
Iren berjalan menyisiri sungai.. Tempat itu sangat indah dan sangat sejuk. Iren sangat menikmati suasana di sana. Sesekali Iren mengambil batu kerikil dan melemparnya ke arah sungai. Airnya sangat jernih bersih.
Iren melihat sebuah rumah yang tidak jauh dari sana.. Entah kenapa, perasaannya mengatakan dia harus kesana. Iren berjalan perlahan mendekati rumah tersebut.
Setelah Iren berdiri di depan rumah tersebut, Iren bingung.. Kenapa rumah ini sangat mirip dengan rumahnya.. Iren mencoba mengalihkan pikirannya, mungkin ini hanya kebetulan.
Saat Iren hendak pergi dari sana, Iren melihat seorang wanita berdiri di depan pintu rumah tersebut.
"Mami.." kata Iren lirih.
Iren mengucek matanya, memastikan dia salah lihat atau tidak.
"Mami!!.. Mami... Ini Iren mam.." panggil Iren setelah apa yang dia lihat benar maminya.
Iren melesak masuk ke dalam rumah itu, wanita itu pun menghilang. Iren mendekati rumah tersebut dengan perasaan yang penasaran. Perlahan Iren membuka rumah tersebut.
Saat pintu terbuka semua tampak silau, membuat Iren menutup matanya. Saat di rasa matanya sudah mampu menyesuaikan, Iren membuka matanya.
Dan Iren terlonjak kaget saat melihat di depannya berdiri tegap, gagah dan sangat besar seekor harimau putih yang terus menatapnya.
Karena terlalu terkejut, Iren reflek berjalan kebelakang. Karena posisinya kurang se imbang Iren jatuh terduduk dan masih berusaha pergi dari sana.
"Iren...." panggil seseorang yang sangat familiar di telinga Iren.
"Mami... Mam....mami di mana.. Tolong mam.." panggil Iren mencari cari sosok maminya.
"Iren ga perlu takut ya sayang.. Nantinya dia lah yang akan menjagamu.. Tetaplah bersama dia dalam kondisi apa pun.. Karena mami dan papi tidak lagi bisa menemanimu nak.. Mami pamit ya sayang.." kata wanita itu lembut.
"Mami... Jangan..jangan pergi lagi mam... Iren ingin bersama mami.. Mamiii" panggil Iren yang melihat sang mami semakin jauh.
Maminya terus menjauh ke arah titik sinar putih di belakangnya.. Maminya terus memasang senyuman untuk Iren.
Iren menangis se jadi jadiny.
"Mami... Mami..." panggil panggil Iren..
"Iren... Iren... Kamu gapapa, Ren bangun..." panggil Nathan di balik pintu kamar Iren.
"Haahhh.." Iren terbangun terduduk..
Dia terkejut, nafasnya.memburu.. Iren melihat sekelilingnya.. Dia berada di kamarnya.. Mimpi aneh lagi.
Tokk..tok...tok..
"Ireenn!! Kamu gapapa.. Ren?" panggil Nathan menyadarkan Iren.
Iren turun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya. Reflek Iren langsung memeluk Nathan.
"Kamu gapapa? Ada apa?" tanya Nathan khawatir.
"Aku takut Than.." isak Iren.
"Takut?? Takut kenapa?" tanya Nathan penasaran.
"Aku kembali bermimpi aneh 2hari ini" kata Iren lirih..
__ADS_1
"Mimpi??" Nathan bingung.
"Aku bermimpi bertemu orang tuaku, dan di sana selalu ada sosok harimau putih.. Kata mami aku harus bersama dia karena dia yang akan menjagaku.. Aku takut.. Aku bingung apa artinya." kata Iren.
"Tunggu.. Harimau putih?" Nathan terkejut dirinya kembali disebutkan oleh Iren.
Iren hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Nathan.. Nathan bingung kenapa dirinya ada di dalam mimpi Iren.. Apa ini waktunya dirinya untuk mengatakan siapa dirinya yamg sesungguhnya.
"Ikutlah dengan ku.. Aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu" kata Nathan membawa Iren masuk ke dalam kamar Iren.
"Ada apa??" tanya Iren bingung.
Nathan membawa Iren ke arah balkon kamar Iren.
"Kenapa ke sini??" tanya Iren lagi.
Nathan langsung melompat turun dan mendarat dengan sempurna..
"Nathan!!!" teriak Iren terkejut melihat Nathan yang melompat begitu saja.
Saat melihat Nathan baik baik saja.. Iren melongo bingung.
"Lompat lah Ren" Nathan menyuruh Iren.
"Aku ga berani Than.. Takut.. Ini terlalu tinggi.. Kenapa tidak lewat depan aja si.." tanya Iren.
"Cepat.. Tidak mungkin lewat pintu depan.. Ayoo cepat.. Sebelum pagi.. Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu.. Lompatlah.. Aku yang akan menangkapmu" kata Nathan berusaha menjelaskan.
Mau tidak mau Iren menuruti kata lata Nathan. Meski ragu, Iren menaiki tembok pembatasnya dan dengan mata terpejam Iren melompat.
Iren membuka matanya, dan dia terkejut saat melihat sekelilingnya yang gelap hanya remang remang oleh cahaya bulan dan di kelilingi banyak pepohonan.
"Tidak Iren.. Ini lah salah satu yang ingin aku tunjukkan kepadamu. Aku akan menunjukkan satu lagi.. Tapi aku mohon jangan takut, jangan berteriak atau bahkan jangan berlari.. Tetap diam di sini. Dan satu lagi jangan katakan kepada siapapun dengan apa yang kamu lihat.." kata Nathan panjang lebar dengan memegangi pundak Iren.
"Jangan menakut nakuti ku Nathan.. Di sini sangat mengerikan.. Lihatlah hanya bulan yang meneranginya" kata Iren yang mulai merasa takut.
"jangan takut, karena aku yang akan melindungimu dari apa pun" kata Nathan lembut meyakinkan Iren.
Iren terus menatap manik mata Nathan yang mulai tampak aneh..
"Nathan, sejak kapan kamu memakai lensa?" tanya Iren.
Nathan hanya tersenyum melihat Iren mulai menyadarinya.. Nathan mulai memundurkan dirinya dan perlahan merubah dirinya.
"Ghhaauuuummmmm" suara Nathan..
Iren terkejut dengan apa yang dia lihat.. Dia terdiam terkejut melihat perubahan Nathan.. Tubuh Iren bergetar hebat.. Dia takut, kakinya mulai lemas namun dia tetap berusaha untuk tetap berdiri.
Nathan mendekati Iren perlahan, melihat Nathan melangkah maju, Iren reflek mundur. Nathan kembali mencoba mendekati Iren perlahan. Awalnya Iren terlihat sangat takut, sangat jelas di mata Nathan tubuh Iren bergetar hebat.
Perlahan tapi pasti, Nathan mendekati Iren.. Melihat Iren hanya diam, Nathan terus mendekat. Setelah cukup dekat, kepala Nathan meraih tangan Iren, agar Iren mau memegang kepalanya. Awalnya Iren masih takut.. Namun entah mengapa saat dia memegang harimau itu hatinya merasa tenang.
Nathan mendudukkan dirinya, dan memberi kode untuk menaikinya.. Iren paham, dan perlahan Iren menaiki sang harimau.
Nathan berjalan menuju ke suatu tempat.. Di atas batu besar Nathan menurunkan Iren.. Iren mencari posisi duduknya yang cukup nyaman bagi dia, dan Nathan duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Mereka berdua menikmati matahari yang akan muncul di sebelah sana. Semburat warna ke'orange orange'nan tampak sangat indah..
Perlahan tapi pasti, Iren merasa nyaman berada di dekat sang harimau.. Mereka menikmati pagi yang indah berdua.
Lalu Nathan merubah kembali wujudnya.
"Iren.. Kamu sudah paham kan apa yang dimaksud dengan mimpimu?" tanya Nathan dan Iren hanya mengangguk.
"Apa kamu takut?" tanya Nathan lagi.
"Entahlah.. Di dalam mimpi aku sangat ketakutan.. Tapi saat tadi, aku tidak merasakan itu.. Aku hanya terkejut saat melihatmu berubah.. Apa ini hanya mimpi?" tanya Iren lagi yang masih belum mempercayainya.
"Tidak.. Ini nyata Iren.. Dan kamu ingat saat kejadian di parkiran itu?" kata Nathan sambil merangkul Iren.
"Apa kamu yang menyelamatkan ku?? Dan maling di kost, apa kamu sebenarnya tidak bersama temanmu?" Iren mengingat beberapa kejadian yang menurutnya janggal.
"Iya, kamu benar.. Sejak awal kita bertemu, kamu memiliki daya tarik sendiri bagi ku Iren. Pernah aku mengatakan kepadamu, hanya kamu yang tidak mampu aku baca.. Masih ingat?" kata Nathan lagi.
"Iya aku ingat.. Apa ayah dan bunda juga sama sepertimu?" Iren menatap Nathan.
"Hanya ayah, aku mewarisi darahnya.. Sedangkan bunda sama sepertimu" jawab Nathan menatap kedepan.
"Apa kamu masih mau tetap bersamaku?? Apa kamu masih tetap memikirkan soal perasaanku?" tanya Nathan.
"Entah Nathan, aku sama sekali tidak tau apa itu cinta.. Yang aku tau, saat bersamamu aku merasa sangat nyaman.. Aku merasa ingin selalu bersamamu" kata Iren polos.
"Meski kamu sudah tahu siapa aku?" tanya Nathan lagi.
Iren hanya mengangguk sambil tersenyum.. Nathan memeluk Iren erat
"Iren, tapi akan banyak resiko saat kamu tetap bersama ku.. Aku ingin menutupi mu dari mereka tapi aku tak bisa.. Apa kamu sanggup?" tanya Nathan menatap Iren.
"Apapun aku akan bersamamu Than" jawab Iren menatap lekat Nathan.
"Terimakasih Iren.. Berjanjilah, jangan jauh jauh dari ku.. Karena saat ini sedang ada yang mengincar kita bahkan ayah dan bunda" kata Nathan.
"Siapa?" tanya Iren.
"Klan tiger.. Dan kakekku" jawab Nathan..
"Lain kali akan aku jelaskan.. Sekarang kita kembali sebelum ada yang menyadarinya" kata Nathan bangkit berdiri dan kembali merubah wujudnya.
Iren menaiki punggung sang harimau. Mereka berdua kembali ke rumah Iren.
visual hanya pemanis ya teman teman 😊😊😊, yang menggambarkan bayangan author ☺
**terimakasih banyak sudah menyukai karya ku ini.
semoga tidak bosan ya...
mohon dukungannya ya, tinggalkan like dan komentnya..
terimakasih sekali lagi yang sudah like dan koment itu membuat author bersemangat untuk meneruskan karya ini. 🙏🙏🙏☺☺☺☺
__ADS_1
jangan lupa melipir juga ke novel author yang pertama..
CINTA DALAM DENDAM DAN BENCI 🙏🙏☺☺**