Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
emosi


__ADS_3

Arya terus memacu mobilnya, tidak ada lagi obrolan dari mereka berdua. Mereka sama sama fokus kedepan untuk menguntit mobil Rangga. Namun, Arya juga tetap harus menjaga jarak agar tidak di curigai.


"Didepan berhentilah, aku akan turun" perintah Nathan saat melihat Rangga berbelok dan tepat saat itu lampu berganti merah.


Setelah berhenti, Nathan bergegas turun. Dia berlari sekuat tenaga masuk ke dalam hutan. Setelah di rasa aman, dia merubah dirinya menjadi harimau putih dan segera mengejar mobil Nathan.


Sedangkan Arya hampir kehilangan jejaknya karena harus berhenti di lampu merah, jika Nathan tidak mengirim komunikasinya ke Arya mungkin Arya benar benar kehilangan jejak..


#####


Beberapa kali Rangga melirik ke arah sepion tengahnya untuk melihat ke arah Iren yang belum juga sadar. Senyumnya pun muncul, dia sudah sangat yakin jika besok Iren akan menjadi miliknya.


Dan beberapa kali dia melihat ke arah sepion samping kanan dan kirinya untuk memastikan tidak ada yang menguntitnya. Namun dia tidak sadar jika dari sisi lain ada yang mengejarnya.


Hampir 2jam Rangga membawa kabur Iren, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah vila milik pribadi Rangga.


Melihat mobil Rangga masuk disebuah rumah yang tidak terlalu besar. Nathan terus mengamati, dan dia juga terus mengirim sinyal komunikasi dengan Arya. Tidak lupa Nathan juga meminta Arya untuk menghubungi pihak berwajib dengan tuduhan penculikan.


Setelah memarkirkan mobilnya di dalam garasi, Rangga perlahan mengangkat tubuh Iren dan bergegas membawanya ke dalam kamar utama miliknya yang sudah dia desaign selayaknya pengantin baru.


Setelah meletakkan tubuh Iren ke ranjang big size itu, Rangga menyelimutinya dan keluar dari kamar dna menguncinya dari luar.


"Bi!!!" teriak Rangga memanggil ARTnya.


"Iya den.." jawab ART itu berlari tergopoh gopoh.


"Bi.. Ingat jangan sekali kali ada yang berani membuka pintu kamar ini. Apapun yang terjadi.. Hanya saya yang boleh membukanya.. Paham!!" kata Rangga mengingatnya.


"Paham den.." jawab ART tersebut.


"Ahh iya lupa, segera cari penghulu atau ustadz untuk menikahkan aku dengan gadis di dalam" perintah Rangga sebelum benar benar meninggalkan ARTnya itu.


"Baik den" jawab ART itu lagi.


Rangga lalu pergi menuju kamar di sebelahnya. Dia ingin segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. Dan dia ingin segera beristirahat agar esok hari dia terlihat segar.


#####


Di rumah Iren, Ririn khawatir menunggu Iren yang tak kunjung kembali pulang. Iren sempat memberikan kabar ke Nathan namun tidak ada jawaban. Ingin menghubungi Arya, namun dia tidak memiliki nomor ponsel milik Arya.


Ririnpun bingung, mau tidak mau dia menghubungi Rudi yang nomor ponselnya dia dapatkan dari bi Marni.

__ADS_1


Rudi pun sontak khawatir mendengar kabar dari Ririn. Iya pun bergegas kembali ke perusahaan untuk mengecek cctv. Namun sayang kali ini dia tidak mendapatkan hasil apa apa. Hanya terakhir dia melihat Iren berada di kubikelnya dan tidak ada tanda tanda yang mencurigakan.


#####


Malampun telah berganti pagi, Nathan dan Arya sejak kemarin sore masih setia menunggu tidak jauh dari vila Rangga. Arya sudah melaporkan hal ini kepihak kepolisian, namun pihak kepolisian belum bisa bertindak mengingat Arya tidak memiliki bukti kuat ditambah Iren adalah orang dewasa hingga harus menunggu 24 jam baru akan di proses. Nathan sempat kesal mendengar penjelasan Arya, namun bagaimana lagi mau tidak mau dia harus menunggu di sana..


Rangga bangun dari tidurnya, merasa ada yang mengganggu tidur nyenyaknya. Rangga mengusap wajahnya yang masih merasa memgantuk, diapin bergegas bangkit berdiri dan pergi ke kamar mandi.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Rangga untuk membersihkan tubuhnya. Setelah dirinya selesai berpakaian, dia langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke arah dapur.


"Bagaimana bi??" tanya Rangga.


"Ehh den.. Sudah ada den.. Katanya nanti jam 10 beliau akan kemari" jawab ART itu.


"Tapi den, aden harus menyiapkan beberapa berkas itu pesan dari penghulunya.. Juga menanyakan sudah ada saksinya atau belum" kata ARTnya lagi


"Akan saya urus" jawab Rangga santai.


Di dalam kamar lain, Iren mengerjapkan matanya, matanya terasa silau karena sinar matahari yang masuk di sela sela horden.. Pertama yang dia lihat adalah kamar yang asing bagi dia, dengan tempat tidur kanopi mewah yang diproduksi dari bahan kayu mahoni pilihan yang diberi warna emas serta dipercantik dengan ukiran khas Jepara yang rapi, halus dan juga bermotif. Tempat Tidur ini berukuran jumbo (200×200) yang dilengkapi dengan tiyang pada setiap sudutnya yang bisa dimanfaatkan untuk menaruh selambu.



Iren langsung terduduk dari tidurnya dan tangannya memegang hamburan kelopak bunga mawar merah.


Iren turun dari tempat tidur dan sedikit memegangi kepalanya yang tiba tiba terasa pusing.


Ceklek... Ceklek..


Tiba tiba pintu kamar terbuka dan masuklah Rangga dengan satu tangan memegang nampan berisi makanan.


Iren yang melihat Rangga langsung mematung terkejut, dan bertanya tanya kenapa ada Rangga.


"Mengapa gue bisa bersama loe??" tanya Iren dingin.


"Kita makan dulu ya.." jawab Rangga lembut.


"Gue ga laper.." jawab Iren.


"Dah ayok, loe pasti laper dari semalam loe belum makan..." jawab Rangga santai.


"Gue ingin pulang" jawab Iren berjalan menuju ke arah pintu kamar.

__ADS_1


"Eits loe ga boleh kemana mana" cegah Rangga menghalangi Iren dan segera mengunci pintu dengan pasisi dia mengahadap ke arah Iren.


"Minggir!!! Gue pengin balik" bentak Iren mulai merasa takut.


"Ga.. Loe ga bakalan kemana mana. Loe bakal jado istri gue" jawab Rangga berjalan mendekati Iren.


"Ga... Minggir.. Loe mau apa hahh!!" bentak Iren memasang kuda kuda.


"Wah wahh, ternyata calon istri gue jago bela diri juga.." kata Rangga tersenyum.


Rangga pun melempar kunci kamar ke arah tempat tidur, dan kesempatan itu do manfaatkan Iren untuk mengambil kuncinya. Namun sayang, Rangga licik. Dia langsung menabrakkan dirinya ke arah Iren, hingga sekarang pasisinya menindih tubuh Iren.


"Lepasin gue!!! Tolongg!!! Tolongg!!! Lepasin" teriak Iren berusaha melepaskan dirinya.


"Ga bakalan ada yang mendengar teriakan loe maafin gue terpaksa melakukan ini.. Gue cinta sama loe.. Gue harus milikin loe" jawab Rangga berusaha menciumi Iren.


"Gue ga mau!!! Minggir!!" Iren masih berusaha melepaskan dirinya.


#####


Di luar Nathan mendengar teriakan Iren. Tanpa berfikir panjang, Nathan bergegas keluar dari persembunyiannya dan melesak masuk. Melihat itu, Arya ikut masuk membantu Nathan.


Nathan meloncati pagar beton itu. Melihat ada seekor harimau putih besar masuk ke dalam rumah. Dua orang satpam di sana berlari ketakutan membuka pintu gerbang dan itu membuat leluasa Arya untuk memasuki rumah tersebut.


"Tuan pergi dari sini, ada harimau masuk ke dalam rumah" kata salah satu satpam.


"Biar saya yang urus.. Jangan laporkan ini kepada siapapun, biar harimau itu saya yang tangkap" ujar Arya berbohong.


"Apa anda yakin??" tanya satpam tersebut memastikan.


"Saya sangat yakin pak, bapak segeralah pergi selamatkan diri anda" kata Arya mengusir satpam tersebut secara halus.


"Baiklah, berhati hatilah" pesan satpam itu.


Sedangkan Nathan sudah mendobrak pintu masuk rumah tersebut dan mengaum di dalam hingga orang orang di dalam rumah berlarian keluar rumah menyelamatkan diri saat melihat seekor harimau putih di dalam rumah.


Rangga yang tengah berusaha memperk**a Iren terkejut mendengar auman itu. Dia segera keluar dari kamarnya dan mengecek suara apa itu.


Iren sesenggukan menangis, dia langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci dirinya di dalam sana.


Rangga berjalan keluar kamar Iren, dan terkejut melihat ada seekor harimau putih di sana.

__ADS_1


Nathan yang melihat keberadaan Rangga bergegas menghampiri Rangga dengan melompat langsung ke lantai dua di mana Rangga berada.. Melihat harimau itu melompat ke arahnya, Rangga bergegas menyelamatkan dirinya berlari menuruni anak tangganya dan menuju ke belakang rumah.


__ADS_2