Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
Arya dan Nathan.


__ADS_3

Setelah merasa bosan, Iren mengajak Ririn ke mall hanya sekedar untuk cuci mata di sana. Setelah memasuki area parkir, Iren dan Ririn menuju pintu masuk area mall.


Mereka berjalan berputar putar sambil terus melihat lihat. Sesekali mereka memasuki toko baju saat melihat ada diskonan. Meski pada akhirnya tidak jadi membelinya karena tidak cocok dengan modelnya.


Setelah merasa lelah, mereka memilih ke area food court. Memesan beberapa menu dan mengobrol. Untuk sesaat Iren melupakan segala gundah di hatinya.


#####


Tanpa mereka sadari, Nathan sedari tadi mengikuti mereka dari taman saat tanpa sengaja Nathan melihat Iren dan Ririn tengah duduk di bangku taman.


Nathan tidak lagi mau kecolongan. Dia tidak ingin penculikan kemarin terulang lagi.


Ting..


Ponsel Nathan berbunyi tanda pesan masuk. Nathan membuka pesan itu dan membacanya. Setelah membaca pesan tersebut, mau tidak mau Nathan meninggalkan Iren dan Ririn.


Arya teman Nathan ingin mengajak bertemu, Arya ingin mengajak Nathan untuk berbisnis bersama. Karena Arya melihat kemahiran Nathan dalam perbengkelan yang lumayan bagus membuat Arya tertarik untuk meminta Nathan agar mau bergabung dalam bisnisnya dalam dunia otomotif yang sedang dia rintis.


#####


"Pulang yukk.." ajak Iren.


"Ga beli sesuatu dulu gitu.." tawar Ririn.


"Loe aja deh kalau mau.. Gue males.. Badan gue rasanya lengket pengen mandi.." kata Iren.


"Ya udah yuuk.." jawab Ririn.


Mereka menuju ke area parkir dan segera meninggalkan mall. Saat di tengah perjalanan tiba tiba mobil Iren dalam masalah. Mobil Iren mogok tepat di lampu merah.


"Duuhhh Ren gimana ini?" Ririn panik..


Tiiinnnn...ttiiiiinnnnn


Suara klakson mobil di belakangnya terus berbunyi karena mobil di depannya tidak kunjung jalan jalan juga.


Tiiinnnn...tiiiinmmmm


"Woyyy jalan wooyyyy keburu merah!!!!" teriak salah satu pengendara.


"Duuhhh Ren, gimana ini??" kata Ririn yang terus berusaha menghidupkan mobilnya.


"Ini mobil tumben tumbenan dehh mogok.." gerutu Iren.


Tampak ada sesorang yang mencoba mengatur lalu lintas agar tidak menjadi kemacetan panjang. Dan akhirnya, pengendara yang lain pun paham jika mobil Iren tengah bermasalah.


Tok...tok...tok...


Kaca mobil samping Iren di ketuk seseorang. Iren pun akan membukanya.


"Ren... Bahaya.." cegah Ririn.


"Dahh tenang aja.." jawab Iren tetap membuka kaca jendelanya.


"Mogok mbak??" tanya pria itu..


"Iya mas..." jawab Iren.


"Saya bantu ya.. Tapi saya tarik dulu ke tempat yang lebih aman. Boleh??" tawar pria tersebut.

__ADS_1


Iren hanya diam dia tampak menimbang nimbang.


"Tenang saja mba, kebetulan saya montir. Saya sedikit banyaknya tau, mudah mudahan bisa membantu nanti. Dan saya cuma nariknya sampai di depan sana itu kok.. Masih di tempat ramai" kata pria iti seolah olah tau apa yang dipikirkan Iren.


"Maaf mas. Terimakasih ya dah merepotkan" jawab Iren canggung.


Pria tersebutpun memindahkan mobilnya ke depan mobil Iren dan memasang tambang untuk menarik mobil Iren.


Setelah mendapat tempat yang dirasa aman, pria tersebut berhenti. Mereka berhenti tidak jauh di samping minimarket. Tepatnya di sebuah ruko yang memiliki halaman cukup luas samping minimarket.


"Tolong bukain kap mobilnya ya mbak, saya cek dulu.." pinta pria itu.


Ririn memencet tombol untuk membuka kap mobilnya. Setelah terbuka, pria tersebut memeriksa bagain mesinnya. Iren memilih turun untuk ikut memeriksa, di susul oleh Ririn.


"Rin, loe beliin air minum gihh.. Niihhh" pinta Iren memberikan selembar uang.


Ririn menerima uang tersebut dan menuju ke minimarket untuk membeli yang Iren pinta.


"Waahhh mba, lihat.. Businya gosong.." kata pria itu.


"Lali bagaimana mas??" tanya Iren.


"Kebetulan saya bawa cadangan di mobil.. Sebentar saya ambilkan ya.." kata pria itu lagi.


Iren hanya mengangguk dan matanya mengekori pergerakan pria itu. Tidak ada yang mencurigakan menurut Iren.


Ririn kembali dan membuyarkan lamunan Iren.


"Ren... Loe melamun ya.." tanya Ririn.


"Haaahh.. Enggak.." jawab Iren.


"Hehehehe maaf, gue lagi ngamatin dia.. Dari gerak geriknya ga ada yang mencurigakan kok.." jawab Iren sambil menunjuk ke arah pria yang sedang menolongnya.


"Ooohhhhh.. Nih minumannya" Ririn memberikan 3 botol air minum.


Tidak lama kemudian pria itu kembali.


"Maaf lama, tadi nyari dulu.. Sempet mikir ketinggalan tadi." kata pria itu sambil menunjukkan dus kecil berisi busi yang baru.


"Gapapa kok mas.. Ohh ya ini minumannya.. Di minum dulu mas" Iren memberikan minuman itu ke pria itu dan satu untuk Ririn satunya lagi untuk dirinya.


"Mobilnya jarang di service ya mbak?" tebak pria itu.


"Terakhir dua bulan yang lalu kalau ga salah" Iren tampak mengingat ngingat.


"Hmmmm pantas.. Setiap bulan di usahakan di bawa kebengkel mbak hanya untuk sekedar mengecek.." saran pria itu.


"Hehehe iya mas.. Makasih sarannya" jawab Iren.


"Saya pasang busi dulu ya.. Saya juga sedang ada janji soalnya" kata pria itu.


"Ohhh ya mas.. Maaf ya susah merepotkan mas.. Sampai terlambat ke urusan mas sendiri." kata Iren dan Ririn hanya diam sambil memainkan ponselnya.


"Gapapa mba hanya bertemu dengan teman lama kok" kata pria itu sambil memasang busi dan mengecek yang lain.


"Nahh coba mbak dinyalain" pinta pria itu.


Iren mencoba menyalakan mobilnya. Beberapa kali percobaan ternyata mobil kembali menyala.

__ADS_1


"Waahh terimakasih ya mas.. Kenalin saya Iren dan ini Ririn" kata Iren mengulurkan tangannya.


"Saya Arya.. Maaf tangan saya kotor" Arya membalas uluran tangan Iren.


"Gapapa, kotornya juga karena menolong saya. Ohhh ya berapa mas.?" tanya Iren.


"Waahh ga usah mba, saya sedang tidak dalam jam kerja kok.. Kalau butuh bantuan bisa hubungi saya aja." jawab Arya sambil memberikan kartu namanya.


"Terimakasih sekali lagi ya mas" Iren menerima kartu nama itu dan sekilas membacanya.


"Sama sama mba, terimakasih juga atas minumannya.. Saya permisi dulu" pamit Arya.


Iren hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya. Iren pun kembali ke kost nya dan segera beristirahat.


#####


Di cafe, Nathan sudah cukup lama menunggu. Sesekali dia memeriksa jam di ponselnya. Hampir setengah jam berlalu.


"Ini anak jadi ketemu ga si.. Tumben tumbenan dia datang terlambat gini." gerutu Nathan.


"Heiii brooo... Maaf telat.. Abis nolongin cewek gue.. Kasian mobilnya mogok" kata Arya yang menepuk pundak Nathan lalu duduk di depan Nathan.


"Pantesan... Sampe limutan gue nunggu" protes Nathan.


"Hahahah maaf... Baru setengah jam." Arya membela diri.


"Ada apa nihh tumben loe hubungi gue, setelah sekian lama" tanya Nathan.


"Ehhh pesen dulu. Loe udah pesen??" tanya Arya yang melihat di meja mereka masih kosong.


"Belum.. Samain aja dehh..." jawab Nathan.


Lalu Arya menuju ke tempat pemesanan untuk memesan minuman dan kentang goreng.


"Than.." panggil Arya sembari kembali duduk di kursi yang tadi dia duduki.


"Hmmmm" jawab Nathan menoleh ke Arya.


"Gue kan mau buka cabang bengkel. Loe mau ya bantuin gue ngawasin cabang.. Gue lagi butuh orang yang bisa gue andelin dan gue lihat loe bisa. Bahkan lebih jago dari pada gue kalau soal mesin" kata Arya mulai memceritakan tujuannya minta bertemu.


"Emang loe mau buka di mana?" tanya Nathan.


"Deket dari kampus loe.. Ya kira kira jarak 500 meter lah" jawab Arya.


"Yang tempat lagi dalam proses pembangunan itu?" tanya Nathan.


"Naahhh itu tau.." jawab Arya antusias.


"Hmmmm sebenarnya deket juga si sama tempat gue kost.. Tapi gue sanggup ga ya.." Nathan tampak berfikir.


"Ayoolahhh Than.. Soal gaji.. Nanti gampang, gue kasih lebih buat loe.. Soal karyawan gue dah dapet dua orang.. Gue hanya mau loe ngawasin mereka dan bantuin mereka kalau kalau ada hal yang ga mereka tau." bujuk Arya.


"Gue timbangin dulu ya.. Nanti gue kabari loe.." jawab Nathan.


"Jangan lama lama.. Sebelum tempat itu jadi loe sudah harus ngasih jawaban" kata Arya.


"Iya... Iya... Nanti gue hubungi loe.." kata Nathan.


Dan mereka pun menikmati pesanan yang tadi Arya pesan. Setelah merasa sudah cukup mereka memilih kembali ke tempat mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2