
"Nathan...! Nathan...! Tolongin tante Than... Tante mohon Than..." ucap seorang wanita.
"Ada apa tante.. Ada apa???" jawab Nathan ikut panik.
"Tolongin anak tante Than.. Cepat Than.. Tolongin dia.." kata wanita tersebut..
"Di mana anak tante..??" tanya Nathan mengikuti wanita yang menarik tangannya.
"Anak tante Than.. Tolong Than... Selamatkan dia Than... Tante mohon" ucap wanita itu menangis dan menunjuk ke arah sosok tubuh yang tergeletak di depannya.
Nathan seketika itu langsung terduduk terjaga dari tidurnya. Keringatnya bercucuran keluar dari keningnya.
"Iren..." kata Nathan lirih.
Nathan langsung berdiri dari tempat tidurnya dan berganti pakaiannya.
"Ar, gue pinjem mobil loe" kata Nathan.
"Loe mau kemana?" tanya Arya.
"Perasaan gue ga enak, gue harus bertemu dengan Iren untuk memastikan" jawab Nathan.
"Gue ikut, tunggu sebentar" kata Arya.
Tidak lama kemudian Arya keluar dari kamarnya.
"Budi!! Bengkel tutup aja.. Gue keluar sebentar" teriak Arya.
"Siapp bos!" jawab Budi.
Arya dan Nathan pun bergegas kembali menuju ke rumah Iren.
"Loe kenapa si Than tiba tiba banget" tanya Arya.
"Perasaan gue ga enak Ar.. Entah, gue mikirin Iren. Bisa lebih cepat Ar??" pinta Nathan.
"Ok.." jawab Arya yang melihat ada guratan ke khawatiran di wajah Nathan.
Separuh perjalanan, tiba tiba jalanan menjadi macet.
"Ini ada apa ya kok macet?? Hadduuhhh" kata Nathan gusar.
"Iya ada apa ya?? Perasaan tadi pagi lancar lancar aja.." kata Arya menambahkan..
"Ar, gue tengok dulu ya kedepan ada apa" kata Nathan tidak sabaran.
"Gue aja.. Loe tunggu di sini" Arya mencegah Nathan dan Nathan hanya mengangguk.
Arya berjalan mendekati penyebab kemacetan. Perlahan Arya mencoba melihat apa yang terjadi.
"Bang.. Ini ada apa ya??" tanya Arya pada salah satu pemuda di sana.
"Ada kecelakaan bang, dua perempuan. Mobilnya nabrak pohon." jawab pemuda itu.
"Terima kasih ya bang" jawab Arya.
Arya mencoba melihat lebih dekat. Saat Arya melihat mobil korban, ada sedikit kegusaran dalam hatinya karena mobil tersebut tidak asing baginya. Arya mencoba berjalan ke bagian depan dan mencoba melihat siapa yang kecelakaan berharap bukan seseorang yang dia kenal.
Tubuh Arya terpaku, mematung seketika itu juga saat melihat siapa yang kecelakaan.
"Apa sudah memanggil ambulance??" tanya Arya pada bapak bapak di dekatnya.
"Sudah mas, masih dalam perjalanan??" jawab bapak bapak tersebut.
"Masih lama tidak??" tanya Arya lagi.
"Tidak mas sebentar lagi sampai" jawab bapak bapak itu.
__ADS_1
Arya langsung berlari untuk menghampiri Nathan. Dalam sekejap Arya sudha tiba dimana mobilnya berada.
"Than..." panggil Arya.
"Arya, loe bikin kaget aja.. Loe ga takut ada yang lihat loe?" tanya Nathan.
"Ini bukan saatnya memikirkan itu" jawab Arya terlihat gusar.
"Ar, loe ga bohongin gue kan??" Nathan sudah dapat menebak apa yang akan Arya katakan.
Seketika itu Nathan langsung keluar dari mobil dan langsung berlari begitu saja menggunakan kekuatannya tanpa memperdulikan lagi luka dalamnya. Arya menyusulnya di belakang Nathan.
Sekejap mereka tiba di lokasi kejadian. Dengan buru buru Nathan menerobos kerumunan warga yang menonton.
"Permisi permisi.." kata Nathan.
Nathan terus menerobos dan mencoba memastikan.
"Iren..." Nathan terkajut.
"Iren... Iren bangun Ren..
Nathan mencoba mengeluarkan Iren dari dalam mobil. Terlihat darah keluar dari kepala dan telinganya. Nathan mengangkat Iren ke tempat yang lebih nyaman dan memangkunya.
Sedangkan Arya, mencoba mengeluarkan Ririn yang pinsan. Kondisi Ririn tidak terlalu parah dibandingkan dengan Iren.
"Iren... Iren.. Aku mohon bangun Ren.. Ran.." Nathan mulai terisak.
"Than ambulance datang, loe ikut mereka. Gue urus mobilnya. Gue akan cek.." kata Arya.
Nathan menyetujui ide Arya. Arya terlihat mengobrol dengan petugas kepolisian yang ada di sana agar kendaraan tersebut dapat dia bawa ke bengkelnya untuk menyelidiki mobil tersebut. Pada awalnya di tolak karena pihak kepolisian sendiri yang akan mengidentifikasikannya, namun Arya terus memohon. Dan akhirnya di perbolehkan dengan syarat akan di pantau oleh pihak kepolisian dan Arya menyetujui ya.
#####
Kini Nathan berada di rumah sakit terdekat. Tidak lupa dia juga menelpon ayah dan bunda juba Rudi selaku keluarga Iren. Tidak lupa Nathan juga berusaha menghubungi keluarga Ririn, dia berusaha mencari kontak yang dapat menghubungi keluarga Ririn.
"Than... Bagaimana ke adaan Iren dan temannya" tanya bunda tampak khawatir.
"Bunda.. Ayah.." Nathan bangun dari duduknya.
"Dokter belum keluar dari ruang ICU bun.." jawab Nathan.
"Dimana Arya Than??" tanya Ayah.
"Arya sedang mengurus mobil Iren yah" jawab Nathan.
"Than, kamu sudah makan nak??" tanya Bunda.
"Belum bun, Nathan ga laper.." jawab Nathan lesu.
"Kamu makan dong sayang.. Nanti kalau kamu sakit siapa yang mau nungguin Iren." bujuk bunda.
"Nanti aja ya bun" jawab Nathan yang enggan pergi dari sana.
"Than... Bagaimana ke adaan Iren??" tanya Rudi tiba tiba.
"Om... Dokter masih di dalam om" jawab Nathan.
"Rudi??" panggil bunda.
"Santi..." panggil Rudi juga.
"Kamu orang tua Nathan..??" tanya Rudi.
"Iya Rud, kenalin ini suamiku Arthur." kata Bunda mengenalkan suaminya.
"Arthur" kata ayah.
__ADS_1
"Rudi.." jawab Rudi.
"Kamu omnya Iren??" tanya bunda.
"Tepatnya aku orang kepercayaan almarhum papinya Iren. Surya.." kata Rudi.
"Surya???" bunda mengerutkan dahinya.
"Iya Surya... Masa kamu ga kenal.. Yang dulu suka di jodoh jodohin sama kamu.." kata Rudi mengingatkan.
"Astagaaa.. Ja.. Jadi orang tua Iren adalah Surya??" kata Bunda terkejut.
"Iya..." kata Rudi kembali sedih.
"Surya lah dulu yang membantuku di saat aku jatuh San.. Dan Suryalah yang memberikan ku kepercayaan penuh untuk mengelola perusahaannya untuk putrinya. Aku sangat menyayangi Iren, bukan semata mata karena hartanya.. Tapi mengingat orang tua Iren yang sudah berjasa untukku" kata Rudi sambil mengingat ingat masalalunya.
Cekleekkk
Suara pintu terbuka, semua langsung berdiri dan berjalan mendekati sang dokter yang keluar.
"Keluarga dari pasien Iren??" panggil dokter.
"Saya dokter" jawab Rudi.
"Bagaimana keadaan putri saya dok." tanya Rudi.
"Pasien sempat mengalami pendarahan di dalam. Tapi Alhamdulillah kami dapat mengatasinya. Kita tinggal tunggu pasien melewati masa kritisnya saja. Mudah mudahan dua hari kedepan pasien sudah bisa siuman." ucap sang dokter.
"Lalu bagaimana dengan temannya Ririn dok?!" tanya ayah.
"Untuk pasien Ririn hanya luka robek di bagian pelipisnya, masih cukup aman. Sudah bisa di tengok nanti setelah pasien kami bawa ke ruang rawat. Untuk pasien Iren, sementara belum bisa di jenguk." jawab dokter.
"Terimakasih dokter" jawab bunda.
"Semoga kedua pasien segera pulih.. Saya permisi.." ucap dokter berlalu meninggalkan mereka berempat.
"Permisi,.maaf saya mendapatkan kabar tentang Ririn putri kami" tanya seorang wanita paru baya yang masih terlihat cantik.
"Ririn sudah dipindahkan di ruang perawatan tante. Mari saya antar" jawab Nathan.
"Bunda ikut Than.." kata bunda.
Bunda, Nathan dan orang tua Ririn pun berjalan menuju ke ruang VIP di mana Ririn masih tertidur karena obat yang di berikan untuknya.
"Ririn, ya Allah nak.. Kenapa kamu begini.." tangis mamanya Ririn.
"Tante, Ririn biarkan istirahat dulu ya.. Kata dokter Ririn tidak mengalami cidera yang serius, Ririn hanya butuh istirahat yang cukup" kata Nathan.
"Terimakasih ya nak.." jawab mama Ririn.
"Sama sama tante. Kalau begitu saya permisi ya tante, om.." pamit Nathan.
"Saya ikut prihatin ya bu.. Semoga Ririn segera sembuh dan pulih kembali" kata bunda memeluk mamanya Ririn.
"Terimakasih ya bu," jawab mamanya Ririn membalas pelukan bunda.
"Sama sama bu.. Saya permisi dulu ya bu. Mari pak.." pamit bunda.
Mama dan papa Ririn hanya mengangguk dan kembali mendekati Ririn yang masih terpejam.
#####
Malam itu juga, Arya mengecek kondisi mobil Iren di bantu oleh Budi dan beberapa anggota dari pihak kepolisian.. Arya sangat detail mengecek mobil itu. Arya tidak mau sekecilpun dia lewatkan..
Arya mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Nathan.
"Than.. Loe bisa balik sekarang?? Gue sudah menemukan penyebabnya." kata Arya to the point.
__ADS_1
Dan setelah menghubungi Nathan, Arya segera melapor ke anggota dan melaporkan apa saja kerusakan yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Pihak kepolisianpun ikut mengecek dan Arya menunjukan di mana saja.