Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
insiden tempat tidur


__ADS_3

Acara pun berjalan dengan lancar, Iren dan Nathan pun bernafas lega. Apa yang mereka harapkan sesuai dengan keinginan mereka. Tamu undangan lengkap bahkan beberapa kawan lama Nathan turut hadir meski tak mendapatkan undangan dari dirinya..


Nathan menoleh ke arah sang istri, tergurat raut lelah di wajah Iren meski senyuman masih menghiasi wajahnya.


"Yank.. Kamu istirahat saja dulu.. Aku mau menemui beberapa kawan." kata Nathan berbisik..


"Apa tidak apa?" tanya Iren.


"Tidak apa apa.. Kamu sudah lelah. Ayok aku antar.." kata Nathan lagi.


Nathanpun mengantarkan Iren masuk ke dalam kamarnya, lalu membantu Iren untuk melepas gaun pengantinnya yang sebelumnya sudah menyiapkan air hangat untuk Iren mandi.


Melihat punggung putih bersih Iren terpampang jelas di depannya, reflek tangan Nathan mengelus punggung tersebut. Irenpun terlonjak kaget bercampur geli dengan apa yang Nathan lakukan.


Perlahan, Nathan mencium tengkuk Iren dan bagian telinga Iren. Tubuh Iren meremang seketika.. Belum pernah ia merasakan hal tersebut.


"Yank..." panggil Iren lirih.


"Hmmm" jawab Nathan yang masih menciumi leher Iren.


"Eghmmm bolehkah aku mandi dahulu.." ijin Iren yang hampir terbawa suasana yang Nathan ciptakan.


"Ahhhh... Maafkan aku... Baiklah, kamu mandi dan istirahat dulu ya.. Aku tinggal sebentar.." pamit Nathan.


"Iya.." kata Iren mengangguk..


Cup..


Nathan mengecup kening Iren sesaat lalu pergi keluar untuk menemui teman temannya. Nathan masih berusaha meredam rasa inginnya tersebut.


"Iren dimana?" tanya Ririn yang berpapasan di ruang tamu.


"Ada di kamar.. Ehhh Rin.. Gue boleh minta tolong ga?" tanya Nathan.


"Apa?" jawab Ririn.


"Tolong ya, bawain Iren makanan, tadi dia makan cuma sedikit.. Sekarang lagi mandi dia di kamar. Gue mau menemui temen gue dulu, kasihan jauh jauh ga gue samperin" kata Nathan minta tolong.


"Ahhh iya, ok siap.." jawab Ririn yang bergegas ke arah prasmanan untuk mengambilkan makanan untuk Iren.


Nathanpun kembali menuju ke halaman dimana rombongan teman temannya masih menunggunya.


#####


Di kamar, Iren berendam di bathup yang sudah Nathan isi dengan air hangat di campur dengan aroma terapi agar tubuhnya lebih rilex. Iren teringat apa yang terjadi barusan, teringat dengan apa yang Nathan lakukan.


"Huffff, siap ga siap gue harus siap.. Dia suami gue. Dan tadi.. Kenapa tubuhku merasakan hal yang aneh" batin Iren.


Iren menyusutkan badannya masuk ke dalam bathup hingga sebatas lehernya. Cukup lama Iren berendam hingga airnya mulai dingin. Dia pun bergegas untuk menyelesaikan ritual mandinya.


"Ren..!!" panggil Ririn.


"Ya Rin sebentar.." teriak Iren dari dalam kamar mandi.


"Gue disuruh antar makanan nih sama suami loe" kata Ririn sambil meletakkan nampan berisi beberapa makanan di atas meja.


Ceklek..


Iren keluar dari kamar mandinya sambil mengelap rambutnya yang masih terlihat basah.

__ADS_1


"Sini gue bantu.. Mana hairdryer loe?" tawar Ririn.


"Nih.." Iren memberikan hairdryer dari laci meja riasnya.


Ririnpun membantu Iren mengeringkan rambut Iren sambil mengobrol.


"Akhirnya ya Ren, semua berjalan dengan lancar.. Gue senang lihat loe bisa bersama dengan orang yang benar benar sayang sama loe" kata Ririn.


"Emangnya loe ga sayang sama gue?" tanya Iren.


"Gue sayang banget sama loe tau.." kata Ririn memeluk Iren dari belakang.


"Rin terimakasih atas segalanya ya" ucap Iren memegang tangan Ririn yang melingkar di leher Iren.


"Lor sahabat terbaik gue Ren.." kata Ririn.


"Tapi sekarang waktu loe bakal tersita, kita bakal jarang bersama lagi" kata Ririn sedih.


"Jangan bilang gitu Rin, Nathan tadi bilang sendiri. Sekalipun kita dah nikah, dia masih bebasin gue tetep jalan sama loe asal ada ijin dulu. Dan loe tau, Nathan dah beli apartemen di deket apartemen gue.. Jadi loe ga perlu pindah, loe masih bisa nempatin apartemen gue" kata Iren.


"Serius Ren?? Ahhh terimakasih.. Setidaknya gue ga selalu kesepian" kata Ririn.


"Ehhh dah yuk, loe makan dulu.. Abis itu loe istirahat.." kata Ririn mengingatkan.


"Loe ga makan sekalian?" tanya Iren.


"Gue udah.. Gue balik kamar dulu ya.. Gerah juga lama lama.. Loe jangan lupa istirahat, biar ntar malem fit" goda Ririn.


"Hissshhh apa si Rin, kaya loe tau aja.." kata Iren.


"Hahaha.. Dahh ahh gue balik kamar dulu.." pamit Ririn keluar dari kamar Iren.


#####


Ceklek..


Pelan, Nathan membuka kamar pengantin.. Terlihat Iren tertidur di tempat tidur pulas dan Nathan tersenyum melihat wajah polos Iren.


Nathan berpaling ke arah meja terdapat piring kosong, dan dia berinisiatif untuk membereskannya membawa ke dapur.


"Loh, Iren kemana?" tanya bunda yang akan masuk ke dalam kamarnya.


"Iren kecapean bun, dia lagi tidur" jawab Nathan.


"Ohh ya udah.. Kamu juga jangan lupa istirahat.." bunda mengingatkan.


"Iya bun.." jawab Nathan sambil melanjutkan tujuannya ke dapur.


Nathan sampai di dapur dan meletakkan piring piring kosong kedalam washtafel..


"Lohhh mas, kok mas yang bawa" kata bi Marni.


"Gapapa bi, bibi masih sibuk, ga enak mau minta tolong.. Ya udah, Nathan kembali ke kamar ya bi" pamit Nathan.


"Mas ga makan dulu?" tawar bi Marni.


"Terimakasih bi, Nathan sudah tadi bareng sama teman teman tadi. Bibi jangan terlalu capek ya.. Nathan permisi dulu" pamit Nathan.


"Ahh iya mas, terimakasih." jawab bi Marni.

__ADS_1


Nathanpun segera kembali ke kamarnya dan bergegas membersihkan dirinya. Setelah ritual mandinya selesai, Nathan perlahan naik ke tempat tidur dan merebahkan dirinya di samping Iren yang masih tertidur pulas.


Tok... Tok... Tok...


Mendengar suara ketukan pintu, perlahan Iren mulai terbangun dari tidurnya.


Merasa berat pada bagian perutnya, Iren melihat pada bagian perutnya dan reflek menoleh ke arah kirinya.


"Aaaaa ya Allah.." teriak Iren mendorong tubuh Nathan.


Bugh...


"Awwww... Isshh ada apa si yank.." Nathan mengusap bagian bokongnya yang mendarat di lantai.


"Ya Allah aku lupa... Maaf maaf yank.. Maaf" kata Iren yang baru menyadari jika dirinya sidah memiliki seorang suami.


Iren langsung membantu Nathan bangun.


"Maaf yank.. Sakit ya.." kata Iren menyesal.


"Dah gapapa.. Baru beberapa jam yang lalu sah, aku sudah dilupain.." jawab Nathan sedikit bercanda..


"Hehehe maaf yank.. Aku terbiasa tidur sendiri, tiba tiba bangun ada kamu.." kata Iren menjelaskan.


Tok... Tok... Tok..


"Ren.. Lo gapapakan??" teriak Ririn.


Iren tersadar jika sedari tadi ada yang mengetok pintunya.


Ceklek..


"Loe gapapakan?? Ada apa?" tanya Ririn setelah pintu dibuka oleh Iren.


"Hehehe gapapa, ehhh ada apa?" tanya Iren.


"Ohhh ya udah.. Dah waktunya makan, kalian berdua dah di tunggu sama bunda dan yang lainnya di bawah" kata Ririn.


"Ohhh ya Allah, gue terlalu lama tidur ya.. Ya udah sebentar ya.. Thanks" jawab Iren


Iren kembali masuk dan menghampiri sang suami yang terlihat masih enggan bangun dari kasurnya.


"Yank, dah ditunggu makan malam yukk, cuci muka dulu biar segera.. Atau mau mandi?" kata Iren membangunkan Nathan.


"Hmmmm aku cuci muka dulu.. Tunggu sebentar ya" jawab Nathan yang bangun dan berlalu ke kamar mandi.


Mereka berduapun bersama sama turun menuju ke meja makan, di sana terlihat semua sudah berkumpul.


"Naahh itu dia si pengantin.." goda Rosita.


"Widihhh namanya juga pengantin baru ya.. Dah pasti bakal lama di dalam kamar" goda Arya.


"Ckkk apa si loe.. Kaya tau aja.." jawab Nathan meninju lengan Arya pelan.


"Dah dah yukk, bunda sudah lapar.." kata bunda.


Semuapun memposisikan diri mereka dan mulai bergantian mengambil hidangan yang mereka inginkan.


Semua tampak bahagia.. Dua keluarga berkumpul menjadi satu. Mereka saling bersenda guarau menikmati wakti berkumpul mereka sebelum esok mereka akan kembali berpisah ke rumah mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2