Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
memaafkan


__ADS_3

Mereka bertiga pun tiba di rumah Nathan. Nathan masih terlihat dingin dengan Arya. Nathan merasa dia telah di bohongi selama ini, meski sebenarnya juga tidak merasa dirugikan.. Hanya bagi Nathan dia merasa kecewa terhadap Arya.


"Nak Arya, mari masuk.." ajak ayah Nathan.


"Iya paman terimakasih" senyum Arya masih merasa canggung.


Nathan hanya diam dan masuk begitu saja.


"Jangan merasa canggung begitu ya.. Anggap saja paman ini ayah kamu.. Dan jangan pedulikan Nathan, nanti paman akan berbicara lagi dengannya" kata ayah Nathan.


"Maafkan Arya ya paman.. Ini memang salah Arya.." kata Arya.


"Sudah jangan menyalahkan diri sendiri.. Kamu hanya mengikuti keinginan kakekmu dan kamu hanya ingin dekat dengan saudaramu" jawab ayah Nathan.


"Terimakasih paman" kata Arya memeluk ayah Nathan.


"Dah yuk masuk.." kata ayah Nathan.


"Buunnn... Lihat ni siapa yang datang" teriak ayah.


"Ayahhh... Itu Nathan kenapa?? Ehh ini siapa??" tanya bunda.


"Ini Putranya Arsad, adikku bun.. Ponakan kita" senyum ayah.


"Haiii.. Ayoo sini duduk.. Jangan sungkan ya nak.." jawab bunda.


"Terimakasih tante" jawab Arya.


"Ettt jangan tante.. Panggil bunda ya.." kata bunda


"Tapi tan.." jawab Arya.


"Eittss.. Kamu keponakan ku berarti kamu sama juga anakku.. Aku tidak mau di panggil tante.. Panggil aku bunda.. Ok..??" tanya Bunda.


"Baik tan.. Ehh bunda" kata Arya.


"Dahh kamu istirahat sana.. Pasti capek kan.. Ayah, antar Arya ke kamar tamu ya.. Bunda mau siap siap bikin sarapan.." kata bunda


"Ayok Ar.." ajak ayah.


"Arya, jangan pernah merasa sungkan ya dengan kami.. Aku ini sama dengan ayah kamu. Untuk soal panggilan terserah kamu. Tapi bunda Nathan memang kurang suka di panggil tante. Dahh pokoknya, anggep ini rumah kamu ok.. Sana istirahat." kata ayah setelah tiba di depan kamar tamu.


"Sekali lagi terimakasih paman.. Aku beruntung memiliki paman seperti anda.. Anda ayah kedua bagu Arya" kata Arya meneteskan air mata.


"Sudah sudah.. Pejantan jangan nangis ok.." ayah memeluk Arya sesaat.


Arya pun masuk ke dalam kamarnya. Lalu ayah menemui Nathan.


Tok..tok..tok..


"Than.. Ini ayah.." panggil ayah.


"Masuk yah.." jawab Nathan.


"Than.. Ayah ingin bicara sama kamu" kata ayah.


"Jika ini menyangkut Arya, cukup yah.. Kenapa si ayah segitu mudahnya memaafkan dia.. Dia sudah membohongi ku yah" jawab Nathan.


"Bohongi kamu soal apa Nathan???" tanya Ayah.


"Soal setatus dia.." jawab Nathan.

__ADS_1


"Jika dia jujur sejak awal, apa kamu mau menerimanya?? Apa kamu percaya sama dia..??" tanya ayah..


Nathan hanya diam..


"Apa yang pernah dia lakukan selama ini pernah menyakitimu?? Menjerumuskanmu?? Nathan, ini persoalan dia tidak jujur jika dia saudaramu.. Bagi ayah ini bukan masalah besar. Dia hanya ingin dekat mu selain mengikuti perintah kakekmu yang ingin mengetahui tentangmu.. Itu saja.." kata ayah lagi.


"Ayoolahh Nathan... Dia tidak melakukan kesalahan yang fatal menurut ayah. Dia saudaramu satu satunya saat ini.. Dan dia sudah tidak memiliki orang tua lagi. Hanya ayah bunda, dan kamu satu satunya keluarganya jika kakek tiada nantinya." kata ayah meminta pengertian Nathan.


"Nathan, selama ini ayah juga sudha mencari tau tentang kakekmu juga Aryam. Kakekmu sudah tidak seperti dulu lagi. Tapi memang ayah tidak mau kembali ke sana.. Ayah sudah nyaman dengan kehidupan kita sekarang.. Ayah berharap kamu bisa hidup berdampingan dengan Arya sebagai saudaramu.. Kalian saling lah melindungi.. Kemampuan Arya dalam kamuflase dapat membantumu suatu saat nanti.. Jangan buat hatimu dingin Nathan.. Jangan angkuhkan egomu.. Maafkan dia.." kata ayah.


"Baik ayah..." kata Nathan akhirnya.


"Ya sudah, kamu istirahat lah dulu.. Nanti sarapan bersama" kata ayah menepuk pundak Nathan.


Lalu ayah keluar dari kamar Nathan dan menuju ke kamarnya untuk beristirahat.


#####


Iren terbangun dari tidur paginya.. Sambil mengusap matanya, Iren mengecek ponselnya.


Ada sedikit kecewa karena Nathan tidak pernah lagi memberi kabar untuknya.


Lalu Iren bangun dan mencuci wajah bantalnya dan menggosok gigi. Setelah itu dia memilih turun dna menuju ke dapur.


"Pagi bi.." sapa Iren.


"Ehh non.. Udah bangun??" tanya bi Marni.


"Udah dong bi.. Masak apa pagi ini bi??" tanya Iren.


"Nasi goreng ayam suir ya non.. Bibi belum belanja lagi" jawab bi Marni.


"Apa aja bi.. Yang penting bisa buat sarapan hehehe" kata Iren yang mengambil teki yang biasa untuk membuat teh hangat..


"Belum non.." jawab bi Marni.


"Hmmm kebiasaan ni anak." kata Iren mengisi teko itu dengan air hangat lalu teh.


"Aku bangunin Ririn dulu ya bi.." jawab Iren sambil meletakkan teh hangat itu di meja dapur.


Iren pun menuju ke kamar Ririn.


Tok...tok..tok..


"Rin!! Loe dah bangun belum??" teriak Iren.


Namun tidak ada jawaban dari Ririn. Perlahan Iren memutar knop pintunya, ternyata tidak di kunci.


Iren pelan pelan masuk, terlihat Ririn sedang meringkuk di bawah selimutnya. Iren pun mengakali dengan membuka korden di kamar tersebut. Lalu sinar matahari pun menembus masuk ke dalam kamar tersebut dan mengenai wajah Ririn.


"Mama iihhh silau tau.." kata Ririn.


"Woiii bangun.. Gue bukan nyokap loe!!m" kata Iren melempar sebuah bantal ke arah Ririn..


"Irennnn ahhh hari ini liburkaannn.. Ngantuuukkk nihhh" jawab Ririn.


"Kata siapa hari ini libur.. Besok baru libur.. Bangunnn giihh mandim. Gue juga mau mandi.. Jangan samapi telat..!!" jawab Iren.


"Ahhh loe ngerjain gue" jawab Ririn yang masih memejamkan matanya.


"Gue ga ngerjain loe Ririn... Udahh buruaannn... Bentar lagi sarapan Siaapp.." teriak Iren yang langsung keluar kamar Ririn dan menuju ke kamarnya

__ADS_1


Dengan malas Ririn pun mengecek n ponselnya. Saat melihat tanggal, hari dna jam baru matanya membulat. Apa yang dikatakan Iren benar. Lalu Ririn langsung turun dari tempat tidurnya dan langsung membersihkan dirinya sendiri.


#####


Bunda sudah selesai menyiapakan sarapan yang di bantu oleh bi Murti.


"Bi, sisanya tolong siapin ya.. Aku mau manggil anak anak dan ayah dulu" kata bundam


"Baik bu.." jawab bi Murti.


Bunda pun pergi ke kamarnya b terlebih dahulu untuk membersihkan dirinya setelah berkutat di depan kompor yang panas.


Setelah mandi, bunda membangunkan ayah.


"Ayah.. Sarapan sudah siap.. Mandi dulu giihh.." kata bunda membangunkan ayah.


"Hemmmm iya bun.." kata ayah yang masih memejamkan matanya.


"iya iya.. Tapi mata masih merem gitu.. Ayoo bangun dulu ayah.." bunda mengguncang guncangkan kaki ayah.


"Iya iya bun.. Ini dah melek tuuhhh" kata ayah.


"Ya udah sekarang mandi.. Bunda tunggu di bawah.." kata bunda.


Bunda meninggalkan ayah, lalu pergi menuju ke kamar Nathan.


"Nathan... Bangunn nakk.. Sarapan sudah siap.." panggil bunda yang langsung masuk begitu saja ke kamar Nathan.


"Kamu sudah bangun nak??" kata bunda melihat Nathan yang baru keluar dari kamar mandinya.


"Ehh bunda.. Iya bun.." jawab Nathan.


"Ya udah.. Bunda mau bangunin Arya dulu ya.." kata bunda.


"Biar Nathan aja bun.." jawab Nathan.


"Ohj ya udah.. Bunda tunggu di bawah ya.." jawab bunda..


"Baik bunda.." jawab Nathan sambil memakai pakaiannya.


Bunda pun akhirnya menuju ke dapur kembali untuk mengecek yang lainnya.


Sedangkan Nathan, setelah dirinya sudah rapi dia langsung menuju ke kamar Arya.


Tok...tok...tok..


"Ar..." panggil Nathan.


"Masuk.." jawab Arya yang ternyata baru selesai mandi.


"Ar.." panggil Nathan setelah masuk ke dalam kamar.


"Iya Than" jawab Arya menoleh.


"Maafin gue ya atas sikap gue tadi" kata Nathan duduk di tempat tidur.


"Gue paham kok Than.. Memang gue yang salah tidak mau jujur dari awal.." jawab Arya..


"Tapi seharusnya gue juga ngertiin posisi loe.. Maafin gue ya.." kata Nathan memeluk Arya.


"Gue juga minta maaf Than.. Gue janji tidak akan menutupi apapun dari loe lagi" jawab Arya membalas pelukan Nathan.

__ADS_1


"Dahh yukk sarapan. Bunda dah nungguin" kata Nathan..


Arya hanya mengangguk dan mengikuti Nathan menuju ke ruang makan. Terlihat di snaa ayah dan bunda sudah menunggu mereka.


__ADS_2