Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
pancingan


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, malam ini akan di adakan acara tasyukuran. Semua tampak sibuk mempersiapkan segalanya. Tepat pukul 7 malam, tamu mulai berdatangan.


Acara tasyukuranpun berjalan lancar hingga akhir. Semua mendoakan agar rencana niat baik mereka dapat berjalan lancar hingga gari H nanti..


Para tamupun sebagian mulai kembali pergi meninggalkan rumah Iren, ada beberapa yang memilih tinggal hanya untuk sekedar berkumpul dan mengobrol bersama.


"Than, bisa kita berbicara sebentar bersama Arya juga.." kata Rudi.


"Ohh iya mari paman" jawab Nathan yang sudah tau perihal aoa yang akan Rudi bicarakan.


Nathan, Rudi dan Arya pun berjalan ke halaman belakang rumah Iren yang tampak sepi.


"Ada apa paman??" tanya Nathan.


"Nathan.. Santi hingga saat ini belum dapat ditemukan.. Paman hanya berharap kalian waspada ya, jaga Iren.. Paman titip Ire, bersama paman saat ini Iren tidak akan aman.." kata Rudi sedih.


"Paman, kali ini Nathan tidak akan lengah lagi paman. Dan Nathan juga berjanji akan menjaga Iren dengan sepenuhnya" jawab Nathan.


"Lalu bagaimana dengan tersangka yang sudah tertangkap om" tanya Arya.


"Mereka memang bekerja sama, tapi mereka tidak mengetahui kemana Santi pergi. Paman juga akan memperketat perusahaan. Paman takut jika Santi memiliki orang dalam yang bekerja sama untuk dirinya." kata Rudi.


"Lalu aoa rencana paman??" tanya Nathan.


"Paman sedang mencari mata mata yang bisa standbay di wilayah kantor juga rumah lama paman. Jika Nathan memiliki koneksi yang dapat membantu paman, tolong kabari paman ya" pinta paman.


"Hmmm begini saja paman, besok Nathan akan minta tolong ayah untuk mencari beberapa orang untuk membantu paman. Nanti Nathan akan kabari paman" jawab Nathan.


"Baiklah kalau begitu.. Sepertinya Than, untuk memancing dia keluar dengan memberikan umpannya" kata Rudi.


"Maksud paman??" tanya Nathan.


"Kita beraktifitas seperti biasa, juga Iren. Mungkin dengan ini dia akan terpancing untuk keluar dari persembunyiannya" kata Rudi.


Nathan hanya mengangguk ngangguk mengerti. Nathan menatap Arya, mereka saling bertukar komunikasi yang hanya mereka yang tau dan serempak mereka saling mengangguk.


"Baiklah paman, apakah di sekitar perusahaan dan rumah paman ada tempat tinggal sewaan??" tanya Arya.


"Ada" jawab Rudi.


"Baik, begini paman. Kita akan mencari mungkin beberapa pasang di sekitaran rumah paman sebagai tetangga agar tidak terlalu mencurigakan. Dan beberapa orang di sekitar perusahaan, juga mungkin bisa menjadi OB di kantor" ide Arga.


"Baiklah, paman akan siapkan semua.. Kalian tinggal informasikan saja ke paman berapa orang" jawab Rudi.


"Baiklah, kita mulai jalankan besok pagi agar Iren bisa kembali masuk lusa" kata Nathan.


"Kalau begitu paman pamit ya" kata Rudi berpamitan..


"Ga nginep aja dulu paman?? Ini sudah malam" tawar Nathan.

__ADS_1


"Paman pulang saja." kata Rudi.


"Baiklah kalau begitu" jawab Nathan.


Mereka bertiga pun kembali ke ruang keluarga.


"Semuanya, saya mohon ijin ya.." pamit Rudi.


"Tidak, kami dan Galih tidak boleh pulang.. Besok pagi baru boleh.. Menginaplah dahulu.. Momen ini akan sangat sulit terulang kembali" kata bunda.


"Benar paman.. Apa paman tidak mau lagi berkumpul dengan kami" sambung Iren.


"Baiklah kalah begitu, malam ini aku dan Galih akan menginap" jawab Rudi mengalah.


"Naahh gitu dong.." jawab bunda.


Rositapun bangkit dari duduknya dan terlihat masuk ke sebuah kamar.


"Paman, kamar sudah Rosita siapkan.. Mungkin paman ingin bersih bersih dulu. Di dalam Rosi sudah siapkan baju untuk paman dan Galih" jawab Rosita setelah keluar dari kamar tersebut.


"Waah terimakasih ya Ros.." jawab Rudi.


"Galih, kamu mau mandi dulu atau papa dulu??" tanya Rudi.


"Papa dulu aja, Galih masih ingin di sini" jawab Galih.


Waktupun berjalan dan malam pun berganti pagi. Setelah acara tasyakuruan semalam, kink merekapun memulai aktifitas mereka masing masing. Tapi tidak untuk kedua kakak Iren, mereka lebih memilih standbay di sana dan para suami kembali pulang ke kota mereka masing masing karena harus bekerja.


Sedangkan ayah, bunda ,Arya dna Nathan kembali ke kota untuk kembali beraktifitas...


Sekitar 2jam perjalanan mereka, dan kini mereka pun sudah tiba di rumah Nathan.


"Yah, Nathan ingin berbicara bisa??" kata Nathan setelah sang bunda audah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.


"Kita bicara di ruang kerja ayah." kata ayah.


Merekapun masuk ke dalam rumah dan menuju ke ruang kerja ayah.


"Ayah sudah tau.. Nanti akan ayah perintah beberapa anak buah ayah.." kata ayah.


"Secepatnya ya yah.. Kalau bisa hari ini.. Nathan akan memberi kabar ke paman Rudi. Lebih cepat lebih baik.." jawab Nathan.


"Tenang Nathan.. Sore mereka sudah siap.." jawab ayah.


"Paman.." panggil Arya.


"Kita perlu standbay di sana juga ga??" tanya Arya.


"Paman Rasa ga perlu ya, yang kita hadapi masih bisa dihandle oleh mereka.." jawab ayah.

__ADS_1


"Lalu kakek bagaimana yah??" tanya Nathan.


"Kata pak Ruslan kakek sudah mau makan, bahkan terkadang dia jalan jalan.. Ayah akan menengoknya nanti" jawab ayah.


"Sekalian aja, sekalian Nathan dan Arya kembali ke bengkel." jawab Arya.


"Ya udah kalian beristirahat dulu" kata ayah.


Nathan dan Aryapun pergi keluar dan menunu ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat sejenak.


#####


Ting...


Rudi mendapatkan notifikasi sebuah pesan yang masuk ke ponselnya..


"Paman, apa paman susah mendapatkan rumah yang Nathan pesan??" pesan Nathan.


"Untuk sekitar rumah paman sudah dapat, ada yang dikontrakkan 3 unit" balas Rudi.


Ting...


"Baiklah, ambil ketiganya nanti sore mereka akan datang. Lalu untuk kantor??" balas Nathan.


"Sedang paman cari, untuk OB sudah oaman siapkan 2 orang" balas Rudi.


Ting...


"Baik paman, nanti ayah akan kirim 5 orang untuk wilayah kantor dan 3 pasang sebagai tetangga baru" balas Nathan.


"Apa tidak terlalu banyak Than??" balas Rudi.


Ting...


"Nathan rasa tidak paman, biar mereka mendapat tugas masing masing sehingga mereka dapat fokus" jawab Nathan.


"Baiklah, nanti jika semua sudah dapat paman akan kirim semua lokasinya." balas Rudi.


Ting..


"Baik paman, saya tunggu" balas Nathan.


Rudi tidak membalas pesan Nathan lagi, dia sedang mencari informasi rumah yang dapat dia sewa dan 1 kamar mess untuk 2 OB nanti.


Rudi akhir akhir ini tidak dapat fokus setelah mendapat kabar Santi tidak juga kunjung ditemukan. Bahkan dia sempat berfikir, kenapa sang istrinya dapat berubah tidak seperti istrinya yang dahulu. Adakah yang salah dengan dirinya yang mungkin terlalu memanjakan istrinya dahulu lebih tepatnya mantan istri.


Namun masih ada rasa syukur karena sang putra tunggalnya tidak mengikuti jejak sang mama. Rudi begitu bangga dengan putranya itu.


Rudi akan berusaha semampunya mempertahankan hak Iren juga melindungi putranya yang mungkin suatu saat nanti bisa dihasut oleh sang mamanya.

__ADS_1


__ADS_2