Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
menyelamatkan Iren lagi.


__ADS_3

Iren terkejut dengan kata kata Nathan.. Iren tidak menyangka Nathan begitu cepatnya mengungkapkan keinginannya..


"Emmmm.. Kamu sedang tidak bercanda kan Than??" tanya Iren lirih.


"Apa aku terlihat sedang bercanda Ren??" jawab Nathan.


"Kenapa kamu begitu cepatnya memutuskan ingin bersamaku Than??? Apa kamu sudah memikirkannya terlebih dahulu.. Aku akan sangat merepotkanmu jika kita bersama.. Aku akan terus menyusahkanmu Than.. Bahkan akan membahayakanmu" kata Iren.


"Ren... Selama kamu menerimaku begini adanya aku, sudah cukup membuktikan untuk ku.. Tidak perlu aku pertimbangkannya lagi. Asal aku bisa terus bersamamu, apapun akan aku lakukan.. Bahkan hingga nyawapun akan aku berikan untukmu Ren.. Aku tulus Ren.. Aku benar benar menginginkanmu.. Aku ingin kita bahagia bersama Ren" kata Nathan mengeratkan genggaman tangannya.


Iren tidak kunjung menjawab permintaan Nathan.. Iren masih bertarung dengan peraaaan dan pikirannya.


"Iren, apa jawabanmu..?" Nathan berlutut di depan Iren.


Nathan terus mendongak menatap wajah manis Iren yang berada dibawah terang cahaya bulan purnama. Tatapan sendu dari matanya menatap lekat Nathan.


Iren terdiam, antara bahagia dan ragu.. Bukan ragu akan perasaan Nathan.. Namun ragu, apa dia bisa mengimbangi sosok Nathan seperti bunda ke ayah Nathan..


"Ren... Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa percaya padaku?" tanya Nathan.


"Nathan... A... Aku hanya perlu pelukanmu" senyum Iren.


Nathan mendelik, dia masih mencerna kata kata Iren.


"maksud kamu??" tanya Nathan dan hanya dibalas dengan anggukan.


Nathan langsung berdiri dan memeluk tubuh Iren dan sedikit mengangkatnya.


"Terimakasih sayang.. Terimakasih.. Aku menyayangimu" kata Nathan memeluk Iren erat.


"Aku juga sangat menyayangimu Nathan" balas Iren..


Nathan melonggarkan pelukannya, tangannya merogoh kantong celananya dan mengambil sebuah cincin. Lalu cincin itu disematkan di jari manis kanan Iren. Iren tersenyum mendapatkan perlakuan yang spesial menurutnya dari Nathan. Nathan mengecup lembut kening Iren.


"Than..." panggil Iren.


"Hmmm.." jawab Nathan menatap Iren.


"Tapi kita tidak buru buru kan??" tanya Iren.


"Buru buru ngapain sayang???" tanya Nathan sedikit menggoda..


"Nathan.. Issss.. Kamu ga buru buru ngajakin nikahkan???" tanya Iren swdikit sebal.


"Hahahahaha.. Wajah kamu menggemaskan kalau lagi ngambek gini" kata Nathan sambil menoel hidung Iren.


"Apaan si Than.." Iren malu malu.


"Aku ngikutin kamu aja sayang.. Kamu siapnya kapan.. Besok ya ayookkk" goda Nathan.


"Besok??? Kamu kali tuhhh maunya besok" cemberut Iren.


"Hahahaha.. Lalu mau kamu kapan??" kata Nathan memiliki kegemaran baru, menggoda Iren.


"Emmmm" Iren berfikir.


"Selesai kuliah bagaimana??" Nathan memberi saran.


"Mmm boleh... Tapi... Bunda Ayah??" tanya Iren.


"Justru mereka kalau dengar ini pasti nyuruh kita buru buru... Apa lagi bunda yang selalu saja nanyain kamu" kata Nathan sambil memeluk pinggang Iren.


Plok... Plok... Plok..

__ADS_1


Tiba tiba suara tepukan tangan dari seseorang yang berdiri dibalik kegegelapan malam..


Nathan memicingkan matanya, setelah melihat siapa. Nathan langsung menggeser Iren untuk berpindah ke belakang badannya.


Perlahan mata Nathan mulai berubah dan sedikit menggeram.. Mendengar erangan Nathan, Iren langsung tau siapa tamu tak diundang itu..


Dengan telepatinya Nathan mencoba memanggil Arya yang paling dekat.. Arya yang tengah tertidur merasa sesuatu yang belum pernah dia rasakan seperti ada yang memanggilnya. Arya bangun dan pergi ke balkon mencari tau siapa yang memanggilnya. Saat di balkon, dia melihat Nathan bersama Iren dan di depan mereka ada beberapa musuh salah satunya yang dia yakini adalah Peter.


Arya langsung terjun dari lantai dua, dia menghampiri Nathan. Arya langsung berdiri di samping Nathan


Melihat kedatangan Arya, Iren terkejut karena setahu dia Arya bukan sebangsa seperti Nathan dan keberadaan Nathan dan yang lain tidak boleh diketahui oleh manusia biasa.


"Bagaimana ini Than, mereka berlima. Kita hanya berdua.. Apa kamu sanggup??" bisik Arya yang terus menatap ke Peter.


"Wahhh... Wahhh.. Wah... Nathan.. Ternyata loe sudah ketemu sama saudara loe..." kata Peter.


"Untuk apa loe datang kesini haahh!!!" bentak Nathan.


Iren semakin terkejut ternyata Arya saudara Nathan. Itu berarti Arya sama seperti Nathan. Iren menatap tidak percaya kini di depannya ada beberapa sosok yang menurutnya di luar nalar. Bahkan jika dia berniat untuk bercerita ke orang lainpun tidak akan ada yang percaya.


"Hahahaha loe masih menanyakan itu?? Jelaslaahh untuk mengambil dia!!!" bentak Peter sambil menunjuk Iren.


"Ternyata loe ga kapok juga. Dan Iren bukan barang yang bisa seenaknya loe ambil begitu saja.. Dan loe ga bisa memaksakan ke hendak loe!" bentak Nathan yang masih memegangi erat Iren yang bersembunyi dibelakang tubuhnya.


"Ar... Kita pancing mereka keluar dari sini. Nanti gue usahain manggil ayah. Di sini tidak aman, akan menimbulkan masalah lagi, terlalu dekat dengan manusia" bisik Nathan.


"Baik.." jawab Arya yang langsung merubah wujudnya.


"Iren naik kepunggungku!!" perintah Nathan setelah merubah dirinya.


Iren langsung menaiki punggung Nathan, dan berpegangan erat dengan memeluk leher Nathan yang besar.


Nathan dan Arya berlari keluar halaman rumah dan menuju ke dalam hutan yang berada di belakang rumah Iren. Tidak lupa, Nathan mencoba memanggil ayahnya untuk minta pertolongannya. Karena tidak mungkin baginya melawan musuh hanya berdua sedangkan ada Iren bersamanya.


Mereka terus berlari dan di kejar oleh Peter dan yang lainnya. Mereka berusaha mengulur waktu hingga ayah tiba.


"Nathan!!!! Tolonggg!!! Nathan!!!" teriak Iren.


Nathan terkejut dan segera berbalik badan, namun dia di hadang oleh anak buah Peter.


"Nathan, loe kejar Iren.. Biar gue yang mencoba hadapi mereka" kata Arya..


Nathan hanya mengangguk, Nathan mencoba menyusul Iren. Namun salah satu anak buah Peter tetap berusaha mencoba menghadang Nathan.


Nathan menarik nafasnya dalam dalam dan...


Bughh... Bughhh.. Ghhaauummm kreeettt..


Nathan langsung menampar musuh dengan cakar tajamnya dengan sekuat kuat tenaga dan menggigit leher bagian belakang musuh dan mematahkan tulang lehernya tanpa memberi kesempatan musuh untuk melawannya.


Setelah melempar musuhnya yang sudah tewas seketika itu, Nathan mencoba mengejar Peter dengan mulut yang masih ada sisa sisa darah menetes melalui taringnya.


Nathan terus mengejar, berusaha menyelamatkan Iren.


#####


Arya masih berusaha melawan ketiga musuh yang tersisa. Arya sempat kualahan melawan mereka bertiga hingga tiba tiba datang dua harimau putih anak buah kiriman ayah yang tidak jauh dari lokasi mereka sehingga lebih cepat untuk menolong.


Kini posisi mereka seimbang satu lawan satu. Mereka saling mengaum satu sama lainnya hanya sekedar untuk menakut nakuti pihak lawan. Saling mencakar dan tidak jarang pohon pohon di sekitar mereka terkena cakaran mereka.


Arya memberikan satu tamparan keras menancapkan cakarnya yang tidak sengaja mengenai mata lawan, hingga lawan melangkah mundur dan berlari menjauh karena tidak ingin tewas seperti temannya. Di ikuti dengan kedua temannya yang merasa sudah mulai kehabisan tenaga untuk melawan Arya dan dua harimau itu.


"Ayo susul Nathan.." ajak Arya.

__ADS_1


"Baik.." jawab kedua harimau itu.


#####


Nathan terus mengejar hingga jauh meninggalkan Arya. Dia terus mengikuti arah instingnya kemana Peter membawa Iren.


Dari kejauhan, Nathan dapat melihat Peter tengah di hadang oleh sang ayah. Nathan dibuat kagum dengan insting ayahnya yang sangat kuat dan dengan cepat dapat menemukan posisi musuh.


"Lepaskan Iren" kata ayah..


"Heeehhh harimau tua!! Jangan ikut campur dengan urusan ku!!!" kata Peter.


Ayah melihat kedatangan Nathan, ayah dapat mendengar rencana Nathan yang akan diam diam menyerang Peter dan ayah akan mengambil kesempatan untuk merebut Iren.


"Jelas ini menjadi urusanku jika menyangkut Iren ataupun putraku!!" ayah mencoba mengambil alih perhatian Peter.


"Minggir lah kau!!! Atau kau akan tewas di tanganku!" ancam Peter.


Bugh....


Nathan meloncat dan menubruk Peter dan mencoba menggigit leher Peter.


Ayah memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil Iren. Secepat kilat ayah mencengkeram Iren dan membawa lari menjauhi Peter dan Nathan yang sedang bertarung. Tidak lama kemudian Arya tiba di sana.


"Paman..." panggil Arya.


Ayah berhenti mendengar panggilan Arya dan menurunkan Iren perlahan. Dan Iren turun bersandar ditubuh ayah karena merasa lemas.


"Paman.. Di mana Nathan??" tanya Arya.


"Nathan sedang menghadapi Nathan..


"Ayah..." tangis Iren ketakutan dan terlihat ada beberapa luka lebam dan lecet lecet di area tangan dan keningnya terlihat berdarah..


"Loe tidak apa apakan Ren??" tanya Arya yang melihat kondisi fisik Iren.


Iren hanya menggelengkan kepalanya, dia masih takut.


"Ayah.. Nathan..." kata Iren menangis.


"Arya, kamu temani Iren.. Paman ingin melihat Nathan" kata ayah.


"Nak.. Kamu sama Arya dulu ya... Kamu aman bersama mereka.. Ayah akan menolong Nathan.. Tenang ya" kata ayah.


"Baik ayah.." jawab Iren mendekati Arya.


"Awwww..." teriak Iren merasakan sakit pada bagian kakinya.


"Loe gapapa?? Naik punggungku.. Nanti dirumah kita lihat luka lukamu" kata Arya khawatir.


"Paman hati hati.. Arya akan membawa Iren kembali pulang. Kasihan Iren." kata Arya.


"Baiklah.. Kalian hati hati.." jawab ayah.


Arya membawa Iren kembali kerumah dengan diiringi kedua anak buah ayah untuk memastikan ke amanan Iren.


Ayah kembali ke tempat Nathan dan Peter yang tengah bertarung. Setibanya di sana, ayah dapat menyaksikan pertarungan terakhir mereka.


Nathan dengan posisi berada di atas Peter yang tengah terkulai lemas di bawahnya. Nathan sudah gelap mata menggigit leher Peter.


Nathan tidak peduli lagi dengan belas kasihan, tidak peduli lagi dengan mohon ampunan dari Peter.


"Nathan hentikann!!!" teriak ayah.

__ADS_1


Sreeekkkkk


Terlambat, Nathan sudah mengigit keras keras leher Peter dan menariknya hingga darah keluar bermuncratan deras hingga mengenai wajah Nathan. Peter tewas saat itu juga dan disaat itu pula Nathan terjatuh terkulai lemas. Ayah langsung berlari mendekati Nathan, dan melihat kondisi Nathan.


__ADS_2