Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
musuh dalam selimut


__ADS_3

Rudi membuka folder privasi di komputernya, di mana folder itu berisikan monitor cctv lain yang sengaja dia sembunyikan dari para karyawannya hanya untuk berjaga jaga apa bila terjadi seperti sekarang ini contohnya.


Secara diam diam, dia sudah memasang beberapa titik cctv tersembunyi hanya untuk situasi seperti sekarang. Tidak ada yang tau, hanya dia yang tau.


Sebelum memperlihatkan hasil rekaman cctvnya, Rudi melihatnya terlebih dahulu. Saat rekaman memutar setiap kejadian, tiba tiba wajahnya berubah menjadi pias. Udara mendadak panas hingga peluh membanjiri keningnya. Tangannya menggenggam dengan eratnya, dengan menahan emosinya dia mengirim rekaman itu ke ponselnya. Dengan wajah yang memerah dia berlalu keluar ruangan begitu saja tanpa memperdulikan ada Nathan dan Arya yang kebingungan melihat sikapnya yang berubah.


Nathan dan Arya saling berpandangan tidak tau harus apa.


"Paman.. Ada apa paman???" Nathan mengejar Rudi.


Sedangkan Arya mencoba melihat komputer yang masih menyala. Terlihat dalam layar yang masih memutarkan rekaman waktu kejadian. Lalu Arya mencoba flashback rekaman tersebut. Dan semua adegan sangat jelas dalam rekaman tersebut. Lalu Arya mengirim rekaman tersebut kedalam ponselnya tanpa terlewatkan sedikitpun. Karena itu satu satunya bukti.


Setelah berhasil menyimpan semua bukti itu, Arya keluar dari ruangan dan menyusul Nathan.


#####


"Paman tunggu!!!" Nathan menarik tangan Rudi.


"Paman apa yang terjadi.. Ada apa dengan paman." tanya Nathan.


"Nathan maafkan paman, maafkan paman Nathan.. Ini diluar dugaan paman. Paman harus mengurus ini segera. Paman harus pergi" kata paman menyiratkan rasa kesedihan, kekecewaan dan rasa bersalah menjadi satu.


"Nathan!!!" panggil Arya berlari mendekati Nathan saat di depan pintu keluar..


Nathan menoleh ke arah Arya yang berlari kearahnya.


"Di mana om Rudi?" tanya Arya.


"Entah, sikapnya berubah.. Dia hanya mengatakan permintaan maaf" jawab Nathan kebingungan.


"Atau ada hubungannya dengan ini??" Arya menunjukkan hasil rekaman itu.


Flasback on


Seorang pria yang menggunakan jaket jins, dan bertopi tampak mendekati mobil Iren. Sesaat dia melihat lihat sekelilingnya, dirasa aman dia langsung masuk ke dalam bagian bawah depan mobil. Pergerakannya cukup cepat, lalu dia pergi meninggalkan mobil Iren..


Saat itu tanpa sengaja Rita melihat seorang pria yang baru keluar dari sebuah mobil. Diam diam Rita mengikuti arah Pria tersebut pergi. Rita terkejut saat pria itu menemui istri mantan bosnya yaitu Rudi. Rita lalu bersembunyi di balik tiang beton yang cukup besar hingga mampu menutupi tubuhnya dan cukup terdengar obrolan mereka.


"Bagiamana??" tanya Santi istri Rudi.


Sebelumnya Santi sudah mengamati mobil Iren semenjak dia tau Iren sedang PKL di perusahaannya sendiri. Diam diam Santi memfoto plat nomor mobil yang Iren gunakan dan mengirimkan ke pria suruhannya itu. Hingga tidak sulit untuk pria itu menjalankan perintah Santi.


"Beres nyonya, saya sudah melepaskan kabel remnya" kata pria tersebut.


"Aman kan??" tanya Santi.


"Tidak ada yang melihatnya nyonya, hanya ada kamera cctv di sana" kata pria itu.


"Itu nanti saya yang atur. Dah sana pergi, ini uangnya" Santi memberikan sebuah amplop berwarna coklat untuk pria tersebut.


Setelah pria itu pergi, Rita muncul dari persembunyiannya.


"Waah...waahh... Ternyata istri bosku ini licik juga ya.. Kira kira apa ya yang terjadi ya jika aku melaporkan ini ke pak Rudi" kata Rita dengan senyum smirknya sambil memperlihatkan ponselnya.

__ADS_1


"Maksud kamu apa!!" Santi terkejut.


"Nyonya, gue sudah merekam semua percakapan anda" kata Rita.


"Mau kamu apa??" tanya Santi.


"Uang" kata Rita.


"Uang?? Apa suamiku masih kurang menggajimu haahh!!" tanya Santi sinis.


"Gue dipecat gara suami anda.. Dan sang pemilik sesungguhnya tidak mau memberikanku kesempatan dan membiarkan pak Rudi tetap memecat saya karena kesalahan kecil yang telah saya perbuat." ucap Rita emosi.


Mendengar penuturan Rita, seketika itu muncul ide Santi.


"Aku akan memberikanmu uang, asal kamu melakukan sesuatu untukku" kata Santi.


"Apa??" jawab Rita.


"Kamu bisa membuka monitor cctv??" tanya Santi.


"Bisa.." jawab Rita.


"Kamu masuk ke area monitor cctv dan hapus aktifitas orang suruhan saya, dan semua yang berhubungan dengan sayandi sini. Ini nomor ponsel ku, jika sudah hubungi saya" pinta Santi.


"Baik.. Jika anda membodohi saya. Saya pastikan rekaman ini akan sampai di pak Rudi" ancam Rita.


"Percaya denagn saya.. Masalah kita sama tidak suka dengan Iren jadi tidak mungkin saya akan membodohimu" jawab Santi.


"Kalau soal Iren, akan saya lakukan" jawab Rita.


Flasback off


Nathan mengerutkan dahinya, dia tampak tidak asing dengan salah satu wanita itu.


"Loe dapat dari mana??" tanya Nathan.


"Dari komputer om Rudi, gue menduga salah satu dari mereka ada hubungannya dengan om Rudi" tebak Arya.


"Yaa gue inget, wanita yang mengobrol dengan pria itu adalah istri paman Rudi. Gue juga dulu sempat membaca pikirannya. Dia memang tampak tidak suka jika Iren mengambil alih perusahaan ini. Dia merasa suaminya lah yang berhak atas perusahaan ini" jawab Nathan.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya" tanya Arya.


"Kita ke rumah sakit dulu. Jenguk Iren.. Gue nanti coba bertemu dengan paman Rudi lagi. Jangan beritahukan ini ke siapapun" pesan Nathan.


"Tapi tidak bisa dengan ayah loe Than.." kata Arya sambil mengikuti Nathan menuju ke mobil mereka.


"Soal ayah biar gue yang atur, beliau akan mengerti." jawab Nathan.


Mereka pun meninggalkan perusahaan Iren dan menuju ke rumah sakit dimana Iren dirawat.


#####


Plakk....

__ADS_1


"Aku tidak menyangka dengan perbuatan mu begitu teganya kamu dengan Iren!!!" kata Rudi menampar istrinya.


"Maksud papa apa?? Kenapa pulang pulang menamparku tanpa sebab!" kata Santi berpura pura.


"Jangan pura pura lagi!!!! Aku sudah melihatnya! Meski kamu menghapus rekaman itu, tapi kamu salah. Selama ini ternyata kamu tidak mengenaliku Santi, bagaimana aku!!" kata Rudi emosi.


"Apa buktinya jika aku yang menyelakai Iren!" Santi berusaha mengelak..


"Kamu butuh bukti hahh!!! Baik.. Aku akan buktikan" Rudi mengambil ponselnya.


"Lihat ini!!" bentak Rudi.


Setelah melihat rekaman itu, mata Santi mendelik. Dia merutuki kebodohannya, kenapa dia bisa seceroboh ini melupakan suaminya yang begitu berhati hati jika menyangkut perusahaan dan Iren.


"Pa.. Aku tidak sudi perusahaan itu jatuh ke tangan Iren!!! Kamu bertahun tahun yang bersusah payah menjalankan perusahaan itu!!" Santi menangis.


"Heehhh siapa kita atas perusahaan itu haahh!!! Aku hanya dititipi amanah oleh orang yang dulu pernah menolongku dari jurang kehancuran!! Padahal dia sendiri pun waktu itu masih berusaha untuk merintis perusahaan itu. Hingga perlahan perusahaan itu berkembang!!! Dan akupun ikut bangkit terbantu hingga bisa menikahimu juga menyukupi semua kebutuhanmu!!! Bahkan aku melihat sendiri bagaimana dia jatuh bangun mempertahankan perusahaannya agar tetap bisa berdiri kokoh hingga sekarang. Aku hanya meneruskan, bukan membuatnya!!! Iren yang berhak atas perusahaan itu. Seharusnya kamu berterimakasih dengan Iren, karena dia masih mempercayakan perusahaan itu kepadaku. Seharusnya kamu malu yang berusaha ingin memiliki yang bukan hak kamu!!! Bukan hasil kerja keras kamu!!!" kata Rudi panjang lebar.


"Aku tetap tidak iklas perusahaan itu jatuh ke Iren!! Putramu yang seharusnya memilikinya!!! Aku tidak terima!!!" kata Santi berteriak.


"Plaakkkk!!! Cukup.. Cukup!!! Aku tidak menduga, aku memiliki seorang istri yang gila harta sepertimu!! Aku tidak menyangka!! Aku akan membawa bukti rekaman ini kekantor polisi" kata Rudi beranjak dari tempatnya.


"Pa... Pa... Tunggu mama mohon jangan pa.." Santi menahan Rudi.


"Lepas!!!" kata Rudi menghentakkan tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Santi.


"Pa... Jangan, ampuni mama pa.." Santi manangis sambil berlutut memegangi kaki Rudi.


"Maafin mama pa.. Mama mengaku salah.. Mama mohon jangan jebloskan mama ke penjara pa.. Mama mohon..." Santi terus memohon.


Rudi melepaskan tangan Santi yang terus memegangi kakinya. Setelah terlepas dia pergi meninggalkan rumah itu.


"Pa!!! Papa!!" teriak Santi.


"Galih, bereskan barang barangmu, ikut papa sekarang juga!!!" perintah Rudi saat bertemu putranya di depan rumah.


"Ada apa pa?? Mama kenapa??" tanya Galih bingung melihat kedalam rumah.


"Cepat lakukan perintah papa!! Jangan banyak bertanya dan jangan temui mamamu untuk sekarang!!!" bentak Rudi.


"Baik pa.." jawab Galih.


"Papa tunggu kamu di rumah sakit di mana kak Iren dirawat. Jangan bawa mama kamu, jangan mengobrol dengannya. Paham!!!" pesan Rudi.


"Tapi pa...." Galih ingin protes.


"Galih, nanti akan papa jelaskan tapi turuti kata kata papa dulu nak jika kamu masih ingin bersama papa." jawab Rudi masuk ke dalam mobil dan meninggalkan putranya yang diam mematung.


#**terimakasih ya temen temen yang masih selalu setia menunggu PHP, sudah meninggalkan jejak untuk author.


jangan lupa like dan komentarnya ya. author butuh kritik dan saran kalian untuk perkembangan cerita yang author tulis.. komentar kalian sangat membantu author menambah semangat author 😊😊😊


semoga masih suka ya sama ceritanya..

__ADS_1


selamat membaca 😘😘💕💕💕**


__ADS_2