Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
Ririn mulai curiga


__ADS_3

"sayang.." ucap Arya terkejut.


Ririn melangkah mendekati kedua pria dihadpannya dengan tatapan curiga.


"Maksud kalian berdua apa??, Berubah apa?? Kemampuan spesial apa?" Tanya Ririn.


Arya menatap Nathan dengan wajah kebingungan, bukan maksud Arya tidak mau terbuka tentang jati dirinya. Namun melihat bagaimana seorang Ririn, Arya memilih waktu yang tepat dan mencari cara untuk memberitahukan ke Ririn.


"Emm sayang, seb...." Kata Arya dipotong oleh Nathan.


"Sebenarnya loe udah tau, gue merubah Iren menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu yang sangat kuat untuk melewati masa kritisnya waktu itu" kata Nathan yang bisa membaca isi pikiran Arya.


Ririn kembali mengecek keduanya, seolah masih belum percaya. Bahkn jelas jelas Arya berkata meminta keyakinan keapada Nathan jika penglihatan Iren bisa dipercaya. Penglihtan yang seperti apa pikir Ririn.


"Ya sudahlah jika loe ga percaya, gue pergi.. dan loe Arya, jangan begadang, gie ga jadi pulang. Besok bakal gue bantuin loe" ucap Nathan yang memilih pergi.


"Iya.." jawab Arya.


"Apa benar yang dikatakan Nathan Bee" tanya Ririn lirih.


"Sayang, percayalah padaku. Suatu saat nanti jika waktunya datang kamu akan tau. Yang jelas, aku mencintaimu kamu, dan hanya kamu hidupku" kata Arya mencium kening Ririn lalu memeluknya.


Ririn hanya terdiam, entah apa yang dia rasakan sekarang. Namun ada rasa kekhawatiran yang melanda dirinya.


"Sekarang sudah malam, kamu pulang ya. Aku selesaiin dulu 1 mobil ini baru pulang ok..." Kata Arya meleas pelukannya.


Ririn hanya mengangguk dan meletakkan bekal makanan yabg sengaja dia bawakan untuk makan malam sang suami.


Ririnpun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan bengkel.


Setelah keergian Ririn, Nathan muncul kembali dan menemui Arya.


"Kenapa loe ga jujur aja si Ar" tanya Nathan.


"Gue belum siap jelasinnya Than, gue belum bis membuang pikiran buruk di otak gue jika Ririn tidak siap menerima siapa gue" ucap Arya.


"Mau sampai kapan?" Tanya Nathan.


Arya hanya menaikkan kedua pundaknya pertanda dia juga tidak tau.


Waktupun berlalu, ketika tengah asik membereskan peralatan bengkelnya. Tiba tiba, Arya merasa ada sesuatu, dia mencium sesuatu yaitu bau bahan bakar.


Nathan yang berada di sanapun sudah pasti tau, dengan cepat dan senyap mereka berdua sedikit menjauh untuk mencari tau siapa pelakunya.


Mereka berdua keluar melalui pintu belakang, setelah melihat siapa sang pelaku. Dengan cepat Arya menyergap orang tersebut.


Dan tanpa di duga, sang pelaku dapat melepaskan diri dan terjadi pergulatan. Nathan mencari tau siapa orang tersebut, dan menurut Nathan dia hanya manusia biasa. Dia bisa dengan jelas membaca pikiran orang tersebut, yaitu mengenai persaingan bisnis.


Ya, memang akhir akhir ini bengkel Arya banyak pelanggan, bahkan dalam bulan ini Arya sudah membuka 1 cabang lagi di suatu wilayahnya dan dipercayakan oleh anak buahnya yang sudah lama bekerja dengannya.

__ADS_1


Nathan mengamati pergulatan mereke berdua, Arya berusaha membuka masker orang tersebut dan begitu pula sebaliknya.


Ketika orang tersebut mengeluarkan sebuah sajam dari balik badannya, sigap Nathan menendang tangan orang tersebut dan Arya langsung mengunci orang tersebut.


"Siapa loe!!" Bentak Arya.


Arya berusaha membuka masker orang tersebut..


"Mas Toni??" Kata Arya terkejut.


"Leasin gue!" Brontak Toni.


"Ga!!! Apa yang loe lakuin mas?? Ada masalah apa loe sama gue!!" Tanya Arya.


"Lepasin!!!" Kata Toni mencoba berontak.


"Jelasin dulu, ada masalah apa loe sama gue!!" Bentak Arya mengeratkan kunciannya.


"Bengkel gue bangkrut gara gara ada bengkel loe!!! Susah payah gue bangun bengkel gue, tapi adanya bengkel loe, pelanggan gue pada kabur ke loe!!!" Bentak Toni.


Aryapun mendorong tubuh Toni.


"Mas, mana gue tau mana pelanggan loe dan mana yang bukan." Kata Arya.


Nathan hanya menonton, karena memang bukan wewenang dia untuk ikut campur. Dia hanya akan mencegah jika terjadi sesuatu.


"Eghmmm maaf, bukannya mau ikut campur.. lebih baik kita bicara semua ini baik baik. Ayo mas duduk di sana, kita bicarakan dengan kepala dingin ya" ajak Nathan mencoba netral.


"Mas, gue ga ada niatan untuk merebut pelanggan loe, yang namanya pelanggan itu apsti mencari kualitas bengkel yang baik, loe harusnya mengoreksi kualitas dari bengkel loe, dari segi pelayanan terutama..." Kata Arya tidak terima di salahkan.


"Ehhh loe tau apa tentang kualitas bengkel gue hahh!!! Sebelum adanya bengkel loe, bengkel gue baik baik saja... Loe pasti sengaja kan!!" Kata Toni penuh emosi.


"Mas, kalo loe belum siap yang namanya persaingan jangan brani braninya buka usaha deh... Gue ga pernah dan ga niat buat ngambil pelanggan loe, mereka datang ya gue terima lah... Masa iya mau ditolak. Dah deh mas, saya ga mau ribut, kalau loe ga mau pergi dari sini gue bakal lapor ke kepolisian, gue ada bukti loe mencoba merusak tempat usaha gue dan juga jerigen itu" ancan Arya malas...


"Awas loe ya, gue ga bakal tinggal dia" ancam balik Toni yang langsung melenggang pergi.


Arya sementara waktu bernafas lega, setidaknya malam ini bengkelnya terselamatkan. Arya pun menatap lekat Nathan.


"Loe mau bilang penglihatab Iren benar??" Tanya Nathan.


Arya hanya tersenyum dan mendekati Nathan.


"Berkat Iren, titip salam makasih buat Iren.." kata Arya.


Arya berjalan menuju ruang kerjanya diikuti oleh Nathan.


"Kalau gitu gue balik ya.." pamit Nathan.


"Lahh katanya mau bantuin besok??" Tanya Arya.

__ADS_1


"Gue cuma mau bantuin kejadian ini doang, gue pengen balik kangen sama baby Ethan" jawab Nathan.


"Kangen ma anak apa sama maknya.." goda Arya.


"Ckkk kaya loe bisa aja pisah sama Ririn" goda balik Nathan.


Arya menghembuskan nafasnya.


"Kenapa loe??" Tanya Nathan.


"Gue bingung gimana mau menjelaskan ke Ririn, gue yakin dia bakal tanya terus setelah ini" kata Arya merenung.


"Ar... Loe memang harus bilang secepat mungkin, jangan sampai dia tau tentang loe, tentang kita terutama Iren yang sekarang dari orang lain atau bahkan dia yang mencari tau sendiri." Saran Nathan.


"Hufhhh yaahh gue coba deh.." kata Arya bimbang.


"Ya udah loe istirahat, gue juga mau istriahat" kata Nathan.


"Katanya loe mau balik" tanya Aryan


"Ga gue bercanda," jawab Nathan sambil berjalan menuju ke kamar yang dulu Arya tempati.


#####


Malampun berganti pagi, sinar matahari menyoroti masuk ke kamar Iren.


Oekk.... Oekk....


Terdengar baby Ethan menangis di box bayinya. Irenpun segera menghampiri dan menggendong baby Etahn.


"anak bunda pasti haus yaa.. Ehhh popoknya dah penuh ya.. Ya udah lepas dulu ya.." kata Iren mengajak bicara baby Ethan seolah olah sudah mengerti perkataannya.


Baby Ethan tersenyum melihat sang bunda mengajak ngobrol dirinya. Setelah itu, Iren menyusui baby Ethan..


"Renn..." panggil bunda.


"iya bun, masuk aja" jawab Iren.


"ehhh cucu oma udah bangun yaaa" kata bunda melihat sang cucu yang tengah menyusui.


"Mandi sama oma yukk, air hangatnya sudah siap" kata bunda.


"baik oma" jawab Iren menirukan suara anak kecil.


Setelah baby Ethan melepas menyusunya, bunda langsung mengambil alih baby Ethan dari pangkuan Iren.


"Maaf ya bun, Iren kesiangan" kata Iren merasa tak enak.


"Gapapa, dulu bunda juga sering begitu waktu Nathan segini. Masih suka ngajak begadang. Dahh sana kamu mandi, terus sarapan yang banyak, biar asi kamu lancar. Jangan lupa minum jamu yang ayah bikin ya.." kata bunda semvari berlalu membawa baby Ethan untuk mandi.

__ADS_1


"terimakasih ya Allah, Engkau telah mempertemukan aku keluarga yang sebaik ini" ucap syukur Iren di dalm hatinya..


__ADS_2