
"Ayok Ar.." kata Nathan.
"Ckk, kenapa loe jadi ga sabaran gini si??" gerutu Arya.
"Abis loe kelamaan kaya cewek" kata Nathan cengengesan.
"Ntar dulu, gue pastiin nih terkunci semua.." jawab Arya sambil memeriksa beberapa gembok.
Nathan menunggu Arya di dalam mobil, dia sedang berkirim pesan dengan Iren.
"Aku dah siapin bakar bakaran, nanti malam kita bakar bakaran. Juga nanti malam Rangga mau main kesini.. Kamu jadi ke sini kan??" pesan dari Iren.
"Pasti dong sayang.. Ini lagi nunggu Arya, bentar lagi jalan. Soal Rangga ngapain dia datang kerumah kamu??" tanya Nathan mulai cemburu.
Ting..
"Entahlah.. Aku berharap kamu ada di sini.. Aku risih diganggu sama dia.. Masih takut" balasan dari Iren.
"Tenang aja yang.. Akan aku tunjukkan jika kamu hanya milikku seorang" balasan dari Nathan.
Ting...
"Ya udah, kamu hati hati di jalan. Jangan ngebut ngebut ya.. Aku mau nyiapain bumbunya dulu" balasan dari Iren.
"Ok sayang.. I love you" balasan Nathan sambil senyam senyum sendiri.
Ting..
"I love you too 😊" balasan dari Iren.
"Heeehhh senyam senyum sendirian loe di dalam mobil" Arya mengagetkan Nathan.
"Haahh.. Sialan loe.. Nihh calon bini nanyain mulu" kata Nathan terlihat senang.
"Cckkk tadi aja marah marah.. Sekarang senyam senyum ga jelas. Bukan Iren yang nanyain mulu, loe nya yang dah ga sabaran"jawab Arya masuk ke dalam mobil.
"Makanya loe cari pasangan biar tau rasanya jatuh cinta. Dahhh ga ada yang tertinggal??" tanya Nathan.
"Iya kalau ngepasin kaya loe, kalo enggak?? Yang ada cuma jatoh sakit cintanya entah kemana.. Daahh aahh jalan.." kata Arya.
"Iya iya... Sama Ririn aja.." goda Nathan.
Mobil pun perlahan meninggalkan bengkel Arya. Selama perjalanan mereka tampak asik mengobrol.. Ada saja yang mereka bahas dari hal yang serius hingga saling meledek satu sama lain.
#####
"Bi..." panggil Iren.
"Ya neng.." jawab bi Marni.
"Bi, bantuin Iren bikin bumbu buat bakar bakaran ya.. Iren mau bersihin nih seafoodnya sama jagung.." jawab Iren.
"Jadi ga usah masak lagi neng?" tanya bi Marni memulai mencari bahan bahan yang dibutuhkan.
"Masak nasi aja bi, banyakin dikit ya.. Nanti teman Iren ada yang mai datang.." kata Iren sambil memulai membersihkan seafood dan yang lainnya.
"Baik non.." jawab bi Marni.
"Sini gue bantuin.." kata Ririn tiba tiba.
__ADS_1
"Nih bantuin bersihin ikannya" jawab Iren.
Mereka bertigapun sibuk dengan kerjaan mereka masing masing. Hingga tidak lama kemudian mereka sudah selesai.
"Sudah selesai.." kata Iren.
"Ehhh bi.. Ada kangkung, ketimun sama bayam dan kol kan ya.. Bikin lalapan enak kayanya bi.. Bikinin sambalnya ya.. Iren siapin.." kata Iren lagi.
"Siap non.. " jawab bibi.
Setelah membersihkan bahan bahan lalapan, Iren lalu merebusnya dan setelah matang ia langsung meniriskannya.
"Haahj semua dah siap.. Tinggal nasi sebentar lagi matang" kata Iren lagi.
"Kalau gitu gue mandi dulu ya Ren." pamit Ririn.
"Ok.. Gue juga mau mandi." jawwb Iren melirik ke jam dinding yang menempel di dinding dapur.
Saat Iren hendak kembali menuju ke kamarnya, terdengar suara deru mobil datang.
Mendengar itu Iren segera berbalik dan menuju ke pintu depan untuk membukakan pintu..
"Haii sayang.." sapa Nathan.
"Haiii bawa apa ini??" tanya Iren.
"Ini Arya tadi yang beliin.." jawab Nathan.
"Terimakasih ya mas.." jawab Iren.
"Dahh yuk masuk, istirahat aja dulu. Kamar dah di siapkan sama bibi. Aku mau mandi dulu" ajak Iren.
"Ok siap... Ohh ya Yang, bikinin air dingin dong.. Gerah nih" kata Nathan.
Nathan dan Aryapun pergi ke ruang keluarga. Mereka bersantai sambil menonton acara televisi. Tidak lama kemudian, Iren keluar membawa seteko air jeruk dingin dengan dua gelas yang masih kosong.
"Tuang sendiri aja ya.. Aku tinggal sebentar.." kata Iren.
"Ok.. Makasih ya Yang.." jawab Nathan.
"Makasih ya Ren.." jawab Arya.
"Sama sama" jawab Iren tersenyum.
Irenpun berlalu menuju ke kamarnya dan bersiap siap untuk membersihkan tubuhnya yang mulai terasa lengket.
"Mas Nathan,mas Arya.. Ini cemilannya.." kata bi Marni.
"Waahhh terimakasihh ya bi"kata Nathan.
"Sama sama mas.. Bibi pamit kebelakang dulu ya mas" kata bi Marni.
"Iya bi" jawab Nathan dan Arya hanya mengangguk sambil tersenyum.
#####
"Pa.. Bagaimana kabar mama??" tanya galih.
"Entah Lih.. Pihak kepolisian saja masih sulit menemukan mama mu" jawab Rudi sedih.
__ADS_1
"Pa.. Galih takutnya mama semakin nekat jika tidak segera ditemukan pa" kata Galih.
"Itu yang sedang papa takutkan saat ini nak.. Galih.." panggil Rudi.
"Ya pa.." jawab Galih.
"Kamu satu satunya harapan papa, papa berharap kamu bisa menjaga diri kami. Mencapai keinginan kamu dengan cara yang halal.. Kamu satu satunya tujuan hidup papa nak. Sebentar lagi papa akan melepas statis papa sebagai direktu di perusahaan Surya properti. Papa berharap kamu bisa mengerti ya nak.." kata Rudi menatap putra satu satunya intens.
"Pa.. Galih bukan seperti mama.. Galih tidak sedikitpun memikirkan tentang perusahaan itu pa.. Galih juga sadar diri, perusahaan itu bukan milik papa. Hanya sebuah titipan. Tapi pa, aku yakin kak Iren tidak akan begitu saja melepaskan papa." jawab Galih.
Rudi hanya mengangguk, diapun tau pasti Iren tidak akan begitu saja melepaskan dirinya keluar dari perusahaan papanya itu. Namun Rudi juga tidak mau terlalu bergantung pada itu. Saat ini dia harus fokus dalam penangkapan Santi sang mantan istri, agar saat dia serah terima perusahaan tersebut Iren sudah aman.
#####
Waktupun berlalu, Iren dan yang lainnya mulia bersiap siap untuk memulai rencana mereka.
"Sadar ga sih, kita tihh dah sering bakar bakaran kaya gini lohh.." kata Ririn.
"Bener tuh.. Tapi ga ada bosen nya jika di sini.. Suasananya pas banget" jawab Nathan.
"Yang pentingkan ga terlalu sering.. Kalo sering sering bisa bisa kita kaya ikan bakar" canda Iren.
Merekapun serempak tertawa. Tidak lama kemudian, terdengar deru mobil yang datang.
Rangga telah tina di rumah Iren. Dia segera turin dari mobilnya dengan membawa seikat bunga juga coklat. Dia datang dengan rasa percaya diri yang tinggi.
Tok..tok..tok
"Sebentar.." sahit bibi.
Bi Marni yang tengah berada di ruang tengah bergegas membuka pintu.
"Selamat malam bi.." sapa Rangga dengan senyum manisnya.
"Selamat malam," jawab bi Marni.
"Irennya ada bi??" tanya Rangga.
"Ohh ada mas, neng Iren sedang di samping rumah sedang menyiapkan bakar bakaran. Mari silahkan, bibi antar" jawab bi Marni.
Ranggapun mengikuti bi Marni menuju ke samping rumah.
"Wahh gue ga nyangka Iren menyiapkan semua ini untuk gue" batin Rangga dengan percaya dirinya.
Bunga dan coklat yang dia bawa pun dia sembunyikan di belakang badannya.
Nathan yang merasa ada orang asing datangpun segera menyadarinya.
"Dia.datang, aku sembunyi dulu ya" bisik Iren.
Iren hanya mengangguk sedangkan Arya sedang bersama Ririn membakar beberapa ikan dan yang lainnya.
Sedangkan Iren membakar beberapa jagung dan sesekali mengolesinya dengan mentega dan bumbu yang lainnya.
"Neng, ada tamu" panggil bibi.
"Ahh iya bi.. Kak Rangga, ayo sini bergabung.." panggil Iren.
"Bi, terimakasih ya.." kata Rangga.
__ADS_1
"Sama sama mas. Saya permisi" pamit bi Marni.
Ranggapun berjalan mendekati Iren yang sedang asik membakar jagung. Rangga melirik ke arah Ririn dan Arya. Rangga merasa tidak asing dengan Arya, namun dia lupa di mana dia pernah bertemu.