
Tiga hari telah berlalu, selama itu pula bunda merawat Iren dengan penuh kasih sayangnya. Ayah di minta bunda untuk kembali dan mengurus usahanya. Sedangkan Nathan setia menemani sang bunda untuk merawat Iren karena dia juga harus mengikuti kasus kecelakaan yang menimpa Iren dan Ririn yang sudah dia serahkan ke pihak kepolisian.
Ririn sudah sejak kemarin di perbolehkan untuk pulang. Ririn memilih tinggal di rumah Iren meski orang tuanya membujuknya untuk sementara ikut pulang.
Nathan mendapatkan kabar jika Santi istri Rudi kabur entah kemana. Sedangkan dua pelaku yang lain yaitu pria suruhan Santi juga Rita sudah tertangkap.
Rudi pun merasa sangat bersalah atas sikap Santi yang tidak mau kooperatif. Dan Rudi sudah memutuskan untuk menceraikan Santi, dia sudah cukup kecewa dengan perbuatan Santi yang ingin melenyapkan Iren hanya untuk sebuah harta. Hingga saat ini Iren pun belum mengetahui jika Santilah dalang dibalik kecelakaannya.
Tok..tok..tok..
"Permisi, saya mau mengecek pasien.." kata dokter.
"Ohh ya silahkan dokter" kata bunda.
Tidak lama kemudian dokter pun sudah selesai mengecek kondisi Iren.
"Bagaimana dok??" tanya bunda.
"Keadaan pasien sudah sangat baik, bu.. Hari ini pasien di perbolehkan untuk pulang. Asal pasien jangan terlalu banyak kegiatan terlebih dahulu. Silahkan anda sudah dapat mengurus administrasinya" kata dokter.
"Alhamdulillah kalau begitu dokter.. Terimakasih atas bantuan dokter" jawab bunda.
"Sama sama bu, saya hanya berusaha sebisa saya, selebihnya atas kehendak Allah. Kalau begitu saya permisi." pamit dokter.
"Ohh ya silahkan dok.." jawab bunda.
Bunda menatap Iren yang tengah terbaring di tempat duduknya.
"Nak, kamu sudah boleh pulang hari ini.. Bunda telepon Nathan dulu ya.." kata bunda.
"Iren sudah boleh pulang bun?? Alhamdulillah, Iren sudah bosen tiduran terus." jawab Iren.
"Tapi, kamu jangan terlalu capek saat sudah pulang ya.. Kamu belum sepenuhnya pulih.." pesan bunda mengusap rambut Iren..
"Iya bunda," kata Iren memeluk bunda.
Tuutttt...ttuuuutt...ttuuuttt..
"Hallo Nathan..." kata bunda menelpon Nathan.
"Hallo bunda.. Ada apa bun?? Apa terjadi sesuatu dengan Iren??" tanya Nathan.
"Iren gapapa nak.. Hari ini Iren sudah diperbolehkan pulang, kamu cepat kembali ya Than, jemput bunda sama Iren.." kata bunda.
"Ohh iya bunda, Nathan segera kesana.." kata Nathan.
Bunda pun menutup sambungan teleponnya.
"Nak, bunda mau ngurus administrasinya dulu ya.. Kamu sendirian gapapa kan??" tanya bunda.
"Gapapa bun.." jawab Iren.
"Ya udah, bunda tinggal sebentar ya" pamit bunda.
"Iya bun.." jawab Iren tersenyum.
Bunda pun meninggalkan Iren dan segera mengurus administrasinya.
__ADS_1
#####
"Baiklah kalau begitu pak, saya tunggu informasi lebih lanjut" kata Nathan.
"Siap, nanti jika kami sudah menemukan tersangka utama. Kami akan menghubungi anda" kata salah satu anggota kepolisian.
"Terimakasih pak" jawab Nathan.
Nathan bergegas menuju ke rumah sakit untuk menjemput Iren dan sang bunda. Saat hendak menjalankan mobilnya, Nathan terlebih dahulu mengambil ponselnya.
"Hallo paman" kata Nathan.
"Ya nak.. Apakah ada kabar??" tanya Rudi.
"Paman, apakah paman punya kenalan seorang pengacara?? Nathan ingin perkara ini segera selesai paman. Ohh ya, tadi juga Nathan dapat kabar. Hari ini Iren sudah diperbolehkan untuk pulang paman" kata Nathan.
"Untuk pengacara, paman ada. Beliau pengacara keluarga. Paman sudah minta tolong kepadanya untuk membantu kamu.." jawab Rudi.
"Alhamdulillah Iren sudah diperbolehkan untuk pulang.. Nanti paman akan menemuinya di rumah. Titip salam untuk Iren dan bundamu" sambung Rudi.
"Baiklah kalau begitu paman, terimakasih atas segala bantuan paman" jawab Nathan.
"Sama sama Nathan." jawab Rudi.
Nathan pun mematikan sambungan teleponnya dan langsung menuju ke rumah sakit.
#####
Bunda sudah selesai mengurus segala administrasi perawatan Iren. Sebelum kembali ke ruang perawatan Iren, bunda menuju ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan.
Setelah mendapatkan apa yang bunda cari, bunda kembali menuju ke kamar Iren dengan wajah terus tersenyum penuh kelegaan.
"Aahh Bunda.. Ga kok bun.. Bunda bawa apa itu??" tanya Iren.
"Bunda beli soto.. Kamu mau?? Bunda suapin ya.." tawar bunda.
"Bunda aja yang makan.. Bunda pasti capek bolak balik terus.." jawab Iren seraya memposisikan dirinya untuk duduk.
Tok..tok..tok..
"Permisi.. Saya mohon ijin untuk melepas infus untuk nona Iren.." kata seorang perawat tiba tiba.
"Oohh iya sus. Silahkan silahkan.." jawab bunda.
Perawat tersebutpun segera menjalankan tugasnya untuk melepas selang infus di tangan Iren dengan sangat hati hati.
"Selamat ya mba Iren, hari ini sudah mendapatkan ijin untuk pulang.. Semoga lekas pulih" kata sang perawat.
"Terimakasih ya sus" jawab Iren.
"Kami permisi dulu. Mari.." pamit salah satu perawat.
"Mari sus, terimakasih.." jawab bunda.
"Haaahh akhirnya ya nak, kamu sudah di perbolehkan untuk pulang.." kata bunda senang.
"iya bun.." jawab Iren.
__ADS_1
"Ya udah, sini bunda suapin sambil menunggu Nathan" kata bunda.
Mereka berdua akhirnya makan berdua dalam satu porsi. Nathan yang baru tibapun melihat pemandangan yang sangat mengharukan.
Dengan tersenyum Nathan melihat dua wanita yang paling dia cintai. Berkali kali Nathan merasa bersyukur melihat mereka berdua selayaknya ibu dan anak, sangat dekat dan saling menyayangi satu sama lain.
"Loohhh Nathan.. Kenapa malah melamun di depan pintu si.." kata bunda yang hendak membuang sampah.
"Ga melamun kok bunda.." jawab Nathan.
"Semua dah siap bun??" tanya Nathan.
"Oohh iya bunda lupa belum beresin baju bajunya Iren" jawab bunda.
"Biar Nathan aja.. Bunda sama Iren diem istirahat.." jawab Nathan.
"Baiklah.. Terimakasih ya sayang.." jawab bunda.
Semua pun sudah siap, perlahan mereka meninggalkan kamar Iren dan menuju ke mobil. Mobil kini mulai meninggalkan rumah sakit dan menuju ke rumah Iren..
Ririn yang mendapatkan kabar bahwa Iren akan kembali pulang, Ririn segera meminta tolong ke bi Marni untuk segera memasak beberapa menu.
Setelah semua siap, Ririn membantu bi Marni untuk menyiapkan semua masakan untuk disajikan di meja makan.
Belum lama Ririn selesai menyiapkan meja makan, terdengar mobil Nathan telah tiba.
Ririnpun segera kekuar untuk menyambut mereka.
"Ireennn" panggil Ririn.
"Akhirnya loe dah pulang.. Dah ga ada yang di rasainkan??" tanya Ririn.
"Cuma lemes aja kok.." jawab Iren.
"Syukur deh.. Ehhh bunda... Sini Ririn bantu.. Bunda sama Iren aja.." Ririn mengambil alih tas berisikan baju baju Iren.
Sedangkan Nathan mengambil bawaan yang lain dan segera membawa masuk ke dalam rumah. Setelah semua beres, Nathan memilih bergabung dengan Iren dan bunda yang tengah duduk di ruang keluarga.
Tidak beberapa lama Rudi pun tiba di rumah Iren. Dan Nathan bangun dari duduknya untuk membukakan pintu.
"Paman.." kata Nathan.
"Than..." jawab Rudi.
"Mari masuk paman.. Iren sedang berada di ruang keluarga" kata Nathan.
"Than..." panggil Rudi sebelum merek menuju ke ruang keluarga.
"Ya paman.." jawab Nathan membalikkan badannya.
"Ini kartu nama bapak Subroto, beliau pengacara keluarga Iren.. Paman sudah menceritakan semuanya ke dia.. Tinggal kamu dan dia bertemu aja.." kata Rudi.
"Terimakasih ya paman.." Nathan menerima kartu nama tersebut.
"Sama sama... Paman mohon, untuk saat ini Iren jangan tau terlebih dahulu. Biarkan dia pulih dahulu" pesan Rudi.
"Baik paman.." jawab Nathan.
__ADS_1
Dan mereka pun bergabung dengan Iren, bunda dan Ririn yang berada di ruang keluarga. Mereka pun mengobrol santai hingga waktu makan siang sudah tiba. Dan merekapun menikmati makan siang mereka bersama.