Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
memikirkan Iren.


__ADS_3

"Yah.. Bagaimana??" tanya Nathan.


"Bagaimana apanya??" tanya ayah.


"Ayaaahh.. Di mana Iren??" tanya Nathan mulai frustasi


"Hahaha... Bun lihat putra kesayanganmu ini.. Sejak kapan dia menjadi ABG" ledek ayahnya.


"Memangnya Iren kenapa yah?" tanya bunda.


"Giniloohh bun, waktu kejadian Nathan dan Putri kemarin itu.. Iren lihat kalo Nathan satu kamar sama Putri. Sayangnya Iren langsung pergi, tanpa menunggu penjelasan dari Nathan. Dan akhirnya Iren salah paham dan nyuekin Nathan" jelas ayah..


"Lalu dimana dia yah??" tanya bunda.


"Tenang bun, dia di tempat yang aman.. Ayah cuma kasih saran ke Nathan.. Sementara waktu jangan ganggu Iren dulu. Biar dia sendiri dulu. Ga lama kok" kata ayah.


"Iya tapi di mana dia sekarang yah.. Kenapa ayah jadi nutupin pikiran ayah si.. Biar Nathan ga bisa baca ya.." kesal Nathan.


"Hahahaha nak.. Jika ayah ngasih tau di mana dia.. Ayah takut kamu nekat ke sana.. Yang ada Iren akan semakin tertekan.. Biarkan saja dulu.. Anak buah ayah sudah menjaganya di sana. Jika ada sesuatu, mereka akan ngasih tau ayah. Percaya ayah Than. Iren hanya butuh ketenangan sejenak." kata ayah.


"Nak.. Benar kata ayahmu.. Biarkan saja dulu. Wanita memang begitu, hanya butuh sendiri buat menata kembali hatinya. Ga bakal lama kok.. Kamu sabar ya" kata bunda lembut.


"Hmmm baiklah, kalau begitu Nathan kembali ke kost ya yah.." pamit Nathan.


"Tidak menginap dulu.. Sudah petang Than.." kata bunda.


"Besok Nathan kuliah bun.." kata Nathan sambil mengambil tangan bunda nya lalu menciumnya juga tangan ayahnya.


"Ya udah hati hati.." jawab ayah.


Nathanpun kembali kost nya.


Setelah tiba di kost, Nathan melihat Ririn tengah berbincang dengan teman temannya.


"Rin.. Iren belum balik??" tanya Nathan..


"Kayaknya belum deh.. Di kampuspun dia ga ad.. Eh gimana sama Putri" tanya Ririn.


"Ga usah bahas itu lagi.." kata Nathan.


"Tuhh orang tuanya kayaknya datang dehh.. Loe ga macem macem kan??" bidik Ririn.


"Menurut loe, gue ada tipe kaya gitu??" tanya Nathan.


"Kalo dari sikap loe ke Iren si enggak.." jawab Ririn dengan wajah sok berpikir.


"Nahh itu tau.. Dahh ahhh gue mau istirahat. Eehh kalo bisa coba loe telpon Iren ya.. Nomor gue di blokir kayaknya" kata Nathan.


"Kayaknya nomor gue juga di blokir dehh.. Ada apa ya sama anak itu.. Jadi kwatir gue" kata Ririn yang tampak kwatir.


"Ya udah nanti gue coba cari tau.." ucap Nathan lalu kembali ke kamarnya.


#####


Seharian Iren hanya di dalam kamarnya tanpa melakukan aktifitas apapun. Setelah merasa bosan, dia memilih ke ruang keluarga.


"Non.. Mau makan?? Ini udah lewat jam makan malam" tanya bi Murti


"Iren belum lapar bi.. Bi, bibi udah kelar belum kerjaannya?" tanya Iren sambil menyalakan tv.


"Udah non.. Ada yang bisa bibi bantu??" tanya bi Murti.


"Temani Iren ya bi.." pinta Iren.

__ADS_1


"Ohh iya non.." kata bi Murti sembari mendekati Iren.


"Duduk di sini bi" kata Iren menepuk sofa yang kosong di sampingnya.


Setelah bi Murti duduk, Iren pun rebahan di pangkuan bi Murti.


"Bi.. Iren merasa sepi.." kata Iren.


"Non lagi ada masalah ya??" tanya bi Murti sembari mengelus kepala Iren.


"Ga tau bi.. Cuma Iren merasa sepi aja.." jawab Iren.


"Cerita non kalau non ingin cerita" kata bi Murti.


Iren menatap bi Murti, dilihatnya wanita paru baya itu yang sedari dia kecil setia mengurusnya.. Kini terlihat guratan guratan keriput di sekitaran wajahnya. Namun senyuman itu tidak pernah pudar. Pancaran ketulusan terlihat jelas di matanya.


"Bi.. Salahkah Iren jika Iren merasa sakit hati jika melihat Nathan bersama gadis lain!!! Salahkan Iren jika Iren memilih pergi untuk menghindar sejenak.. Hati Iren merasa sakit bi.. Tapi Iren juga ingin selalu berada bersama dia" kata Iren.


"Non sedang jatuh cinta ya??? Lalu bagaimana dengan mas Nathan nya" tanya bi Murti.


"Nathan pernah bilang suka sama aku bi, akan selalu ada untuk aku. Dia akan selalu melindungiku.. Tapi nyatanya dia bersama gadis lain" Iren mulai terisak.


"Non.. Rasa yang dirasakan non itu memang tidak salah.. Hanya saja seharusnya non mencari tau dulu kebenarannya terlebih dahulu. Terkadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan yang sesungguhnya.. Non pernah menanyakan ini sama mas Nathan??" tanya bi Murti.


Iren hanya menggelengkan kepalanya. Bi Murti hanya tersenyum, dia bisa memahami karena ini pengalaman pertama bagi Iren dalam hal jatuh cinta.


"Ya udah.. Jika non belum bisa berbicara sama mas Nathan gapapa.. Tapi jangan berlarut larut ya.. Bagaimana kalau kita bikin cookies kesukaan non.. Mau ga??" bi Murti mencoba mengalihkan.


"Hmmm ayo bi.. Boleh juga" jawab Iren.


Mereka berdua pun pergi ke dapur dan memulai kegiatan mereka untuk membuat cookies.


#####


Pagi harinya, Nathan bangun dari tidurnya. Nathan keluar kamarnya, dia menatap ke arah kamar Iren. Masih tertutup rapat.


Nathan enggan menyapa mereka dan memilih masuk ke dalam kamarnya.


"Nak Nathan.. Tunggu sebentar.." panggil ayah Putri.


"Ada apa om" jawab Nathan dingin.


"Om titip Putri lagi.. Maaf atas kejadian tempo hari.. Pemutusan kerja sama kemarin sudah cukup menjadikan hukuman untuk om yang tidak bisa mendidik Putri. Tapi om mohon maafkan Putri. Putri khilaf, dia mengakui kesalahannya, dia melakukan itu semata mata hanya ingin mendapatkan kamu nak" kata ayah Putri memohon.


"Maaf om.. Saya rasa Putri sudah cukup dewasa untuk bisa menjada dirinya sendiri. Jika om merasa belum bisa melepas Putri untuk mandiri, lebih baik pindahkan saja kuliah dia ke jakarta lagi. Dan saya juga sudah berulang kali mengatakan kepada Putri bahwa saya tidak pernah sedikitpun memiliki hati untuk Putri. saya pernah berpesan kepada Putri jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat saya benar benar kehilangan respeck kepada dia" kata Nathan dan langsung masuk ke dalam kamar tanpa permisi.


Ayah Putri hanya terdiam, kata kata Nathan cukup menampar untuknya.


"Putri, sebelum kami kembali ke jakarta.. Papa kasih pilihan ke kamu.. Tetap di sini atau pindah ke jakarta" tanya ayah Putri tegas.


"Putri masih ingin di sini pa.. Putri masih ingin memperjuangkan Nathan.." isak Putri.


"Putri!!! Cukup!!! Perbuatanmu sudah cukup memalukan.. Kamu bisa lihat sendiri sikap Nathan terhadap kamu sekarang.. Itu akan malah membuat kamu semakin tersiksa Putri.. Lebih baik kamu pindah ke Jakarta.. Papa akan urus semuanya.. Sekarang kamu ikut papa.. Beresi barang barangmu!!" bentak ayah Putri akhirnya.


"Tapi pa.. " Isak Putri.


"Tidak ada tapi tapian.. Ma.. Bantu Putri beberes.. Papa akan ke kampus Putri sekarang!" ayah Putri pergi menuju ke kampus.


"Ayo Put, jangan buat papamu semakin emosi atau jantungnya akan kambuh" bujuk mama Putri.


Dengan terpaksa Putri pun menuruti kata kata orang tuanya. Dan pada hari itu juga Putri kembali ke jakarta.


#####

__ADS_1


Nathan sudah bersiap ke kampus, sesaat dia melihat ke arah kamar Iren. Berharap Iren sudah kembali. Namun sayang itu hanya harapan saja.


Di kampus, Cindy sudah mendengar kepindahan Putri.


"Sia**n.. Kenapa musti pindah si.." kata Cindy.


"Dengar dengar dia ketahuan mau menjebak Nathan. Nathan mendapatkan bukti dari cctv.." kata Fitri..


"Loe tau dari siapa?" tanya Cindy.


"Yogi yang cerita ke gue.. Doi tau dari Putri katanya marah marah sama dia" Fitri menjelaskan.


"Aahhh beg* banget si.. Kenapa mereka ga menyadari sama cctv si.. Sia sia dong gue manfaatin Putri, bujuk bujuk bokap agar Putri di terima" kata Cindy..


"Ssssttt ada Nathan" bisik salah satu temannya.


Merekapun diam, mereka beralih membahas soal Iren.


"Eehhh dengar dengar Iren cuti loh satu semester ini.. Kenapa ya??" pancinga Fitri.


"Aahhh yang bener loe.." tanya Cindy yang melirik ke arah Nathan.


"Wahhh jangan jangan dia mau kawin lagi bair dapat tetap kuliah hahaha" ejek Cindy lagi.


Braaakkkkk


Nathan menggebrak meja dan langsung pergi begitu saja.


"Kayaknya Nathan sama Iren lagi ada masalah dehh, ini kesempatan buat loe" kata Fitri lagi.


"Hmmmm gue pikirin rencananya dulu deh.. Soalnya ga mungkin gue maju langsung" jawab Cindy.


#####


Nathan memilih pergi dari kampusnya, moodnya benar benar kacau. Dia teringat dengan Arya.. Akhirnya Nathan memilih pergi ke bengkel Arya.


Tidak butuh waktu lama bagi Nathan untuk sampai di bengkel Arya karena dia menggunakan si blacki.


"Haaii bro.. Ada angin apa nihh" ejek Arya.


"Gue lagi suntuk aja di kampus. Eehhh tunggu.. I..ini bukannya mobil Iren??" tanya Nathan saat melihat Arya sedang mengecat bagian bamper mobil Iren.


"Kok loe tau.." tanya Arya bingung.


"Dia gadis yang lagi deket sama gue.." jawab Nathan.


"Wuiiddiii loe bisa jatuh cinta juga sama perempuan hahaha" ejek Arya lagi..


"Sialan loe.. Ini kenapa??" tanya Nathan.


"Dua hari yang lalu dia nabrak trotoar.. Tapi ga parah kok.. Kecepatan dia sedang, jadi hanya penyok parah di goresan aja." jelas Arya.


Nathan pun teringat dengan dirinya yang melihat Iren dengan mobil lain..


"Apa dia waktu itu pergi menggunakan mobil lain??" tanya Nathan memastikan.


"iya.. Dia pesan taxi online.. Bawa koper dan beberapa barang lainnya.." jawab Arya.


"Apa dia pulang ke rumahnya ya??" kata Nathan lirih.


"Loe lagi ada masalah sama doi?" tanya Arya yang melihat raut wajah Nathan.


"Ya gitu eehhh, panjang ceritanya.." jawab Nathan.

__ADS_1


"Ya udah ngopi ngopi aja dulu.. Biar relax." tawar Arya.


Dan mereka pun akhirnya duduk bersantai menikmati kopi hangat dan saling bercerita bertukar pendapat.


__ADS_2