Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
pilihan tersulit


__ADS_3

"Mba, sudah sampai.." kata sang sopir namun tidak mendapatkan respon.


"Maaf mba sudah sampai sesuai aplikasi.." katanya lagi.


"Ahhh maaf maaf mas.. Ini.. Terimakasih" jawab Iren kaget.


Iren lalu masuk ke dalam, namun tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang.


"Ehhh loe udah berani ya nemuin mereka!!! Haahhh!!!" kata peter.


"Ma.. Maaf kak.. Sa..saya hanya ingin menemui mereka untuk terakhirnya.. Saya janji, tidak akan menemui mereka lagi" jawab Iren.


"Bagus.. Dan ingat loe harus manggil gue sayang hahahaha. Ehhh satu lagi loe dalam bawah pengawasan gue.. Jadi loe jangan macem macem.." kata Peter lalu meninggalkan Iren yang menangis.


Iren langsung berlari ke apartemennya. Iren masuk ke dalam lift menuju lantai 3.. Setelah pintu lift terbuka, Iren langsung menuju ke unitnya dan langsung masuk ke dalam.


Iren menangis, dia teringat dengan kejadian tempo hari.


Flashback on.


Pagi hari, Iren memilih menikmati hari terkahirnya di taman belakang. Iren memandangi berbagai bunga yang telah di rawat bi Murti selama ini. Iren tengan asik menyirami bunga sambil sedikit bersenandung.


Tiba tiba, dari arah belakang ada yang membekap Iren dan membawanya lari memasuki hutan.


"Haiii nona cantik.. Kita berjumpa lagi hahaha" kata Yosep.


"Apa maumu!!! Lepasin gue..!!!" bentak Iren.


"Tenang nona cantik, gue bakalan lepasin loe.. Tapi ada satu syarat" kata Yosep.


"Apa!!" tanya Iren.


"Jika loe ingin semua orang yang lo sayangi selamat, loe harus jauhi si harimau putih itu beserta keluarganya dan loe harus menjadi kekasih anak buah gue Peter" kata Yosep.


"Ga.. Gue ga mau!!!" waktu itu loe aja kalah sama mereka yang hanya berdua.. Gue ga mau..!!" bantah Iren.


"Lihat ini nina cantik.. Loe kenal mereka kan??" kata Yosep yang menunjukkan sebuah foto.


"Paman...??? Lepasin paman gue.. Dia ga tau apa apa soal ini.. Jangan ganggu dia!!" teriak Iren.


"Maka dari itu, loe harus turuti kemauan gue.. Loe tinggal pilih, keluarga loe atau cinta loe..!!!" kata Yosep yang mencengkeram raham Iren.


"Awwww sakitt...Dasar licik!!! Awwww.. Lepasinn!!" Iren memberontak.


"Ingat, loe harus turuti semua kata kata gue.. Loe dalam pengawasan gue.. Dan ingat Peter adalah kekasihmu.. Jika loe berani melawan, mereka akan menjadi korban kami. PAHAMMM!!!" bentak Yosep.


Iren hanya diam, mau melawan pun percuma..


"Oohhh ya dan dua harimau itu" tunjuk Yosep dan Iren mengikuti arah yang di tunjuk oleh Yosep.


"Mereka ditugaskan untuk jagain loe, cuma sayang, mereka gampang banget gue bikin tertidur.. Hahahahaha" Yosep tertawa karena merasa di atas angin.


"Alexanderrr loe siap siap melihat harta berharga loe menjadi gila hahahah" kata Yosep lagi yang membayangkan kemenangan di depan mata dia


"Ehhh loe cepat antar dia kembali.. Keburu dua curut itu bangun.. Bisa bubar rencana gue.." perintah Yosep ke salah satu anak buahnya.


Flashback off

__ADS_1


Iren terus menangis, dia tidak tau lagi harus bagaimana.. Dia di antara dua pilihan antara keluarga atau cintanya.


#####


Hari telah berganti, kini waktunya Iren kembali ke kampusnya.. Sebelum Iren menuju ke kampusnya, Iren memilih mengambil mobilnya di bengkel Arya.


"Mas Arya, gue mau ambil mobil sekarang dah bisa??" pesan Iren.


Ting...


"Udah siap.. Loe bisa ambil kapan aja.." balas Arya.


"Ok, gue ke bengkel sekarang ya" balas Iren.


Ting...


"Siap.." balas Arya lagi.


Iren pun memesan taxi online, lalu kembali memeriksa barang bawaannya untuk ke kampus. Setelah merasa lengkap, Iren berangkat ke kampus.


Ceklek


"Haiii nona cantik, mau berangakat sekarang?!" kata Peter yang tiba tiba berada di depan pintu Iren.


"Sa..saya mau ambil mobil dulu ke bengkel" ucap Iren kaget.


"Ok, gue antar.. Jangan menolak!!" paksa Peter.


"Ta..tapi gue udah pesan taxi" jawab Iren.


"Ba... Baik" jawab Iren.


Irenpun mau tidak mau bersama Peter, mereka langsung menuju ke bengkel Arya..


Setelah sampai, Iren masuk ke bengkel dan Peter menunggu di luar..


Saat Iren masuk ke dalam bengkel, ternyata di sana ada Nathan. Melihat kedatangan Iren, Nathan berusaha mendekati Iren. Namun dengan sigap Peter mendekati Iren.


"Sayang... Mana mobil kamu" kata Peter yang memeluk pinggang Iren.


"I...itu" jawab Iren yang terus menatap Nathan.


Nathan terkejut, dia tau siapa Peter sesungguhnya. Dan yang membuat dia tidak percaya, kenapa Iren bisa bersamanya.


"Lepasin Iren!!!" Nathan mendorong Peter.


"Ehhh loe siapa dorong dorong gue haaahh!! Iren pacar gue.. Terserah gue mau gandeng dia kek, mau meluk dia kek!! Apa urusan loe!!" teriak Peter memancing emosi Nathan.


Mata Nathan mulai berubah, namun sesaat Nathan kembali bisa mengontrol dirinya mengingat kondisi sekitar.


"Iren..." lirih Nathan..


"Lupain aku Than.. Maaf.. Aku sudah bersama dia.. Maafkan aku.. Hiksss" Iren menangis dan berlari masuk ke mobil Peter.


Mau tidak mau akhirnya Peter yang mengurus mobil Iren, dan di serahkan ke Dani.


Peter hanya diam melihat Iren menangis. Sesungguhnya, Peter sudah jatuh hati terhadap Iren sejak dari awal dia melihat di kampusnya.. Namun, karena dia tidak punya nyali untuk melawan bosnya, Peterpun mencoba mengubur dalam dalam perasaanya dan mengutamakan tugasnya.

__ADS_1


Peterpun merasa heran, apa sebenarnya yang ada dalam diri Iren. Hingga Iren seperti memiliki daya tarik tersendiri tidak seperti gadis gadis lain yang sering dia jumpai.


Peter menjadi tidak heran jika melihat Nathan bisa jatuh hati terhadap Iren. Terlebih, selama ini dia tahu jika Nathan adalah sosok yang dingin.


Peter pun memilih berhenti di sebuah minimarket untuk membeli minuman. Setelah kembali ke dalam mobil, dia memberikan sebotol air minum ke Iren.


"Terimalah jangan menolak.. Gue tidak suka ada penolakan" kata Peter.


Iren hanya memandang botol itu.


"Ini masih tersegel, gue ga bakalan menaruh sesuatu.. Gue masih butuh loe buat hidup gue juga" kata Peter lagi.


Akhirnya mau tidak mau Iren menerima botol itu lalu meminumnya.


"Mobil loe udah di antar ke apartemen sama Dani dan Danu.. Pokoknya loe kemanapun harus sama gue.. Paham!!" kata Peter lagi.


"Kenapa kalian tidak bunuh gue aja si!! Dan sebenarnya apa salah gue" isak Iren.


"Jika loe mati, ga ada buat jadiin senjata buat menghancurkan si Alexander itu. Dan salah loe adalah dekat dekat dengan mereka" jawab Peter.


"Lalu apa hubungannya gue sama Alexander!. Gue juga ga minta buat bisa deket dengan mereka." jawab Iren.


"Justru karena loe memiliki daya tarik tersendiri hingga bisa membuat Nathan jatuh cinta sama loe.. Dan itu yang sedang kami manfaatkan, Karena kelemahan Nathan pada emosinya.. Jika kami memanfaatkan loe, kami bisa mainin emosi Nathan dan itu akan menarik perhatian sang kakek secara tidak langsung. Pokoknya kalo loe pengen keluarga loe aman, ikutin aja alur yang bos gue bikin. Tenang aja, bos gue sebenarnya tidak jahat. Hanya dendam masa lalunya yang membuat dia berubah.. Karen kelicikan si alexander itu" Peter menjelaskan.


"kenapa loe menjelaskan ini sama gue" tanya Iren.


"Karena... Ahhh udahlahh pokoknya loe turuti semua perintah gue paham!! Jangan banyak tanta lagi!" kata Peter.


Tak lama kemudian mereka tiba di kampus. Iren menuju ke kelasnya begitu juga Peter.


Saat Iren akan memasuki kelasnya, Ririn melihat lalu berlari mendekati Iren.


"Iren..." Ririn langsung memeluk Iren.


"Loe baik baik aja kan??" tanya Ririn yan melihat wajah sembab Iren.


"Gue baik baik aja" jawab Iren.


"Nomor gue kenapa loe blokie Ren??" tanya Ririn.


"Gue lagi ga ingin di ganggu Rin.. Maafin gue.. Dan terimakasih loe dah selalu menjadi teman baik ku" kata Iren.


"Ren, jangan bilang gitu dong.. Gue akan berusaha ada buat loe.." kata Ririn yang kembali memeluk Iren.


Iren sesenggukkan menangis dalam pelukan Ririn. Tidak lama kemudian Nathan datang.


"Ren.. Aku ingin bicara sama kamu, sebentar" kata Nathan lembut.


"Maaf Than.. Jangan ganggu aku lagi ya.. Jauhi aku.. Aku ga bisa.. Maaf Than.." kata Iren.


"Iya tapi kenapa Ren. Dan kenapa kamu bisa tiba tiba bersama Peter.. Dia bukan orang yang baik Ren.. Aku mohon dengerin aku" kata Nathan memohon.


"Cukup Nathan cukup!!! Jangan ganggu aku lagi.. Aku tidak ingin dengat apapun lagi dengan mu.. Dan aku tidak mau lagi dekat dekat dengan mu lagi..!!" bentak Iren yang berusaha menahan air matanya.


Iren sangat tersiksa, dia tidak tau harus berbuat apa.. Dia memikirkan ke selamatan Rudi dan keluarganya. Karena Rudilah yang sangat berjasa dalam kehidupannya. Iren tidak mau Rudi menjadi korban tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi di sisi lain, dia sangat mencintai Nathan dan berharap bisa bersama Nathan dan juga bersama ayah bunda Nathan. Ayah dan bundalah yang mampu mengganti sosok orang tua Iren yang selama ini dia rindukan, dan Nathan lah yang mampu memberikan kenyamanan untuk dirinya. Tidak masalah siapa diri Nathan sebenarnya.


Iren memilih duduk paling ujung dekat pintu keluar, sebisa mungkin Iren menghindari Nathan dan membuat Nathan menjauhinya meski hatinya sangat hancur. Ririnpun hanya menatap bingung dengan perubahan Iren lalu memilih kembali ke kelasnya. Sedangkan Nathan ingin mencoba mendekati Iren, namun dosen sudah memasuki ruang kelas.

__ADS_1


__ADS_2