
Iren mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun saat mengendarainya Iren tengah melamun.
Bahkan saat melewati lampu lalu lintas telah berganti merah pun Iren tidak menyadari.
Tiiiinnnnnnnn...
Suara klaskson mobil dari arah samping cukup membuat Iren terkejut dan..
Brakkkk....
Iren menabrak trotoar. Irenpun keluar mobil dan melihat bamper mobilnya.. Tidak terlalu parah, hanya penyok sedikit dan bekas goresan.
Iren memegangi kepalanya, dia merasa pening. Orang orang pun menghampiri Iren.
"Mbaknya tidak apa apa?? Tidak ada yang luka?" tanya salah satu pemuda.
"Tidak apa apa mas" jawab Iren.
"Irenn..." panggil Arya yang menyadari ternyata Iren.
"Loe gapapa.. Gue pikir tadi siapa seenaknya aja main selonong.. Untung ga ketabrak gue tadi.." kata Arya lagi.
"Mas Arya.. Gue gapapa mas.. Cuma oenyok aja bagian bampernya ini" jawab Iren.
"Bawa ke bengkel gue aja, gue benerin.." tawar Arya.
"Kira kira kelar nya lama ga" tanya Iren.
Lalu Arya mengecek kondisinya.
"Penyoknya si ga terlalu parah.. Cuma bekas goresannya aja itu yang lumayan. Paling cepet besok jadi" jawab Arya.
"Haduuuhhh.. Gue mau ke luar kota hari ini. Gimana ya.. Gini aja.. Gue ngelarin urusan gue dulu.. Nanti setelah kelar gue ke bengkel maa Arya" kata Iren..
"Kalo ga pake mobil gue aja dulu gapapa" tawar Arya.
"Aahhh ga usah.. Nanti gue bisa pake taxsi online aja.. Mobil biar di bengkel mas Arya.. Ya udah mas saya ke kampus dulu sebentar, baru nanti ke bengkel mas." jawab Iren.
"Ohhh ya udah... Hari ini saya stay di bengkel kok.." jawab Arya..
"Makasih ya mas.. Sampai ketemu nanti" Iren kembali masuk ke dalam mobilnya.
Iren menuju ke kampusnya dan segera mengurus ijin cutinya sebelum ada yang melihat dirinya.
Setelah semua kelar, Iren menuju ke gerai yang kemaren dia datangi bersama Ririn.
"Pagi mba... Saya Iren yang kemaren meminta pengaktifan kembali kartu perdana." sapa Iren kepada petugas..
"Ohh ya, tunggu sebentar ya mba saya ambilkan dulu" jawab petugas tersebut.
Tidak terlalu lama Iren menunggu di sana. Lalu namanya di panggil oleh petugas.
"Mba Irenn..." panggil petugas.
"Ya saya.." jawab Iren lalu mendekat.
"Ini kartu perdananya mba.. Dan ini biayanya" petugas tersebut memberikan perdana Iren dan sebuah nota.
Iren melihat isi nota tersebut lalu mengambil beberapa lembar uang di dalam dompetnya.
"Pas ya mba.. Terimakasih" kata petugas itu.
Iren hanya tersenyum dan mengangguk. Iren kembali menuju ke mobil. Di dalam mobil, iren memasang perdana tersebut ke ponsel lamanya lalu mengaktifkannya.
__ADS_1
Lalu setelah aktif, Iren mengambil kartu nama milik Arya.
"Hallo mas Arya.. Ini saya Iren.. Saya ingin ke bengkel mas Arya.. Minta tolong di share lock ya" isi pesan Iren.
Ting....
Pesan dari Arya.. Setelah mendapat lokasinya, Iren langsung menuju ke sana.
Kurang lebih 30 menit Iren menuju ke bengkel Arya. Dan di sana terlihat Arya sedang memperbaiki salah satu mobil.
Tin...
Iren membunyikan klakson.. Arya menoleh dan berdiri. Setelah melihat itu Iren dia tersenyum.
Iren memarkirkan mobilnya dan turun.
"Hai mas... Ngagetin ya.." kata Iren.
"Ahhh ega kok.." jawab Arya sambil mengelap tangannya yang belepotan oli..
"Bentar ya mas, gue ambil barang barang dulu" kata Iren.
"Oh ya udah silahkan.." jawab Arya..
Iren pun membuka bagasi mobilnya dan mengambil seluruh isi nya.
"Loe mau pindahan..?" tanya Arya heran dengan barang bawaan Iren.
"Engga.. Gue cuma pengen ke suatu tempat.. Pengen nyenengin diri dulu" jawab Iren sambil menurunkan barang barangnya..
"Ooohhhh... Sini gue bantu.." Arya mengangkat koper Iren.
Bug...
"Mau minum apa??" tawar Arya.
"Ga usah mas.. Gue lagi nunggu taxi.." jawab Iren.
"Air dingin aja ya, gue ambilin" Arya mengambik salah satu botol minum di freezer..
"Wahhh jadi ngrepotin... Ganggu kerja juga." kata Iren merasa ga enak.
"Santai aja.." jawab Arya sambil memberikan botol minum ke Iren.
Mereka pun berbincang bincang.
Tinn..
Sebuah mobil membunyikan klaksonnya.
"Itu taxi pesanan gue datang.. Titip mobil dulu ya mas.. Kalo dah kelar hubungi gue aja.." kata Iren sambil bersiap siap.
"Siap tenang aja." jawab Arya sambil membawakan koper Iren.
"Thanks ya mas" kata Iren lagi sebelum masuk ke dalam mobil.
Arya hanya mengangguk dan menatap kepergian Iren...
#####
Tok...tok...tok...
"Ren..." panggil Nathan.
__ADS_1
"Reeennn...." panggil Nathan lagi.
Tok...tok...tokkk..
"Ini aku Nathan... Ayah pengen ketemu.." kata Nathan.
"Iren dah ke kampus Than.." kata Ririn.
"Ke kampus?? Jam kuliah kan nanti siang.." Nathan kaget.
"Tau dehhh... Tadi tuh katanya mau ke kampus... Tapi sikapnya aneh deh Than.." kata Ririn berdiri di depan Nathan.
"Aneh gimana??" Nathan mencoba membaca pikiran Ririn.
"Ya gitu... Tau tau bikang makasih karena gue dah jadi temen baiknya. Pokoknya kaya gitu lah.." jawab Ririn yang masih teringat dengan tingkah Iren.
"Ya udah thanks ya infonya" kata Nathan langsung kembali ke kamarnya
Ririn pun kembali ke kamarnya.
"Yah... Sepertinya Iren salah paham dengan kejadian semalam.." kata Nathan.
"Biarkan dulu aja.. Biarkan dia menenangkan diri dulu.. Ayah yakin kejadian penculikan waktu itu juga sudah cukup membuatnya syok.." jawab ayah.
"Tapi bagaiman jika dia kembali di tangkap oleh Yosep" Nathan khawatir.
"Dia ga akan jauh Than.. Dia masih bisa kita jangkau.. Percaya ayah.. Ikatan kalian berdua sudah terjalin.. Hanya tinggal kalian berdua bisa saling percaya atau tidak." jawab ayah.
Nathan hanya terdiam, dia masih mengkhawatirkan Iren dalam kondisi seperti itu.
"Tenang Nathan... Jika dia terjadi sesuatu, kamu pasti akan meraskannya.. Ayah sudah merasakan ikatan kalian berdua sudah terjalin semenjak penculikan itu.. Ayah yakin Iren tidak akan jauh dari kita.. Biarkan dia sendiri dulu.. Dia dalam keadaan yang aman.. Nanti ayah akan kirim anak buah ayah untuk mencari keberadaan Iren." ayah mencoba menenangkan Nathan.
"Ya udah.. Sekarang panggil Putri kita pulang sekarang.. Ayah sudah menghubungi orang tua Putri" kata ayah.
"Baik ayah" jawab Nathan pergi meninggalkan ayah menuju ke kamar Putri.
Tok...tik...tok...
"Put, di tunggu ayah gue di bawah.." teriak Nathan.
Ceklek....
"Than... Maafin gue" isak Putri.
"Loe turun cepet, ayah gue ngajak pulang ke rumah gue.. Sekarang!" kata Nathan sinis.
"Than... Than... Gue mohon maafin gue." Putri memegangi tangan Putri.
"Lepasin... Jangan sentuh gue paham!!!!" bentak Nathan lalu pergi meninggalkan Putri yang berlutut menangis.
"Arrggghhhh kenapa jadi begini siii bodoh bodoh... Nathannn gue ga mau jauh dari loe lagi" isak tangis Putri semakin jadi.
Beberapa penghuni kost keluar dari kamarnya mendengar tangisan Putri.
"Apa loe lihat!!!" bentak Puyri merasa di perhatikan.
"Tadinya gue kasihan sama loe.. Tapi tangisan loe berisik ganggu gue Paham!!!" tegur salah satu penghuni kost.
Tidak lama kemudian Putri turun menuju ke kamar Nathan. Tampak di sana ayah dan Nathan sudah menunggu di teras kamar Nathan.
"Om..." lirih Putri...
"Dah yukk Than berangkat" kata ayah tidak menanggapi Putri.
__ADS_1
Mereka bertiga pun meninggalakan kost dan menuju ke rumah Nathan. Selama perjalanan mereka bertiga hanya saling diam.. Tenggelam dalam pikiran mereka masing masing.