
Nathan terus menggeram, Nathan mencoba mengalihkan perhatian mereka agar fokus pada dirinya. Kini posisi Nathan telah di kelilingi para tiger yang sudah siap siaga.
Mata Nathan terus mengamati sekitarnya, Nathan tau keberadaan ayahnya yang sudah tidak jauh dari posisi Iren.
Agar ayahnya leluasa membebaskan Iren, perlahan Nathan mundur untuk menggiring mereka menjauhi posisi Iren. Karena mereka terlalu fokus, mereka tidak menyadari hal tersebut.
Nathan terus menggeram seolah olah ingin menyerang dengan memasang kuda kudanya. Perlahan tapi pasti, Nathan membawa mereka berada di posisi yang menurut Nathan aman.
#####
Melihat sang putra mengambil perhatian para musuh, maka ayah memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik saat itu juga. Tampak di sana ada tiga anak buah yosep yang menjaga Iren. Bukan hal yang sulit untuk ayah. Ayah mengambil sebuah batu dan melemparnya.
"Apa itu??? Ehh loe tunggu di sini berhati hatilah!.. Dan loe ikut gue untuk mengecek" kata salah satu anak buah Yosep.
Dua orang terpancing, mereka merubah dirinya menjadi tiger untuk mengecek. Lalu ayah mengikuti kedua tiger tersebut. Ayah menyerang salah satu tiger yang berlari paling belakang dalam senyap dan melihat kawannya itu tidak menyadari, ayah kembali menyerang yang lain. Kedua anak buah itu berhasil ayah bereskan dan kembali ke posisi awal. Tanpa ragu ayah lalu muncul setelah di rasa aman.
Ghhaaaauummmm..
Ayah melompat dan menampar anak buah itu. Karena belum siap, anak buah itu terkejut dan tidak dapat mengelak.
Srreeekkkk.
"Arrghhhhhhh" teriak orang tersebut berjalan mundur sambil memegangi punggungnya.
Ayah merubah wujudnya menjadi manusia biasa. Anak buah Yosep mencoba melawan.
"Sialaannnn!! Rasakan ini!!" kata orang itu mencoba melawan ayah.
Ayah memberi tendangan pada bagian perut dan terakhir tepat pada kerongkongan, anak buah tersebut tumbang karena merasakan sesak nafas pada pukulan terakhir dari ayah. Melihat musuh tergeletak dan tidak ada tanda tanda yang akan datang, ayah segera menghampiri.
"Iren.. Nak.. Kamu baik baik saja..??" tanya ayah lembut.
"Eemmmm...eeemmmm" Iren merespon.
"Diam ya nak.. Ayah akan membuka ikatanmu." kata ayah membuka penutup kepala Iren serta lakban di mulut dan beberapa ikatan Iren.
"Ayahh... Hikssss.. Ayaahhh" Iren langsung memeluk ayah.
"Tenang ya Iren, sudah aman.." ayah membalas pelukan Iren.
"Hikksss Iren takut yah.." isak tangis Iren.
"Iren sudah aman.. Sekarang cepat, cari persembunyian.. Ayah harus membantu Nathan" bisik ayah.
"Nathan..?" Iren terkejut.
__ADS_1
"Iya.. Sekarang kamu ikut ayah.. Kamu harus bersembunyi di suatu tempat" kata ayah yang langsung merubah wujudnya kembali menjadi harimau putih.
Sebelum itu, ayah mengganti posisi Iren dengan anak buah yang tadi terkapar. Agar mereka mengira itu adalah Iren jika ada di antara mereka yang kembali.
Iren menaiki punggung ayah dan ayah segera membawa Iren ketempat yang aman.
######
"Iren sudah berada di tangan ayah. Kamu berhati hatilah" suara ayah terdengar.
Mendengar suara dari ayah, Nathan bersiap siap menyerang.
Nathan memesang kuda kuda pada kaki belakangnya untuk melompat. Melihat kuda kuda dari Nathan, Yosep pun segera memberi kode anak buahnya untuk menyerang. Pertempuran pun tak terhelakan. Nathan melawan satu persatu anak buah Yosep.
Saling mencakar, saling gigit. Nathan dengan gesit menghindar.
Salah satu dari mereka tiba tiba ada yang meloncat ke arah Nathan saat Nathan sedang menyerang yang lainnya, namun karena Nathan sigap, dia memberi cakaran yang cukup dalam pada bagian rusuk hingga di terlempar dan mengenai sebuah pohon dan langsung pinsan. Melihat ada kesempatan itu, Yosep menyerang Nathan dengan menyeruduk Nathan hingga Nathan terpental dan terbentur pohon besar.
Nathan merasakan sakit pada bagian punggungnya, dia mencoba bangun namun Yosep dengan cepat memberikan tamparan pada Nathan hingga Nathan kembali terjatuh..
Yosep memamerkan gigi taringnya dan hendak menggigit bagian leher Nathan.
Ghhhaaaauuummmmm...
Ayah melompat dan memberikan gigitan pada bagian punggung Yosep.
Ghaummmm
"Apa apaan ini!!!" teriak Yosep setelah lepas dari gigitan ayah.
Ayah merubah wujudnya menjadi manusia lalu melirik Nathan yang masih terdiam untuk mengumpulkan kembali tenaganya.
"Heeiii bocah, gue dah katakan sama loe agar datang sendiri!! Tapi berhubung loe bawa ayah lo.. Berarti bersiap siaplah loe kehilangan gadis itu hahahaha" tawa Yosep di sela sela kesakitannya.
"Heiii loe, cepat bawa kemari gadis itu!!x teriak Yosep yang belum menyadari.
"Bukannya saya yang anda cari??" kata ayah santai.
"Yaaa gue memang cari elo, tapi itu dulu sebelum gue tau loe dah punya anak loe itu. Tapi sekarang gue ga butuh loe, karena kelemahan alexander ada pada dia hahaha" jawab Yosep dengan percaya dirinya.
"Kami sudah lama tidak berhubungan dengan ayahku.. Lalu kenapa anda bisa yakin putraku adalah kelemahan ayahku???" tanya ayah.
"Hahahahaha ternyata hubungan kalian benar benar sudah retak. Bahkan ayahnya sendiri sudah sejak lama mengawasi dan mempersiapkan sebuah wilayah untuk cucunya tidak tau." Yosep merasa heran dengan ketidak tahuannya ayah Nathan akan hal ini.
"Bosss ini gadisnya" kata anak buahnya yang tiba menggendong tubuh yang dikira masih Iren.
Nathan bangkit berdiri dan mendekati sang ayah. Dan sang ayah hanya mengelus anak harimaunya itu.
__ADS_1
"Lihat Nathan apa yang akan gue lakukan pada gadis loe ini karena loe susah melanggar perjanjian kita hahahahah" kata Yosep yang mengangkat tinggi tinggi tubuh itu.
"Apa anda yakin itu masih orang yang sama?" tanya ayah Nathan.
"Apa maksud loe??" Yosep terkejut lalu menurunkan tubuh itu..
"Coba cek lagi siapa dia.." kata ayah lagi yang kini mulai merubah wujudnya menjadi harimau untuk mempersiapkan dirinya.
Dan saat Yosep membuka penutup kepala itu dan dia sangat terkejut akan apa yang dia lihat.
"Aa..aaapaa!! Grrrr siaalann!!" teriak Yosep.
Yoseo berlari sambil merubah wujudnya ke arah Nathan dan ayah Marah. Nathan mennggeser posisi ayahnya. Disaat posisi Yosep dekat pada dirinya, Nathan dengan tenaga penuh menampar Yosep hingga dia terpental jatuh membentur pohon dengan sangat kencang.
"Arrrggghhhh" teriak Yosep.
Yosep tertatih untuk bangun. Nathan mendekati Yosep dan mendorong Yosep pada bagian lehernya dengan menancapkan cakar tajamnya.
"Gue ingetin lagi sama loe. Jangan lagi mengusik kehidupan orang orang yang berhubungan dengan gue.. Paham loe!!" kata Nathan semakin mengeratkan cakarnya.
Lalu Nathan melepas Yosep dan Yosep pun terjatuh lemas. Nathan melirik sang ayah dan memberi kode untuk segera pergi dari sini.
"Aargghhhh sial sial... Kalian semua bodoh!!! menjaga satu orang perempuan saja tidak becus!!! Kalian memang benar benar tidak bisa di andalkan!" Yosep marah dengan kegagalannya kali ini.
#####
"Ayah, di mana Iren??" tanya Nathan.
"Dia aman nak.. Ayo jemput dia sekarang." kata ayah mulai berlari dan di susul Nathan
Tidak membutuhkan waktu lama, mereka berdua tiba di sebuah gua yang cukup tersembunyi.
"Ayah, bagaimana bisa ayah mengetahui lokasi ini??" tanya Nathan yang tidak mengetahui ada sebuah gua di hutan ini.
"Sebenarnya ayah tidak sengaja menemukan gua ini. Cepat jemput Iren, ayah berjaga di sini." kata ayah.
Lalu Nathan merubah wujudnya ke manusia, dia berjalan memasuki gua tersebut.
"Iren..." panggil Nathan.
"Nathan.." Iren terkejut dan langsung berlari menghampiri Nathan.
Nathan langsung memeluk tubuh Iren yang bergetar, Nathan tau jika saat ini Iren dalam ke adaan syok.
"Iren.. kamu baik baik saja?" tanya Nathan menangkup kedua pipi Iren.
"Aku takut Than" jawab Iren mulai menangis.
__ADS_1
"Ayo kita segera pulang.. Bunda sudah menunggumu di rumah" kata Nathan lembut.
Nathan dan ayahpun kembali ke rumah dengan Iren menaiki punggung Nathan. Selama dalam perjalanan, mereka tetap terus waspada, khawatir klan Tiger mengejar mereka.