
Ting...
"Yang. Malam minggu nanti aku datang ke rumah.. Kamu ingin dibawain apa??" pesan Nathan.
Iren tersenyum melihat isi pesan dari Nathan.
"Mmmm apa aja, yang penting kamu sampai di rumah dengan selamat" balas Iren.
Ting...
"Siap tuan putriku" balasan dari Nathan.
"Sssttt pesan dari siapa si.. Senyam senyum sendiri.. Ahh iya pasti dari babang Nathan ya...cieeee" goda Ririn menyikut Iren pelan.
"Sirik aja loe.." balas Iren.
"Gue suka sama loe yang sekarang" kata Ririn.
"Ohhh jadi yang dulu dulu ga suka gitu??" Iren pura pura sebal.
"Bukan gitu.. Loe yang sekarang itu terlihat lebih ceria Ren.. Ga seperti yang dulu dulu.. Kusut" jawab Ririn sambil cekikan.
"Sialan loe.." balas Iren tersenyum.
Ririn dan Iren pun segera kembali ke kubikel mereka, meski jam istirahat belum selesai. Mereka memilih bersantai dan mengobrol di sana untuk menghabiskan jam istirahat mereka..
#####
"Bagaimana??" tanya Santi kepada salah satu orang bayarannya.
"Info dari lapangan, target sekarang memakai sopir nyonya.." jawab Bagor.
"Hmmm baiklah, awasi saja dulu.. Jika nanti ada kesempatan langsung habisi saja.. Jangan tunggu persetujuanku.. Paham!!" perintah Santi.
"Baik nyonya.." jawab Bagor.
"Lalu, bagaimana Dwi.." tanya Santi.
"Untuk saat ini Dwi belum bisa bergerak nyonya." jawab Bagor.
"Arrgghhh dasar tidak berguna..!!" teriak Santi.
"Sudahlah sana pergi. Ingat! Target utama jangan sampai lolos." Santi mengingatkan.
"Siap.." jawab Bagor dan langsung pergi meninggalkan ruang tamu.
#####
Haripun berganti, hari ini hari sabtu. Iren masuk kerja hanya separuh hari. Dan seperti biasa, Iren dan Ririn berangkat dengan diantar Agus sang sopir.
Setibanya di kantor, Iren dan Ririn langsung menuju kubikel nya.
"Mbak Iren dan mbak Ririn, di tunggu bapak di ruangannya" panggil Widi.
"Ya kak.. Segera kesana" jawab Iren.
Iren dan Ririnpun bergegas menuju ke ruangan Rudi.
Tok... Tok... Tok..
"Masuk.." jawab Rudi yang sedang asik mengecek beberapa file keuangan.
"Paman.." panggil Iren.
"Ahh kalian, sini duduk." jawab Rudi.
"Ada apa paman.." tanya Iren.
"Iren, waktumu di sini tinggal 1 minggu lagi. Untuk proyek yang di sana tahap pembangunan sudah mulai berjalan. Paman minta tolong ke kamu awasin. Juga Ririn untuk pemasaran." kata Rudi.
"Baik paman.. Nanti jika ada kesulitan Iren pasti akan hubungi paman." kata Iren.
"Lalu rencana pernikahan kamu bagaimana Ren??" tanya Rudi.
__ADS_1
"Untuk soal itu, Bunda sama tante Rosita dan tante Tantri yang urus. Paling Iren hanya ngurus pakaian dan cincin." jawab Iren.
"Lalu nak Ririn kapan menyusul Iren.?" tanya Rudi.
"Ahh paman.. Menyusul seperti apa saja. Ririn masih santai paman. Belum ada yang cocok." jawab Ririn.
"Hahahaha" Rudi tertawa.
"Paman, kami kembali dulu ya.." pamit Iren.
"Ahh iya silahkan.." kata Rudi.
Ririn dan Iren pun keluar dari ruangan Rudi kembali ke kubikel mereka.
"Pagii Ren.." sapa Rangga.
"Pagi.." jawab Iren.
"Mmm gue nanti malam jadi ke rumah loe.. Sekitar jam 7 nanti gue kesana" kata Rangga.
"Ya." jawab Iren.
"Ren, nanti malam kita bakaran jagung yuukk. Asik deh kayaknya." ajak Ririn.
"Waahh boleh juga tuh" sambung Rangga yang masih berada di sana.
Ririn menatap malas ke arah Rangga. Ririnpun melanjutkan mengobrol dengan Iren tanpa memperdulikan adanya Rangga di sana.
"Maaf ya kak.. Saya harus segera menyelesaikan kerjaan saya." kata Iren langsung membuka komputernya.
"Ahh iya.. Maaf mengganggu ya Ren." kata Rangga.
"Dari tadi" gumam Ririn yang masih dapat didengar Rangga.
"Sialan nie perempuan satu, kalau ga mengingat sahabatnya Iren dah gue lenyapin loe" lirik Rangga ke arah Ririn.
#####
"Loe ikut ya.." jawab Nathan.
"Ckk loe, gue tanya apa jawabannya apa" gerutu Arya.
"Hahaha.. Gue pengennya nanti jam 3 kita on the way kesana" kata Nathan sambil tertawa.
"Ok.. Loe kelarin kerjaan hari ini baru gue ikut" jawab Arya.
"Cckkk.. Loe bilang aja gue disuruh kelarin cepet.. Pake acara tanya kapan berangkat huu" gerutu Nathan menyikut Arya.
"Hahahaha" Arya hanya tertawa.
"Dahh ahh gue lanjutin dulu.. Biar di ijinin pak bos pulang" ledek Nathan
"Bisa ae.." jawab Arya.
#####
Waktu sudah beranjak siang.. Kini waktunya untuk kembali pulang. Ririn dan Iren bersiap siap untuk pulang.
"Paman.." panggil Iren saat bertemu demgam Rudi di lobi.
"Dah mau pulang?? Dengan sopirkan??" tanya Rudi.
"Iya paman. Ini lagi tunggu.. Nah itu dia.." jawab Iren.
"Hati hati ya.." kata Rudi.
"Baik paman, kami duluan ya paman.. Sekali kali paman main dong ke rumah Iren.." kata Iren.
"Gampang nanti ya.. Paman sedang banyak urusan.." jawab Rudi.
"Ya udah kalau begitu paman.. Iren dan Ririn duluan ya.." pamit Iren.
"Ya.. Hati hati.." jawab Rudi.
__ADS_1
Ririn dan Iren menjabat tangan Rudi dan mencium tangan Rudi takjim.
"Bay paman.." Iren melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil.
Rudi hanya membalas lambaian tangan Iren dan melemparkan sebuah senyuman.
"Surya, tidak menyangka ya, putri kamu sudah dewasa. Dan dia sebentar lagi akan menikah.. Maafkan aku ya Surya, yang tidak becus melindungi putrimu." batin Rudi yang terus menatap mobil yang Iren tumpangi semakin menjauh.
#####
"Mas Agus.. Kita mampir ke pasar sebentar ya.." kata Iren.
"Baik mbak.." jawab Agus.
Agus segera meraih ponselnya untuk memberi kabar ke kedua kawannya.
"Bro. Buruan ikutin mobil gue.. Mbak Iren minta mampir ke pasar" pesan dari Agus ke Angger.
Ting...
"Siap.. Segera meluncur.." balasan Angger.
Sesampainya di pasar, Iren dan Ririn segera turin dari mobil dan di ikuti oleh Agus.
Dari kejauhan Angger dan Aris sudah berada di posisinya untuk menjaga Iren. Begitu juga di sisi lain, orang suruhan Santi terus megawasi gerak gerik Iren.
"Bos.. Target sedang berada di pasar" kata Nurdin menelpon seseorang.
"Ikuti terus jika ada kesempatan habisi saja" perintah dari seseorang tersebut.
"Siap bos" jawab Nurdin.
Disisi lain.
"Ngger arah pukul 3, sang ojol mengikuti mbak Iren. Hati hati" kata Aris memperingati.
"Benar, sepertinya tidak hanya dia.. Masih ada 3 orang lagi yang bersama dia.." jawab Angger.
"Kabari Agus agar waspada." kata Aris.
Angger segera mengambil ponselnya.
"Bro.. 4 orang mengikuti hati hati" pesan dari Angger.
Ting..
"Siap.. Terimakasih infonya" balas Agus.
Aris dan Angger kembali fokus.. Mereka tidak ingin kecolongan dalam pekerjaan mereka. Sedangkan pihak Santi tidak menyadari jika mereka pun sedang di awasi oleh Aris dan Angger. Mereka begitu santainya masih mengawasi Iren dan Ririn berbelanja untuk mencari kesempatan.
#####
Setelah di rasa cukup, Iren dan Ririnpun memilih kembali.
"Mas, sepertinya dari tadi ada yang mengikuti kita ya" kata Ririn..
"Masa si Rin.." kata Iren menoleh kebelakang.
"Masa si mbak??." tanya Agus pura pura tidak tau sambil melirik ke arah sepion samping kanan dan kiri untuk memastikan.
"Hati hati ya mas" kata Iren kawatir..
"Tenang aja Ren, kita aman.. Mudah mudahan apa yang gue katakan tadi salah itu hanya perasaan gue aja." kata Ririn menenangkan.
Agus pun melakukan mobilnya dengan snagat hati hati dan mereka masih dalam pengawasan Aris dan Angger yang berada di tengah hutan dalam wujud harimau agar lebih memudahkan mereka untuk terus memantau.
"Aargghh sial.. Kita belum dapat kesempatan itu juga. Padahal honornya tinggi banget" kata Nurdin.
"Sudahlah bro besok kita kembali lagi kesini" jawab salah satu temannya.
"Ya udah ayo cabut" jawab Nurdin.
Merekapun pergi setelah melihat Iren sudah hampir tiba di rumahnya. Dan Angger juga Aris merasa lega melihat musuh memutar balik. Setelah dipastikan aman, Angger dan Aris memilih kembali ke pos awal mereka.
__ADS_1