Pacarku Harimau Putih

Pacarku Harimau Putih
bekerja sama


__ADS_3

Pagi harinya, Iren bangun dan keluar kamarnya. Di saat bersamaan, Nathan keluar dari kamarnya juga.


"Nathan..." panggil Iren.


"Udah bangun..?" Nathan menghampiri Iren.


"Udah dong.. Jadi ga?" kata Iren..


"Jadi ayok..." ajak Nathan.


"Bentar ya, cuci muka dulu.. Bangunin Ririn juga." jawab Iren berjalan ke kamar Ririn.


"Rin!!! Loe dah bangun belom?? Mau ikut ga??" teriak Iren sambil mengetuk pintu kamar Ririn.


"Bentar.." jawaban Ririn yang terdengar baru bangun tidur.


Ceklek...ceklek..


"Hoaaammmm apa si Ren.. Masih pagi juga.." jawab Ririn masih dengan muka bantalnya.


"Mau ikut ga?? Nyari sarapan sekalian jalan jalan.." ajak Iren.


"Gue cuci muka dulu.." jawab Ririn.


"Gue tunggu di depan ya" kata Iren lagi..


"Iya.." teriak Ririn dari dalam kamarnya..


Iren pun kembali masuk ke kamarnya untuk mencuci mukanya dan mengganti baju tidurnya.


☘☘☘☘☘


Mereka bertiga menikmati sarapan mereka di taman kota.. Dari kejauhan, tampak Cindy menikmati pagi harinya sendirian, dia tengah berlari lari kecil. Dan tanpa sengaja dia melihat Nathan..


"Nathan??" gumam Cindy menajamkan matanya.


Cindy mengeluarkan ponselnya dan memotret mereka bertiga lalu mengirimkannya kesebuah nomor. Setelah berhasil terkirim, Cindy pun tersenyum sinis..


Dan tidak jauh dari tempat berdirinya Cindy pun ada mata mata dari klan tiger yang terus mengawasi pergerakan Nathan dan Iren.


"Bos.. Lihat gadis yang memakai kaos pink itu ga??" kata Danu.


"Kenapa emangnya?" tanya Peter dengan matanya yang menatap kearah Cindy.


"Dia gadis yang tergila gila sama Nathan bos.. Kenapa kita tidak manfaatin dia aja bos?" kata Danu memberi ide.


"Eehh kamu kata siapa?" tanya Dani.


"Saya dapat info itu dari salah satu temennya di kelas yang sama.. Malah di kira aku suka sama dia gara gara cari cari info tentang gadis itu" kata Danu.


"Emang dia siapa?" jawab Peter.


"Namanya Cindy bos.. Dia anak pemilik kampus" jawab Danu.


"Hmmmm ok... Kalian berdua tunggu di sini.." kata Peter.


Peter pun mendekati Cindy yang sedang mengawasi Nathan.


"Kenapa? Loe suka sama dia? Kenapa ga loe kejar?" kata Peter yang tiba tiba membuat Cindy terlonjak kaget.


"Eeehhh siapa loe!!!" tanya Cindy sinis.

__ADS_1


"Nona cantik, jangan galak galak gitu lahh.. Nanti cantiknya hilang" kata Peter mencoba mencari celah.


"Ga usah muji muji, kenal aja enggak" kata Cindy kembali menatap Nathan.


"Loe Cindy kan?? Siapa sii yang ga kenal loe.. Gadis yang paling cantik di kampus" kata Perter dengan tersenyum.


"Mau loe apa??" kata Cindy yang merasa risih.


"Gue ga mau apa apa.. Gue cuma kasihan aja sama loe, kamu cantik.. Tapi malah ngejar ngejar orang yang ga peka sama sekali" Peter terus mencoba mendekati Cindy.


"Justru itu yang membuat gue penasaran, apa si yang di lihat Nathan sama si Iren ini, cantik aja enggak" kata Cindy mulai terpancing.


"Oohhh jadi Iren namanya.. Loe yakin dia suka sama Iren.." kata Peter yang akhirnya sedikit mendapatkan informasi.


"Iya, kenapa? Loe juga suka sama dia??" tanya Cindy.


"Mmmmm sekalipun gue suka juga gue ga bakalan bisa dapetin dia" kata Peter yang seketika mendapatkan ide dari kata kata Cindy.


"Beneran loe suka sama dia?" Cindy terkejut..


"Ya begitulah" jawab Peter.


"Kita kerja sama aja bagaimana?" kata Cindy memberi ide.


"Kerja sama?" tanya Peter yang pura pura tidak paham.


"Iya.. Kita kerja sama untuk mendapatkan pasangan kita masing masing. Bagaimana??" kata Cindy antusias.


"Hmmm gimana ya??" Peter berpura pura menimbangnya.


"Sini ponsel loe, nanti gue hubungi loe.." kata Cindy meminta ponsel Peter.


Peter pun memberikan ponselnya, dan Cindy menuliskan nomornya sendiri di ponsel Peter.


"Cantik cantik tapi b*go.. Pantes aja Nathan ga doyan sama loe" gumam Peter dengan senyum smirknya.


"Waaaahhh bosss gercep juga nihh" kata Dani memuji Peter.


"Kita harus cepet, dari pada nanti kenal omel sama bos besar." kata Peter.


"Dahh yukkk, insting Nathan sangat kuat.. Aku ga mau dia menyadari keberadaan kita" lanjut Peter meninggalkan tempat itu.


"Boss, aku heran.. Tujuannya bos besar mengusik mereka apa ya??" tanya Danu.


"Kamu tu b*go, apa tol**l si??? Bos besar tuhh ingin merebut kembali kekuasaan yang pernah di rebut sama Alexander.. Dam satu satunya cara untuk mengalahkan Alexander, bos besar harus menangkap putra semata wayangnya dulu, yaitu ayahnya si Nathan ini" jelas Peter.


"Tapi bos, bos besar kan banyak banget daerah kekuasaanya.. Kenapa harus merebut dari mereka?" tanya Dani.


"Karena tempat itulah kenangan terakhir bos besar dengan orang tuanya, karena sejak dulu mereka hidup di wilayah itu. Tapi gara gara Alexander, semua itu hilang musnah begitu saja. Bahkan orang tua bos besar mati di tangan Alexander. Dan bos besar bersumpah akan menuntut balas dendam" kata Peter lagi memceritakan informasi yang dia dengar.


"Ooohhh gitu.." kata Danu manggut manggut.


"Padahal kan kita ini jika bisa bersanding pasti sangat kuat ya bos." kata Dani.


"Awalnya juga gitu, tapi karena keserakahan Alexander waktu itu, semua jadi berubah" jawab Peter.


"Tapi bos, dari yang aku tau.. Nathan sekeluarga juga memilih pergi dari Alexander bos.. Karena ayahnya menikahi manusia biasa bos" kata salah Danu lagi.


"Iya itu bos juga dah tau, tapi Alexander ini tetap masih memata matai mereka. Dan bos besar ingin memanfaatkan itu" kata Peter lagi sambil fokus menyetir.


☘☘☘☘☘

__ADS_1


"Dahh yuuk, kita balik ke kost" ajak Iren..


"Cepet banget Ren, ga mau berkeliling taman duli?" tanya Ririn.


"Tauu nihh, tiba tiba kok males gitu.. Lagian kita balik juga jalan kaki kan.. Dahh yuukm balok" rengek Iren.


"Ya udah yukk" Ririn mengalah dan Nathan memilih diam.


"Ren, kamu dah nyicil tugas belum?" tanya Nathan.


"Ahhh iya, aku lupaaa..." jawab Iren.


"Ngerjain bareng yuukk" kata Nathan.


"Boleh.. Mampir dulu ke minimarket, beli cemilan.." Iren menyeret Ririn.


Mereka pun masuk ke dalam sebuah minimarket, dan di sana mereka bertemu dengan Cindy.


"Haaiiii Nathan..." sapa Cindy dengan centilnya..


"kebetulan banget ya kita ketemu di sini" kata Cindy lagi.


"Ehhh Cindy" sapa Ririn sinis dan langsung di seret Iren karena tidak mau ada lagi keributan.


"Maaf Cindy, gue buru buru" kata Nathan mencoba menghindari.


"Nathan tunggu.." panggil Cindy namun Nathan tidak menghiraukannya.


"Cckkkk bener bener ya.. Kalo bukan karena ganteng dan pinter, gue dah ogah ngejar ngejar loe" gerutu Cindy yang langsung menuju ke meja kasir.


☘☘☘☘☘


Setibanya di kost, terlihat Putri menunggu Nathan di depan kamar Nathan.


"Nathan... Kenapa ga ngajak gue si???" kata Putri di buat manja.


"Maaf Put, gue pikir loe ga bakalan mau" kata Nathan beralasan.


"Than, temenin gue ke supermarket yuk.. Gue butuh beberapa barang, tapi gue belum hafal daerah sini" ajak Putri dibuat semanis mungkin.


Nathan menatap Iren, karena Nathan menjadi serba salah jika kembali berhubungan dengan Putri. Mungkin jika bukan atas nama orang tua Putri, Nathan sudah tidak akan mau membiarkan Putri terus mengganggu dirinya dengan Iren.


"Ren, kamu ikut temenin kita yukk" ajak Nathan mencari jalan amannya.


"Aku mau mandi dulu Than.. Kasihan Putri nanti kelamaan nunggunya.. Aku nitip aja boleh ga?" kata Iren yang sebenarnya hatinya sedikit tidak rela membiarkan mereka berdua keluar bersama.


Putri yang melihat sikap Nathan dengan Iren, sebenarnya sangat muak. Dari dulu Nathan tidak pernah sekalipun bersikap manis saat bersama dia. Jangankan ngajak keluar bareng, hanya sekedar ngobrol aja kalau ada keperluan aja.


"Memang mau nitip apa??, aku nitip voucher buat kuota ya, dah mau abis.. Bisa??" kata Iren ragu.


"Boleh kok.. Bentar aku ngambil kunci mobil dulu" jawab Nathan.


"Pake mobil gue aja Than.. Niihh" kata Putri memberikan kunci mobilnya.


"Nathan, ini uangnya.." kata Iren memberikan beberapa lembar uang.


"Ga usah pake uang ku aja sebagai janji traktiran kemarin kalah dari kamu" kata Nathan sambil tersenyum..


"Kan perjanjiannya cuma makan Than.." kata Iren.


"Buat kamu apa pun.. Dah yok Put.." kata Nathan dengan manisnya membuat Iren merona merah.

__ADS_1


Putri yang mendengar itu semakin panas. Semakin besar rasa cemburunya.


"Kayaknya gue salah nihh ngekost satu tempat sama mereka.. Tapi kalau ga kaya gini gue ga tau aktifitas mereka.. Tapi terus terusan lihat ginian sakit juga hati gue huuhhhh" batin Putri sambil terus menatap Nathan.


__ADS_2