Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
terpancing


__ADS_3

Di dalam mobil mereka berdua hanya diam, sesekali Putri melirik Nathan. Nathan tampak acuh, dia hanya fokus mengendarai mobilnya.


"Nathan.." lirih Putri.


"Put, kalo loe cuma mau bahas soal perasaan. Jawaban gue tetep sama Put. Ga akan berubah" jawab Nathan dengan sedikit tersenyum.


"Than, apa tidak ada sedikit harapan buat gue" Putri mulai menangis.


"Put, dari dulu gue ga mau nyakitin loe... Gue harap loe ngerti ya.." kata Nathan mencoba sesantai mungkin.


"Tapi gue bakal tetep usaha Than, sampai kapan pun" kata Putri tak mau begitu saja menyerah.


"Terserah kamu deh. Udah sampe.. Ayo" kata Nathan keluar dari mobilnya.


Mereka berduapun berjalan berkeliling mall. Putri mencari apa yang dia cari. Saat mereka melewati toko busana khusus pria, Putri masuk.


"Than, sini ikut gue.. Sebentar" kata Putri saat melihat sebuah kemeja yang menurutnya cocok untuk Nathan.


"Ini kan toko khusus pria?" tanya Nathan ragu.


"Yupsss memangnya kenapa?? Perempuan juga boleh beli di sini kan??" kata Putri.


Putri pun mengambil kemeja yang menarik perhatiannya..


"Than coba tolong coba kemeja ini" kata Putri menyerahkan kemeja itu.


"Ini? Kenapa aku?" tanya Nathan.


"Udah dicoba dulu ya.. Pleaseee" bujuk Putri.


Akhirnya Nathan mau tidak mau mencoba kemeja tersebut. Saat Nathan sedang masuk ke dalam ruang ganti, Putri mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang.


Beberapa saat kemudian, Nathan keluar dari ruang ganti. Putri takjub melihat ketampanan Nathan. Lalu dengan tatapan terus menjuru kepada Nathan, Putri mendekati Nathan lalu menatap Nathan dari atas sampai bawah.


"Nathan, kamu sangat cocok... Pas banget sama kamu.." Putri memuji Nathan dengan tangan yang mulai memegang tubuh Nathan seolah olah merapikan kemeja yang dikenakan Nathan.


Disaat yang bersamaan, ada seseorang yang mengambil foto adegan itu dari arah belakang Nathan. Nathan merasa aneh, lalu menyingkirkan tangan Putri tapi sayang itu sudah terlambat. Karena foto tersebut sudah tersimpan rapih di ponsel orang tersebut..


"Maaf Put, gue harus ganti" kata Nathan dingin.


"Ok.." jawab Putri santai.


Ting....


"Bagus Put, .. Loe cari cari kesempatan lagi, gue selalu stanbay." isi pesan itu.


Putri yang membaca pesan tersebut pun tersenyum. Tak berapa lama kemudian Nathan keluar dengan memegang kemeja tersebut.


"Mba, tolong yang ini di bungkus ya" kata Putri.


Nathan pergi keluar menunggu di depan toko, setelah membayar kemeja tersebut Putri menyusul Nathan.


"Nih buat loe" Putri memberikan paperbagnya ke Nathan.


"Maaf gue ga bisa terima" jawab Nathan.

__ADS_1


"Ayolahh Than kali ini aja" kata Putri memegang tangan Nathan dan lagi lagi adegan itu kembali di manfaatkna oleh sesorang.


"Anggep aja ini sebagai awal pertemanan kita ya" bujuk Putri dengan memeluk lengan Nathan daan jepret kembali adegan itu berhasil di abadikan.


"Put.. Put.. Jangan begini.." Nathan mulai merasa risih, berusaha menyingkirkan tangannya dari pelukan Putri.


"Ok.. Ok.. Gue terima.. Tapi lepaskan tangan gue" kata Nathan dingin.


Nathan semakin yakin, Putri sedang merencanakan sesuatu dengan sikapnya tadi.


"Loe dah keluarkan belanjanya?" tanya Nathan.


"Udah.. Kenapa? Tapi gue mau cari sarapan dulu laper.." lagi lagi Putri mencari cari kesempatan.


"Ya udah ayo cepat.. Makanannya di bungkus aja.. Gue lagi banyak tugas.." jawab Nathan.


"Ayok.." Putri merasa kegirangan merasa rencananya berjalan lancar.


Setelah membeli beberapa makanan untuk Putri, mereka kembali ke kost setelah membeli titipan Iren.


#####


Ting...ting...ting..


Beberapa pesan masuk ke dalam ponsel Iren. Iren yang tengah mengerjakan tugasnya langsung membuka pesan dari nomor yang tidak di kenal.


Iren sedikit melototkan matanya setelah isi pesan itu..


"Iren.. Iren... Loe terlalu PD.. Lihat tuhhh apa yang dilakukan Nathan di belakang loe.. Nathan tu cuma pura pura baik aja di depan loe. Dia cuma kasihan sama hahahaha kasihan banget si loe" isi pesan itu.


Setitik air mata melesat jatuh ke pipinya. Dada Iren terasa sesak.. Hatinya terasa perih.. Ingin rasanya dia tidak mempercayai foto foto tersebut.. Tapi hatinya tidak dapat dibohongi, rasa begitu perihhh.


Iren bangun dari duduknya lalu menuju ke kamar mandi, air matanya tidak mau berhenti..


"Ren... Ren.." suara Ririn.


"Yaa bentar, nanggung!!" teriak Iren.


Iren berusaha menenangkan dirinya, setelah terasa tenang Iren mencuci wajahnya agar lebih segar.


"Abis ngapain si loe Ren..?"tanya Ririn sambil mengunyah makanan ringannya.


"Weisstt bawa makanan nihh, bagi dong.." kata Iren berusaha menghibur diri.


"Idiiihjh kaya ga biasanya aja.. Loe jado aneh.." kata Ririn yang merasa aneh.


"Hehehe puyeng gue tugasnya susah.." jawab Iren asal..


"Nathan belum balik?" tanya Ririn kepo.


"Tau.. Belum nongol.." jawab Ireb santai.


Tak berapa lama kemudian, terdengar deruan suara mobil berhenti.


"Nahhh tu dia.. Panjang umur tuhh anak" kata Ririn.

__ADS_1


Iren hanya diam, berpura pura sibuk dengan tugasnya.


#####


"Makasih ya Than, maaf ngrepotin" kata Putri dibuat semanis mungkin.


Nathan hanya tersenyum sesaat. Setelah mengambil beberapa belanjaan Nathan sendiri, Nathan langsung menuju ke kamar Iren. Putri yang melihat itu hanya tersenyum sinis.


"Mari kita lihat, apa yang akan terjadi" batin Putri.


Putripun memilih kembali ke kamarnya dan menata semua belanjaannya.


Tok..tok..


"Ren, boleh masuk?" kata Nathan dengan tersenyum.


"Ga usah di luar aja.. Ga enak sama anak anak yang lain" jawab Iren dibuat detwnang mungkin.


Iren memutuskan untuk diam, dia ga mau membicarakannya. Dia takut hatinya akan semakin sakit.


"Kan ada gue Reb, gapapa kali masuk" jawab Ririn yang sedikit curiga dengan sikap Iren.


"Gapapa Rin, di luar aja." jawab Nathan mengalah.


Nathan memilih duduk di kursi yang ada di depan kamar Iren. Dan Iren duduk di depan Nathan.


"Nih titipan kamu.." Nathan memberikan titipan Iren.


"Makasih" jawab Iren singkat.


"Ini aku beliin cemilan, buat ngerjain tugas.. Biar ga bosen" kata Nathan lagi memberikan bungkusan berisikan beberapa makanan ringan.


"Ga usah, terimakasih.. Aku masuk dulu ya, belum selesai ngerjain tugasnya" jawab Iren lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Iren kenapa Rin?" tanya Nathan bingung.


"Ntahlah.. Loe si pake acara nganter Putri.. Cemburukan dia.." jawab Ririn.


"Tadikan gue dah ijin, dan dia dah ijinin.. Ada yang ga beres nih" jawab Nathan aneh karena dia tidak bisa membaca Iren jadi dia tidak tau apa yang sedang terjadi.


Setelah Nathan kembali ke kamarnya, Ririn mencoba masuk ke dalam kamar Iren.


"Ren, loe ada masalah sama Nathan???" tanya Ririn.


"Enggak... Emangnya kenapa??" tanya Iren pura pura.


"Sikap loe aneh sama dia.. Ada apa si??" tanya Ririn masih penasaran.


"Gue ga ada apa apa Ririn.. Gue cuma lagi fokus ngerjain tugas" jawab Iren.


"Nihh dari Nathan, tadi titip ke gue.. Gue balik ya..." kata Ririn menaruh bungkusan di tempat tidur Iren.


"Bawa aja Rin, gue lagi ga pengin" kata Iren tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.


"Gue dah dapet dari Nathan, gue balik" jawab Ririn langsung keluar dari kamar Iren.

__ADS_1


Setelah Ririn pergi, Iren kembali menghela kan nafasnya untuk meringankan rasa sesak di dadanya. Pesan itu membuat Iren tidak fokus. Dan akhirnya Iren memilih untuk tidur berharap hatinya semakin membaik setelah bangun nanti.


Nathan yang berada di kamarnya terus memikirkan perubahan sikap Iren.. Dia merasa aneh, dia merasa ini ada hubungannya dengan Putri. Karena sikap Putri pun tadi tampak berbeda.


__ADS_2