
"Ini mereka kenapa malah masuk ke mall..?? Gaya gayaan banget pake mau belanja segala" kata Putri merasa sebal.
Setelah memasuki area parkir, Nathan memilih parkiran yang paling ujung di mana hanya satu satunya tempat yang kosong dalam satu deret itu karena sudah penuh. Alhasil, Putri kebingungan mencari tempat parkir untuk dirinya sendiri.
"Sial... Mau parkir di mana nihh gue... Dah ga ada tempat lagi.. Masa gue suruh nunggu di mobil sampai ada yang keluar.. Katanya masih ada yang kosong, ini dah penuh semua.. Sialan" kata Putri menggerutu.
"Than, kasihan itu si Putri belum dapet tempat" kata Iren iba.
"Ehhh Ren, ngapain si lo ngurusi orang kaya dia.. Biarin aja si.. Dahh ahh yuk masuk.." jawab Ririn sewot.
"Idiiihhh loe PMS apa Rin, sewot mulu dari tadi kalo bahas anak itu" jawab Iren heran.
"Kalo ada hubungannya sama tuh lampir, gue PMS mulu.." kata Ririn.
"Udah yuk, malah ribut sendiri" Nathan menengahi.
Meski Nathan kurang nyaman dengan keberadaan Putri, tapi dia merasa kasihan melihat Putri yang bolak balik tidak dapat tempat karena hari ini memang kondisi mall cukup penuh.
"Than... Bantuin gue dong.. Dari tadi ga nemu tempat" kata Putri dengan wajah memelas.
"Ren, aku bantu dia dulu sebentar ya. Kamu tunggu di sini" kata Nathan.
"Iya gapapa kok" jawab Iren lembut sambil tersenyum.
"Ren... Iihhhh kamu mahhh issss" kata Ririn malah seperti anak kecil.
"Ssstttt udah gapapa" kata Iren merangkul sahabatnya itu.
"Loe turun, gue cariin tempat" kata Nathan datar.
"Gue ikut loe, biar gue tau tempatnya" jawab Putri beralasan.
"Loe mau gue bantuin ga?? Kalau mau di bantuin loe turun, tunggu di sini" jawab Nathan tegas.
"Iya.. Iya..." akhirnya Putri dengan wajah ditekuk keluar dari mobilnya.
Dan tidak butuh waktu lama Nathan menemukan tempat yang masih kosong yang cukup jauh dari tempat dia memarkirkan mobilnya sendiri. Setelah itu Nathan kembali di mana 3 gadis itu menunggu.
"Than, kenapa jauh banget si.." protes Putri.
"Ehhh loe, bukannya trimakasih dah dicariin tempat malah protes mulu.." ketus Ririn.
"Ehh diam loe!!!" bentak Putri.
"Sudah cukup!!!" bentak Nathan akhirnya.
"Loe kalo ga suka silahkan cari tempat sendiri.. Yuk Ren kita masuk..." kata Nathan yang cukup kentara perbedaan nadanya saat berbicara dengan Iren dan Putri.
Putri menghentakkan kakinya mendengar Nathan begitu lembut memperlakukan Iren. Jika bukan karena Nathan, Putri sudah tidak akan mau merendahkan dirinya seperti ini.
"Ren, nonton yuk.. Malam ini ada drama romantis lohh.. Mau ga?? Than mau ya" ajak Ririn memulai rencananya.
"Duuihhh Rin, males deh rasanya.. Kita jalan jalan aja deh yukk" jawab Iren.
"Main game aja gimana??" ide Nathan.
"Nahh betul yuk.. Ayokkk" jawab Putri semangat.
Akhirnya mereka menuju lantai paling atas untuk ke gamezone, Nathan membeli kartu akses untuk mereka bermain.
__ADS_1
"Ren, kita coba main Pump It Up ( PIU ) yuk..mau?" ajak Nathan.
"Waahh boleh.. Ayookk.. Siapa yang kalah nanti traktir makan selama seminggu ya" tantang Iren.
"Boleh, ayok.." jawab Nathan.
Nathan mulai menggesek kartunya untuk memulai permainannya.
Suara musik mulai terdengar, Nathan dan Iren bersiap siap untuk bersaing.
Putri yang melihat itu merasa tidak senang, dan dia memilih duduk sambil terus mengamati mereka berdua yang sedang asik bermain. Sedangkan Ririn sedang asik bermain arena balap mobil.
"Dasar norak!" kata Putri yang merasa muak dengan apa yang dia lihat.
"Yeeeeee aku menang... Ye..ye..ye..." Iren kegirangan hingga tanpa sadar memeluk Nathan.
Nathan pun merasa senang melihat wajah gembira Iren yang beberapa hari ini seakan memudar.
"Kamu yang kalah, jadi kamu yang traktir aku yee.." kata Iren lagi yang masih kegirangan.
"Iya.. Iya.. Nraktir kamu seumur hidupku juga aku ga masalah kok Ren" kata Nathan mengusap usap pucuk kepala Iren gemas.
"Haaahh.. Eghmmm bisa aja kamu Than.." Iren menjadi kikuk.
"Beneran sayang... Aku serius jika kamu mau.." jawab Nathan dengan lembut.
"Eghmmm eghmmm..." Putri berdehem merasa panas di kupingnya.
"Ehhh Ririn mana??" Iren mengalihkan perhatiannya mencari Ririn.
"Temen loe lagi di sana tuhh" jawab Putri dingin.
"Than... Main lagi sama gue yukk.. Nanti kalo loe menang gue beliin hadiah buat loe" kata Putri lembut.
"Maaf Put, gue dah capek.. Loe main sendiri aja ya" jawab Nathan cuek.
"Nathann!!! Apa kurangnya si gue... Apa belum cukup selama ini gue ngejar elo.. Bahkan sekarang ini gue rela jauh dari orang tua gue demi elo" kata Putri mulai emosi meluapkan rasa cemburunya.
"Putri, dari dulu gue dah bilang.. Gue ga bisa.. Gue ga punya perasaan sama loe.. Elo emang cantik, anak orang kaya.. Elo perfect.. Tapi gue ga punya perasaan sama elo.." jawab Nathan mencoba menahan emosinya.
"Hikssss Nathan.. Apa si kelebihan cewek itu dari pada gue.. Sampe loe lebih memilih dia dari pada gue yang dah lama ngejar ngejar elo" Putri pun menangis tanpa perdulikan orang orang sekitarnya.
"Put, perasaan itu ga bisa di ukur oleh apa kelebihan apa kekurangannya.. Perasaan itu hadir dengan sendirinya, tanpa di duga tanpa di rencana.." jawab Nathan.
"Tapi bagaimana dengan perasaan gue Nathan hikssss" Putri masih menangis mencoba memeluk Nathan.
"Gue ga bisa ngelarang loe suka sama siapapun. Tapi loe juga ga bisa memaksa perasaan orang lain juga" jawab Nathan mencoba menolak pelukan Putri.
Iren yang sedari tadi mendengar percakapan Putri sejenak merasa senang bahwa Nathan benar benar menaruh hati padanya. Namun dia juga merasa iba dengan Putri yang tersakiti atas perasaannya sendiri.
"Eghmmmmm" deheman Ririn membuyarkan semuanya.
"Eee Than, kita balik aja yuk.. Aku capek" kata Iren lirih.
"Haahh ya udah ayok.. Cari makan dulu ya.. Dari siang kita belum makan.." kata Nathan yang gugup.
"Boleh.." jawab Iren tanpa memperhatikan Nathan.
Putri tersenyum, dia tau jika Iren sebenarnya cemburu.. Rencana awal berhasil menurut dia.
__ADS_1
Nathan melihat senyum Putri itu, Nathan susah menyadarinya jika ini salah satu rencana Putri.
Selama perjalanan untuk menuju ke lantai dasar, Nathan terus menggandeng tangan Iren. Iren hanya diam saja dan itu membuat Nathan senang karena bertanda Iren tidak marah kepadanya.
Putri yang melihat itupun kembali seperti cacing kepanasan. Ingin sekali dia marah, namun dia tidak mau Nathan semakin ilfeel..
"Ren, mau makan apa???" tanya Nathan..
"Cuma Iren doang nie yang di tanyain?" goda Ririn mencolek Iren.
"Apaan si Rin issss" sungut Iren malu pura pura marah.
"Idiiihh ngambek... Kalo ngambek nanti babang Nathan tambah klepek klepek lohh hahahahaha" Ririn semakin menjadi jadi membuat Putri kepanasan.
"Ririnn ssttt" kata Iren dengan wajah mulai memerah.
"Susah sudah.. Loe mau makan apa? Mumpung masih di luar.." tanya Nathan akhirnya yang tidak tega melihat Iren digoda terus sama Ririn.
"Hmmmmm nyatee aja yukk.. Dah lama gue ga makan sate ayam hmmmm" kata Ririn sambil membayangkan satu porsi sate.
"Loe Put?? Mau makan apa?" tanya Nathan.
"Ngikut ae lahhh" kata Putri malas.
"Loe mahh emang bisanya ngikut" sewot Ririn.
"Loe bilang apa, coba ulangi lagi!!!" kata Putri semakin emosi.
"Ap..." Ririn akan menjawab namun di potong sama Iren.
"Udah udah Rin cukup ahhh.. Sewot mulu iihhh.. Dahhh diem jangan jawab lagi.. brisik" kata Iren merangkul Ririn.
Mereka berempat pun akhirnya membeli sate untuk makan malam mereka. Setelah itu mereka kembali menuju ke kostan untuk segera beristirahat..
"Than, kamar gue sebelah mana??" tanya Putri yang susah selesai menurunkan beberapa barang bawaannya.
"Rin, bisa tolong hubungi pemilik kost?" Natahn meminta tolong.
"Bentar, gue telpon dulu" jawab Ririn malas malasan.
Tidak berapa lama kemudian pemilik kost datang.
"Siapa yang mau kost Rin?" tanya pak Akbar.
"Tuuhhhh" tunjuk Ririn.
"Ohhh mari mbak saya antar." kata pak Akbar..
"Memangnya kamar saya di mana pak?" tanya Putri yang melihat arah jalan Nathan dengan pak Akbar berbeda.
"Di lantai dua mbak" kata pak Akbar berhenti melangkah.
"Memangnya di bawah ga ada lagi?" tanya Putri merasa keberatan.
"Sudah penuh mbak.. Bagaimana, jadi?" tanya pak Akbar memastikan.
"Y udah deh pak jadi.." kata Putri terpaksa dari pada di tidak dapat satu kost dengan Nathan.
Akhirnya Putri pun berjalan masuk ke dalam kostan nya.. Dan dia kualahan mengangkuti barang barangnya yang terlalu banyak ia bawa.
__ADS_1