
Dosen sudah memasuki kelas, namun Iren tidak juga kunjung terlihat. Nathan menjadi khawatir, dia takut terjadi sesuatu dengan Iren. Perasaannya menjadi gelisah, dia merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Iren. Karena tidak biasanya Iren terlambat masuk ke kelas sampai dosen memasuki kelas.
"Selamat pagi anak anak, pagi ini kita kedatangan teman baru. Putri silahkan bangun" dosen mengenalkan Putri.
Putri bangun dari duduknya dan membungkukan badannya untuk menyapa. Tampak Nathan yang cuek tidak peduli.
"Putri ini pindahan dari jakarta juga sama seperti Nathan. Baik anak anak mari kita mulai mata kuliah hari ini. Tugas silahkan kumpulkan ke depan. Dan Putri, untuk tugasnya nanti boleh pinjam ke salah satu teman ya boleh menyusul nanti sebelum pertemuan minggu depan sudah harus di saya" kata dosen tersebut.
"Baik bu" jawab Putri.
Pelajaran pun usai, Iren tak juga muncul membuat Nathan semakin kelimpungan.
"Nathan.. Than.. Tunggu" panggil Putri saat melihat Nathan keluar kelas dengan terburu buru.
Nathan tidak memperdulikan panggilan Putri, dia terus melangkahkan kakinya mencari sosok Iren.
"Rin.. Rin.. Tunggu." panggil Nathan saat melihat Ririn dari arah toilet.
"Ada apa Than?" tanya Ririn.
"Iren tadi pagi kan berangkat sama loe? Tapi kok dia ga masuk kelas ya??" tanya Nathan.
"Haahh masa si?? Waktu dia nganter gue si dia kata mau ke perpustakaan. Setelah itu gue ga tau, soalnya gue ada kelas pagi. Ini gue mau masuk lagi. Coba telpon aja dia dulu. Dah dulu ya.." jawab Ririn langsung meninggalkan Nathan.
"Ahhh iya, kenapa ga kepikiran si" kata Nathan pada dirinya sendiri.
Nathan merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya.
Tuuutttt....tuuuuttttt
"Halloo, Ren? Kamu kemana? Kenapa tadi ga masuk kelas? Kamu baik baik saja kan?" Nathan langsung memberondong beberapa pertanyaan setelah panggilannya diterima.
"Hahahahahaha Nathan.. Nathan... Segitu cintanya loe sama gadis ini hahahaha" suara berat terdengar diseberang sana.
"Di mana Iren?? Loe apain dia haaahh??" Nathan seketika tau siapa orang yang menerima panggilannya itu.
"Tenang Nathan, tenang.. Gadis itu aman bersama kami hahahaha" pria itu ters tertawa.
"Mau loe apa haahh??" tanya Nathan dengan penuh emosi.
"Mau gue?? Nyawa loe..hahahah" jawab pria itu lagi.
"Breng***.. Jangan macam macam loe.. Jika Iren sampai kenapa kenapa, nyawa loe di tangan gue" Nathan mulai emosi..
"Tenang Nathan, kalo loe mau nyelamatin ini gadis.. Loe harus datang sendirian di tepi tebing dekat rumah gadis ini hahahahaha dan sekali lagi loe harus ingat loe harus sendirian. Kalo loe melanggar, gadis ini akan gue lempar dari atas tebing." ancam pria itu lalu mematikannya begitu saja.
"Aarrgghhjh sial.. Sial...!!!" emosi Nathan mulai tak terbendung.
Menyadari emosinya tidak bisa di kontrol, Nathan segera pergi meninggalakan area kampus. Dia memilih kembali ke rumahnya.
#####
__ADS_1
"Hahahah lihat kekasih mu ini cantik, ternyata kamulah kelemahannya. Sedangkan dia kelemahannya sang ayah hahahahaha ini akan memudahkan ku untuk meruntuhkan kekuasaan Alexander hahahahaha" kata pria itu.
"Eemmmm. Eemmmm" suara Iren yang dibekap.
"Aahhh loe ngomong apa?? sudahlah hahahaha yang penting gue puas berhasil memancing keluar dia ahahahah" kata pria itu.
Flashback on.
"Thanks ya Ren.. Jam kelas loe kan masih sejam lagi, loe mau nunggu di mana Ren??" tanya Ririn.
"Gue mau ke perpus" jawab Iren.
"Ya udah kalo gitu, sampe ketemu nanti ya" pamit Ririn yang langsung saja meninggalkan Iren.
Saat Iren ingin mengambil kartu perpustakaannya di dalam tas, dia tersadar bahwa ponselnya tertinggal di warung bubur ayam tadi. Iren segera kembali menuju warung tersebut. Dan saat hendak menyeberang, ada seorang pemuda yang mendekatinya.
"Maaf mba, mengganggu. Saya mau menanyakan alamat ini di mana ya??" tanya pemuda itu sembari memberikan secarik kertas kepada Iren.
"Saya lihat dulu ya mas" kata Iren ramah.
Iren pun mengerut kan dahinya setelah membaca isi kertas tersebut, karena alamat yang tertera tampak aneh. Dan saat itu ada sebuah mobil hitam berhenti di depan Iren, dan pemuda itu dengan sigap membekap Iren lalu dengan cepat membawa masuk Iren ke dalam mobil. Tidak ada satu orang pun yang menyadari kejadian tersebut.
Flashback off
#####
Selang beberapa waktu kemudian, Nathan tiba di rumah yang sebelumnya dia kembali ke kost untuk menggunakan mobilnya. Mendengar ada deru mobil berhenti di depan rumah, bunda pun keluar rumah.
"Nathan?? Tumben jam segini pulang?? Kamu sendirian nak?? Mana Iren??" tanya sang bunda tanpa jeda.
"Ayah?? Ada lagi di ruang kerjanya" jawab Bunda.
"Nathan ketemu ayah dulu sebentar ya bun, Nathan ada perlu" kata Nathan dengan wajah tegangnya.
Bunda merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan putranya ini. Tidak biasa biasanya dia bersikap seperti ini dengan dirinya.
Nathan berjalan menuju ke ruang kerja sang ayah.
"Ayah..." panggil Nathan.
"Masuk nak." jawab sang ayah.
"Ayah... Nathan harus bagaimana??" tanya Nathan yang langsung duduk begitu saja.
"Maksud kamu apa Nathan?" tanya ayahnya.
"Ayah... Jangan berpura pura. Nathan tau ayah sudah mengerti maksud Nathan" Nathan terlihat sangat mengkhawatirkan Iren.
"Ayah akan ikut dengan mu nak" jawab ayah Nathan.
"Tapi yah, dia berpesan agar aku datang sendirian" jawab Nathan.
__ADS_1
"Tenang Than, ayah akan menjaga jarak dengan mu. Inget, insting kita sangat kuat. Ayah akan tetap bisa mengawasimu. Tapi kamu tetap harus hati hati karena ayah yakin, anak buah mereka sudah menyebar. Mungkin saat ini pun ada salah satu dari mereka yang sudah mengikutimu." jawab ayah Nathan.
"Lalu bagaimana dengan bunda yah?? Apa ini tidak bahaya??, Nathan takut ini hanya sebuah pancingan agar ayah keluar mengikuti ku??" kata Nathan.
Ayah Nathan tampak berfikir, dia membenarkan kata Nathan.
"Ayah, biarkan Nathan yang berangkat sendiri ayah. Nathan akan mencoba memancing mereka semua agar menjauh dari rumah" Nathan memberi ide.
"Itu tidak mungkin Than, jika memang ayah yang mereka mau. Biar ayah yang akan datang menyelamatkan Iren. Kamu jaga rumah bersama bunda" jawab Alian.
"Tidak yah.. Nathan tidak mau akan terjadi apa apa dengan ayah maupun bunda.. Hmmm begini saja. Bagaimana jika bunda sementara berada di ruang tersembunyi ayah dahulu. Nathan yakin mereka tidak akan menemukan keberadaan bunda" ide Nathan lagi.
"Hmmmm tapi jika kita menceritakan yang sebenarnya, ayah takut bunda akan panik. Apa lagi ini menyangkut keselamatan kita bertiga" jawab Alian.
"Bunda dah dengar ayah hiksss" suara serak bunda tiba tiba.
"Bunda??" Ayah Nathan dan Nathan terkejut melihat bunda sudah berdiri di depan pintu.
"Bunda dah dengar semuanya.. Bunda mohon Nathan, selamatkan Iren.. Kasihan dia tidak tau apa apa menjadi terseret dalam masalah, tapi kalian pun juga harus berhati hati. Bunda juga tidak mau kehilangan kalian berdua." bunda menangis.
"Bunda.." Nathan memeluk bunda.
"Nathan... Bunda tidak tau harus bersikap bagaimana, kalian harta bunda begitu juga Iren. Meski dia bukan putri kandung bunda.. Tapi bunda sangat menyayanginya." tangis bunda semakin menjadi.
"Bunda.. Kami mengerti.. Kami sedang membahasnya, kami tidak mau ceroboh. Karena kami harus melindungi bunda juga." jawab ayah Nathan mencoba menenangkan istrinya.
"Bunda akan menunggu di ruang rahasia ayah. Bunda akan menanti kepulangan kalian" kata bunda menatap kedua pria yang paling dia cintai itu dengan mata yang penuh dengan air mata.
"Baiklah bunda, Nathan akan berangkat sekarang untuk mengalihkan perhatian mereka agar ayah nanti leluasa menyusul Nathan" kata Natha..
"Kamu berhati hatilah Nathan.. Bawa pulang Iren.. Dan kalian pun juga harus pulang dalam kedaan selamat" bunda mewanti wanti Nathan dan suaminya.
"Baik bunda." jawab Nathan.
"Nathan... Sebelum berangkat. Makanlah dahulu.. Isi tenagamu. Masih banyak waktu" ayah mengingatkan.
"Tapi ayah, Nathan tidak berselera" jawab Nathan.
"Nathan, kamu butuh tenaga yang lebih untuk mengahadapi mereka. Apalagi kemungkinan besar jumlah mereka banyak. Ayah tidak mau kamu kekurangan tenaga saat dalam situasi ini" ayah Nathan yang juga mengkhawatirkan keselamatan Nathan.
"Baik ayah" jawab Nathan.
Sebelum berangkat, Nathan benar benar mempersiapkan dirinya. Dia tidak mau kehilangan Iren. Bagaimanapun caranya dia akan berusaha menyelamatkan Iren, meski nyawanya dalam bahaya sekalipun.
**maaf ya teman teman, author baru sempet up..
lagi banyak banget kegiatan author..
terimakasih ya yang udah terus beri semangat author.
semoga masih suka sama ceritanya, semoga ceritanya ga bikin kalian bosen..
__ADS_1
jangan lupa like dan komentnya ya..
terimakasih 😊😊😊🙏🙏🙏🤗**