
Tidak berapa lama kemudian mereka tiba di rumah Iren. Bunda yang tengah menunggu mereka di ruang tamu pun bergegas keluar rumah ketika mendengar suara mobil memasuki halaman rumah.
Bunda berdiri di teras dengan wajah yang sumringah ketika melihat Iren dan Nathan turun dari mobil secara bersamaan.
"Ireeenn..." teriak Ririn berlari menyambut Iren.
"Ririn..." jawab Iren memeluk sahabatnya itu.
"Loe baik baik saja kan??" tanya Ririn membalas pelukan Iren.
"Ya seperti yang loe lihat" jawab Iren mengendurkan pelukannya.
"Bunda..." panggil Iren mendekati bunda.
"Putriku..." jawab bunda berkaca kaca memeluk Iren.
"Bunda jangan sedih ya.. Iren kan sudah di sini sama yang lain" kata Iren mengurqi pelukan bunda..
"Bunda hanya bersyukur melihat kalian kembali pulang" kata bunda tersenyum sambil mengusap air matanya.
"Tante.." panggil Iren.
"Kamu nihh ya, pakai acara kabur kaburan segala.. Apa setidak sabarnya kami sampai kabur begitu" gida Rosita.
"Tante..." kata Iren cemberut.
"Hahaha" semua tertawa melihat Iren bersemu merah malu digida seperti itu.
"Than, lihat tuhhh dah ga sabaran keponakan tante nihh.. Langsung aja atau bagaimana?? Tidak usah lamaran lamaran" goda Tantri.
"Tanteeeee" kata Iren lagi.
"Sudah sudah yukk masuk, kasihan Iren di goda terus" kata bunda.
Mereka pun kini tengah berkumpul di ruang tamu menunggu kedatangan Rudi.
#####
Di kantor, Rudi tengah menyelesaikan beberapa berkas yang harus dia tanda tangani.
"Wis, hari ini ada jadwal rapat??" tanya Rudi sambil sibuk memeriksa berkas dan menandatanganinya.
"Untuk hari ini tidak ada pak.." jawab Widi sekertaris Rudi.
"Baik, hari ini saya pulang lebih awal ada urusan yang harus saya selesaikan, semua urusan saya serahkan ke kamu. Dan nanti kirim laporan ke email ya" kata Rudi.
"Baik pak" jawab Widi.
"Pak, ada yang mau saya tanyakan.." kata Widi.
"Tanyakanlah" kata Rudi.
__ADS_1
"Bagaimana dengan persoalan anak magang itu pak.. Sudah beberapa hari mereka tidak masuk" tanya Widi.
"Biarkan saja, mereka sedang ijin cuti beberapa hari saja.. Mereka sudah mengatakannya ke saya secara langsung" jawab Rudi.
Rudi menyerahkan beberapa berkas yang sudah selesai dia cek dan tanda tangani ke sekertarisnya itu.
"Baik pak. Kalau begitu saya permisi" pamit Widi dan Rudi hanya mengangguk..
Setelah selesai membereskan pekerjaannya, Rudi bergegas menuju ke rumah Iren.
Hampir satu jam perjalanan Rudi menuju ke rumah Iren. Sesampainya di sana terlihat beberapa mobil terparkir di halaman rumah.
Rudi sudah memberi kabar ke putranya Galih untuk datang ke rumah Iren. Tidak berselang lama Galih pun sudah tiba.
Tok... Tok... Tok...
Rudi masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Gali. Merekapun bergabung dengan mereka yang tengah berkumpul dan saling bercanda.
"Nahhh itu dia yang ditunggu sudah datang.. Makan siang bersama dulu yukk.." kata bunda.
"Paman..." panggil Iren.
"Kamu baik baik saja kan..?" tanya Rudi tampak khawatir.
"Iren baik baik saja paman.." jawab Iren.
"Nathan, Arya dan mas Arthur.. Terimakasih ya sudah menemukan kembali Iren" kata Rudi.
"Tidak perlu berterimakasih mas.. Iren itu sudah saya anggap putri saya sendiri. Dan sebentar lagi akan benar benar menjadi putri saya.." kata ayah tersenyum.
Mereka pun menimati makan siang bersama.. sangat jelas diwajah mereka terlihat ada kebahagiaan. Beberapa keluarga menjadi satu, dan sangat terlihat keakraban tanpa ada rasa sungkan selayaknya sebuah keluarga yang lama terpisah sedang saling melepas rindu.
Setelah makan bersama selesai, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga.
"Eghmmm ngomong ngomong, berhubung kita semua sudah berkumpul. Saya mewakili dari Nathan ingin langsung menyampaikan sesuatu yang sempat tertunda" kata ayah memulai pembicaraan.
Semuapun memperhatikan ayah yang tengah berbicara.
"Ini juga permintaan sang bunda yang sepertinya sudah tidak sabaran untuk memiliki seorang putri atau bahkan seorang cucu" kata ayah tersenyum menatap bunda.
Bundapun mencubit perut ayah.
"Lihat, bahkan saya memdapatkan sebuah cubitan." kata ayah tertawa.
Semuapun ikut tertawa.
"Saya mewakili Nathan ingin bertemu dengan keluarga besar dari Iren juga pak Rudi ingin menyampaikan niatan Nathan untuk melamar Iren. Saya sebagai orang tua Nathan hanya memberikan restu kepada niatan Nathan ini. Dan sekarang kami memohon ijin dari pihak keluarga Iren." sambung ayah.
Tantripun menyerahkan ke Rudi yang sudah dia anggap pamannya..
"Terimakasih sebelumnya untuk nak Tantri, nak Rosita dan nak Iren sudah memberikan saya kepercayaan ini.. Saya serasa langsung memiliki putri 3 hari ini pak Arthur, lihatlah tatapan mereka" kata Rudi mencoba sedikit bercanda.
__ADS_1
Semuapun tersenyum mendengar kata kata Rudi meski masih terlihat ada rasa sungkan karena permasalahan istrinya.
"Saya sebagai orang tua hanya mengikuti keputusan dari Iren. Nak Iren, bagaimana?? Nak Nathan di terima tidak lamarannya??" tanya Rudi.
Iren menatap orang orang sekitarnya sebelum menjawab pertanyaan dari Rudi. Mereka terlihay berharap harap cemas menanti jawaban dari Iren.
Pelan Iren menganggukkan kepalanya.
"Saya terima" kata Iren.
Mendengar jawaban Iren semua mengucapkan rasa syukur mereka.
"Pa Arthur, Iren sudah menjawab setuju maka saya yang mewakili kakak kakak dari Iren pun merestui mereka" jawab Rudi.
Mendengar itu bunda langsung mengeluarkan sebuah cincin dan langsung menyematkannya di jari manis kanan Iren.
Iren tersenyum dan langsung memeluk bunda erat.
"Nah, acara lamaran sudah selesai.. Mau di temukan kapan?" tanya Tantri.
"Nathan.." panggil ayah.
"Nathan kapanpun siap ayah.." jawab Nathan.
"Waahhh sepertinya putramu yang satu ini sudah tidak sabar lagi... Mungkin kapok, cuma gara gara macet dia hampir kehilangan sang pujaan hati" bencanda ayah.
Semuapun kembali tertawa kecuali Iren yang tampak masih malu malu..
"Begini saja, saya mewakili Nathan bagaimana jika akad nikah kita laksanakan setelah mereka selesai ujian semester mereka. Kalau tidak salah dua bulan lagi kan Than ujian kalian.??" kata bunda.
"Iya bun.." jawab Nathan.
"Baiklah kalau begitu, kami mengikuti saja.." jawab Rudi.
"Untuk acara cukup di rumah sini saja.. Tempatnya cukup menarik untuk tema Rustic" usul bunda.
"Wahh betul juga bun.. Tema itu lagi booming saat ini" kata Ririn.
"Iya, memang benar tema Rustic saat ini sudah banyak dipilih dan banyak yang tertarik, karena tema tersebut dapat memberi kesan yang hangat bagi pesta pernikahan. Untuk menciptakan tema rustic, tema ini dapat memilih warna dan elemen dekorasi yang identik dengan campuran warna putih, pink dan pastel, motif bunga dan nuansa romantis, namun jangan lupa juga untuk tetap menonjolkan suasana country dengan dominasi unsur kayu dan vintage yang kuat yang menjadi ciri khas dari tema rustic." jelas Rosita.
"Bagaiamana Ren, loe setuju kan??" tanya Ririn.
"Saya terserah ke Nathan aja bagaimana" kata Iren menatap Nathan.
"Jika kamu suka sama tema ini, aku pasti akan menyukainya.." jawab Nathan.
"Ga usah terburu buru, kalian bisa diskusikan dahulu. Ini hanya sekedar saran dari kami" kata Tantri.
"Baiklah, lusa kita adakan pengajian bagaimana?? selain untuk lamaran ini, juga untuk Iren yang sudah kembali" Ide Rudi.
"Wah, boleh juga itu paman.." jawab Rosita.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu.. Berarti kesempatan kita untuk bersama sama masih banyak.." ucap bunda terlihat senang.
Setelah diskusi selesai, mereka memilih beristirahat dan Rudi kembali ke rumahnya.