Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
first kiss


__ADS_3

Hampir 2jam mereka dalam perjalanan menuju ke rumah Iren. Hari sudah melewati jam makan siang. Arya membelokkan mobil mereka untuk memasuki halaman rumah Iren.


Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, Arya segera turun dari mobil dan membantu Nathan membukakan pintu mobil sedangkan Nathan menggendong tubuh Iren yang tengah tertidur.


"Nathan!!! Ir..." teriak Ririn dan langsung terdiam.


"Ssstttt dia sedang tertidur jangan berisik" kata Arya lirih.


"Kalian yang membawa Iren??" tanya Ririn setelah Nathan masuk ke dalam rumah.


"Tidak, Nathan menyelamatkan Iren dari pria br**ngs*k seperti Rangga" jawab Arya.


"Rangga???" kata Ririn terkejut.


"Iya, dia menculik Iren dan hampir memperk**anya.." Arya menjelaskan.


"Ahhh ya ampunn.. Ini pasti karena kemaren dia mendengarkan jika Iren pulang telat dan gue meninggalkannya" kata Ririn.


"Ini salah gue.. Harusnya gue nungguin dia sampai selasai" kata Ririn berkaca kaca menyesal telah meninggalkan Iren..


"Sssttt ini bukan salah loe.. Ini musibah Rin.. Jangan nyalahin diri sendiri.. Loe ga tau apa yang akan terjadi." Arya mencoba menenangkan.


"Tapi jika gue ga ninggalin Iren, ga bakal kaya gini kejadiannya" kata Ririn menangis.


"Sudah.. Yang terpenting sekarang Iren selamat dan dia tidak mengalami hal yang buruk. Ranggapun sudah mendapat hukumannya" jawab Arya memeluk Ririn.


"Gue tetap merasa bersalah" kata Ririn melonggarkan pelukan Arya dan menatap Arya.


"Loe ga salah.. Loe ga tau hal itu akan terjadi ok.. Jangan salahin diri sendiri" jawab Arya membalas tatapan Ririn.


Tatapan mereka saling mengunci, jantung Ririn tiba tiba berdetak dengan cepatnya dan Arya mendengar itu. Arya menatap manik mata Ririn menjelajah kedalam mata tersebut. Jelas ada perasaan suka yang tersirat di sana.


"Eghmmm masuk yukk.." kata Arya menyadarkan Ririn.


"Ahh i.. Iya .. Ma.. Maaf.." kata Ririn gugup.


"Minta maaf terus.. Udah yukk gue lapar" senyum lebar Arya..


"Ahhh ya ampun kenapa ga bilang dari tadi.. Yukk makanan sudah di siapin sama bibi.. Gue panasin dulu ya.." jawab Ririn terlihat gerogi.


Arya hanya tersenyum melihat kecanggungan yang mendera dalam diri Ririn.


"Maaf ya Rin.. Gue belum bisa membalas perasaan loe untuk sekarang.. Gue masih takut membuat loe sakit dan mengecewakan loe nantinya" batin Arya.


#####


Di dalam kamar Iren. Perlahan Nathan merebahkan tubuh Iren ke tempat tidurnya, Iren terlihat sangat terlelap. Iren merasa nyaman berada dalam dekapan Nathan, mendengarkan irama detakan jantung Nathan bagaikan lagu yang menina bobokan dirinya hingga ia terlelap tidur.


Setelah menutup tubuh Iren dengan selimut, sesaat Nathan mengecup kening Iren lalu ia berjalan keluar rumah. Dengan pelan Nathan menutup pintu kamar Iren agar tidak mengganggu tidur Iren.


Nathan melangkah menuju ke tangga untuk mengarah ke dapur karena dia merasa lapar. Saat akan menuju ke dapur, dia mengintip ke arah teras dan melihat Arya dan Ririn berpelukan.


"Ar... Ar... Apa kurangnya Ririn.. Dia gadis baik meski sedikit slengekan.. Tapi dari cara dia berteman dengan Iren sangat jelas terlihat jika dia tipe gadis yang setia. Gue berharap loe bisa buka hati loe" batin Nathan.


Nathan melanjutkan tujuannya ke dapur. Di sana ada bibi sedang membereskan pekerjaannya.


"Bi.." panggil Nathan.


"Ehh mas Nathan.. Kapan datang?? Dari semalam non Iren ga pulang.. Apa non Iren bersama mas Natahn?? Mbak Ririn sampai tidak tidur memikirkan ke adaan non. Semua baik baik aja kan mas???" tanya Bi Marni resah.


"Baru tadi bi.. Iya, Iren bersama Nathan, sekarang dia sedang tertidur di kamarnya. Dan semua baik baik saja. Bibi tenang aja ya.... Bi.. Nathan lapar.. Bibi masak apa??" tanya Nathan.

__ADS_1


"Syukur deh mas jika semua baik baik saja.. Bibi jadi lega.. Ahhh mas Nathan lapar.. Bibi masak sop iga sama sambal trasi.. Bibi hangatin sebentar ya.." kata bibi mengambil makanan yang masih berada di meja makan.


"Ohh ya, bi. Nanti sekalian tolong siapkan buat Arya dan Iren juga ya.. Ririn dah makan bi??" tanya Nathan yang memepehatiakn bi Marni tengah memanasi makanan tersebut.


"Ya mas, akan bibi siapkan.. Non Riron sejak kemaren malam ga mau makan mas. Ohh ya mas, untuk non Iren perlu dibawakan ke kamarnya??" jawab bi Marni.


"Siapin aja dulu di meja bi.. Saya tunggu di meja makan ya bi, terimakasih" jawab Nathan.


"Baik mas.. Sama sama" jawab bi Marni.


#####


Bibi tengah menata beberapa piring dan makanan yang telah dia hangati kembali di atas meja. Sedangkan Nathan sudah menunggu di meja makan.


"Terimakasih ya bi.." kata Nathan.


"Sama sama mas.. Silahkan.. Bibi kembali ke dapur" jawab bi Marni.


Setelah kepergian bi Marni, datang Arya dan Ririn.


"Nathan... Makanannya udah di hangatin sama bibi ya Than??" tanya Ririn.


"Iya.. Barusan.." jawab Nathan sambil mengambil nasi.


"Maaf ya.. Gue ga nawarin makan.." kata Ririn.


"Ya gapapa, gue paham kok" jawab Nathan melirik ke arah Arya.


Arya paham dengan lirikan Nathan itu.


"Arya, loe ga mau makan?? Ahh iya loe kan habis bermesraan sama Ririn ya jadi rasa lapar loe jadi ilang.." goda Nathan.


"Ihhh apaaan si Than.. Kapan??" sanggah Ririn malu.


Sedangkan Arya hanya diam sambil duduk di salah satu bangku di meja makan dan mengambil piring yang sudah di sediakan. Lalu Arya mulai mengambil nasi dan lauk lalu memakannya.


"Emmm Iren dimana??" tanya Ririn ikut duduk di seberang meja.


"Dia dikamar, masih tidur.." jawab Nathan.


"Apa dia baik baik saja??" tanya Iren lagi.


"Dia sedikit syok.. Apa lagi ini kali keduanya dia mendapatkan pelecehan.." jawab Nathan menatap Ririn dengan wajah sedihnya..


"Ini salah gue, karena gue ninggalin dia sendirian.." lagi Ririn menyalahkan dirinya sendiri.


"Sudah Rin, jangan salahin diri sendiri.. Kejadian ini ga ada yang tau.. Ok.. Udah.. Kamu dah makan??" kata Arya.


"Benar kata Arya, ga perlu salahin diri loe sendiri.. Yang penting Iren selamat dan dia tidak mengalami hal yang buruk." sambung Nathan.


Ririn hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Arya.


"Sini gue suapin haaakkk" Arya menyodorkan sendok yang penuh dengan makanan.


Ririn hanya menatap sendok itu lalu ke arah Arya.. Sedangkan Arya hanya mengangguk. Melihat anggukan dari Arya, Ririnpun membuka mulutnya malu malu dan menerima suapan dari Arya.


"Nahh gitu dong.. Mau gue ambilin..??? Jangan sampai Iren jadi sedih melihat sahabatnya sedih dan menyalahkan dirinya sendiri." kata Arya.


"Ti..tidak usah.. Gue bisa sendiri" jawab Ririn kembali gugup.


Nathan hanya tersenyum melihat interaksi keduanya. Namun dia tidak mau menunjukkannya takut Ririn semakin malu.

__ADS_1


"Gue sudah selesai.. Gue mau melihat Iren dulu. Kalian nikmati aja ya.." kata Nathan bangkit berdiri dan meninggalkan Arya dan Ririn berduaan.


Nathan berjalan menuju ke kamar Iren. Pelan dia membuka pintu di depannya. Nathan membiarkan pintu itu terbuka, jika tertutup dia takut khilaf karena setiap bersama Iren ada sesuatu miliknya yang bangun.


Nathan duduk di tepian ranjang milik Iren, dia menatap lekat wajah Iren yang masih memejamkan matanya. Masih terlihat ada guratan ketakutan dalam wajah tidur Iren. Ada rasa kesal dalam diri Nathan tidak mampu menjaga Iren sepenuhnya.


Nathan mengulurkan tangannya dengan lembut mengelus pipi Iren. Merasa ada sesuatu di wajahnya, Iren perlahan membuka matanya.


"Eghmmm Nathan.." panggil lirih Iren.


"Maaf, aku menganggu tidurmu ya.." kata Nathan tersenyum.


"Aku di mana??" tanya Iren yang belum sadar sepenuhnya.


"Apa kamu sudah tidak mengenali kamarmu sendiri??" tanya balik Nathan.


Irenpun mengamati sekitarnya. Ternyata benar, kini dia berada di dalam kamarnya.


"Kamu mandilah dulu, lalu makan.. Jam makan siang sudah lewat. Aku tunggu di bawah.. Ok.." kata Nathan menggenggam tangan Iren.


Iren hanya mengangguk dan dia beranjak dari tempat tidurnya. Nathan menahan tangan Iren dan sedikit menariknya. Sepontan Iren terjatuh duduk menyamping dalam pangkuan Nathan.


Mereka saling tatap, mata mereka saling mengunci satu sama lain. Perlahan Nathan memajukan kepalanya dan mengecup bibir Iren. Awal mula Iren tidak membalasnya karena dia memang belum pernah merasakan berciuman seperti itu masih sangat terasa kaku. Begitu juga Nathan, namun dia mengikuti nalurinya yang terus menuntunnya untuk mencium bib*r Iren lebih dalam lagi


Nathan terus mengecup bibir Iren, Iren sedikit demi sedikit mulai terhanyut. Dia memejamkan matanya, mulai mengikuti alur yang Nathan mulai.


Semakin lama, ciuman itu tidak hanya sekedar ciuman. Kini berubah menjadi lu**tan yang membangkitkan gairah mereka.


Nathan menahan tengkuk Iren agar ciuman itu tidak terlepas. Mereka masih saling memanggut satu sama lain, menikmati manisnya bi**r mereka masing masing. Hingga tanpa sadar tangan Nathan bergerak menuju ke dua gundukan di dada Iren. Iren menyadari itu dan mencoba menahannya.


"Akhhhhh" Nathan melepas pagutannya dan menghirup nafas dalam dalam.


Mereka sama sama menghirup nafas dalam dalam setelah beberapa menit berciuman sambil menyatukan kening mereka.


"Maafkan aku.." lirih Nathan yang menahan hawa panas dalam tubuhnya.


"Bersabarlah sayang.. 2bulan lagi. Aku berjanji, jika waktunya tiba. Semua yang ada dalam diriku menjadi milikmu" jawab Iren.


"Terimakasih sayang.. Dan sekali lagi maafkan aku mengambil ciuman pertamamu" kata Nathan memeluk Iren.


"Tidak masalah jika kamu yang mencurinya, tapi aku tidak akan rela jika itu di ambil oleh orang lain" Iren terisak menangis.


"Sssttt.. Apa mereka telah mengambilnya?" tanya Nathan lirih.


Mereka yang dimaksud Nathan adalah Peter dan Rangga yang hampir memperk**a Iren waktu itu.


Iren menggelengkan kepalanya dalam pelukan Nathan.


"Andaipun iya, aku tidak akan mempermasalahkannya.. Kamu tetap akan menjadi milikku.. Jangan dipikirkan lagi ok.. Aku janji kali ini, akan melindungimu dan membahagiakanmu" kata Nathan semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku sangat mencintaimu Nathan.. Harimau putihku.." kata Iren mengeratkan pelukannya juga.


"Begitu juga diriku sayang." jawab Nathan..


Nathan melonggarkan pelukannya, dan menatap Iren sambil tersenyum manis.


Cup..


Nathan kembali mencium Iren.


"Mandilah, aku tunggu di bawah.." kata Nathan.

__ADS_1


Iren mengangguk dan bergegas masuk kedalam kamar mandi. Sedangakn Nathan berjalan keluar, menutup pintu kamar Iren dan menuju ruang keluarga di mana ada Arya dan Ririn tengah menoton televisi.


__ADS_2