
"Paman, kakek, Nathan.. Coba lihat apa yang aku temukan.." teriak Arya sambil setengah berlari.
Nathan yang tengah menyiksa anak buah Yosep langsung memukul bagian tengkuk hingga membuatnya pinsan.
Arya langsung menyerahkan foto foto yang dia temukan ke ayah. Ayahpun mengamati foto foto tersebut bersama kakek dan Nathan.
"Apa mereka datang ke tempat ini??" tanya Nathan.
"Kemungkinan besar" jawab ayah.
"Tapi di mana lokasi ini?? Ini tampak asing.. Apa di sebuah pulau pribadi yah??" tanya Nathan.
"Sepertinya seperti itu Than, dari gambar foto ini hanua terlihat dermaga, sebuah rumah dan area sekitar rumah tersebut. Sepertinya mereka memang menuju ketempat ini" kata ayah yang terus mengamati foto foto tersebut.
"Tapi ayah juga ga tau, ini di mana??" sambung ayah.
"Lebih baik kita kembali ke markas kakek.. Bawa anak buah itu, hanya dia satu satunya yang tau tempat ini.. Dan kakek yang akan bertanggung jawab atas kejadian ini.." kata kakek.
"Apa kakek yakin??" tanya Arya.
"Kakek sangat yakin.. Karena Yosep hanya menginginkan kakek. Kakek tau dia dendam dengan perbuatan kakek dulu yang membuat kedua orang tuanya tewas." jawab kakek.
"Kita akan menyelesaikan ini bersama sama.. Terlebih lagi ini juga menyangkut nyawa Iren" kata Nathan.
"Baiklah ayo kita pergi dari sini.. Bakar tempat ini" kata kakek memerintahkan anak buahnya.
Anak buah kakek pun mengikuti perintah kakek.. Tempat itu benar benar terbakar habis. Dan mereka pun meninggalkan tempat itu yang sudah berkobar terang.
#####
Di tempat lain, Yosep dan anak buahnya bersiap untuk berpindah di sebuah kapal yang akan membawa mereka ke sebuah pulau yang terpencil.
Mereka terpaksa harus berpindah ke sebuah kapal karena cuaca yang kurang mendukung bagi helikopter untuk menurunkan mereka di pulau tersebut.
"Maaf tuan, perjalanan kita menjadi sedikit lebih lama karena cuaca yang tidak mendukung kita" kata Danu.
"Tidak apa apa, yang penting mereka tidak mengetahui lokasi kita saat ini.. Dan siapkan untuk acara pernikahan 3 hari kedepan.. Aku akan menikahi gadis itu" perintah Yosep.
"Baik tuan.. Dan tuan, saya mendapatkan kabar dari Dika jika mereka sudah membakar habis markas kita.." kata Danu lagi.
"Kurang ajar.. Berani beraninya mereka!!!" kata Yosep semakin geram.
"Arrgggg sial!!! Aku baru ingat, foto foto itu!!!" kata Yosep..
"Danu, apa ada orang lain yang mengetahui tempat tujuan kita ini??" tanya Yosep.
"Saya rasa tidka tuan.. Hanya Dika yang mengetahuinya.." kata Danu.
"Suruh Dika untuk segera kembali. Jangan sampai dia tertangkap.." perintah Yosep.
__ADS_1
"Siap tuan.." kata Danu membungkukkan badannya.
Sedangkan di sebuah kamar dalam kapal tersebut, terbaring tubuh Iren yang terikat di bagian tangan dan kakinya.. Tidak lupa mulutnyapun di lakban oleh mereka.
"Egghmmm" Iren mulai sadarkan diri.
Perlahan Iren menggerakkan tangannya, namun dia merasa sulit. Iren membuka matanya, dan dia terkejut karena tempat yang dia lihat sekarang sangat baginya.. Dia merasakan tempat itu terus bergoyang.. Irenpun menebak jika dia sedang dalam sebuah kapal.
Iren berusaha melepaskan ikatannya, namun itu sangat sulit karena ikatannya sangat kencang.
Brakkk...
Tiba tiba pintu terbuka, Iren langsung menoleh ke arah suara pintu.
Seseorang meletakkan makanan di meja samping tempat tidur Iren. Dan dalam diam dia melepaskan semua ikatan Iren.
Merasa dirinya sudah dapat bergerak, dengan sigap Iren menendang ornag tersebut dna berlari keluar dna keributan pun terjadi..
"Ada apa ribut ribut??" tanya Yosep.
"Gadis itu berusaha kabur tuan" jawab Danu.
"Tangkap diam!" perintah Yosep emosi.
Iren terus berlari menghindari para anak buah Yosep yang ingin menangkapnya.. Dan sesekali dia melawan dengan bela diri yang pernah dia pelajari.
Plak...
Pipi Iren terasa kebas karena tamparan Yosep.
"Loe sudah berani melawan gue haahhh!!!" bentak Yosep.
"Gue lebih baik mati dari pada terus bersama loe.." bentak Iren.
"Eittsss tidak bisa secepat itu.. Itu akan sangat mudah bagiki untuk membunuhmu.. Loe tau apa yang bakal gue lakukan selanjutnya??" bisik Yosep.
Iren hanya menatap Yosep sinis..
"Loe akan gue jadiin istri gue.. Dan melahirkan keturunan yang hebat hebat untuk gue hahahaha" kata Yosep.
"Tidak... Gue tidak sudi memiliki suami kaya loe??" kata Iren lagi.
"Lalu seperti siapa?? Anak harimau itu?? Hahaha apa hebatnya anak ingusan itu hahh!!!" kata Yosep lagi.
Bughhhhh..
Iren menendang bagian terpenting Yosep hingga meringis kesakitan..
"Awwwww... Si***n.. Dasar ja**ng!!!" emosi Yosep.
__ADS_1
Plakk..
Temparan itu lebih kerasa hingga membekas telapak tangan dipipi Iren.
"Bawa dia ke kamarnya, dan kunci dia!!! Jangan sampai dia kembali kabur!" Yosep benar benar emosi..
Irenpun diseret untuk kembali ke dalam kamarnya. Dia langsung di dorong begitu saja oleh anak buah Yosep hingga terjatuh. Anak buah Yosep langsung mengunci pintu itu dari luar.
#####
Di rumah Iren, semua tampak khawatir. Terutama bunda yang menghawatirkan mereka semua.
"Bagaimana ini, kenapa mereka tidak juga memberi kabar??" kata bunda mondar mandir di halaman rumah Iren.
"Bun... Bunda duduk dulu yukk... Ririn ambilin teh hangat ya.." bujuk Ririn.
"Bunda tidak tenang nak... Mereka semua tidak ada yang memberi kabar..." kata bunda dengan raut wajah yang cemas.
"Mbak... Kita sama sama berdoa aja ya agar tidak terjadi apa apa.." kata Tantri.
"Ehhh mbak.. Saya benar benar khawatir, Iren sudah saya anggap seperti putri saya sendiri... Ditambah mas Arthur dan yang lainnya hingga sekarang tidak memberikan kabar apapun.." kata bunda.
"Mbak, kita tunggu aja di dalam yuk... Saya sebagai budenya Iren hanya bisa berharap ada kabar baik dari mereka yang mencari Iren.. Saya juga baru bertemu kembali dengan Iren setelah beberapa tahun tidak bertemu" kata Tantri mengajak bunda untuk duduk di ruang tamu.
Bunda pun mengikuti Tantri yang menggiringnya menuju keruang tamu. Dengan sigap Ririn mengambilkan teh hangat untuk bunda dan Tantri.
Mereka yang berada di sana hanya dapat harap harap cemas menanti kabar baik. Terpampang jelas dari raut wajah mereka yang semula bersinar bahagia berubah menjadi muram atas hilangnya Iren yang tiba tiba.
#####
Kini ayah dan yang lainnya pun sudah tiba di wilayah kekuasaan kakek. Lalu kakekpun menyuruh anak buahnya untuk mengikat annak buah Yosep du halaman rumah kakek dan dijaga ketat.
"Paman... Jangan jangan kemacetan tadi pagi adalah ulah mereka??" tanya Arya.
"Ya.. Tepat tebakan kamu Ar.. Maka dari itu Nathan lebih dulu meninggalkan kita" jawab ayah.
"Tapi lagi lagi gue terlambat" sambung Nathan..
"Than, gue yakin Iren akan selamat.. Kita hanya tinggal cari tau di mana lokasi tersebut.." Arya mencoba menenangkan.
"Ini semua gara gara kakek.. Maaf kan kakek" kata kakek murung.
"Pa, semua sudah terjadi.. Kita hadapi bersama sama.." jawba ayah.
"Ar, beri kabar istrimu agar dia tidak terlalu khawatir.. Karena sedari tadi kita tidak memebrinya kabar." kata kakek mengingatkan.
"Baik pa.. Aku keluar dulu.." pamit ayah.
Ayah memilih keluar rumah dan mencoba hubungi sang istri.. Saat panggilan tersebut diterima, ayah langsung memberikan kabar bahwa sampai saat ini mereka belum menemukan Iren.. Mereka tidak akan kembali sebelum.Iren di temukan. Ayah akan memberikan kabar jika sudah memdapatkan Iren.
__ADS_1