
Perlahan Nathan kembali berubah menjadi manusia biasa. Terlihat darah segar keluar dari mulutnya. Nathan tergeletak begitu saja lemah tak berdaya.
"Than... Nathan... Kamu baik baik saja??" ayah mencoba menyadarkan Nathan.
"Aku harus mencari sesuatu, luka dalamnya cukup parah" batin ayah.
Lalu ayah memindahkan Nathan ke tempat aman terlebih dahulu. Lalu ayah pergi mencari beberapa ramuan untuk sedikit meringankan luka dalam Nathan..
Cukup lama ayah mencari bahan bahan ramuan tersebut. Setelah mendapatkannya, ayah pergi ke area sungai dan mengambil air nya dengan daun yang dia buat kerucut untuk mencuci terlebih dahulu bahan bahan ramuan yang dia dapat lalu menumbuknya. Setelah halus tumbukan tersebut lalu dibawanya ke Nathan.
Ayah memangku kepala Nathan dan mencoba meneteskan sari sari yang ada dari ramuan tersebut. Tidak lupa ayah menyalakan api untuk sedikit penerangan.
Ayah menunggui Nathan hingga ramuan yang dia buat bekerja dalam tubuh Nathan. Bahkan ayah tidak sekalipun menutup matanya, dia terus menatap Nathan putranya.
#####
Arya telah tiba di rumah Iren.
"Kalian lebih baik kembali ke paman. Barangkali beliau membutuhkan kalian. Saya yang akan mengawasi Iren" kata Arya.
"Baiklah.. Kami akan menyusul pak Arthur" kata salah satu anak buah itu.
Perlahan Arya menurunkan Iren. Setelah merubah kembali wujud manusianya, perlahan Arya memapah Iren memasuki rumah dan mendudukkan Iren di ruang keluarga.
"Yaaa ampunnn Iren... Ini.. Ini loe kenapa??" kata Ririn yang tanpa sengaja keluar kamar.
"Tadi gue jatuh" jawab Iren asal.
"Jatuh apaan. Ga mungkin kalau loe jatuh sampai kaya gini. Nihh lihat ada bercak darah di bahumu dan keningmu" kata Ririn sambil memegang bahu Iren.
"Awwww... Sakit jangan dipegang.." kata Iren.
"Maaf.. Maaf." jawab Ririn.
"Udah udah.. Gue minta tolong ambilin P3K sama air es" pinta Arya.
"Baik.." jawab Ririn.
"Ada yang sakit lainnya??" tanya Arya.
"Ga ada hanya kaki rasanya sakit banget." jawab Iren.
"Coba gue lihat. Maaf ya" kata Arya meminta ijin mengecek kaki Iren.
"Kaki kamu bengkak, kayaknya ini terkilir. Sakit ga di pegang gini" tanya Arya.
"Sedikit.." jawab Iren meringis.
Arya kebelakang dan kebetulan berpapasan dengan Ririn.
"Emmm gue boleh minta tolong lagi ga???" tanya Arya.
"Ada apa??" tanya Ririn.
"Tolong tumbukin beras sama kencur ya, di blender juga boleh.. Yang penting hancur keduanya nyampur." kata Arya.
"Oohhh ya, ini.." Ririn menyerahkan P3K dan air es.
Arya kembali ke Iren dan mencoba mengompres bagian yang lebam pada Iren.
"Loe bisa megang ini sendiri kan??, gue mau bersihin luka di keningmu" kata Arya.
"Bisa..." kata Iren mengambil alih.
Lalu Arya menuangkan alkohol pada sebuah kapas.
"Tahan ya, ini pasti akan perih" kata Arya dan Iren hanya mengangguk.
"Isshhhh" Iren menahan perih saat Arya membersihkan lukanya.
Setelah itu Arya memberikan obat merah dan menutup luka itu.
"Untuk bahu loe, nanti biar Ririn aja ya.." kata Arya yang merasa ga enak jika harus membuka baju Iren pada bagian bahu.
"Iya gapapa.." jawab Iren.
Tidak lama kemudian Ririn kembali dengan membawa ramuan yang Arya minta. Lalu Arya mulai mengolesi ramuan itu pada bagian kaki Iren yang bengkak.
__ADS_1
"Nanti kalau dah tidak bengkak lagi bilang ke gue ya.. Nanti gue coba benerin.. Jangan buat tumpuan dulu takut akan menjadi tambah parah" kata Arya.
"Terimakasih ya mas Arya" jawab Iren.
"Ini ngomong ngomong Nathan kemana?? Ini ada apa si??" tanya Ririn.
"Cuma ada kecelakaan kecil tadi waktu mereka berdua pergi jalan. Nathan lagi ngurus" jawab Arya asal.
"Ooohhh" jawab Ririn.
"Oohh ya Rin, gue kan ga bisa ngobatin luka Iren yang di bahu.. Tolong loe bantuin Iren ya.. Gue antar Iren ke kamar, setelah itu kalian kembali istirahat ya.." kata Arya.
"Gue jalan aja mas.. Gue pasti berat." tolak Iren tidak enak.
"Gapapa, biar kaki loe cepet sembuh" jawab Arya.
Lalu Arya mengangkat tubuh Iren dan membawanya kekamar Iren. Ririn mengikuti dengan membawa obat dan sisa air es untuk mengompres.
"Gue balik dulu ke kamar ya, kalau ada apa apa panggil aja gue" kata Arya setelah menurunkan Iren ke tempat tidur Iren.
"Terimakasih ya mas Arya." ucap Iren.
"Sama sama." jawab Arya yang langsung kembali ke kamarnya.
Setelah Arya keluar dari kamar Iren. Ririn mulai membuka baju Iren dan mengobati luka itu. Setelah selesai mereka pun memilih untuk beristirahat.
#####
Tidak lama kemudian, kedua anak buah ayah tiba di lokasi ayah dan Nathan.
"Kalian beristirahatlah sebentar. Saya yang akan menunggui Nathan" kata ayah yang melihat kedua anak buahnya terlihat lelah.
"Tapi pak.." kata salah satu anak buah ayah.
"Daahh gapapa.. Kalian sudah lelah. Istirahat lah sebentar" jawab ayah.
Ayah menatap Nathan, terlihat nafas Nathan mulai beraturan. Itu menandakan jika ramuannya sudah bereaksi. Ayah berharap esok pagi Nathan sudah dapat siuman.
#####
"Sekarang apa yang harus kita lakuakn tuan??" tanya Danu.
Yosep hanya diam. Kali ini dia belum ada rencana, pikirannya sedang kacau melihat keadaan anak buahnya yang sudha tewas.
#####
Malam telah berganti pagi, sinar mentari mulai terlihat di ujung timur.
"Iren... Iren.." Nathan mengigau.
Ayah yang sedang mencari kayu langsung menghampiri Nathan.
"Nathan.. Bangun nak." panggil ayah lirih.
Perlahan Nathan mengerjapkan matanya, laku menoleh ke kanan dan kekiri. Dia tidak dapat menemukan Iren di sana.
"A..ayah... Mana Iren yah??" tanya Nathan.
"Iren sudah berada di rumahnya di antar oleh Arya" jelas ayah.
Nathan mencoba bangun dari tidurnya dan memegangi dadanya.
"Pelan pelan.. Apa masih terasa sakit??" tanya ayah.
"Sedikit yah.. Dan di sini terasa nyeri.." jawab Nathan meraba bagian dadanya.
Ayah mengecek bagian dada yang di pegang Nathan.
"Ada luka lebam di sini. Tapi luka dalam mu sudah membaik. Nanti ayah antar kamu ke rumah Iren dna akan ayah kirim ramuan untuk kamu minum agar luka dalammu benar benar hilang" jawab ayah dan Nathan mengangguk.
"Kita harus segera kembalu nak, ayah takut akan ada manusia yang melihat kita" kata ayah lagi.
Lalu Nathan naik ke atas ayahnya yang sudah menjadi harimau dan mereka kembalu ke rumah Iren.
#####
"Nathan... Nathan..." Iren mengigau.
__ADS_1
Iren terbangun dari tidurnya, masih ada sedikit rasa pusing dikepalanya akibat luka di keningnya. Iren melihat ke arah kakinya, ternyata sudah kempes namun masih sakit untuk di gerakkan.
Perlahan Iren bangun dari tidurnya bertepatan dengan Ririn yang masuk ke dalam kamarnya.
"Loe dah bangun?? Yukk gue bantu.. Mau ke kamar mandi??" tanya Ririn.
"Iya.. Tolong ya.. Maaf merepotkan" kata Iren.
"Gapapa santai aja." jawab Ririn.
Ririn memapah Iren perlahan menuju ke kamar mandi, lalu mendudukkan Iren di closed duduk. Ririn pun membantu Iren menggosok gigi dan mencuci mukanya.
Setelah selesai Iren meminta untuk keluar kamar. Kebetulan Arya ingin menuju ke kamar Iren.
"Kalian mau kemana?" tanya Arya melihat Iren keluar kamarnya.
"Apa Nathan sudah kembali?" tanya Iren.
"Belum.. Gue belum dapat kabar. Ponsel Nathan mati." kata Arya berbohong karena ada Ririn.
"Sini gue bantu ke ruang keluarga" kata Arya langsung mengangkat tubuh Iren.
Setelah sampai di ruang keluarga. Arya mendudukan Iren.
"Maaf gue cek kaki loe ya" kata Arya lagi, Iren hanya mengangguk.
Arya mengecek, ternyata sudah kempes.
"Iren di tahan ya.. Ini hanya geser, gue bisa benerin. Tapi ini akan cukup sakit" kata Arya.
"Yakin mas??" tanya Iren takut.
"Hanyan sebentar tahan ya. Tarik nafas ya" aba aba Arya.
"Coba lemesin, jangan melawan ya" kata Arya lagi mengingatkan.
"Aawwww.. Sakiittt" kata Iren menahan rasa sakitnya.
Kreeekkk...
Arya sedikit melintir bagian telapak kaki Iren dan setelah itu menggoyang goyangkan nya.
"Apa masih sakit???" tanya Arya.
"Udah ga.." jawab Iren sambil menggelengkan kepalanya.
"Noonn?? Ya ampunnn ini kenapa non??" tanya bi Marni yang terkejut melihat luka luka Iren.
"Iren hanya terjatuh bi.. Tapi gapapa kok.." jawab Iren.
"Yakin non gapapa.. Apa perlu panggilkan dokter???" tawar bi Marni.
"Tidak usah bi, Iren sudah baik baik saja.." jawab Iren.
"Ya udah bibi buatin sup ayam jagung ya.." tawar bibi.
"Boleh bi.." jawab Iren.
"Ren, gue balik ke kamar sebentar ya.." pamit Ririn.
"Ya.." jawab Iren.
"Mas Arya.." panggil Iren.
"Ada apa Ren" jawab Arya.
"Bagaiman ke adaan Nathan mas??? Dia selamatkan?" kata Iren setengah berbisik.
"tidak apa apa.. Mungkin sebentar lagi dia kembali. Gue dapat kabar dari paman Nathan sempat jatuh pinsan dan Peter tewas" jawab Arya.
"Ya ampunnnn" kata Iren menutupi mulutnya karena terkejut.
"Tapi Nathan baik baik saja kan mas??? Dia tidak kenapa napa kan mas??" Iren tampak khawatir.
"Tenang aja Ren, di sana ada paman. Gue yakin paman tau apa yang harus dia lakukan." jawab Arya.
Iren masih khawatir dengan keadaan Nathan. Dia tidak bisa membayangkan jika Nathan tidak selamat. Dia ingin segera bertemu dengan Nathan dan memastikan bahwa Nathan benar benar baik baik saja.
__ADS_1