ada penglaris... Iya iya mas.. Silahkan duduk.. Saya siapkan.. Minumnya mas?" jawab si penjual senang.


"Teh anget aja" jawab Nathan sambil tersenyum.


Nathan menyusul Iren dan Ririn yang sudah duduk terlebih dahulu.


"Seneng banget kayanya si penjual" bisik Ririn.


"Ya namanya ada yang mau beli pasti senenng laahhh kenapa si...?" jawab Iren.


"Ya kan aneh, kan dah biasa aja namanya juga warung" kata Ririn lagi.


"Dia baru buka.. Kita pelanggan pertamanya pagi ini" jawab Nathan akhirnya.


"Ohhhh pantes.." jawab Ririn akhirnya.


Tidak lama kemudian pesanan datang.


"Ini mas, mba pesanannya.." kata si penjual menaruh 3 mangkok soto dan 3 gelas teh hangat.


"Trimakasih ya bu" kata Iren.

__ADS_1


Si penjual hanya mengangguk tersenyum. Mereka pun mulai menikmati hidangan di depan itu.


Setelah selesai, Nathan membayar dan mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka. Selama perjalanan mereka hanya terdiam. Hingga Ririn terlelap tidur.


"Ren.." panggil Nathan lembut.


"Iya Than.." jawab Iren menoleh ke Nathan.


"Kamu ga tidur? Kalau capek tidur aja" kata Nathan.


"Aku ga ngantuk... Biar kamu ga ngerasa sendiri" jawab Iren tersenyum.


"Bisa aja kamu.. Kamu sudah ga mimpi itu lagi kan?" tanya Nathan.


"Ega... Kenapa?" tanya balik Nathan.


"Gapapa hanya memastikan saja" jawab Nathan sambil tersenyum.


"Than, boleh tanya??" kata Iren.


"Boleh... Mau nanya apa??" jawab Nathan menoleh Iren sekilas.


"Yang sejenis kamu banyak ga?" tanya Iren ragu..


"Lumayan, tapi mereka ikut kakekku.. Dan mereka juga tidak akan muncul di depan manusia dengan sembarangan.. Kenapa?" kata Nathan balik bertanya.


"Egapapa.. Lalu kenapa kamu tidak dengan kakekmu?" tanya Iren lagi.


"Nanti aku ceritakan di rumah bersama ayah ya.. Sebentara lagi temenmu bangun" kata Nathan.


Dan benar saja, tidak lama kemudian Ririn terbangun..


"Huaaammmmm belum sampe ya..." tanya Ririn dengan suara seraknya.


"Belum, masih jauh" jawab Iren.


"Melipir ke pengisian bahan bakar dong Than.. Gue pengen ke toilet nih.." kata Ririn.


"Bentar lagi, di depan ada.." jawab Nathan.


"Dari mana loe tahu?" tanya Ririn.


"Ya elaahhhh Rin, barusan kan dah ada rambunya.. Masih separo si nyawamu" ledek Iren.


"Masa si hehehehe maaf maaf.." jawab Ririn sambil garuk garuk kepalanya.


Nathan membelokkan mobilnya ke pengisian bahan bakar tersebut. Setelah Iren dan Ririn turun, Nathan memilih mengisi bahan bakarnya dahulu.


"Mas full ya" kata Nathan di depan pegawainya.


"Mulai dari nol ya mas" kata pegawai itu.


Nathan hanya mengangguk sambil mengamati setiap angka yang berputar.


Setelah membayar, Nathan memarkirkan mobilnya lalu menuju ke toilet umum.


"Tunggu di mobil aja, nihh kuncinya.." kata Nathan memberikan kunci mobilnya Ke Iren saat berpapasan.di depan toilet umum.


Iren menerima kunci tersebut dan berjalan bersama Ririn dan menunggu Nathan di dalam mobil.


**maaf jika sedikit ngawur ya..


author abis vaksin ke dua, jadi sedikit memaksakan hehehe.


terimakasih sekali yang udah vote, koment dan like.. 😘😘😘


author jadi lebih semangat..

__ADS_1


terimakasih sekali lagi atas dukungannya. ☺☺☺


semoga masih suka**..


__ADS_2