Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
pencarian


__ADS_3

"Lepasin gue... Lepasiinnn!!" Iren berusaha melepaskan dirinya.


"Diam!!!" bentak anak buah Yosep.


"Lepasin gak?!!" Iren memberontak.


Iren terus di seret memasuki sebuah rumah dengan model vintage yang bangunannya berdiri sangat tinggi..


"Selamat datang kembali nona cantik.." kata Yosep saat melihat anak buahnya berhasil membawa Iren.


"Elo..." kata Iren.


"Apa si mau loe?!!" tanya Iren emosi.


"Heehh ja***ang!!! Gara gara loe, gue kehilangan anak buah terbaik gue!" kata Yosep mencengkeram rahang Iren dengan kasar.


Bughh....


"Akhhh..." kata Yosep saat Iren menendang perut Yosep dengan lututnya.


Iren berusaha kabur, dia menginjak kaki anak buah Yosep dengan kuat yang terus memegangi tangannya.


Iren berusaha berlari namun saat sudah sampai di pintu, Iren di hadang dua tiger yang menyeringai.


Aarrrgghhhhh


Dua tiger itu memasang wajah yang seolah olah ingin melahap Iren. Iren terpaksa menghentikan larinya, perlahan Iren berjalan mundur. Iren melihat ada pintu di samping kanannya, dia langsung berlari ke arah tersebut. Dan lagi, dia kembali di hadang dua tiger yang lain.


"Loe mau kemana haahh!!!" bentak Yosep.


"Lepasin gue!!!" kata Iren.


"Gue ga bakalan lepasin loe..." kata Yosep sambil memberi kode kepada Danu agar segera membius Iren.


Dengan sigap, Danu membekap mulut dan hidung Iren yang sebelumnya sapu tangan yang ia pegang sudah di beri obat bius.


Awalnya Iren memberontak melepaskan diri, namun lama lama tenaganya semakin lemas dan Iren pun tidak sadarkan diri.


"Cepat, kita segera pergi dari sini.. Aku yakin sebentar lagi mereka akan ke mari.." perintah Yosep.


Lalu mereka pergi meninggalkan rumah tersebut dengan menyisakan beberapa anak buahnya agar menunda klan harimau untuk mengejar mereka.


Yosep dan beberapa anak buahnya menuju helikopter yang akan membawa mereka ke sebuah pulau kecil. Karena tidak mungkin mereka untuk terus berlari menuju ke tempat tersebut.


#####


Tidak beberapa lama kemudian ayah dan rombongan yang lainnya tiba di rumah Iren.


Ayah yang baru turun merasa heran dengan suasana di sana. Ayah mencoba membaca apa yang terjadi. Saat sudah mengetahui, ayah mengajak Arya untuk mencari Nathan.

__ADS_1


"Than.." panggil ayah.


"Aku terlambat yah.. Lagi lagi aku terlambat" kata Nathan sambil menjambak rambutnya.


"Ayo kita cari Than, kita ga bisa terus berdiam diri.." kata Arya.


Lalu ayah mencari ide agar yang lain tidak mencurigai.. Ayah meminta untuk yang lain tetap tenang dan ikut mencari. Mereka di minta untuk berpencar untuk mencari Iren.


Kakek yang tau akan keributan itu mendekati Arthur putranya.


"Ar, sepertinya papa tau kemana Iren di bawa.." kata kakek.


"Papa yakin... Mari ikut papa.. Dan papa minta bantuan kalian juga untuk menajamkan insting kalian juga.." kata kakek.


Nathan, Arya dan ayah mengikuti kakek. Begitu juga beberapa anak buah kakek yang selalu setia mengikuti kakek.


Awalnya mereka menaiki mobil mereka agar orang orang di sana tidak curiga. Saat sudah sampai di tempat aman, mereka keluar dan merubah diri mereka menjadi harimau putih, sedangkan mobil mereka sembunyikan ditempat yang aman.


Dalam wujud harimau, mereka terus berlari dengan kakek yang paling depan. Mereka terus berlari, sesekali kakek mengendus endus untuk memastikan apakah arah yang dia tuju sudah tepat. Begitu juga dengan Nathan, tapi instingnya menngatakan jika Iren sudah tidak berada di sana lagi.


Tidak lama kemudian kakek tampak berhenti.


"Lihatlah, aku tau pasti Yosep membawanya kemari.. Tapi papa tidak yakin mereka masih di sini, yang papa khawatirkan kita terlambat. Karena Yosep sosok yang cerdik." kata kakek.


"Tapi masih ada penjagaan kek" tanya Arya melihat ada beberapa anak buah Yosep di sana..


"Begini, kita bagi tugas.. Arya kamu dan Nathan coba ke arah belakang rumah.. Bairkan kakek dan Arthur juga yang lainnya lewat depan. Untuk mengalihkan perhatian mereka" kata Kakek.


"Baik kek.." jawab Arya dan Nathan.


Mereka pun berpencar, Nathan dan Arya perlahan menuju ke arah belakang rumah. dengan hati hati mereka menyisir pinggiran rumah tersebut. Sedangkan kakek dan ayah perlahan berjalan dan mendekati rumah tersebut..


Melihat kedatangan musuh, klan tiger sigap mengahadang kakek dan yang lain..


"Dimana tuanmu??" tanya kakek..


"Untuk apa kalian mencari tuanku?" tanya salah satu anak buah Yosep.


"Jawab saja pertanyaanku!!!" bentak kakek.


"Kami tidak tau!!" jawab anak buah Yosep.


Kakek memberi kode ke anak buahnya untuk menyerang mereka.. Pertikaian pun terjadi.


Anak buah kakek menyerang kedua klan tiger tersebut, mendengar ada keributan. Klan tiger yang lainnya berdatangan. Melihat itu ayah ikut melawan klan tiger. Begitupula kakek, meski tubuhnya sudah renta. Namun bukan berarti kakek tidak bisa melakukan perlawanan, meski tenaganya sudah tidak sekuat dulu sewaktu masih muda.


Ayah dan kakek meloncat menyambar klan tiger yang mengeroyok anak buah kakek. Ayah tidak lagi berbelas kasihan, dia langsung menggigit dan mencabik setiap klan yang ia hadapi. Ada beberapa yang tewas dan ada juga yang memilih kabur.


Nathan dan Aryapun dengan leluasa memasuki rumah Yosep melalui pintu belakang.

__ADS_1


Meski ada penjagaan namun dengan mudah Nathan dan Arya melewati mereka, karena tidak banyak penjagaan di sana. Yang lainnya terkecoh dan lebih fokus ke area depan menghadapi ayah dan kakek.


Nathan dan Arya berpencar, memasuki setiap lorong di rumah tersebut. Memasuki setiap kamar yang mereka lewati..


Tidak lama kemudian kakek dan ayah dapat memasuki rumah tersebut dengan menahan salah satu anak buah Yosep yang dibiarkan hidup untuk menggali informasi.


"Bagaimana Than??" tanya ayah saat bertemu di ruang tengah.


"Nihil yah.. Tapi Nathan yakin, Iren sempat di bawa kemari" kata Nathan.


"Than!! Ini sepatu Iren??" tanya Arya yang memawa sepasang sepatu yang tadi sempat Iren lepas agar dapat berlari.


Nathan menerima sepatu itu. Nathan kembali yakin jika Iren sempat berada di sini.


"Nathan yakin yah mereka tadi membawanya di sini" kata Nathan lagi.


"Sudah kakek duga, mereka yang berada di sini untuk memperlambat kita" kata kakek.


"Kira kira mereka kemana pa??" tanya ayah.


"Heehhh, kemana tuanmu membawa gadis yang dia culik??" tanya ayah.


"Saya tidak tau.." jawab anak buah Yosep.


"Cepat katakan kemana dia membawa pergi!!!" kata Nathan mencengkeram leher anak buah itu.


"Sa.. saya ti..tidak mau mem..memberi ta..tahukannya" katanya terbata bata karena lehernya di cengkeram Nathan kuat.


"Berarti loe ingin mati ditangan gue" kata Nathan yang ingin mematahkan leher orang itu.


"Jangan Nathan... Dia satu satunya informan kita... Kita akan cari cara agar dia mau memberitahukannya dimana Yosep kabur" kata ayah mencegah Nathan.


"Saya lebih memilih mati!!" bentak orang itu.


Nathan yang sudah tidak terkontrol emosinya langsung menendang perut anak buah tersebuta hingga dia memuntahkan darah.


"Loe masih ga mau mengatakannya hmmmm??" kata Nathan.


"Berarti loe siap hidup tersiksa, karena akan terlalu mudah jika loe langsung mati begitu saja" sambung Nathan menjambak orang tersebut.


Arya memilih mencari sesuatu yang sekiranya dapat membantunya untuk mengetahui kemana Yosep pergi.


Arya mencoba mengecek setiap ruangan yang berada di sana. Arya terus mencari cari sesuatu. Hingga akhirnya, dia menemukan sebuah ruangan yang dia duga ini adalah ruang kerja Yosep.


Arya menuju ke meja yang berada di sana. Arya membuka buka laci laci atau apapun yang ada di sana.


Hingga tanpa sengaja Arya menjatuhkan beberapa lembar foto. Arya pun mengambilnya dan melihat foto apa itu.


Foto itu memperlihatkan sebuah lokasi yang tampak asing bagi dia. Arya pun menyimpan foto foto tersebut, lalu melanjutkan pencariannya.

__ADS_1


__ADS_2