
Pagi buta Nathan telah sampai di bengkel Arya. Terlihat dari luar Arya tengah menunggunya bersama Budi.
"Ar..." panggil Nathan.
"Nathan.." kata Arya berdiri melihat kedatangan Nathan.
"Bagaimana?" tanya Nathan.
"Gue rasa ini ada unsur kesengajaan Than. Gue dah serahin semua ke pihak kepolisian. Sebelum mereka membawa mobil ini, lebih baik loe lihat dulu. Tapi ingat jangan sampai merubah apapun" kata Arya.
Nathan pun mencoba mengecek bagian yang ditunjuk Arya. Saat Nathan memegang bagian tersebut, sekelebatan Nathan dapat melihat ada seseorang yang memang dengan sengaja merusak rem mobil Iren.
"Benar kata loe Ar, tapi gue ga bisa lihat siapa dia. Yang gue bisa pastiin dia laki laki,.." kata Nathan bangkit berdiri.
"Kenapa ga kita cek dulu pada area cctv.." ide Arya.
"Naahhh bagus.. Gue coba hubungi paman Rudi dulu ya coba." kata Nathan.
Nathan mengambil ponselnya di saku celananya.
Tuuttt....tuuuttt....tuuuttt..
"Hallo.." suara Rudi di seberang.
"Hallo paman, maaf menganggu ini saya Nathan.." kata Nathan.
"Ahh iya nak, ada yang bisa paman bantu??" jawab Rudi.
"Paman, saya mohon ijin untuk memeriksa cctv pada area parkir di perusahaan paman bisa??" ijin Nathan.
"Oohh ya boleh nak.. Kapan kamu mau memeriksanya nak??" tanya Rudi.
"Saya akan segera kesana paman. Jika paman sudah berada di kantor kirim saya lokasi perusahaan ya paman" kata Nathan.
"Baik.. Baik nak.. Paman siap siap kalau begitu. Paman tunggu di kantor ya.." jawab Rudi.
"Terimakasih paman" jawab Nathan setwlah itu menutup panggilan tersebut.
Nathan kembali mencari Arya yang sedang menunggunya.
"Bagaimana??" tanya Arya.
"Paman bersedia.." jawab Nathan.
"Bagus.. Kita sarapan dulu baru nanti kita kesana. Dan loe jangan lupa minum ramuan loe" pesan Arya.
"Iyaaa..." jawab Nathan.
Arya mengambil ponselnya dan memesan tiga porsi makanan untuk dirinya, Nathan dan Budi.
"Bud, gue nanti tinggal lagi ya.. Gapapakan?? Loe lanjutin yang mobil merah itu, nanti sore mau di ambil. Loe tinggal cek sekali lagi aja takut ada yang kelupaan" kata Arya.
"Gapapa Bos, kita siap pokoknya" jawab Budi.
"Sebelum gue pulang loe jangan pulang dulu gapapa kan?? Tenang soal makanan kalian pesan, gue yang bayar" kata Arya lagi.
"Siap bos" jawab Budi.
"Nanti kalau ada yang ngantar makanan tolong diterima, dah gue bayar." pesan Arya lagi.
__ADS_1
Budi hanya mengangguk dan Arya menyusul Nathan masuk untuk bersiap siap sebelum sarapan mereka datang.
#####
"Pa.. Mau kemana pagi pagi gini sudah rapi?" tanya istri Rudi.
"Papa mau menemui Nathan pagi ini, lalu nanti papa mau kerumah sakit. Kamu mau ikut jenguk Iren??" ajak Rudi.
"Nanti aja deh pa kalau Iren dah dipindahkan ke ruang rawat. Gapapa kan??" jawab istri Rudi.
"Ya udah kalau gitu" jawab Rudi.
"Ohhh ya Nathan kan teman Iren waktu itu kan?? Untuk apa dia ingin bertemu denganmu pa??" tanya Istri Rudi.
"Dia ingin mengecek cctv pada area parkir. Mungkin dia ingin mencari bukti yang bisa membantu pihak kepolisian" jawab Rudi.
"Ohhh" jawab istri Rudi lirih.
"Aku berangkat ya sayang.." pamit Rudi.
"Ga sarapan dulu?" tanya istri Rudi.
"Nanti aja dikantor.." jawab Rudi sambil berjalan menuju ke mobil.
"Hati hati" teriak istrinya.
Rudi hanya melambaikan tangannya dan berlalu hingga hilang ditikungan pertigaan.
#####
1jam kemudian Nathan dan Arya sudah siap untuk berangkat menuju ke perusahaan Iren setelah Rudi mengirim sebuah lokasi ke Nathan.
"Baik bos.." jawab Budi.
Nathan dan Arya pun pergi meninggalkan bengkel Arya. Selama perjalanan mereka hanya terdiam tenggelam dalam pikiran mereka masing masing
"Bagaimana jika rekaman cctv telah dihapus?" kata Arya tiba tiba.
"Brarti sudah di pastikan pelaku sudah merencanakan ini semua. Jika memang terhapus, mau tidak mau gue harus mencarinya sendiri" kata Nathan dengan pandangan fokus ke depan.
"Tapi Than, keadaan loe belum memungkinkan untuk menggunakan tenaga dalammu dengan sepenuhnya" Arya khawatir.
"Demi Iren, apapun akan gue lakukan.." jawab Nathan.
"Tapi..." kata Arya terpotong.
"Gue akan lakukan apapun, meski nyawa gue sebagai taruhannya" jawab Nathan lagi.
Mereka berdua kembali terdiam. Kini Arya hanya bisa berharap rekaman cctv masih ada. Sehingga Nathan tak perlu mengorbankan dirinya, mengingat keadaannya sekarang.
Nathan pun tiba di perusahaan Iren. Sebelum dia bertemu dengan Rudi, Nathan memilih memeriksa bagian parkir karyawan. Nathan mengamati setiap sudut area parkir tersebut. Saat Nathan memegang salah satu tiang beton dengan mata yang berkeliling untuk menjelajahi setiap titik area parkir, tiba tiba Nathan dapat melihat ada seseorang yang sedang mengamati Iren dari tiang tersebut.
"Ada apa Than, apa yang loe lihat??" tanya Arya.
"Ada seseorang yang sedang mengamati Iren dari sini saat Iren dan Ririn keluar dari area parkir ini" kata Nathan menjelaskan.
"Baiklah, sekarang kita menemui om Rudi" ajak Arya.
"Ayok" jawab Nathan beranjak dari tempat dia berdiri.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan memasuki hall perusahaan dan menemui resepsionis yang tidak jauh dari pintu masuk.
"Selamat pagi mbak, maaf menganggu" kata Nathan sopan dan sang resepsionis menoleh kearah Nathan.
"Mbak..." panggil Nathan lagi saat melihat sang resepsionis hanya melongo menatapnya.
"Haahh ahh maaf.. Ada yang bisa saya bantu pak??" jawab Winda sang resepsionis yang sempat terpukau saat menatap wajah Nathan.
"Saya ingin bertemu dengan pak Rudi" jawab Nathan.
"Apa anda sudah buat janji sebelumnya??" tanya Winda.
"Sudah." jawab Nathan.
"Maaf sebelumnya anda dari perusahaan mana atau..." kata kata Winda terpotong.
"aahhh saya Nathan. Sebelumnya saya sudah menghubungi pak Rudi" Nathan menjelaskan.
"Baik, tunggu sebentar ya pak" kata Winda mengangkat ganggang telepon.
Beberapa saat kemudian Winda menutup ganggang teleponnya.
"Mari pak saya antar" kata Winda.
Mereka pun menuju ke ruang kerja Rudi dengan diantar Winda..
Tok.. Tok... Tok...
Winda mengetuk pintu ruang kerja Rudi.
"Permisi pak.." kata Winda membuka pintu tersebut.
"Suruh mereka masuk Winda" kata Rudi.
"Baik pak..." jawab Winda dan mempersilahkan Nathan dan Arya masuk lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Nathan dan Arya masuk dan bersalaman dengan Rudi. Mereka duduk di sebuah sofa yang tidak jauh dari meja kerja Rudi.
"Bagaimana Than.." kata Rudi membuka suara.
"Begini paman, Arya kemarin sudah memeriksa ternyata ada unsur kesengajaan paman. Dan Arya kemarin berinisiatif untuk mengecek cctv area parkir. Dan maaf sebelumnya paman tadi saya sudah lancang mengamati area parkir sebelum menemui paman." kata Nathan.
"Ahhh tidak apa apa Nathan. Ya udah mari paman antar ke ruang monitor CCTV." kata Rudi bangun dari duduknya.
Nathan dan Arya mengekori Rudi untuk menuju keruangan monitor. Setelah sampai di sana, Nathan langsung memeriksa monitor yang terhubung ke area parkir.
Cukup lama mereka memeriksa 6buah cctv yang terpasang di area parkir tersebut.
"Sepertinya ada yang sudah mengahapus rekamana cctv paman" kata Nathan.
"Dan ini lihat paman, di sini ada seseorang yang menurut Nathan mencurigakan terlihat dari bahasa tubuhnya saat bertemu dengan seseorang, apa paman mengenalinya?? Dan di sini paman, orang yang sama seperti sedang mengamati sesuatu." tanya Nathan.
Rudi mengamati orang tersebut. Sesaat Rudi mengerutkan keningnya untuk menajamkan penglihatannya dan Rudi menggelengkan kepalanya.
"Paman tidak terlalu jelas melihatnya Than, terlalu jauh." jawab Rudi.
"Sayangnya, rekaman sebelumnya sudah tidak ada." kata Nathan.
"Tunggu.. Kalian ikuti saya" kata Rudi lagi." kata Rudi.
__ADS_1
Mereka kembali ke ruangan Rudi, Rudi langsung duduk dan langsung mengotak atik komputernya.