
Setelah Nathan sudah merasa tenang, mereka pun kembali. Benar saja di ruang tamu sudah menunggu orang tua Putri dengan wajah sinisnya saat melihat Nathan dan ayah masuk.
"Kamu mandi dulu nak.." kata Nathan.
Setelah Nathan pergi, ayah menemui orang tua Putri.
"Saya ingin minta pertanggung jawaban dari Nathan.. Saya tidak terima Putri di lecehkan!!!" bentak ayah Putri.
"Apa??? Apa yang terjadi ayah.." bunda terkejut.
"Bunda tenang dulu ya.." kata ayah yang masih berusaha untuk tenang.
"Tidak bisa ayah.. Nathan tidak mungkin melakukan itu kan???" kata bunda mulai menangis.
"Tapi nyatanya seperti itu jeng.. Putri sendiri yang mengaku bahwa Nathan telah memaksa dirinya untuk melayaninya. Padahal Putri hanya minta bantuan Nathan untuk menolongnya dari laki laki yang terus mengejar Putri. Ehhh Nathan malah minta imbalan dengan tubuh Putri.. Saya tidka terima!!" kata mamanya Putri.
"Saya menitipkan Putri kepada Nathan, karena saya percaya Nathan bisa menjaga Putri.. Bukan malah merusaknya." kata ayah Putri lagi.
Mendengar kata kata dari orang tua Putri, Nathan pun urung untuk mandi dan mencari Putri yang masih berada di kamar tamunya.
Tok...tok...tok...
"Iiissshhhh siapa siihhh ganggu aja.." kata Putri lirih.
Putripun membuka pintunya dan terkejut melihat raut wajah Nathan yang sudah benar benar memerah.
"Na..Nathan..." Putri ketakutan melihat raut wajah Nathan.
Dalam diam Nathan langsung menyeret Putri.
"Nathan... Nathan lepasin Nathan.. Sakit.." berontak Putri yang merasa sakit di pergelangan tangan.
Semua yang berada di ruang tamu terkejut melihat Nathan menyeret Putri dengan sanagt kasar.
"Sepertinya gue dah terlalu baik ya sama loe" kata Nathan sambil melepaskan Putri hingga terjatuh.
"Loe cerita apa aja hahh sama bokap nyokap loe haaahhh!!!" bentak Nathan lagi.
"Heeeehhh kamu Nathan, yang sopan kamu!!!! Begini ya kamu setelah mendapatkan yang kamu mau dan sekerang main kasar dengan Putri" bentak ayah Putri dan mama Putri membantu Putri bangun.
"Sakit ma..." Putri menangis dan memperlihatkan pergelangan tangannya yang membiru.
"Diam!!! Saya hanya berbicara dengan putri anda.. Putri, loe sekarang tinggal pilih, loe yang bicara sendiri atau bukti yang gue punya untuk mengungkapnya.!!" Nathan benar benar tidak bisa lagi bersikap manis di depan orang tua Putri.
"Tidak... Memang benar loe mau melecehkan gue.. Jika bikap loe ga datang mungkin loe dah berhasil merenggut kesucian gue" Putri masih tetap dengan pendiriannya dengan maju selangkah menghadapi Nathan.
Putri berfikir Nathan hanya membentak Putri dengan membahas bukti. Karena waktu itu Putri tidak menyadari adanya cctv yang tepat mengarah ke tempat duduk mereka.
Plak.....
Nathan menampar Putri cukup keras hingga darah mengalir di pipi Putri.
__ADS_1
"Kamu sudah berani beraninya..." ayah Putri akan memukul Nathan.
"Cukup!!!!" teriak ayah Nathan.
"Memang Putri yang akan menjebak Nathan.." lanjut ayah Nathan.
"Maaf, bukannya saya tidak bersikap profesional. Tapi mulai sekarang saya akan menarik semua saham yang berada di perusahaan anda dan kerja sama kita semua saya batalkan. Saya tidak mau kelanjutannya dalam bisnis kita salinng menjatuhkan. Sekalipun nanti ada persaingan kita sudah tidak dalam kontrak kerja sama lagi.. Nathan berikan bukti itu tidak perlu kamu capek capek menjelaskan. Semua bukti itu sudah sangat jelas." kata ayah Nathan lirih namun tegas.
Nathan memberikan bukti cctv itu kepada orang tua Putri.
Raut wajah orang tua Putri pun langsung berubah, ayah Putri melirik sang putri.
Plakkk....
Ayah Putri menambah tamparan di pipi Putri hingga menjadi kebiruan pada pipi Putri
"Papa..." putri menangis.
"Kamu telah mempermalukan papa Putri.. Kamu tega Putri..." kata ayah Putri emosi.
"Maafin Putri pa.." putri terus menangis.
"Mas Alan.. Saya mohon maaf... Saya yang tidak bisa mendidik Putri.. Tapi saya mohon jangan hentikan kerja sama kita" kata ayah PutrI memohon.
"Maaf mas.. Saya sudah tidak bisa lagi.." kata ayah Nathan.
"Om, maafin Putri.. Putri mohon ini murni kesalahan Putri.. Jangan libatkan kerjasama om dengan papa.. Putri yang bersalah om... Putri terpaksa melakukan ini karena Putri cemburu Nathan sangat memperhatikan Iren.. Putri sejak dulu mencintai Putri, tapi tidak pernah di tanggapi oleh Nathan. Sedangkan dengan Iren, Nathan bisa langsung mencintai dia.. Putri khawatir Iren dan Nathan sudah..." kata Putri yang masih mencoba menjelek jelekan Iren.
"Cukup Putri!!! Loe tidak mengenali Iren!!! Jadi loe jangan sembarangan membicarakan Iren.. Iren bukan tipe wanita mu****n kaya loe yang bisa dengan santainya menjebak gue seolah olah gue melecehkan loe" jawab Nathan kembali emosi.
Sedangkan bunda dari tadi hanya memeluk lengan Nathan, ikut merasakan perasaan Nathan yang telah di fitnah.. Nathan pun sedikit bisa mengontrol emosinya karena sedari tadi bunda terus menempel pada dirinya.
"Pa... Putri tidak mau pindah kuliah pa... Putri masih mau berada di sini.." kata Putri.
"Terserah kamu, papa cukup kecewa dengan Putri" jawaban dari ayah Putri.
Mereka pun pergi dari kediaman Nathan dan mengantar Putri ke kost terlebih dahulu. Ayah Putri tampak frustasi memikirkan nasib perusahannya.. Kerena selama ini perusahaannya maju karena dapat tunjangan dari perusahaan ayah Nathan dan beberapa kerja sama mereka.
#####
Iren telah tiba di rumahnya sedari tadi, Iren terdiam di dalam kamarnya yang kini sudah pindah di kamar orang tuanya dahulu.
Tok...tok...tok...
"Non Iren... Di tunggu bapak" panggil Bi Murti.
"Iya bi.. Sebentar.." teriak Iren lalu pergi keluar.
"Paman di mana bi??" tanya Iren setlah keluar dari kamarnya..
"Ada di ruang keluarga." jawab bu Murti.
__ADS_1
"Makasihh ya bi" kata Iren.
"Sama sama non.." jawab bi Murti.
Iren pun menuju ke ruang keluarga di mana paman Rudi sudah menunggunya.
"Iren... Sini nak.. Paman ingin berbicara.." kata Rudi setelah melihat kedatangan Iren.
Iren duduk di samping Rudi.
"Ada apa paman..???" jawab Iren.
"Kamu serius cuti dari kuliahmu?? Jangan terburu buru saat mengambil keputusan Ren.. Maaf tadi paman menelpon pihak kampus. Paman bilang, kamu hanya butuh beberapa waktu untuk tidak mengikuti perkuliahanmu dan mereka mengijinkan asal kamu nanti bisa mengejar ketertnggalan kamu. Laman tidak mau kuliahmu jadi kacau Iren.. Kamu masih tanggung jawab paman sebagai amanah dari papi kamu." kata Rudi.
"Maafin Iren paman.. Iren tadi pagi memang tidak berfikir panjang saat memutuskan untuk cuti selama 1 semester" isak Iren..
"Iren, paman kan pernah bilang ke kamu, jika ada masalah berceritalah.. Jangan kamu pendam sendiri." kata Rudi mengelus pundak Iren.
"Iren hanya ingin menenangkan hati Iren saja paman.. Iren hanya ingin berada di sini sejenak.. Iren ingin mencoba menerima saran paman untuk mencoba bergabung di perusahaan papi.. Mungkin dengan itu Iren bisa melupakan segala kegundahan hati Iren." kata Iren.
"Iren.. Semester depan kan kamu sudah praktek dilapangan. Nahh paman berfikir saat itulah kamu terjun ke perusahaanmu" kata Rudi.
"Ya udah deh paman.. Tapi biarkan Iren di sini hanya untuk sementara ya paman" kata Iren.
"Iren... Iren.. Ini rumah kamu.. Kamu bebas kapan pun kami mau berada di sini. Paman audah suruh soal apartemen untuk kamu.. Saat kamu kembali nanti sudah siap di tempati.. Dan barang barang kamundi kost besok sudah akan di pindahkan.. Mana kuncinya.. Nanti oaman berikan ke orang yang akan mengurusnya" kata Rudi lagi.
"Sebentar paman, kuncinya ada di kamar" jawab Iren
Iren pun menuju ke kamarnya dan mengambil kunci kost nya lalu segera kembali ke ruang keluarga.
"Ini paman. Terimakasih ya paman. Paman sudah baik sama Iren.. Iren banyak banget merepotkan paman." kata Iren menyerahkan kunci itu.
"Jangan bilang seperti itu Iren.. Kamu sudah selayaknya putri paman.. Ya udah paman pulang dulu ya.. Kamu istirahatlah" kata Rudi berpamitan ke Iren.
Setelah kepergian Rudi.. Iren kembali ke kamarnya dan beristirahat. Karena hari ini rasanya Iren sangat lelah.
**maaf ya teman teman..
sebenarnya kemaren itu mau up dua..
tapi ternyata kuota tidak menyukupi 😂😂😂
maaf ya...
semoga semakin suka..
like komen dan vote ya biar author tambah semangat nulisnya..
maaf juga akhir akhir ini upnya ga on time lagi..
tapi tetep aku usahain setiap hari.
__ADS_1
sekali lagi terimakasih semua atas dukungan kalian.
lope lope 😍😘😘**