Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
mulai curiga


__ADS_3

"Mas Arya... Loe kok bisa kenal sama ni manusia es si??!" tanya Ririn asal.


"Manusia es?? Nathan??" tanya Arya memperjelas.


"Yeee malah diperjelas.. Ya Nathan siapa lagi hihihi" kata Ririn cengengesan.


"Kenallah, siapa yang ga kenal sama dia.. Gue temen dari SMA sampe lulus.. Ketemu lagi di sini" jawab Arya.


"Ouwhhhh.. Mas Arya di sini tinggal di mana??" tanya Ririn lagi kepo.


"Ehhh kenapa loe jadi kepo si?" kata Iren..


"Hehehehe... Kenapa sii sirik aja.." kata Ririn.


"Gue tinggal di sini.." jawab Arya santai..


"Oohhhhh" Ririn hanya ber oohh ria..


"Ehhh Ar, selama gue jadi temen loe. Gue ga pernah ketemu sama bokap nyokap loe.. Waktu lulusan aja gue ga ketemu" selidik Nathan.


"Haahhh.. Emmm... Masa loe ga ketemu si???" Arya mulai klagepan, dia lupa akan hal itu.


"Beneran.." jawab Nathan.


"Loe ga merhatiin aja kali Than... Kalo sekarang mereka dah pergi.. Loe inget kan abis lulus gue sempet daftar satu kampus di tempat loe.." kata Arya.


"Hmm iya.. Tapi loe abis pendaftaran loe ga pernah masuk.. Padahal loe diterima, nomor loe juga gue hubungi susah.." jawab Nathan


"Nahh waktu itu ortu gue mengalami kecelakaan. Bokap sempat koma, sedangkan nyokap meninggal di tempat. Jadi mau ga mau gue harus merawat bokap sambil ngurusin nihh bengkel di sini" Arya mulai mengarang bebas.


"Kenapa loe ga ngabarin gue si Ar.." tanya Nathan.


Nathan mencoba membaca pikiran Arya, namun aneh.. Seolah olah Arya menutup pikirannya agar tidak terbaca oleh Nathan.. Padahal biasanya Nathan mampu membacanya. Nathan menatap Arya lekat, dia mulai curiga.


"Siapa loe sebenarnya Ar, gue merasa dekat sama loe. Tapi gue ga kenal sama loe.. Dan ada sesuatu yang loe sembunyiin dari gue. Hanya Ayah yang bisa menutup pikirannya dari gue." batin Nathan yang lekat menatap Arya.


Arya yang ditatap Nathan pun merasa. Bahkan dia bisa merasakan jika Nathan mulai mencurigainya. Namun sebisa mungkin dia bersikap biasa di hadapan Nathan.


"Maaf Than, loe pasti dah mulai curiga sama gue.. Demi kakek Than.." batin Arya.


"Dahh lahh jangan bahas itu lagi ya.. Yang penting gue ga kehilangan soib gue yang satu ini" kata Arya mencoba mengalihkan dengan merangkul Nathan..


"Maaf ya mas Arya gara pertanyaan gue" kata Ririn merasa bersalah.


"Gapapa kok... Gimana Than.. Loe mau ya gabung sama gue ngurus cabang.. Loe juga ga perlu ngekost lagi" kata Arya.


"Hmmm boleh juga.. Lokasinya juga ga jauh sama kampus.." jawab Nathan.


"Rin, loe tinggal sama gue aja ya di apartemen.." ajak Iren.


"Naahh iya Rin, loe sama Iren aja. Dari pada Iren sendirian di apartemen" kata Nathan.


"Boleh deh.." jawab Ririn.


"Nanti loe bisa nempatin kamar tamu. Lagian itu juga dah hak milik gue kok.. Jadi ga perlu mikir biaya sewa" kata Iren.

__ADS_1


"Wuiissss bisa hemat ongkos nihh gue" kata Ririn.


"Huuuu dasar" Iren menoyor Ririn.


"Ar, loe lagi banyak konsumen kayaknya" tanya Nathan melihat banyaknya mobil di sana.


"Iya nihhh.. Gue mulai kerja dulu ya. Kalian santai santai aja dulu" kata Arya berdiri ingin berganti pakaian.


"Gue bantuin, ada baju lain ga??" tanya Nathan.


"Ada di lemari, masih bersih.. Pakai aja.." jawab Arya.


Nathan pun berganti pakaian khusus montir di dalam.


"Ren.. Rin.. Tunggu dulu ya.. Gue bantuin Arya.. Kasihan dia kualahan.." kata Nathan.


"Siapp.. Gue temenin Iren sambil ngerjain tugas hehehe" jawab Ririn.


Nathan pun menghampiri Arya,..


"Yang mana Ar" tanya Nathan.


"Yang itu aja, dari kemarin belum ke pegang.. Besok dah mau dipake katanya" jawab Arya..


Nathan pun menuju mobil yang ditunjuk Arya dan mulai mengecek mobil tersebut.


#####


"Ren.. Kedip dongg ngliatin Nathan nya" kata Ririn menyikut lengan Iren.


"Hahahaha.. Jangan pura pura.. Muka loe malah jadi lucu." kata Ririn tertawa..


#####


Beberapa jam kemudian Nathan sudah menyelesaikan mobil tersebut. Sudah lewat jam makan. Nathan memilih membersihkan diri lalu berganti pakaian.


"Maaf lama ya menunggunya" tanya Nathan.


"Gapapa kok.. Gue juga dapat tumpangan mengerjakan tugas hehehe" jawab Ririn.


"Maaf lama ya.. Nihh gue abis pesen makanan. Makan sekalian yuukk" kata Arya yang datatang membawa bungkusan.


"Ga usah mas Arya.. Buat karyawannya aja.." tolak Iren.


"Tenang aja mereka dah dapet kok.. Dahh yukk dah di lebihin ini.." jawab Arya.


"Gue masuk dulu sebentar" kata Arya lagi.


Di lihatnya pesanan Arya yang ternyata memesan ayam geprek spesial. Iren melihat ke arah beberapa karyawan yang ternyata memang sedang menyantap jatah makan siang mereka yang sama.


"Kok malah dilihatin aja sii.. Dahh ayokk.. Apa ga suka ya??" tanya Arya.


"Ahhh enggak kok, kita nunggu loe aja" jawab Nathan.


Mereka pun kembali makan bersama. Dalam diam Nathan memperhatikan Arya. Entah mengapa sejak pembahasan orang tua Arya, Natahan merasa ada sedikit kejanggalan.

__ADS_1


"Ahhh iya gue hampir lupa.. Gue harus ke apartemen Iren sekarang.."kata Nathan..


"Emanga ada apa Than??" tanya Iren..


"Mau ngecek tukangnya dah kelar atau belum" jawab Iren.


"Ya udah abini kita ke sana, sekalian balikin mobil" jawab Iren.


Setelah selesai menikmati makan siang mereka. Nathan, Iren dan Ririn berpamitan dengan Arya.


"Ar, kita pamit ya... Makasihh makan siangnya.." pamit Nathan.


"Gue juga terimakasih Than dah di bantuin kerja.. Kapan kapan main lagi ke sini." jawab Arya.


"Makasih ya mas Arya.." kata Ririn.


"Pamit ya mas Arya" kata Iren.


Arya hanya mengangguk dan menatap mereka bertiga masuk ke dalam mobil mereka..


#####


Tidak berapa lama kemudian, mereka tiba di apartemen Iren.. Iren dan Nathan memarkirkan mobil mereka, dan Iren memilih memarkirkan mobilnya di paling sudut dan menutupnya dengan mantol dibantu oleh Nathan.


Setelah itu mereja menuju ke unit Iren. Setibanya di sana terlihat beberapa tukang sudah selesai membetulkan pintu Iren dan masih membereskan sisa sisanya.


"Waahhh dah selesai ya pak??" tanta Iren.


"Iya mbak baru saja selesai.." jawab tukang tersebut.


"Berapa pak??" tanya Iren.


"Oohhh sudah di bayar sama mas Nathan mbak.. Sudah beres semuanya.." jawab tukang itu lagi.


"Ohh gitu.. Terimakasih ya pak.. Dah biarin aja pak.. Nanti saya yang bersihin.. Cuma minta tolong bu angin bekas pintunya aja.." kata Iren sopan.


"Ohh iya mbak." jawab salah satu tukang lainnya.


"Terimakasih ya pak.." kata Nathan.


"Ya mas.. Kami permisi ya mas.. Nanti kalau ada yang belum memuaskan kurang rapih atau apa hubungi kami lagi aja ya mas" kata tukang tersebut.


"Bauk pak.." Nathan.


Iren mengecek pintunya. Dan terlihat rapih bahkan terlihat seperti pintu yang lama. Iren cukup puas dengan pekerjaan tukang tersebut.


"Bagus kok, tidak terlihat seperti habis di benerin.. Rapih.." kata Iren..


"Pekerjaan mereka memang teliti. Makanya ayah suka dengan mereka, dan selalu memanggil mereka jika butuh perbaikan." Nathan menjelaskan.


"Rin, Than kalian santai aja dulu ya.. Gue mau beberse dulu bersihin nih debu debu." kata Iren.


"Gue bantu.." jawab Ririn.


Akhirnya mereka berdua membantu Iren untuk membereskan unit Iren agar cepat selesai. Dan sedikit di atur ulang agar berganti suasana.

__ADS_1


__ADS_2