
Iren terus mengusap sang putra dengan senyum manisnya. Tanpa Iren sadari pupil matanya telah berubah mirip seperti milik Nathan ketika ia menjadi harimau putih, dan Nathan menyadari itu.
Seketika itu Iren menatap Nathan dan wajah seriusnya. Tiba tiba, Iren dapat visual apa yang Nathan pikirkan.
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya??" Tanya Nathan.
"Ini sungguh sungguh sebuah mujizat dari Tuhan, akan saya cek secara keseluruhan dahulu ya pak. Suster, tolong pindahkan bayinya sebentar.' pinta sang dokter.
Melihat Iren akan diperiksa, bunda, ayah, Ririn dan Arya memilih keluar.
"Bagaimana dok?" Tanya Nathan kembali.
"Ini benar benar diluar dugan saya pak, istri anda baik baik saja. Semua normal, besok diperbolehkan untuk pulang." Jawab sang dokter.
"Terimakasih dok" ucap Nathan.
"Saya permisi dahulu" pamit sang dokter.
Setelah sang dokter pergi meninggalkan rumah ruangan bersalin tersebut, Nathan mendekati Iren.
"Sayang..." Panggil Nathan dengan suara bergetar.
"Apa yang terjadi kepadaku??" Tanya Iren.
"Maafkan aku, aku terpaksa merubahmu. Aku belum siap kehilanganmu" jawab Nathan menangis dengan tangan menggenggam tangan Iren.
"Berarti, apa yang aku lihat benar??" Tanya Iren lagi.
Nathan hanya mengangguk, Nathan tau jika Iren kini dapat membaca pikirannya. Hanya dirinya yang tidak dapat membaca pikiran Iren.
"Bahkan, aku bisa tau jika sebentar lagi aku akan dipindahkan ke kamar VIP nomor 3 lantai 3" kata Nathan.
Nathan hanya menatap Iren, kini Nathan tau apa kelebihan yang Iren miliki.
Tok tok tok..
"Permisi, maaf... Bapak, saya akan menyiapkan ibu Iren untuk segera dipindahkan ke kamarnya" kata salah satu perawat yang datang.
"Baik sus, hmm bolehkah saya menggendong putra saya?" Ijin Nathan.
"Boleh pak, silahkan" jawab sang suster yang mengambilkan putra Nathan ke dalam gendongan sang ayah.
Nathanpun keluar kamar dengan mengendong samg putra. Bunda dan lainnya yang menunggu di luarpun langsung mendekati Nathan.
"Bagaimana keadaan Iren Than??" Tanya bunda.
"Bunda baik baik saja oma, bahkan besok boleh pulang" jawab Nathan menirukan suara bayi.
Bunda tersenyum dan mencium pipi sang cucu.
Tak berapa lama, brankar milik Iren keluar, mereka semua mengikuti suster yang mendorong brankar Iren.
__ADS_1
Nathan mengamati setiap petunjuk yang ia lewati. Ternyata benar, kamar yang Iren tempati VIP nomor 3 dilantai 3.
"Selamat ya Iren..." Kata Ririn yang langsung nemeluk sang sahabat setelah para suster keluar kamar.
"Terimakasih yaa" senyum Iren.
"Ehhh, Ren... Sejak kapan ya kamu punya gigi taring??" Tanya Ririn yang melihat ada keanehan dari Iren
"Ahhh iya kah, perasaan gigiku sama aja deh" jawab Iren.
"Masa sihhh, aku baru lihat loh, dulu gigimu tidak seperti itu" kata Ririn menyangkal.
"Sudah sudah, kita semua juga punya gigi taring, hal biasa kan?" Kata Arya menengahi.
"Taoi..." Kata Ririn yang merasa aneh.
"Kamu ga mau gendong baby E?" Tanya Nathan mengalihkan.
"Ahhh mau, sini sayang sama aunty" kata Ririn mengulirkan tangannya untuk mengambil putra Nathan.
"Siapa namanya Than?" Tanya Ririn sambil mengelus pipi sang bayi.
"Ethan..." Jawab Nathan.
#####
Setelah beberapa hari perubahan Iren, ayah dan bunda membawa Iren ke kediaman mereka yang jauh dari lingkungan. Ayah takut jika Iren akan mengalami apa yang pernah Nathan alami, yaitu belum biaa mengontrol dirinya pasca perubahan.
Dan benar saja, Iren belum bisa mengontrol dirinya. Dirinya yang lebih moodian, bahkan merasa tertekan ketika melihat sesuatu yang terus muncul dalam pikirannya, bahkan ketika dia tengah tertidur.
Oeekkkk.... Oeekkk...
Baby Ethan pun menangis terkejut karena teriakan Iren malam itu.
Ceklek....
"Ada apa nak??"tanya bunda terburu buru datang yang ikut terkejut mendengar tangisan sang cucu.
"Aku melihat bengkel Arya terbakar bun, dan Arya tengah tertidur di sana" kata Iren.
"Kamu yakin???"tanya bunda.
Iren hanya menatap manik mata lelah bunda. Bunda teringat akan kejadian tempo hari, Iren melihat ada seekor ular yang tiba tiba muncul melalui jendela dan merayap naik ke tempat tidiur putranya. Dan hal itu terjadi, saat Iren menceritakan hal itu, bunda antara percaya dan tidak percaya tapi untuk memastikan. Bunda memilih menemani sang cucu di dalam kamarnya ketika Iren tengah menyantap makan siangnya, dan benar saja.
Dan benar saja, terdengar suara mendesis dan bunda terkejut reflek berteriak hingga Ethan terkejut dan menangis.
"Ceritakan selengkapnya nak" tanya Bunda.
Iren terdiam tampak berfikir..
"Emmm aku melihat jam sekitar pukul 1 dini hari bun, dimana langit bertabur bintang dan bulan bulat sempurna. Aku melihat entah siapa, dia memakai serba hitam sengaja membakar bengkel Arya dan ternyata Arya berada didalamnya yang tengah tertidur" kata Iren menatap bunda.
__ADS_1
"Ok, kita coba tanyakan ke Arya ya.. Malam ini apakah Nathan jadi pulang??"tanya bunda.
"Jadi bun," jawab Iren.
"Ya udah bunda telepon Arya dahulu" bunda keluar kamar Iren.
Iren yang masih menyusui baby Ethan, mencoba mengambil ponselnya dan menghubungi sang suami.
Iren langsung menceritakan apa yang dia lihat. Bahkan, Iren melarang Nathan untuk pulang agar Nathan memastikan apa yang Iren lihat benar atau tidak mengingat hari ini sangat cerah dan kemungkinan malam nanti akan muncul bulan.
####
"Haloo nak" sapa bunda.
"Haloo bunda, tumben nihhh" jawab Arya.
"Apakah kamu sibuk malam ini, ikutlah Nathan pulang ajak Ririn" kata bunda basa basi.
"Aduhhh bun, Arya masih banyak pekerjaan nihhh, apalagi Nathan nanyi mau pulang kesana. Mau tidak mau Arya lembur malam ini" keluh Arya.
"Kalau begitu, pinta saja Nathan untuk membantu"usul bunda.
"Jangan ahh bun, kasihan Nathan udah 1 minggu ga bertemu sama baby Ethan" jawab Arya.
"Bunda hanya pesan hati hati, perasaan bunda tidak enak" kata bunda akhirnya.
"Tenang aja bun, Arya bisa jaga diri kok" jawab Arua meyakinkan.
"Bunda... Boleh minta tolong" panggil Iren
"Ya udah Arya, bunda tutup dulu. Inget kamu yang hati hati. Jangan menginap di bengkel" kata bunda yang langsung memutus panggilan.
#####
Arya menatap ponselnya.
"Ada apa ya??" Pikir Arya.
"Ar.." panggil Nathan.
Arya menoleh, dan Arya menatap lekat Nathan..
"Ada apa?? Sejak kapan Iren memiliki kemampuan itu?" Tanya Arya yang bisa membaca mimik wajah Nathan.
"Ketika dia dinyatakan meninggal, dan gue terpaksa merubahnya. Kini dia sama seperti kita dengan kemampuan spesialnya" kata Nathan.
"Apa penglihatan Iren bisa dipercaya?" Tanya Arya.
Nathan mengangguk.
"Baiklah, nanti malam kita harus menunggu momen itu, gue ingin tau siapa orang itu" ucap Arya.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa kalian?? Dan Iren loe apain Nathan??" Tanya Ririn tiba tiba.
Arya dan Nathan pun menoleh ke sunber suara dan melihat Ririn berdiri di depan pintu masuk dengan membawa beberapa bungkusan.