
Haripun beranjak siang, waktunya untuk beristirahat. Para karyawanpun satu persatu meninggalkan kubikel mereka untuk mencari makanan sebelum jam istirahat habis.
"Ren.. Istirahat yuk" ajak Ririn.
"Ayuk.. Makan soto depan kantor aja bagaimana??" ajak Iren.
"Boleh juga.." jawab Ririn.
Setelah merapikan meja di kubikel merek, merekapun beranjak pergi meninggalkan kubikel mereka.
Rangga yang melihat itupun memilih mengikuti mereka. Karena jika dia terang terangan ikut bergabung pasti akan ditolak oleh Ririn.
"Haii Ren, Rin.." sapa Widi.
"Ehh mbak Widi.." jawab Iren.
"Mau makan siang??" tanya Widi.
"Iya mba.. Gabung aja yukk, kita mau ke warung depan" ajak Iren.
"Iya, yuk mbak" sambung Ririn.
"Boleh deh yukk" jawab Widi
Mereka bertiga pun keluar kantor dan menuju ke warung soto di seberang jalan.
"Gus.. Gus.. Tuhh mbak Iren.." panggil Aris.
"Mana mana.." kata Agus clingak clinguk.
"Cckk itu, mau nyeberang jalan" tunjuk Aris lagi.
"Ahh iya, gue ikuti dulu.. Kalian awasi si ojol tadi, siapa tau balik lagi" kata Agus.
"Siap.." jawab Agus dan Angger serempak.
Aguspun bergegas meninggalkan kedua rekannya, dia berjaga jarak agar dapat terus mengawasi Iren tanpa ada yang curiga. Karena dia yakin pasti ada mata mata lain selain ojol tersebut.
#####
Dikediaman Rudi yang dahulu yang berada di perumahan elit. Santi terlihat kembali kerumah tersebut dengan mengenakan pakaian yang cukup tertutup. Dia mengenakan masker juga kaca mata hitam di tambah sebuah topi.
Sepintas, ia terlihat seperti laki laki karena dia memangkas rambutnya pendek selayaknya laki laki.
Santi begitu berhati hati karena dia sadar kini sedang menjadi incaran polisi. Namun rasa irinya yang tinggi terhadap Iren membuat dirinya nekat membuat sebuah rencana kembali untuk melenyapkan Iren.
Orang suruhan Nathan menyadari itu, ia segera mengambil gambar untuk ia laporkan ke Nathan.
Tidak berselang lama, tampak Santi kembali keluar dengan membawa beberapa tas. Yudi mengamati gerak gerik Santi dengan berpura pura sedang bersantai di teras rumahnya.
Melihat Santi cukup lama berdiri di dana, Yudipun berinisiatif mendekati Santi.
"Maaf, ada yang bisa saya bantu mas" tanya Yudi.berpura pura.
"Ehh iya mas, saya sedang menunggu taxi online yang sudah saya pesan tapi kok belum tiba tiba juga." jawab Santi.
"Ahh maaf mbak, saya pikir anda laki laki.." jawab Yudi.
"Mungkin bisa saya antar, kebetulan saya ada mobil jika anda berkenan. Kebetulan saya juga taxi online. Jika mau.." tawar Yudi.
"Mmmm. Ya udah deh boleh lewat aplikasi aja ya.." kata Santi.
"Baik, saya on dulu di aplikasi. Sebentar ya.." jawab Yudi.
Tidak lama kemudian, setelah selesai Yudipun mengantar Santi sesuai aplikasi.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Yudi sampai pada tujuan.
"Terimakasih ya mas." kata Santi sambil menyerahkan beberapa lembar uang.
"Saya bantu mbak.." tawat Yudi setelah menerima uang tersebut.
"Tidak perlu mas, terimakasih" jawab Santi bergegas masuk ke sebuah rumah.
Setelah memastikan Santi masuk ke dalam rumah tersebut. Yudi pun mengambil gambar rumah tersebut dan mengirim lokasi tersebut ke Nathan.
#####
Ting...
Ting...
Ting...
Ting....
Rentetan notifikasi masuk ke ponsel Nathan.
Mendengar itu pun, Nathan segera membuka pesan pesan tersebut.
"Hmmm benar dugaan paman Rudi, Santi kembali. Ini lokasi apa??" batin Nathan.
Tingg...
"Tuan, ini lokasi target sekarang. Entah ini rumah barunya atau apa saya kurang paham. Yang pasti saya mengantar target ketempat ini." isi pesan dari Yudi.
"Ok.. Terimakasih informasinya. Kamu tetap harus waspada." balas Nathan.
Ting
"Baik tuan" balasan dari Yudi.
"Ada kabar Than??" tanya Arya menepuk pundak Nathan.
"Haahh.. Ohhh ini Yudi kirim beberapa gambar Santi, pagi dia terlihat di rumahnya lalu Yudi kembali kirim sebuah lokasi juga sebuah rumah yang entah apa" jawab Nathan sambil memperlihatkan semua foto foto tersebut.
Arya mengamati semua gambar gambar tersebut.
"Lalu bagaiaman langkah selanjutnya" tanya Arya.
"Kita ikuti saja permainan mereka. Jima kita yang langsung maju, gue takutnya Santi kabur lagi. Karena gue merasa yang menjadi mata mata dia cukup banyak. Tadi pagi Aguspun mengatakan, ada ojol yang mencurigakan, tapi itu baru dugaan." kata Nathan.
"Mudah mudahan rencana kita lancar Than." jawab Arya.
"Amiinn.." kata Nathan.
#####
Di kantor, Rudi tengah mengadakan rapat bulanan dengan para karyawannya. Pembahasan fokus pada pemasukan juga beberapa proyek yang masih berjalan.
Setelah selesai rapat, Rudi segera kembali ke ruang kerjanya.
Ting...
Ponsel Rudi berbunyi. Rudipun segera memeriksa ponselnya.
"Santi" gumam Rudi.
Rudi meremas ponselnya karena geram, mengingat rencananya bersama Nathan sedang berjalan Rudi berusaha untuk menahan emosinya..
"Terimakasih informasinya Than.. Jika ada apa apa nanti akan paman kabari kamu" balas Rudi.
__ADS_1
#####
"Hai Iren.. Wahh kebetulan sekali.. Boleh bergabung..??" kata Rangga.
"Silahkan kak, kebetulan kita juga sudah hampir selesai kok" jawab Ririn yang langsung berpindah ke samping Iren.
Mau tidak mau Ranggapun duduk di samping Widi. Ranggapun memesan satu porsi soto.
"Ren, untuk kejadian waktu itu gue minta maaf ya.. Bukan maksud gue ingin menyakiti loe.. Gue bener bener minta maaf" kata Rangga.
Iren hanya diam, sebenarnya Iren masih ada rasa takut bagi dia berdekatan dengan Rangga. Sedangkan Ririn hanya melirik menatap Rangga sinis.
"Ren, gue mohon maafin gue ya.. Jujur gue suka sama loe.. Dan waktu itu gue lepas kontrol emosi gue" kata Rangga lagi.
"Sudahlahkak lupakan saja" jawab Iren.
"Ren, malam minggu nanti gue main ke rumah loe ya.. Kali ini aja Ren.." kata Rangga.
"Bolehin aja Ren, biar nanti dia tau kalau loe dah punya Nathan.. Biar ga kegatelan mulu sama loe." bisik Ririn..
"Mmm gimana ya kak.." jawab Iren.
"Gue cuma pengen maen aja Ren.. Ga bakalan ngajakin loe kemana mana kok.. Dan gue ga bakalan ngilangin hala seperti kemaren lagi." bujuk Rangga.
"Ya udah deh.." jawab Iren.
"Mbak, dah yuk masuk" ajak Iren.
"Ayok.." jawab Widi..
"Kami duluan ya kak" pamit Iren.
"Ya Ren.." jawab Rangga.
Tidak lama kemudian pesanan Rangga pun tiba.
"Hah, mereka dah pergi, makanan baru datang" batin Rangga.
#####
"Ren, loe kudi hati hati sama Rangga.. Doi matre" kata Widi.
"Mbak tau dari mana?? Mbak mantannya yaa" ledek Ririn.
"Husss bukan, temen gue yang jadi korbannya" kata Widi.
"Tenang aja mbak.. Justru Iren terima dia main kerumah supaya dia bertemu dengan Nathan tunangan Iren.. Biar Nathan yang kasih pelajaran lagi" kata Ririn menjelaskan.
"Lagi??" tanya Widi bingung.
"Panjang ceritanya. Tapi tenang aja mbak.." sambung Iren tersenyum..
"Bagus deh kalau gitu.. Dah dulu ya bayy.."jawab Widi lega.
"Bay.." jawab Iren dan Ririn bersamaan.
Mereka pun berpisah setelah memasuki kantor.
#####
Ting..
Pesan masuk di ponsel Nathan.
"Tuan, sepertinya teman satu kantor mbak Iren ada yang sedang berusaha mendekati mbak Iren." pesan Agus ke Nathan.
__ADS_1
"Ok, terimakasih informasinya" balas Nathan.
Mendapat informasi tersebut membuat hati Nathan semakin was was. Nathan yakin, teman yang dimaksud oleh Agus adalah laki laki yang pernah menyeret Iren waktu itu.