Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
jebakan makan tuan


__ADS_3

Nathan tiba di lakasi yang Ari kirim. Nampak didepan sana sebuah gedung kosong seperti bekas perkantoran.


"Dimana?" isi pesan Nathan untuk Ari.


Ting..


"Gue dah di dalam, masuklah sebelum target masuk" balasan dari Ari.


Nathan bergegas memarkirkan mobilnya berada di belakang gedung tersebut yang terlihat seperti bekas tempat parkir karyawan.


Nathan turun dari mobilnya dan menuju di ruangan yang telah diberitahukan Ari.


"Hai bro.. Duduklah.." sapa Ari melihat kedatangan Nathan.


"apa rencana abang?" tanya Nathan.


"Begini Than.. Nanti gue akan menunggu dia di ruangan sebelah, gue akan berpura pura mendengarkan dulu detail rencananya. Dan loe tunggu gue di hotel ini." kata Ari menjelaskan sambil memberikan secarik kertas..


"Untuk?"tanya Nathan.


"Gue akan menjebak balik dia, karena itu rencana dia ke elo.." jawab Ari.


"Ahhh Ok ok bang, saya ikut pengaturan abang" jawab Nathan.


"Ckkk jangan terlalu formal sama gue. Dah ya gue balik, takut dia datang" jawab Ari.


"Baik bang, gue langsung ke hotel ini" jawab Nathan pamitan.


"Jangan sampai bertemu dengan Cindy" Ari memperingatkan Nathan.


Nathan hanya mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.


#####


Cindy tiba di gedung bekas perkantoran tempat di mana dia janji bertemu dengan Ari.


"Ckk kenapa minta bertemunya di tempat seperti ini si?" batin Cindy sambil mengamati keadaan sekitar dari dalam mobil.


"Jadi ga ya.." kata Cindy meragu.


"Ahh sudahlah kepalang tanggung sampai di sini, demi mendapatkan Nathan" kata Cindy lagi sambil melepaskan sabuk pengamannya..


Dari jauh, Nathan melihat mobil Cindy terparkir di halaman depan gedung tersebut. Sehingga mau tidak mau, dia menunggu hingga Cindy masuk kedalam dan memundurkan sedikit mobilnya dan mematikan mesin.


Cindy keluar dari mobilnya dan segera melangkahkan kakinya menuju gedung tersebut dan mulai mencari keberadaan Ari.


Melihat Cindy sudah keluar dan memastikan aman. Nathan segera pergi meninggalkan gedung tersebut.


"Bang, gue dah sampai.. Abang di mana?" pesan Cindy.


Ting..


"Gue di ruangan sekretariat," balasan dari Ari.


Cindy bergegas mencari ruangan tersebut. Sedikit masuk ke dalam gedung tersebut, matanya terus menjelajahi gedung tersebut yang terlihat sudah lama ditinggalkan meski masih banyak barang barang yang tertinggal di sana. Hanya debu yang tebal dan beberapa plafon yang rusak menambah kesan menyeramkan bagi Cindy.


Cindy melihat ruangan tersebut dan langsung mempercepat langkahnya. Dia sedikit mengintip ke dalam. Ada 4 pria duduk di sana, dan beberapa botol minuman tergeletak dan yang masih mereka konsumsi.


Tok..tok..tok..


Keempat pria tersebut langsung menoleh, salah satu pria langsung menyikut rekannya yang berada di sampingnya.


"Seksi" bisiknya.


Dan yang mendapat bisikan tersebut hanya melotot memperingatkan.


"Bang Ari?" panggil Cindy.


"Ya.." jawab Ari.


"Hai nona manis.. Silahkan masuk.. Dan silahkan duduk.. Segeralah katakan apa maksud dan tujuan mu. Bang Ari ga suka yang bertele tele. Dan bang, kita tinggal di depan ya.." celetuk salah satu rekan Ari.


Ari hanya mengangguk sambil menghisap rokoknya. Cindy mendekati Ari dan duduk disebuah kursi depan Ari.

__ADS_1


"Apa maksud dan tujuan loe?" tanya Ari menatap Cindy.


"Ennn sa..saya ingin minta bantuan abang.." jawab Cindy.


"Dari mana loe dapat nomor gue?" tanya Ari lagi.


"Da..dari Fitri.." jawab Cindy dengan tangan saling meremas untuk mengusir kegugupannya karena di tatap Ari.


"Andai yang menatap seperti ini, gue rela di apakan sama Nathan" batin Cindy.


"Fitri?" Ari memicingkan matanya berpura pura tidak tau.


"Adiknya bang Marko" Cindy menjelaskan.


"Ohhhh lalu?" tanya Ari.


"Emm bang bantuin saya untuk mendapatkan seseorang" kata Cindy.


"Kenapa loe minta bantuan gue jika hanya hal seperti itu?" tanya Ari.


"Saya pernah melakukannya bang, tapi ada pengganggu, berbagai macam cara saya lakukan hingga memakai orang lain untuk merebutnya tapi gagal juga.." jawab Cindy.


"Lahh apa lagi gue yang ga kenal sama loe dan cowok incaran loe" jawab Ari merebahkan punggungnya di sandaran kursi.


"Begini maksudnya bang, saya ada rencana untuk menjebak dia.. Tapi saya tidak bisa sendiri. Saya ingin menjebak dia seolah olah telah tidur dengan saya." kata Cindy.


"Waahhh... Tidur dengan loe.. Kenapa harus dia.. Gue juga mampu, bahkan akan lebih puas.." kata Ari bangun dari duduknya.


"Emmm bu.. bukan begitu bang maksudnya. Hanya pura pura tidur dan tidak melakukan apapun.." ralat Cindy.


Ari berdiri di belakang Cindy dan menundukkan kepalanya sambil berbisik.


"Hanya berpura pura?, bukannya malah asik jika sungguhan. Akan sama sama menikmati surga dunia mencapai kepuasan.. Bagaimana hemm?" bisik Ari.


Tangan Ari mengelus leher Cindy yang putih terpampang jelas. Cindypun menyingkirkan tangan Ari.


"Maaf bang.. Jangan begini.. Sa.. saya hanya minta bantuan abang.." jawab Cindy yang mulai takut.


"Jika gue minta bayaran dengan pelayanan loe bagaimana??" kata Ari memutar kursi Cindy.


"Bagaiamana? Setelah loe melayani gue, gue bakal melakukan apapun yang loe suruh.. Asal loe harus melayani gue terlebih dahulu.." kata Ari berbisik di telinga Cindy.


"Saya akan membayar berapapun yang abang mau" jawab Cindy.


"Jika loe ga mau, berarti gue juga ga mau.." jawab Ari berdiri dan kembali ke tempat duduknya semula.


Cindy terdiam menimang nimang apa yang Ari katakan.


"Jika gue nolak, gue minta bantuan siapa lagi ya?? Tapi masa gue mau si?? Ckk gimana ya.." batin Cindy menimang nimang.


"Jika loe ga mau, ya udah loe cari bantuan yang lainnya.. Dan gue pastiin rencana loe akan gagal" kata Ari sedikit mengintimidasi Cindy.


"Mmm tapi bang" kata Cindy ragu ingin mengatakan sesuatu.


"Rahasia?? Rahasia loe aman.. Bagaimana??" jawab Ari..


"Baiklah bang.." jawab Cindy menyetujui.


"Ok.. Ayo kita lakukan sekarang, loe ikut gue.." kata Ari bangkit berdiri.


"Tapi mobil gue bang?" kata Cindy.


"Biar temen gue yang bawa.. Ayoo, semakin cepat semakin baik." jawab Ari.


Aripun membawa Cindy ke sebuah hotel dan langsung saja masuk melewati resepsionis.


"Ini?? Kenapa ga pesan kamar dulu? Apa sudah di siapkan?" batin Cindy.


"Ini hotel gue, jadi gue bebas kapanpun mau keluar masuk di sini" kata Ari seakan akan tau apa yang dipikirkan Cindy.


Mereka berdua memasuki lift dan menekan tombol 3 untuk menuju ke lantai 3.


Ceklek... Ceklek

__ADS_1


"Masuklah.. Gue mau bersih bersih dulu. Apa loe mau ikut?" ajak Ari mengedipkan satu matanya.


"Haahh hehehe abang aja duluan.." jawab Cindy.


"Jangan coba coba kabur, atau perjanjian akan batal. Bahkan gue bisa mendapatkan loe dengan mudah.." ancam Ari.


Cindy hanya mengangguk. Aripun masuk kedalam kamar mandi dan sedikit mengulur waktunya.


"Gue berada di kamar sebelah loe.. Tunggu beberapa menit lagi agar Cindy terbawa suasana terlebih dahulu. Gue nanti temuin loe." pesan Ari untuk Nathan.


Ting..


"Siap bang, gue menunggu di depan kamar loe" balasan dari Nathan.


Ari hanya tersenyum, ada sedikit kelegaan dalam hatinya dapat membantu orang yang tidak bersalah.


Setelah di rasa cukup, Ari kembali keluar.


"Bebersihlah dan kenakan ini saja" kata Ari melemparkan sebuah handuk.


Cindy menangkap handuk itu dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Melihat Cindy masuk ke kamar mandi, Ari membuka pintu depan.


"Than. Ayo Masuk, dia sedang mandi.." ajak Ari.


"Katanya abang mau bersenang senang dulu" jawab Nathan meledek Ari.


"Ckkk gue bukan cowok yang gampang mau begituan" jawab Ari.


Mereka berduapun duduk di sofa yang berada di dalam kamar tersebut.


Tak berapa lama Cindypun keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.


Saat hendak melangkahkan kakinya, tiba tiba tubuhnya terdiam terpaku saat melihat Nathan sedang mengobrol dengan Ari.


"Na.. Nathan.." gumam Cindy.


"Ahhh loe dah selesai. Dann loe kenal sama Nathan? Ahh jangan jangan Nathan yang loe maksud dia?" tanya Ari...


"Abang kenal sama Nathan?" tanya Cindy.


"Jelaslah kenal.. Dia adik kelas gue dulu" jawab Ari berbohong.


"Eghmm bang, pacar loe?" tanya Nathan ikut bersandiwara.


"Hahh dia? Bukan ONL aja.." jawab Ari santai.


Cindy yang mendengar itu langsung merasa gusar. Entah apa yang harus dia lakukan sekarang. Kini dia hanya bisa berharap ada sebuah keajaiban.


"Bang, boleh ya gue bicara sama dia" kata Nathan.


"Ya udah silahkan.." jawab Ari keluar kamar.


"Eghmm Cindy... Waktu itu gue pernah menperingatkan loe jangan usik gue dan Iren. Lihat ini" kata Nathan menunjukkan sebuah foto di ponselnya.


"Sebentar lagi kami akan menikah. Jadi, sekalipun loe memberikan tubuh loe ini ke gue sekarang, gue ga bakalan nafsu. Telanj*ng sekalipun yang ada gue malah jijik melihat loe. Nafas gue, dunia gue hanya ada Iren. Sekuat apapun loe memisahkan gue sama Iren loe ga akan mampu, dan jangan harap gue bakal memandang loe sekalipun gue ga bersama Iren Loe paham???" kata Nathan hendak meninggalkan Cindy


"Than.. Hikss.. Gue suka sama loe. Gue cinta sama loe" kata Cindy memegangi tangan Nathan memohon.


"Loe ga cinta sama gue, loe hanya teropsesi sama gue karena selama ini terlalu banyak cowok cowok yang ngejar loe.. Itukan yang loe pikirin?, hingga loe penasaran sama gue dan harus milikin gue." jawab Nathan sambil mengibaskan tangannya yang di pegang Cindy.


"Dan gue ga suka di samakan dengan laki laki yang mengejar loe, dan loe sadar ga, mereka hanya mengincar harta dan tubuh loe. Jadi jangan samakan gue sama mereka." jawab Nathan lagi tanpa menoleh ke Cindy dan bergegas meninggalkan kamar tersebut.


"Than... Maafin gue Than... Tunggu gue mohon.. Maafin gue.. Kasih gue kesempatan Than.. Gue mohon" isak tangis Cindy terduduk di sofa..


Nathan tidak memperdulikan tangisan Cindy, dia terus saja melenggang pergi keluar dari kamar.


"Bang, thanks ya.." kata Nathan saat berpapasan dengan Ari.


"Sama sama.. Jangan lupa undangannya" jawab Ari.


"Siap bang.. Gue balik dulu, maaf menganggu acara loe" goda Nathan.


"Sialan loe, gue juga mau balik. Cuma mau ambil jaket aja.." jawab Ari.

__ADS_1


"Ya udah ya bang.." pamit Nathan.


Ari hanya mengangguk dan segera kembali ke kamar untuk mengambil jaketnya.


__ADS_2