Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
kembali ke kampus


__ADS_3

Tidak berapa lama, pesanan mereka datang. Mereka berduapun mulai menikmati makanan mereka dengan sesekali mengobrol.


Drrttt.... Ddrrrtttt


Ponsel Nathan bergetar bertanda panggilan masuk. Nathan yang merasakan itu segera mengambik ponsel dan memeriksa siapa yang menelpon.


"Ayah.." kata Nathan menunjukkan ponselnya ke arah Iren.


"Angkatlah" jawab Iren.


"Hallo yah.." Nathan menerima panggilan dari ayahnya.


"Nathan, Rudi sudah siuman segeralah kemari" kata ayah.


"Baiklah ayah, kami akan segera kembali" jawab Nathan.


"Ada apa?" tanya Iren.


"Paman siuman. Ayo.." kata Nathan bangun dari duduknya sambil meletakkan selembar uang di bawah piring bekas ia pakai.


Mereka berdua bergegas menuju ke kamar rawat Rudi. Hanya membutuhkan 10 menit mereka kembali.


"Paman..." panggil Iren yang mulai berkaca kaca.


"Aghh Iren uhuk.. Uhuk..." jawab Rudi lirih.


"Ssttt jangan banyak bergerak dulu ya paman... Apa yang paman rasakan saat ini??" tanya Nathan yang berdiri di samping Iren.


"Sudah lebih baik" jawab Rudi.


"Paman... Maafkan Iren.." kata Iren yang mulai menangis.


"Ssstt jangan menangis lagi ya.. Kamu ga salah nak.. Paman sudah jauh lebih baik" jawab Rudi mengelus kepala Iren yang menunduk.


"Paman senang kamu selamat. Nathan.. Uhuk... Uhukk... Uhuk..." panggil Rudi.


"Ya paman.." jawab Nathan.


"Jaga Iren ya... Jangan sakiti dia.. Paman titip Iren kepadamu.. Paman merasa tenang jika dia bersamamu" kata Rudi lirih.


"Pasti paman.. Itu sudah pasti.." jawab Nathan.


"Paman.. Paman akan baik baik saja.. Jangan tinggalkan Iren dan Galih paman.. Paman akan segera pulih" kata Iren tanpa bisa mengendalikan air matanya.


"Hehehe paman sudah baik baik saja Iren.. Paman hanya merasa semakin tua.. Tenang saja.. Paman akan sembuh dan akan menyaksikan pernikahan kalian berdua" kata Rudi.


"Paman yang akan menjadi saksi kami berdua nantinya" jawab Iren.


"Sekarang paman istirahatlah.. Galih sedang kuliah.. Nanti dia akan segera kemari.. Sejak kemarin Galih terus menunggui paman, dan tadi Iren berhasil membujuknya untuk berangkat kuliah" kata Nathan.


"Terimakasih" lirih Rudi.


"Ayah, apa kata dokter?" tanya Nathan mendekati sang ayah.


"Kata dokter kondisinya sudah semakin stabil. Hanya saja pak Rudi tidak boleh terlalu kecapekan dan menjaga pola hidupnya nanti" kata ayah.


"Syukurlah kalau begitu" jawab Nathan.


"Ayah.. Apa ayah tidak bisa membantu untuk kesembuhan paman??" tanya Nathan.

__ADS_1


"Ahh iya hampir lupa.." ayah mengambil sebuah bingkisan.


"Nahh ini, nanti jika pak Rudi sudah kembali ke rumah, rebuskan air ini untuk diminum. Ini untuk menjaga kesehatan beliau pasca operasi, bisa membantu mengeringkan bekas operasi juga. Nanti selanjutnya ayah akan mengirim bahan bahannya agar pak Rudi rutin mengonsumsinya." kata ayah menjelaskan.


"Baiklah ayah." Nathan menerima bingkisan tersebut.


Tidak beberapa lama kemudian, suster datang membawakan makanan untuk Rudi.


"Selamat siang.. Waktunya pasien makan.. Dan ini obat yang harus beliau minum" kata sang suster kepada Iren yang membantu meletakkan makanan tersebut.


"Baik sus.. Terimakasih.." jawab Iren.


"Kalau begitu saya permisi" pamit sang suster.


Waktupun terus berlalu, keadaan Rudi sudah semakin membaik meski dirinya tidak lagi diperbolehkan untuk terlalu banyak beraktifitas.


Begitu juga Iren, Ririn dan Nathan yang kini sudah kembali ke kota untuk menyelesaikan studinya.


"Haaahhh akhirnya, sudah sebulan meninggalkan apartemen ini" kata Iren sambil merebahkan dirinya di sofa depan televisi.


"Iya ya.. Trus bagaimana rencana pernikahan loe nanti" tanya Ririn.


"Gue pasrah aja sama bunda.. Gue ga mai ambil pusing yang penting sah" kata Iren menunjukkan barisan gigi putihnya.


"Huuu dasar.. Hh gue mau mandi dulu ahh gerah.." kata Ririn.


"Iya gue juga.." jawab Iren.


Merekapun beranjak dari duduknya menuju ke kamar masing masing. Sedangkan Nathan hanya mengantar Iren sampai ke apartemen lalu bergegas menuju ke bengkel Arya.


"Sory ya bro, akhir akhir ini gue ga fokus di bengkel.." kata Nathan.


"Trus bagaimana sama bengkel loe yang deket kampus gue?" tanya Nathan.


"Berhubung sebentar lagi loe married, gue yakin loe pasti bantuin Iren ngurus perusahaannya. Jadi yang di sana gue jadin tempat cucian aja.. Yang di sini fokus bengkel.." jawab Arya.


"Sory sekali ya Ar, semua rencana loe jadi berubah" kata Nathan menyesal.


"Santai aja si Than.. Gue dah tau posisi loe.. Cuma ya itu, sewaktu waktu gue butuh bantuan loe kira kira loe bisa ga??" tanya Arya.


"Gue bakal usahain buat loe" kata Nathan menepuk pundak Arya.


#####


Esok harinya, aktifitas kembali normal. Iren dan Ririn kembali bersiap siap ke kampus.


Dzztttt.... Dzzzztttt..


"Duhh Rin.. Ini gimana mobil malah ga mau nyala.." kata Iren.


"Bensin masih ada??" tanya Ririn.


"Masih.. Masih cukup lah buat brangkat ke kampus" kata Iren.


Dzzzttt.... Dzzzttttt..


"Telpon Nathan aja.. Sapa tau doi belun berangkat" ide Ririn.


"Coba ya.." kata Iren mengambil ponselnya.

__ADS_1


Tuuuttt.... Tuuuttt... Tuuutt..


"Hallo yank.." jawab Nathan.


"Yank.. Kamu dah berangkat belum??" tanya Iren.


"Ini mau berangkat.. Kenapa??" tanya Nathan.


"Mobil aku ga mau nyala.. Aku masih di parkiran apartemen." kata Iren.


"Ok aku kesana ya.." jawab Nathan..


"Ya hati hati" kata Iren mematikan panggilan teleponnya.


"Bagaimana??" tanya Ririn.


"Mau kesini Nathan.." jawab Iren.


"Untung hari ini cuma bimbingan laporan" kata Ririn.


"Iya.. Tapi gue dah ada janji sama pak Haris jam 10." kata Iren.


"Ini baru setengah 9.. Kalau loe takut ga keburu, kita naik taxi aja.." ide Ririn.


"Lalu Nathan..?" Iren bingung.


"Naahhh itu anaknya, baru di sebut namanya dah nongol aja" kata Ririn menunjuk ke arah Nathan.


"Yank, kira kira lama ga??" tanya Iren.


"Aku cek dulu ya.. Atau kalian naik motor ku?? Kalau buru buru" tawar Nathan.


"Yahh kopling Than.. Gue ga bisa.." kata Ririn.


"Aku bisa.. Mana helm kamu.." kata Iren.


"Kamu yakin??" tanya Nathan ragu.


"Cckk meragukan aku.. Aku bisa.." jawab Iren memgambil helm dari tangan Nathan.


Nathan mengamati Iren. Meski terlihat Ririn takut, tapi dia terpaksa naik ke boncengan dan duduk meski terlihat tegang.


Brummm..


Ternyata Iren mampu menguasai si black.


"Ga nyangka, ternyata dia bisa juga.." batin Nathan.


Nathanpun segera mengecek kondisi mobil Iren terutama bagian aki atau alternatirnya. Dan ternyata Alternatornya bermasalah.


"Ar.. Gue minta tolong, ambil mobil Iren ya.. Alternatornya bermasalah.. Nanti abis gue selesai urusan kampus gue yang pegang.. Tolong ya.." kata Nathan menelpon Ar.


"Ok siap.." jawab Arya.


"Ok thanks ya.. Kunci gue titipin ke bagian satpam" jawab Nathan mematikan sambungan teleponnya.


Nathanpun akhirnya menitipkan kunci mobil ke bagian satpam dan berpesan jika nanti temannya Arya akan mengambil mobil tersebut dan kebetulan sang satpam mengenali Nathan.


Nathanpun pergi ke kampus menggunakan ojek online.

__ADS_1


__ADS_2