Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
Arya


__ADS_3

Plakkk...


"Go***k!!! Kenapa loe malah mau memp****sa dia haaahh... Sekarang rencana kita berantakan semua.. Arrggghhhhh!!!" kata Yosep frustasi..


"Ma..maf bos... Sa..saya kelepasan waktu itu" jawab Peter memegangi pipinya.


"Kelepasan atau loe jatuh cinta haaahhh!!!" bidik Yosep.


Peter hanya terdiam, apa yang di katakan bosnya benar adanya.


"Gue ga mau tau, loe masih tetap di sana dan segera susun rencana baru.. PAHAM!!!" bentak Yosep.


"Ba..baik bos" jawab Peter yang langsung pergi meninggalkan markas.


"Alexander... Ternyata tidak mudah menghadapi cucumu itu.." kata Yosep berdiri di depan jendela kamarnya.


#####


Tok... Tok... Tok..


"Hemm masuk" kata Alexander.


"Tuan, tuan Arya ingin bertemu dengan anda" kata salah satu anak buahnya Bagas.


"Suruh dia masuk" jawab Alexander dingin.


"Ada apa kek memanggilku" jawab Arya.


"Bagaimana penyamaranmu??" tanya Alexander.


"Semua masih bisa aku kendalikan kek" jawab Arya.


"Lalu bagaimana saudara sepupumu Nathan" tanya Alexander lagi.


"Kek, kenapa kakek tidak mau menerima kembali paman Arthur kek" tanya Arya.


"Arya, ingat saat kakek mengirimu ke Jakarta??" tanya kakek.


Flashback on.


Kakek tengah melamun di kamarnya, memikirkan putra bungsunya yang begitu saja pergi meninggalkannya hanya demi seorang perempuan manusia biasa hanya untuk mengejar yang namanya cinta.


Kakek bukannya benci terhadap manusia, namun dia takut identitasnya akan diketahui oleh manusia biasa yang akan menimbulkan masalah besar mengingat sifat manusia yang tamak secara umum.


Bertahun tahun kakek tidak berjumpa bahkan mengobrol seperti dahulupun sudah tidak pernah, terblesit rasa rindu terhadap putranya itu.


Tok...tok...tok


"Masuk" jawab kakek.


"Tuan.. Saya mendapatkan informasi jika minggu depan tuan Arthur akan pindah ke Jakarta tuan.." kata Bagus kaki tangan Alexander.


"Panggilkan saya Arya" perintah kakek.


"Baik tuan" Bagus bergegas keluar dari kamar kakek.


Tidak lama kemudian Arya datang menemui kakeknya.


"Ada apa kakek.." tanya Arya.


"Arya.. Kamu ingin berjumpa dengan sepupumu kan??" tanya kakek.


"Jelas dong kek.. Aku kesepian di sini, aku hanya bisa bermain dengan anak buah kakek yang selalu mengalah dengan ku jika aku ajak bertanding" jawab Arya.


"Minggu depan sepupumu akan pindah ke Jakarta.. Berpura puralah kamu menjadi manusia biasa dan jadikan dia teman dekatmu. Dengan kemampuanmu berkamuflase, kakek rasa Nathan tidak akan mudah mengetahui siapa kamu" kata kakek.


"Apa kakek tau tepatnya di mana mereka akan pindah.. Jakarta luas kakek" jawab Arya.


"Ini kakek sudah mendapatkan tujuan mereka" kakek memeberikan secarik kertas ke Arya.


Flashback off

__ADS_1


"Ya aku ingat kek" jawab Arya.


"Saat itu kakek sudah pernah mengirim sesorang untuk menemui Arthur, tapi dia menolaknya.. Juga pada saat di Bandung kakek sudah pernah mencoba membawa pulang Nathan, tapi kakek gagal membawa pulang.. Bahkan dia mengatakan jika kakek hanya ingin mengajaknya untuk bergabung dalam peluasan wilayah. Selama ini kakek sudah tidak melakukan itu lagi, kakek hanya ingin kalian berkumpul di sini" jawab Kakek suram.


"Lalu tujuan kakek kembali mengirimku untuk mendekati Nathan??" tanya Arya.


"Kakek hanya ingin memastikan pamanmu dan Nathan selamat.. Dan kakek takut kehilangan mereka. Hanya denganmu mereka tidak curiga. Maafkan kakek yang terus mengirimmu Arya.. Bukannya kakek tidak menyayangimu, hanya kalian yang kakek miliki sekarang ini.." jawab kakek.


"Tidak masalah kek.. Aku senang bisa dekat dengan Nathan. Dan kakek tau tidak.. Cucumu itu sedang jatuh cinta.. Asal kakek tau, gadis yang dicintai Nathan bukanlah sembarangan gadis kek.. Dia manusia spesial kek.. Sayangnya kemaren gadis itu Arya lihat bersama klan tiger, entah di paksa atau bagaimana Arya tidak tau.." kata Arya.


"Apa?? Klan tiger??? Mereka pasti ingin membalas dendam kepada kakek melalui Nathan atau Arthur. Arya, kakek mohon pastikan Nathan ataupun Arthur jangan sampai terpancing oleh mereka.. Kakek percaya kepadamu nak." kata kakek.


"Baik kakek.. Arya pastikan mereka akan selalu aman.." jawab Arya.


"Jangan sampai penyamaranmu terbongkar Arya.. Apalagi sampai klan Tiger tau, kamu pasti akan menjadi incaran mereka juga.." pesan kakek.


"Arya usahakan kakek.. Arya permisi kek" kata Arya berpamitan.


"Hati hatilah Arya, kabari jika ada sesuatu hal yang penting" pesan kakek lagi.


"Baik kek" Arya pun pergi meninggalkan kediaman Alexander.


######


"Ren..." panggil Nathan saat melihat Iren keluar dari kamar Ririn.


"Ya.." Iren menoleh.


"Kemaren aku nemuin orang yang mau benerin pintu.. Aku lupa mau nanya, itu pintu diperbaikin dah ga bisa. Kalau mau di ganti mau model yang sama atau ganti model" tanya Nathan..


"Yang sama aja deh.." jawab Iren.


"Ya udah, aku kabarin ke tukangnya" jawab Nathan.


Nathan oun mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke tukang untuk memberikan informasi tersebut.


"Mumpung liburan, ikut aku ke bengkel mau ga??" tanya Nathan.


"Yaaa jadi mandor gitu sekali kali, ajak Ririn biar ga bosen.. Sekalian nyuci mobilmu, kita ambil dulu" bujuk Nathan.


"Hmmmm boleh deh.. Aku bangunin Ririn dulu ya.. Masih molor dia.." jawab Iren.


"Ok.. Ga usah buru buru.. Nanti kita cari sarapan dulu, sekalian beliin buat Arya." jawab Nathan.


Iren hanya mengangguk dan mereka kembali masuk ke kamar mereka masing masing.


#####


Di dalam kamar Ririn, Iren berusaha membangunkan Ririn.


"Rin.. Bangun... Dah siang.." kata Iren menggoyang goyangkan badan Ririn.


"Eghmmmmm hari libur Ren.. Nanti aja ahh masih ngantuk" jawab Ririn mengubah posisinya.


"Kata siapa ini libur, gue aja dah mau berangkat nih.. Katanya loe ada kelas pagi, dah jam 8 nih.. Mau bareng ga??" kata Iren membohongi Ririn.


"Haaahhhh serius loe.. Haduhh... Haduhh.. Mampus gue" kata Ririn kelimpungan yang langsung bangun dan langsung menuju kamar mandi.


Iren yang berhasil mengerjai Ririn pun hanya menahan tawa melihat temannya itu kelimpungan ga jelas.


Setelah Ririn selesai mandi, dia masih belum sadar jika telahndi kerjai Iren.


"Lohhh Ren, kok loe masih pake piama?? Katanya mau berangkat ke kampus" tanya Ririn bingung.


"Buahahahahaha... Enak juga ya ternyata ngerjain temen.. Hahahahaha" Iren tertawa..


"Maksud loe??" tanya Ririn.


"Coba cek di ponsel loe" kata Iren.


Ririnpun mengikuti arahan Iren untuk membuka ponselnya.

__ADS_1


"Coba lihat pada tanggal" perintah Iren.


"Whattt!! Ireeeennn!!! Loe jahaaatt ngerjain gue!!" kata Ririn melempar handuk ke arah Iren namun Iren sudah berhasil kabur keluar kamar.


"Maaf ya sayonggg, sekali kali gue kerjain loe.. Hahahaha" kata Iren kegirangan..


"Puass loe ya..." Ririn mengambil lagi handuknya.


"Rin, bentar lagi Nathan mau ngajak jalan.. Ikut ya.. Kita sekalian sarapan bareng.." kata Iren kembali masuk.


"Ogaahhh gue cuma jadi obat nyamuk" jawab Ririn sewot.


"Kata siapa.., Nathan tuhh mau ngajak ke bengkelnya Arya.. Sekalian gue mau nyuci mobil" jelas Iren.


"Hmmm gimana yaa..." Ririn berpura pura mikir.


"Nanti gue traktir belanja ke mall.." bujuk Iren.


"Hmmmm boleh kalo itu maahhh" kata Ririn kegirangan.


"Huuu dasar matre.." kata Iren yang langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.


Tidak lama kemudian Iren selesai mandi dan sudah berganti pakaian di dalam kamar mandi.


"Ren.. Rin... Dah siap??" panggil Nathan.


"Ehhh Than, kalau gue udah.. Ga tau Iren." jawab Ririn.


"Dah kok yuukkk" jawab Iren.


Mereka bertiga pun berangkat, dan pergi membeli sarapan 4 porsi lalu mampir ke apartemen Iren untuk mengambil mobil Iren.


Tidak berapa lama kemudian mereka tiba di bengkel Arya.


"Bud, Arya ada??" tanya Nathan.


"Oohh mas Nathan, mas Aryanya lagi keluar dari tadi pagi mas.. Ada apa mas??" tanya Budi salah satu pegawai Arya.


"Ohhh tidak, gue cuma pengen ketemu aja.. Kira kira lama ga??" tanya Nathan.


"Kurang tau deh mas, tapi dah dari tadi kok.. Mungkin sebentar lagi sampai" kata Budi.


"Ohh ya, tolong sekalian cuciin nih mobil dua duanya ya" pinta Nathan.


"Siaapp mas.. Bentar ya, tanggung nihh" jawab Budi.


"Sanatai aja, gue sekalian tunggu Arya." jawab Nathan.


Mereka bertiga lalu masuk ke area tunggu pelanggan yang ada tempat mejanya.


Tidak terlalu lama Arya pun tiba.


"Haiii broo, tumben nihh" jawab Arya.


"Abis dari mana loe??" tanya Nathan.


"Biasa nambahin stok stok sperpart yang dah mau abis. Rame rame nih" jawab Arya melihat ada Iren dan Ririn.


"Iya.. Kita sarapan bareng yukk.." ajak Nathan.


"Waahh kebetulan banget nihh ayok.." jawab Arya sambil membawa beberapa kardus dan menaruhnya di dalam.


"Bud... Loe dan yang lainnya dah sarapan belum?? Gabung sarapan yuukkk" teriak Nathan.


"Udah mas, silahkan masnya aja" jawab Budi.


"Ya udah gue pinjem Aryanya dulu ya" kata Nathan lagi.


"Ya mas" jawab Budi yang langsung melanjutkan Pekerjaannya.


Mereka berempat pun sarapan bersama dalam diam.

__ADS_1


__ADS_2